AAJI Daily News - 4 Agustus 2025
Senin, 04 Agustus 2025
FM-CC-AAJI-006-00
OVERVIEW
|
Positive |
Neutral |
Negative |
|
38 |
2 |
0 |
|
Online |
|
Electronic |
|
35 |
5 |
0 |
ISSUES
- Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 15 Total News
- Inovasi Produk, Teknologi, dan Layanan: 25 Total News
KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA
Porsi premi produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unitlink dalam total premi asuransi jiwa nasional terus mengalami penurunan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kontribusi premi PAYDI tercatat sebesar 22,78% per Mei 2025, turun dari posisi Desember 2024 yang mencapai 28%. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Togar Pasaribu menyebutkan bahwa pada kuartal I 2025 lalu, pendapatan premi PAYDI tercatat menurun sebesar 14,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. "Sejak 2023, terlihat adanya pergeseran minat masyarakat terhadap produk asuransi jiwa, termasuk dalam hal preferensi terhadap jenis produk yang mereka pilih," terang Togar kepada Kontan, Sabtu (2/8/2025).
Laba BRI Life Naik Jadi Rp 419 Miliar di Semester I 2025 (detik.com, 03/08/2025)
PT Asuransi BRI Life (BRI Life) mencatatkan kinerja positif pada Semester I 2025. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), BRI Life menduduki peringkat pertama dalam pertumbuhan Annualized Premium Equivalent (APE) dengan nilai sebesar Rp 2 triliun. Angka tersebut tumbuh 29,3% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Pertumbuhan ini didorong oleh strategi bisnis perusahaan yang terintegrasi dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) serta FWD Management Holding Limited (FWD). Melalui jaringan distribusi perbankan dan pendekatan bisnis yang adaptif, BRI Life terus berupaya menyediakan produk perlindungan finansial bagi nasabah.Direktur Utama BRI Life Aris Hartanto menyampaikan, "Kontribusi terbesar terhadap pencapaian gemilang ini berasal dari lini bisnis bancassurance yang menyumbang 63,2% atau setara Rp 1,3 triliun.
Premi Asuransi Komersial Tumbuh 0,65% pada Semester I-2025 (investor.id, 03/08/2025)
Pendapatan premi asuransi komersial tumbuh 0,65% year on year (yoy) menjadi Rp 166,26 triliun pada semester I-2025. Ini mencakup premi yang dicatatkan dari perusahaan asuransi jiwa, asuransi umum, dan reasuransi untuk periode Januari hingga Juni 2025. "Kinerja asuransi komersial berupa akumulasi pendapatan premi hingga Juni 2025 mencapai Rp 166,26 triliun atau tumbuh 0,65% yoy," ungkap Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, baru-baru ini. Pertumbuhan produksi premi itu jauh lebih rendah dibandingkan pencapaian pada periode sama tahun lalu. Pendapatan premi asuransi komersial pada semester I-2024 yang lalu dilaporkan dapat bertumbuh 8,46% yoy menjadi Rp 165,18 triliun.
Asuransi Tugu (TUGU) Raup Laba Rp230,92 Miliar per Semester I/2025 (bisnis.com, 04/08/2025)
PT Tugu Insurance Tbk. (TUGU) mencatatkan kontraksi laba setelah pajak dalam periode semester I/2025. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan dalam keterbukaan informasi, laba setelah pajak TUGU mengalami koreksi 43,28% year on year (YoY) menjadi Rp230,92 miliar. Bila dibedah, jumlah premi bruto sebenarnya meningkat 8,63% YoY menjadi Rp3,78 triliun. Namun, premi yang dibayarkan kepada reasuransi juga meningkat 19,10% YoY menjadi Rp3,01 triliun. Alhasil, jumlah premi neto TUGU terkontraksi 19,24% YoY menjadi Rp767,50 miliar. Sedangkan, jumlah beban klaim TUGU dalam paruh pertama 2025 ini terkoreksi 23,89% YoY menjadi Rp207,35 miliar. Sedangkan jumlah beban usaha meningkat 12,73% YoY menjadi Rp248,82 miliar. Sementara itu, jumlah pendapatan juga mengalami koreksi 30,45% YoY menjadi Rp620,74 miliar, sedangkan jumlah beban underwriting terpangkas 23,52% YoY menjadi Rp275,70 miliar.
Persaingan Bank dan Leasing Mendulang Pendapatan Premi Asuransi (bisnis.com, 02/08/2025)
Pendapatan premi industri asuransi dari kanal bancassurance sedang terkoreksi, baik asuransi jiwa maupun asuransi umum. Di saat yang sama, pendapatan premi asuransi umum dari kanal leasing justru meningkat. Kapler Marpaung, Pengamat Asuransi dan Dosen Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), berpendapat kondisi tersebut tidak bisa diartikan bahwa industri asuransi mulai meninggalkan kerja sama dengan perbankan. "Karena dalam bisnis asuransi itu kerja sama perbankan dengan usaha perasuransian selalu akan saling membutuhkan. Bank sangat membutuhkan asuransi dan sebaliknya. Jadi kedua sektor keuangan ini justru harus terus membangun sinergi yang semakin lebih baik," kata Kapler.
INOVASI PRODUK, TEKNOLOGI, DAN LAYANAN
Asuransi Masih Jadi Pilihan untuk Perlindungan Kerugiaan Finansial (investor.id, 03/08/2025)
Asuransi menjadi pilihan yang dapat memberikan perlindungan dari kerugian finansial sekaligus memberikan perlindungan jiwa dan masa depan, produk asuransi merupakan instrumen keuangan yang fokus terhadap perlindungan dari risiko sehingga dapat menjadi solusi perencanaan keuangan jangka panjang. Dengan memiliki perlindungan, nasabah bisa menjaga masa depan dan impiannya agar dapat tetap terwujud meski kondisi keuangan sedang tidak pasti sekalipun. "Kehadiran asuransi jiwa dalam satu keluarga mampu menekan risiko finansial jika pencari nafkah tidak produktif lagi. Bentuk perlindungan dari risiko tersebut terwujud dalam uang pertanggungan, manfaat tunai, atau manfaat akhir masa asuransi yang bisa diwariskan ke anak," tutur Chief Communications Officer AXA Mandiri, Atria Rai dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (4/8/2025).
Pendapatan Premi MSIG Life Tumbuh Dobel Digit pada Semester I-2025 (kontan.co.id, 03/08/2025)
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) mencatatkan pendapatan premi tumbuh double digit pada Semester I-2025. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, pendapatan premi MSIG Life mencapai Rp 1,95 triliun pada Semester I-2025. Nilai itu tumbuh 37,32%, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Head of Customer and Marketing MSIG Life Lukman Auliadi mengatakan pertumbuhan itu didorong oleh strategi distribusi yang adaptif dan optimalisasi pemanfaatan kanal digital untuk layanan. "Ditambah, adanya penyediaan produk proteksi yang makin relevan dengan kebutuhan masyarakat," katanya kepada Kontan, Kamis (31/7/2025). Untuk mendorong kinerja, MSIG Life menyatakan akan terus mendorong pertumbuhan bisnis melalui pengembangan solusi proteksi yang relevan dengan kondisi dan prioritas finansial masyarakat saat ini. "Kami juga memperkuat efektivitas kanal distribusi, serta mengakselerasi digitalisasi proses bisnis untuk mendorong efisiensi dan memperluas akses layanan secara lebih cepat, mudah, dan terintegrasi," ucap Lukman.
Bancassurance Efektif Bantu Penetrasi Asuransi Syariah di Indonesia (liputan6.com, 03/08/2025)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) memperluas inklusi keuangan syariah, memperkuat kemitraan strategis melalui layanan bancassurance.Sinergi ini akan menghadirkan solusi proteksi yang relevan dan lebih mudah diakses oleh keluarga Indonesia melalui kanal bancassurance, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. Kemitraan ini hadir di tengah meningkatnya permintaan masyarakat akan solusi proteksi berbasis syariah."BSI menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari komitmen kami untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional dan mempercepat visi Indonesia Emas 2045. Sebagai bank syariah terbesar dengan 21 juta nasabah dan lebih dari 1.000 jaringan cabang di seluruh Indonesia, BSI hadir sebagai One Stop Solution bagi kebutuhan masyarakat akan layanan keuangan syariah yang komprehensif, termasuk perlindungan jiwa dan kesehatan berbasis syariah," kata Wakil Presiden Direktur Bank Syariah Indonesia Bob Tyasika Ananta dikutip Minggu (3/8/2025).
SAMPLE SOCIAL MEDIA CAPTURE
GFIA BULLETIN
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
