AAJI Daily News - 14 November 2025
Jumat, 14 November 2025
FM-CC-AAJI-006-00
OVERVIEW
|
Positive |
Neutral |
Negative |
|
18 |
2 |
0 |
|
Online |
|
Electronic |
|
18 |
2 |
0 |
ISSUES
- Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 9 Total News
- Isu Regulasi dan Kebijakan Pemerintah: 9 Total News
- Kampanye Edukasi dan Literasi Keuangan: 2 Total News
KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) mencatatkan kinerja keuangan yang semakin kuat hingga Oktober 2025, menegaskan komitmen perusahaan dalam melindungi nasabah dan menjaga ketahanan bisnis. Berdasarkan data internal perusahaan, pendapatan premi konsolidasian IFG Life naik 8,19 persen menjadi Rp 5,67 triliun pada periode Januari-Oktober 2025, dibandingkan Rp 5,24 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Tekanan Bisnis Asuransi Jiwa Belum Mereda (kontan.co.id, 14/11/2025)
Tekanan terhadap bisnis asuransi jiwa masih berlanjut hingga kuartal III-2025. Rentannya kondisi ekonomi yang dibarengi volatilitas pasar modal masih menjadi biang keladi. Merujuk pada data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pendapatan premi asuransi jiwa hanya tercatat sebesar Rp 132,85 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 20205. Angka tersebut melorot 2,06% dibanding periode yang sama di tahun lalu.
Tugu Insurance Bukukan Laba Rp 594,82 Miliar per Kuartal III-2025 (kontan.co.id, 13/11/2025)
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk atau Tugu Insurance ( TUGU ) membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 594,82 miliar hingga kuartal III-2025. Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance, Fitri Azwar, menyampaikan bahwa profitabilitas perusahaan ditopang oleh pertumbuhan pendapatan investasi dan premi sepanjang tahun berjalan. "Hasil investasi meningkat 21% secara tahunan menjadi Rp 509,05 miliar. Perseroan mengelola portofolio keuangan secara prudent di tengah volatilitas pasar," ujarnya kepada Kontan, Kamis (13/11/2025).
ISU REGULASI DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH
Isu Konsolidasi BUMN Asuransi Masih Misteri, IFG Life Ungkap Hal Ini (cnbcindonesia.com, 13/11/2025)
Rencana konsolidasi perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) asuransi masih menjadi misteri. Hal ini terlihat dari pernyataan beberapa perusahaan asuransi, salah satunya PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life). Corporate Secretary IFG Life, Gatot Haryadi mengatakan, dirinya sampai sejauh ini belum mengetahui perkembangan konsolidasi akan seperti apa dan mekanismenya.
KAMPANYE EDUKASI DAN LITERASI KEUANGAN
Lonjakan kasus penyakit kritis terus menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat global, termasuk Indonesia. Data terbaru mencatat, pada tahun 2023 terdapat 41 juta kematian akibat penyakit kritis , atau setara 74 persen dari seluruh penyebab kematian global. Lebih dari 17 juta orang meninggal sebelum usia 70 tahun, dengan 80 persen di antaranya disebabkan oleh penyakit kardiovaskular, kanker, penyakit pernapasan kronis, dan diabetes. Dalam situasi ini, asuransi jiwa syariah menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas finansial keluarga. Selain proteksi terhadap risiko kesehatan, asuransi syariah juga mendukung akumulasi kekayaan, perencanaan jangka panjang, hingga pengelolaan warisan sesuai prinsip keadilan dan gotong royong. Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah , menegaskan pentingnya proteksi sejak dini.
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
16.713,70 |
|
IHSG |
8.384,44 |
|
BI Rate |
4.75 % |
Sumber Media:
liputan6.com, Investor Daily, merdeka.com, katadata.co.id, cnbcindonesia.com, kumparan.com, kompas.com, jakarta365.net, Kontan, kontan.co.id, dan id.tradingview.com.
