AAJI Daily News - 14 Agustus 2025


Kamis, 14 Agustus 2025                                                                                                                        

FM-CC-AAJI-006-00          

OVERVIEW

Positive

Neutral

Negative

50

3

1

Online

Print

Electronic

50

4

0

ISSUES

  • Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 19 Total News
  • Inovasi Produk, Teknologi, dan Layanan: 5 Total News
  • Isu Regulasi dan Kebijakan Pemerintah: 14 Total News
  • Isu Konsumen dan Reputasi Publik: 3 Total News
  • Kampanye Edukasi dan Literasi Keuangan: 13 Total News

KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA

Astra Financial Capai Rp 2,4 Triliun di GIIAS 2025, Bukti Bahwa Industri Otomotif Terus Tumbuh (harian.disway.id, 13/08/2025)

Banyak yang memprediksi industri otomotif akan merosot pada 2025. Tapi di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD pada 24 Juli - 3 Agustus 2025 lalu, prediksi itu terbantahkan. Lihat saja, Astra Financial justru mencatatkan total transaksi senilai Rp 2,4 triliun.Selama 11 hari pameran, Astra Financial menargetkan transaksi Rp 2,2 triliun. Target itu justru tercapai 111,5 persen. Itu didapat dari 6.406 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Astra Financial menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan pembiayaan pembelian kendaraan. Ini menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.Sebenarnya tidak hanya soal pembelian kendaraan. Sembilan unit bisnis Astra Financial melayani kebutuhan pengunjung GIIAS yakni pembiayaan, asuransi, dan keuangan digital.

Laba CAR Melonjak 182,32% (mediaasuransinews.co.id, 13/08/2025)

PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya (CAR) membukukan laba bersih sebesar Rp37,93 miliar per Juni 2025. Nilainya melonjak 182,32 persen year on year (yoy) dibandingkan dengan kerugian sebesar Rp46,08 miliar yang dibukukan perseroan per Juni 2024.Dalam laporan keuangan berdasar format PSAK 104 Kontrak Asuransi yang dikutip dari website perseroan, Rabu, 13 Agustus 2025, pendapatan premi CAR per 30 Juni 2025 sebesar Rp800,39 miliar, turun 23,81 persen yoy jika dibandingkan dengan per Juni 2024 yang tercatat sebesar Rp1,05 triliun.

Nippon Life Insurance Catat Premi Naik 6,7% di Kuartal I/2025 (mediaasuransinews.co.id, 14/08/2025)

Nippon Life Insurance membukukan premi konsolidasi menguat 6,7 persen secara tahunan (yoy) menjadi US$14,55 miliar (2.139,5 miliar) di kuartal I/2025. Pertumbuhan ini berasal dari premi anak perusahaannya yakni Nippon Wealth Life sebesar 60,9 persen.| | Melansir Insurance Asia , Kamis, 14 Agustus 2025, laba inti naik 16,5 persen menjadi US$1,42 miliar (209,1 miliar), didorong oleh keuntungan investasi yang lebih tinggi.Sementara menurut CreditSighths, modal tetap kuat dengan rasio margin solvabilitas sebesar 864,9 persen dan rasio solvabilitas ekonomi sebesar 225 persen.

Penempatan Investasi Terbesar Zurich Life Berada di Obligasi Pemerintah (kontan.co.id, 14/08/2025)

Penempatan investasi terbesar PT Zurich Topas Life (Zurich Life) berada di instrumen obligasi pemerintah. Chief Investment Officer Zurich Life Santy Gui beralasan hal itu sesuai dengan fokus perusahaan yang lebih mengedepankan investasi untuk jangka panjang. "Penempatan investasi perusahaan difokuskan ke investasi jangka panjang, yaitu sebagian besar di obligasi pemerintah," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (13/8).  Menurut Santy, dengan menempatkan investasi di obligasi pemerintah, Zurich Life dapat mencapai hasil yang optimal dengan mempertimbangkan kesesuaian aset dan liabilitas perusahaan yang cenderung berjangka panjang. Dia juga mengungkapkan Zurich Life sepertinya masih akan berfokus untuk menempatkan investasi di obligasi pemerintah ke depannya. "Untuk Zurich Life, saat ini alokasi investasi akan tetap difokuskan ke obligasi pemerintah jangka panjang sesuai dengan kebutuhan perusahaan," tuturnya.

Premi Asuransi Logistik Great Eastern General Insurance Semester I Capai Rp59 Miliar (kontan.co.id, 13/08/2025)

PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) mencatatkan kinerja positif di lini asuransi pengangkutan barang  (marine cargo)  pada semester I-2025 meski sektor logistik nasional tengah menghadapi tantangan. Hingga akhir Juni 2025, GEGI mengantongi premi senilai Rp 59 miliar, tumbuh 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lini bisnis ini berkontribusi 13% terhadap total pendapatan premi perseroan.  Sebelumnya, Aliansi Logistik Indonesia (ALI) mencatat kinerja sektor logistik pada semester I-2025 meleset dari target. Pertumbuhan yang terjadi tidak mencapai proyeksi awal di kisaran 10%-15%. Marketing Director GEGI, Linggawati Tok mengatakan kenaikan premi tersebut ditopang oleh peningkatan volume pengiriman kargo baik domestik maupun ekspor-impor.

Prudential Syariah Perkuat Kapasitas Tenaga Pemasar lewat Program Khusus (sindonews.com, 13/08/2025)

Sejumlah tenaga pemasar Prudential Syariah meraih enam penghargaan dalam ajang Sharia Insurance Convention and Awards (SICA) 2025 yang digelar Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI). Penilaian pada ajang ini mencakup aspek kinerja bisnis, kepemimpinan, hingga pencapaian individu.Chief Distribution Officer Prudential Syariah, Herwin Bustaman, menyatakan pencapaian tersebut mencerminkan kerja keras dan komitmen tenaga pemasar dalam memberikan layanan sesuai kebutuhan peserta. "Penghargaan ini juga menjadi wujud kepercayaan masyarakat terhadap layanan berbasis syariah yang kami jalankan," ujarnya dalam pernyataannya, Rabu (13/8).

Prudential Indonesia Dukung Pembangunan Nasional (tribunnews.com, 13/08/2025)

CEO Prudential plc Anil Wadhwan (tengah), CEO Regional John Cai (kelima dari kanan), didampingi Presiden Direktur Prudential Indonesia, Tony Benitez (keempat dari kanan), dan Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin (ketiga dari kanan), bertemu dengan Kepala Eksekutif Pengawas Asuransi, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono (kelima dari kiri), dan Deputi Komisioner Pengawasan Asuransi, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Iwan Pasila (keempat dari kiri).

INOVASI PRODUK, TEKNOLOGI, DAN LAYANAN

Secure Guard Hanwa Life Bidik Gen Z Lewat Kanal Penjualan Digital Ini (surabaya.tribunnews.com, 14/08/2025)

Hanwha Life, salah satu perusahaan asuransi jiwa terbesar dari Korea, meluncurkan Hanwha Secure Guard pada Kuartal III 2025.Dirancang untuk Gen Z, Hanwha Secure Guard adalah produk asuransi jiwa jangka pendek yang menyediakan perlindungan signifikan hingga Rp1 miliar lewat proses praktis satu kali klik.Head of Commercial Division Hanwha Life Indonesia, Daniel Setiawan mengungkapkan, merayakan 80 tahun kemerdekaan Indonesia dan Korea, Hanwha Life berkomitmen untuk menemani perjalanan merdeka finansial masyarakat Indonesia.

Human Touch Tetap Dibutuhkan di Asuransi Jiwa, ini Alasannya (id.investing.com, 14/08/2025)

FWD Insurance menegaskan bahwa sentuhan manusia atau human touch tetap menjadi faktor utama dalam penjualan produk asuransi jiwa, meski transformasi digital terus diakselerasi.Pasalnya, kompleksitas produk dinilai membuat calon nasabah lebih nyaman berinteraksi langsung dengan tenaga penjual.Digital memang porsinya masih kecil. Karena memang ternyata kalau kita berbicara produk asuransi ini, human touch-nya itu sangat kuat. Karena memang di samping lagi yang kedua produk asuransi itu bukan produk sederhana, ujar Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, Rudy F. Manik, di Jakarta, Rabu (1238/2025).

ISU REGULASI DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH

Danantara Segera Lebur Tiga Perusahaan Reasuransi (Kompas, 14/08/2025)

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara akan mengonsolidasikan badan usaha milik negara di sektor keuangan. Salah satu konsolidasi itu berupa penggabungan tiga perusahaan reasuransi milik pemerintah.Ketiga perusahaan itu adalah PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re, PT Reasuransi Nasional Indonesia atau Nasional Re, serta PT Tugu Reasuransi Indonesia atau Tugure.Reasuransi merupakan salah satu entitas yang masuk ekosistem perasuransian. Dalam praktiknya, perusahaan asuransi akan mengalihkan sebagian risiko yang mereka tanggung kepada perusahaan reasuransi Dengan kata lain, reasuransi adalah asuransi untuk asuransi."Secara menyeluruh sebenarnya (konsolidasi) oleh Danantara Semua yang berada di bawah pengawasannya, apakah itu di bidang keuangan ataupun di bidang non-keuangan," kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, di Jakarta, Selasa (12/8/2025).

OJK Beberkan Rencana Konsolidasi BUMN oleh Danantara, Fokus Sektor Keuangan dan Non-Keuangan (koran-jakarta.com, 13/08/2025)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini mengungkapkan adanya rencana konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diawasi oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Rencana tersebut mencakup BUMN baik di sektor keuangan maupun non-keuangan, yang akan digabungkan menjadi entitas yang lebih besar dan efisien.Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait langkah besar ini. Konsolidasi yang dimaksud akan melibatkan perusahaan-perusahaan BUMN yang memiliki lini bisnis serupa, baik yang bergerak di sektor keuangan maupun non-keuangan. Mahendra menambahkan bahwa gagasan ini diterima dengan baik oleh OJK, karena dapat menghasilkan skala usaha yang lebih besar dan memperbaiki efisiensi operasional secara keseluruhan,

OJK Perketat Pelindungan Konsumen Sektor PPDP (republiknews.co.id, 13/08/2025)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berkomitmen dalam memberikan pelindungan kepada konsumen hingga penegakan ketentuan terkait pengawasan. Terutama dalam sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP).Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono menjelaskan, beberapa upaya telah dilakukan dalam pelindungan bagi konsumen, hingga arah kebijakan dalam memperkuat sektor PPDP.Salah satunya, pemenuhan kewajiban peningkatan ekuitas tahap ke-1 di 2026, di mana sesuai POJK Nomor 23 Tahun 2023, berdasarkan laporan bulanan per Juni 2025, terdapat 108 perusahaan asuransi dan reasuransi dari 144 perusahaan atau 75,0 persen yang telah memenuhi jumlah minimum ekuitas yang dipersyaratkan pada 2026.

OJK Lakukan Pengawasan Khusus 6 Perusahaan Asuransi dan Reasuransi, Siapa Saja? (kontan.co.id, 13/08/2025)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat masih terdapat enam perusahaan asuransi dan/atau reasuransi yang berada dalam pengawasan khusus per Juni 2025. Perusahaan-perusahaan tersebut belum memenuhi ketentuan ekuitas dan rasio kecukupan modal (  risk-based capital  /RBC) yang ditetapkan minimal 120%. Meski tidak merinci keenam nama perusahaan tersebut, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan pihaknya terus memantau secara ketat perkembangan kinerja dan rencana perbaikan perusahaan tersebut.  "OJK terus melakukan pengawasan ketat dan mendorong implementasi rencana perbaikan yang kredibel dengan mengedepankan kehati-hatian dan perlindungan pemegang polis," kata Ogi dalam lembar jawaban tertulis, Senin (11/8/2025). Pengawasan khusus ini dilakukan untuk memastikan upaya perbaikan ekuitas dan RBC dapat dijalankan sesuai komitmen perusahaan. Sebagai informasi, OJK mencatat total aset industri asuransi di Indonesia mencapai Rp 1.163,11 triliun per Juni 2025.

OJK Perketat Pelindungan Konsumen Sektor PPDP (republiknews.co.id, 13/08/2025)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berkomitmen dalam memberikan pelindungan kepada konsumen hingga penegakan ketentuan terkait pengawasan. Terutama dalam sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP).Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono menjelaskan, beberapa upaya telah dilakukan dalam pelindungan bagi konsumen, hingga arah kebijakan dalam memperkuat sektor PPDP.Salah satunya, pemenuhan kewajiban peningkatan ekuitas tahap ke-1 di 2026, di mana sesuai POJK Nomor 23 Tahun 2023, berdasarkan laporan bulanan per Juni 2025, terdapat 108 perusahaan asuransi dan reasuransi dari 144 perusahaan atau 75,0 persen yang telah memenuhi jumlah minimum ekuitas yang dipersyaratkan pada 2026."OJK akan terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan berdasarkan progress action plan upaya pemenuhan kewajiban ekuitas minimum dimaksud," ujarnya, dalam keterangannya, kemarin.

OJK Siapkan Aturan Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan (kontan.co.id, 13/08/2025)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) tentang Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan masih berada dalam tahap penyusunan.Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan bahwa proses penyusunan RPOJK akan melibatkan komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk perwakilan pemegang polis."Rancangan POJK tentang Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan masih dalam tahap penyusunan. Dalam rangka penyusunan RPOJK dimaksud, OJK akan melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk perwakilan pemegang polis," kata Ogi dalam lembar jawaban tertulis, Senin (11/8/2025).

ISU KONSUMEN DAN REPUTASI PUBLIK

BRILife BO Sibuhuan Serahkan Klaim Asuransi Davestera Kepada Ahli Waris Alm Jalaluddin (gosumut.com, 13/08/2025)

BRILife BO Sibuhuan menyerahkan secara simbolis klaim asuransi Davestera sebesar Rp 630.406.810 juta kepada ahli waris Alm Jalaluddin.  Penyerahan uang pertanggungan jiwa asuransi Davestera merupakan hak ahli warisnya yang diterima Samsuara Tanjung atas nama Almarhum Jalaluddin selaku peserta Asuransi BRI Life Davestera nasabah BO Sibuhuan,Rabu(13/8/2025) dikantor Cabang BRI Sibuhuan. Penyerahan dilakukan oleh Pimpinan Cabang BRI Sibuhuan,Dedi Harpian,As didampingi MBM, Hadi Reymon Ginting kepada ahli waria Almarhum Jalaluddin, semasa hidupnya terdaftar sebagai peserta Asuransi BRI Life Davestera dengan masa asuransi berjalan 4 Tahun 8 Bulan, dengan membayar premi Rp12 juta per tahun.

Penggugat Revisi Nilai Kerugian, Sidang Gugatan Sun Life Ditunda (beritajatim.com, 13/08/2025)

Sidang gugatan sederhana wan prestasi yang diajukan Albert Atmianto (penggugat) terhadap PT Sun Life Financial (tergugat) Indonesia ditunda. Penundaan gugatan nomor 77/Pdt.G.S/2025/PN Sby dilakukan hakim lantaran pihak penggugat harus merevisi nilai gugatan materiil."Jadi sidangnya ditunda karena adanya revisi gugatan dari pihak kami. Sedangkan pihak tergugat juga harus melengkapi pendaftaran dokumen e court," ujar Albert di PN Surabaya, Rabu (13/8/2025).Dijelaskan Albert, dia menggugat PT Sun Life Financial Indonesia karena melakukan wan prestasi. Albert yang menjadi nasabah PT Sunlife Financial Indonesia sejak 22 April 2016, sebagaimana tercantum dalam dokumen resmi Ringkasan Polis dan Ketentuan Umum Polis.

KAMPANYE EDUKASI DAN LITERASI KEUANGAN

Tren Olahraga Padel, Dokter Ungkap Manfaat untuk Tubuh dan Pikiran (marketeers.com, 13/08/2025)

Kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat sudah semakin tinggi, khususnya di generasi muda. Di antara berbagai tren olahraga yang sedang digemari, padel muncul sebagai bintang baru yang menarik minat dan perhatian masyarakat.Tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga padel menjadi satu kesempatan yang baik, apalagi salah satu hal yang menjadi tantangan saat ini yaitu rendahnya kebugaran jasmani di kalangan masyarakat Indonesia.Melihat tingginya tren olahraga padel, dr. Elva Septiruliana, Customer Claims Experience Manager Allianz Life Indonesia, menjelaskan bahwa aktivitas olaharaga seperti padel merupakan gerakan olahraga yang dinamis dan intensitas tinggi sehingga cocok menjadi pilihan gaya hidup sehat yang modern.

Tingkatkan Akses Layanan Kualitas Kesehatan, AXA Mandiri Gandeng Rumah Sakit EMC (infoekonomi.id, 13/08/2025)

PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menandatangani kesepakatan dengan EMC Healthcare (RS EMC Group) untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan dalam program Custom Clinical Pathway (CCP).CCP adalah pendekatan sistematis dalam pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk memberikan perawatan yang terstruktur, efisien, dan sesuai standar medis. AXA Mandiri dan RS EMC Group menyepakati program CCP untuk sebelas jenis penyakit. Momen penandatanganan ini menjadi simbol peresmian program CCP pertama AXA Mandiri bersama rumah sakit."Kerja sama ini meliputi penetapan tarif layanan rumah sakit yang transparan, efisien dan tepat guna bagi nasabah, rumah sakit dan perusahaan asuransi.

Menjelang IFG Labuan Bajo Marathon 2022, Literasi dan Edukasi Sampah Giat Dilakukan (flores.inews.id, 14/08/2025)

Menjelang IFG Labuan Bajo Marathon 2022 yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 29 Oktober 2022. Indonesia Financial Group (IFG) bersama anak usahanya menggelar literasi dan edukasi mengenai sampah plastik serta kegiatan bersih-bersih di kawasan wisata kuliner dan permukiman warga di Kelurahan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) IFG, Rizal Ariansyah, yang membawahi bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) IFG, mengungkapkan bahwa sejak bulan lalu, BUMN holding asuransi, penjaminan dan investasi tersebut telah melakukan kegiatan serupa di kawasan Waterfront Labuan Bajo, Pasar Baru, Kampung Ujung, Pantai Pede, Hotel Green Prundi, dan sejumlah di Sekolah Dasar di Labuan Bajo.

Studi FWD-Kadence, Asuransi Masuk 3 Besar Prioritas Finansial di Indonesia (wartakota.tribunnews.com, 13/08/2025)

Perusahaan asuransi FWD Insurance bekerja sama dengan agen riset pemasaran global, yakni Kadence International merilis studi Customer Program Research yang memetakan preferensi dan ekspektasi masyarakat terhadap program nasabah.Studi ini diumumkan dalam acara media briefing 'FWD Insurance x Kadence International Customer Program Research' di Kila-kila by Akasya, SCBD, Jakarta, Selasa (12/8/2025).Adapun studi ini melibatkan 500 responden dari wilayah Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Makassar, dan Bali.Semua responden berasal dari segmen middle to upper class dengan pendapatan rumah tangga minimal Rp15 juta per bulan, mencakup 50 persen pemegang polis (holder) dan 50 persen non-pemegang polis (non-holder, termasuk yang pernah memiliki polis namun tidak lagi aktif).

Berita Foto - DUKUNGAN TERHADAP ROADMAP ASURANSI OJK (Ekonomi Neraca, 14/08/2025)

CEO Prudential plc Anil Wadhwani (tengah), CEO Regional John Cal (kelima dari kanan), didampingi Presiden Direktur Prudential Indonesia, Tony Benitez (keempat dari kanan), dan Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin (ketiga dari kanan), berfoto bersama Kepala Eksekutif Pengawas Asuransi, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono (kelima dari kiri), dan Deputi Komisioner Pengawasan Asuransi, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Iwan Pasila (keempat dari kiri). Prudential menyampaikan dukungan penuh terhadap Roadmap Asuransi OJK 2023-2027 yang diluncurkan oleh OJK guna membangun ekosistem industri asuransi yang lebih sehat, berkelanjutan, dan mampu mem- berikan kontribusi nyata terhadap capaian tujuan pembangunan nasional Indonesia, sejalan dengan misi Prudential guna mewu- judkan perlindungan optimal di setiap kehidupan, untuk masa depan.

DOWNLOAD PDF