AAJI Daily News - 16 Desember 2025
Selasa, 16 Desember 2025
FM-CC-AAJI-006-00
OVERVIEW
|
Positive |
Neutral |
Negative |
|
58 |
0 |
0 |
|
Online |
|
Electronic |
|
43 |
15 |
0 |
ISSUES
- Tentang AAJI: 1 Total News
- Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 53 Total News
- Inovasi Produk, Teknologi, dan Layanan: 46 Total News
- Isu Regulasi dan Kebijakan Pemerintah: 1 Total News
- Kampanye Edukasi dan Literasi Keuangan: 90 Total News
TENTANG AAJI
Pasar Lebih Berhati-Hati, Pamor Premi Tunggal Pudar (Kontan, 16/12/2025)
Industri asuransi jiwa kesulitan mengerek pendapatan premi, meski jumlah tertanggung naik dua digit. Pergeseran skema pembayaran premi yang dipilih nasabah menjadi salah satu alasan.Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, hingga kuartal I1-2025, pendapatan prerni asuransi jiwa terkontraksi 1,196 secara tahunan menjadi Rp 133,22 triliun, Padahal, jumlah tertanggung justru bertambah 12,84 menjadi 151,56 juta orang.Direktur Eksekutif AAJI Emira E. Oepangat mengatakan, kontradiksi tersebut terjadi seiring penurunan penjualan produk asuransi dengan premi tunggal Perolehan premi dari segmen ini tergerus 9,996 menjadi Rp 50,18 triliun hingga September 2025, Ini berbanding terbalik dengan premi reguler yang mampu meningkat sekitar 5% menjadi Rp 88,04 triliun.
KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA
MUSIM MEREKAH BISNIS SYARIAH (Bisnis Indonesia, 16/12/2025)
Industri arusansi dan reasuransi bakal merekah. Terhitung per tahun depan, ada banyak pemain baru dalam industri ini yang siap meramaikan pasar. Hal ini merupakan tindak lanjut dari ketentuan regulator yang mewajibkan pemisahan unit syariah paling lambat pengujung warsa depan.Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sebanyak 29 Unit Usaha Syariah (UUS) akan melakukan pemisahan atau spin off di industri asuransi dan reasuransi pada tahun depan.Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menjelaskan, hingga saat ini sudah ada 16 perusahaan asuransi syariah (full pledge) yang ada di Indonesia.Menilik statistiknya, 10 di antaranya adalah asuransi jiwa dan 6 asuransi umum.
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melihat peluang perubahan strategi perusahaan asuransi iwadalam menempatkan Instrumen Investasi pada 2026. Ketua Bidang Operationalot Excellance AAJI, Yurivano Gani menilai pada tahun depan kemungkinan akan lebih banyak alokasi ke saham, tetapi tetap bergantung pada risk appetite masing-masing perusahaan Menanggapi hal tersebut, PT Asuransi Jiwa BCA atau BCA Lite membeberkan strategi Investasi yang dilakukan peruahan pada tahun depan adalah tetap menyeimbangkan dan mengoptimalkan tingkat imbal hasi terhadap risiko investasi "Yang dihadapi berdasarkan prinsip pengelolaan aset dan liabiitas, di mana strategi pengelolaan Investasi ditetapkan sesuai dengan prof! llabultas asuransi yang dimiliki oleh BCA Lite, kata Presiden Direktur & CEO BCA Life Eva Agrayani dikutip Minggu (14/12).
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah membawa konsekuensi luas, tidak hanya dari sisi sosial dan ekonomi, tetapi juga berdampak pada sektor asuransi.Salah satu implikasinya adalah munculnya potensi klaim dalam jumlah besar dari wilayah terdampak.Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, potensi klaim asuransi akibat bencana banjir dan longsor di beberapa daerah di Sumatera diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.Harga BBM Stabil Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Ini Daftar Terbarunya Hasil pendataan awal industri asuransi menunjukkan, kerugian terbesar berasal dari kerusakan properti serta kendaraan bermotor milik masyarakat.
PT Manulife Syariah Indonesia mencatat pendapatan underwriting dari kontribusi dana tabarru', dana tanahud, ujroh, dan alokasi investasi sebesar Rp 534 miliar hingga Oktober 2025. Kinerja tersebut dibukukan dalam periode satu tahun setelah perusahaan resmi beroperasi sebagai entitas mandiri pasca spin-off dari Manulife Indonesia. Per 1 Desember 2024, Manulife Syariah Indonesia mulai beroperasi penuh sebagai perusahaan asuransi jiwa syariah. Presiden Direktur Manulife Syariah Indonesia Fauzi Arfan mengatakan, pada tahun pertama operasionalnya, perusahaan memfokuskan strategi pada penguatan tata kelola syariah, permodalan, pengembangan portofolio produk, serta kanal distribusi.
Premi Tunggal Masih Mendominasi Portofolio Premi Ciputra Life (kontan.co.id, 15/12/2025)
PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) menyampaikan bahwa premi tunggal masih menjadi kontributor utama pendapatan premi perusahaan, terutama melalui produk asuransi jiwa kredit. Direktur Ciputra Life, Listianawati Sugiyanto mengatakan kontribusi premi perusahaan hingga saat ini masih didominasi oleh produk asuransi jiwa kredit, yang digunakan untuk memberikan perlindungan kepada nasabah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maupun kredit kendaraan bermotor. "Adapun jumlah tertanggung perusahaan sampai saat ini hampir mencapai 500 ribu tertanggung, sedikit menurun dibandingkan tahun 2024," kata Listianawati kepada Kontan, Jumat (12/12/2025).
PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menilai inflasi medis berpotensi masih menjadi tantangan bagi industri asuransi kesehatan hingga tahun depan.Chief Health Officer Prudential Indonesia Yosie William Iroth mengatakan tahun ini saja inflasi medis sudah mencapai dobel digit melebih inflasi umum."Inflasi medis masih menjadi tantangan bagi industri asuransi. Mercer Marsh Benefits dalam publikasinya menyebutkan industri asuransi di Asia pada 2026 akan menghadapi inflasi medis dengan rata-rata sebesar 12,5%, kenaikan biaya medis tertinggi diprediksi terjadi di Indonesia 17,8%," ucapnya kepada Kontan, Senin (15/12/2025).
INOVASI PRODUK, TEKNOLOGI, DAN LAYANAN
Tahun baru kerap menjadi momentum untuk menyusun resolusi, termasuk memperbaiki kondisi keuangan.Sequis Life menilai perencanaan keuangan perlu menjadi agenda utama menyongsong 2026, di tengah dinamika ekonomi dan tekanan inflasi yang terus berubah.Faculty Head Sequis Quality Empowerment Sequis Life, Yan Ardhianto Handoyo mengatakan perencanaan keuangan yang matang membantu individu memenuhi kebutuhan saat ini sekaligus menyiapkan tujuan finansial masa depan beserta strategi pendanaannya.
Foto: Sun Life dalam CIMB Niaga Wealth Xpo (jatimnow.com, 15/12/2025)
Indonesia tengah memasuki momen bersejarah dalam perjalanan transfer kekayaan lintas generasi.Sun Life Indonesia bersama CIMB Niaga menghadirkan inovasi dalam solusi perencanaan keuangan dan legacy berdenominasi dolar Amerika Serikat melalui X-Tra Proteksi Waris USD dan Asuransi Sun Prosperity Prime (Si Super).Octavianus Ariwan, Chief Partnership Distribution Officer Sun Life Indonesia (kedua dari kanan) bersama para narasumber (kiri ke kanan) Brandon Salim dan Ferry Salim, keluarga selebriti sekaligus pebisnis, Ruping Lolo Alias Vince, Notary Public & Land Deed Official, serta Rosaline Hioe, selaku moderator (kanan); pada sesi Wealth Practice bertajuk Legacy in motion: The Art of Passing Values, Wealth, and Business persembahan Sun Life Indonesia dalam acara CIMB Niaga Wealth Xpo yang diadakan di Jakarta (4/12).
ISU REGULASI DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH
29 UUS Asuransi Spin Off 2026, Sisanya Menyerah (cnbcindonesia.com, 15/12/2025)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan setidaknya ada 29 Unit Usaha Syariah (UUS) yang akan melakukan spin off menjadi perusahaan full fledge pada tahun 2026.Dengan adanya aksi ini, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, total perusahaan asuransi syariah di Indonesia akan berjumlah 45 di tahun 2026. Hinga saat ini, diketahui baru terdapat 17 perusahaan yang berhasil spin off hingga akhir 2025.Di sisi lain, Ogi tak menampik sudah ada beberapa asuransi yang memutuskan untuk mengembalikan izin usaha UUS-nya ke OJK.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan aturan baru, POJK 26/2025, untuk menyempurnakan kerangka pengelolaan aset dan liabilitas perusahaan asuransi dan reasuransi. Aturan ini mencakup penyesuaian besar dalam investasi, termasuk fleksibilitas untuk produk investasi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI), ekspansi investasi pada reksadana dan ETF, serta masa transisi dua tahun bagi perusahaan untuk melakukan penyesuaian.Fokus Utama: POJK 26/2025 menghapus hambatan bagi subdana PAYDI untuk berinvestasi di reksadana dan memperluasnya ke reksadana yang diperdagangkan di bursa, termasuk ETF emas.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini sedang memfinalisasi Peraturan OJK (POJK) mengenai Ekosistem Asuransi Kesehatan. Ditargetkan POJK tersebut sudah diundangkan pada 1 Januari 2026. PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menilai kehadiran POJK Ekosistem Asuransi Kesehatan dapat berdampak positif bagi industri perasuransian. Chief Health Officer Prudential Indonesia, Yosie William Iroth, berharap peraturan yang diterbitkan OJK tersebut dapat mendukung perusahaan dalam menghadirkan inovasi perlindungan jiwa, kesehatan, dan finansial.
KAMPANYE EDUKASI DAN LITERASI KEUANGAN
Allianz Indonesia Salurkan Bantuan ke Wilayah Bencana di Sumatra (tirto.id, 16/12/2025)
Allianz Indonesia, bekerja sama dengan doctorSHARE, menyalurkan bantuan kemanusiaan yang terdiri dari kontribusi Yayasan Allianz Peduli sebesar Rp1.000.000.000 dan dana kebajikan dari Allianz Syariah sebesar Rp200.000.000, untuk mendukung masyarakat terdampak bencana di Aceh Timur dan Aceh Tamiang (Aceh), Sibolga (Sumatra Utara), dan Padang Pariaman (Sumatra Barat). Bantuan ini merupakan bentuk komitmen Allianz untuk hadir bagi masyarakat Indonesia pada situasi darurat dan mempercepat upaya pemulihan di wilayah terdampak.
Generali Indonesia kembali hadir sebagai asuransi resmi yang bermitra pada ajang lari nasional Semarang 10K di Balai Kota Semarang, Minggu (14/12/2025). Dalam perhelatan tersebut, Generali Indonesia memberikan perlindungan kepada 3.000 pelari yang berkompetisi di empat kategori antara lain 10K Overall, 10K Nasional, 10K Master+, dan 10K Pelajar.Salah satu pelari yang merasakan manfaat dari perlindungan asuransi Generali adalah Dede Purnomo. Pria asal Purwokerto, Jawa Tengah itu sudah sering mengikuti lomba lari dan mendapat proteksi jiwa serta kesehatan dari asuransi tersebut.
Karyawan hingga Nasabah Galang Bantuan Peduli Bencana (Tribun Medan, 16/12/2025)
Karyawan dan nasabah Generali Indonesia secara proaktif menggalang program kepedulian dengan mengumpulkan dan menyalurkan langsung bantuan kemanustaan berupa kebutuhan pokok. Bantuan ini disalurkan lang sung kepada masyarakat dl area terdampak, termasuk di valayah Kuala Simpang, Aceh. Tamiang, Provinsi Aceh. "Bantuan int merupakan bentuk empati dan komitmen bersama untuk membantu masyarakat Aceh dan Sumatera Utara dalam masa pemulihan, serta menyalakan kembali harapan untuk bangkit. Kami mengajak semua pihak untuk optimis, membangun semangat kebersamaan, dan bergandengan tangan untuk meringankan dampak bencana yang terjadi. Terima kasih kepada tenaga pemasar, karyawan, nasabah dan seluruh pihak yang telah membantu pengumpulan maupun distribusi donasi," war Director & Chief Agency Officer Generall Indonesia. Jutany Japit, Minggu (14/12).
Memasuki 2026, masyarakat Indonesia diperkirakan masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi, termasuk fluktuasi biaya hidup. INDEF mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 melambat dibandingkan periode sebelumnya, dengan pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga yang stagnan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menunjukkan daya beli masyarakat masih tertekan. Sementara itu, indeks literasi keuangan nasional tercatat sebesar 66,46 persen dan tingkat inklusi keuangan mencapai sekitar 80,51 persen. Data tersebut mengindikasikan masih terdapat sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya siap secara finansial, terutama dalam hal proteksi, perencanaan, dan pengelolaan risiko.
Dukungan dunia usaha untuk para korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat terus mengalir. Kali ini bantuan datang dari industri di jasa keuangan. Sun Life Indonesia memberikan bantuan senilai 100.000 dolar Kanada atau sekitar Rp 1.194.000.000 untuk para keluarga korban di tiga provinsi terdampak. Albertus Wiroyo, Presiden Direktur Sun Life Indonesia mengatakan, bantuan disalurkan melalui Save the Children untuk mendukung tanggap bencana dan pemulihan di wilayah yang mengalami kerusakan parah, termasuk desa yang terisolasi akibat terputusnya akses jalan, listrik, dan komunikasi.
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
16.693,10 |
|
IHSG |
8.649,48 |
|
BI Rate |
4.75 % |
Sumber Media:
cnbcindonesia.com, bisnis.com, Kontan, waspada.co.id, investortrust.id, infobanknews.com, mediaasuransinews.co.id, bisnisjatim.id, indotelko.com, tirto.id, trenbisnis.co, Bisnis Indonesia, Duta Masyarakat, wartaekonomi.co.id, jateng.idntimes.com, Investor Daily, Suara Merdeka, rm.id, Medan Pos, Analisa Daily, indinews.id, Tribun Medan, jakarta.suaramerdeka.com, businessnews.co.id, Rakyat Merdeka, Sinar Indonesia Baru, radarkudus.jawapos.com, Balikpapan Post, Radar Banyumas, Rakyat Aceh, kontan.co.id, digitalbank.id, id.tradingview.com, wartakota.tribunnews.com, dki.pikiran-rakyat.com, id.investing.com, surabayapagi.com, jatimnow.com, tribunnews.com, republika.co.id, suara.com, koran-jakarta.com, dan Koran Jakarta.
