AAJI Daily News - 2 Oktober 2025


Kamis, 02 Oktober 2025                                                                                                                       

FM-CC-AAJI-006-00          

OVERVIEW

Positive

Neutral

Negative

56

2

1

Online

Print

Electronic

48

10

1

ISSUES

  • Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 3 Total News
  • Inovasi Produk, Teknologi, dan Layanan: 29 Total News
  • Isu Konsumen dan Reputasi Publik: 1 Total News
  • Isu Regulasi dan Kebijakan Pemerintah: 24 Total News
  • Kampanye Edukasi dan Literasi Keuangan: 2 Total News

 

 

KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA

 

AXA Financial Indonesia Catat Pertumbuhan di Tengah Tantangan Ekonomi (mediaindonesia.com, 01/10/2025)

INDUSTRI asuransi jiwa di Indonesia menunjukkan adanya pergeseran minat masyarakat menuju produk tradisional. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), premi asuransi jiwa tradisional pada semester I-2025 masih menjadi kontributor terbesar, yakni 63,01 persen dari total industri dengan nilai Rp87,6 triliun.Fenomena ini terjadi di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, mulai dari perlambatan ekonomi hingga ketegangan geopolitik. Meski demikian, AXA Group secara global maupun PT AXA Financial Indonesia (AFI) tetap melaporkan kinerja positif.Presiden Direktur AFI, Niharika Yadav, mengatakan kinerja keuangan perusahaan menunjukkan ketahanan di tengah tantangan. "AXA Group mencatat pertumbuhan pendapatan 7% dengan tingkat solvabilitas 200-250%. Sementara di Indonesia, AFI membukukan pertumbuhan premi bruto (GWP) lebih dari 8% pada semester pertama tahun ini, melampaui rata-rata industri yang hanya sekitar 3-4%," ujarnya di Jakarta Pusat (1/10).

 

 

Industri Asuransi Manfaatkan Produk Tradisional Kejar Target Akhir Tahun (Jawa Pos, 02/10/2025)

Produk asuransi jiwa tradisional masih menjadi produk dengan peminat paling tinggi. Halitu tercermin dari pendapatan premi industri asuransi dengan komposisi 63,01 persen adalah asuransi jiwa murni. Adanya penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 juga tidak berdampak signifikan pada minat asuransi tersebut.Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan premi industri pada semester I 2025 sebesar Rp87,6 triliun. Produk asuransi jiwa tradisional mengambil porsisebesar63,01 persen.Potensi besar itu ditangkap PT AXA Financial Indonesia (AFI) untuk menyediakan produk yang sesuai dengan minat nasabah. Masyarakat menyukai produk eo Di kuartal IV 2025 kami punya yang namanya final sprint. Justru produk ini untuk memastikan tim distribution kami juga bisa mengejar di final sprint ini. Bisa semaksimal mungkin mengejar produksi sebanyak-banyaknya.

 

 

INOVASI PRODUK, TEKNOLOGI, DAN LAYANAN

 

Bantu Nasabah Lewati Tantangan Ekonomi, Asuransi Allianz Future Income Hadir Berikan Kepastian Pendapatan & Perlindungan untuk Kebutuhan Masa Depan (jakarta.suaramerdeka.com, 01/10/2025)

Allianz Life Indonesia  memperkenalkan Asuransi Allianz Future Income,  produk asuransi  jiwa dwiguna (endowment) yang memberikan kepastian pendapatan di masa depan. Dengan Asuransi Allianz Future Income, nasabah tetap dapat mewujudkan tujuan finansial yang telah direncanakan di tengah berbagai perubahan, tanpa khawatir impian keluarga harus tertunda. "Asuransi Allianz Future Income kami hadirkan sebagai wujud komitmen Allianz untuk mendampingi nasabah dalam meraih berbagai tujuan finansial di tengah ketidakpastian yang ada. "Produk ini tidak hanya memberikan perlindungan dari risiko, tetapi juga memastikan rencana keuangan tetap berjalan sesuai jalur. "Allianz senantiasa memberikan nasabah rasa tenang dengan beragam proteksi untuk masa depan yang lebih terlindungi," ujar Alexander Grenz, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia.

 

 

AXA Financial Indonesia Luncurkan Produk Endowment AXA Future Protector (kontan.co.id, 01/10/2025)

PT AXA Financial Indonesia (AFI) meluncurkan produk endowment, AXA Future Protector. Adapun produk endowment merupakan jenis polis asuransi jiwa tradisional yang menggabungkan unsur perlindungan dan tabungan. Presiden Direktur AFI Niharika Yadav mengatakan AXA Future Protector muncul dari pemahaman bahwa setiap keluarga membutuhkan keamanan finansial di masa depan, termasuk dalam mempersiapkan masa depan anak-anak mereka, dan perlindungan keluarga guna persiapan masa pensiun. "Dengan AXA Future Protector, kami bertujuan untuk menawarkan solusi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan unik nasabah. Produk itu tidak hanya memberikan manfaat kematian, tetapi juga manfaat hidup yang mendukung perjalanan nasabah di masa depan," ungkapnya saat konferensi pers di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2025). Niharika menerangkan nasabah dapat menyesuaikan manfaat produk tersebut dengan kebutuhan spesifik mereka.

 

 

Indonesia Re Dorong Inklusivitas Asuransi bagi Anak dengan Autisme (jpnn.com, 01/10/2025)

PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan kapasitas industri perasuransian nasional.Tidak hanya sebagai penanggung ulang risiko, Indonesia Re berupaya menghadirkan inovasi dan pengetahuan yang mendorong ekosistem asuransi menjadi lebih inklusif, terutama bagi kelompok masyarakat dengan kebutuhan khusus.Melalui Indonesia Re Institute, Departemen Industry Research mempublikasikan riset bertajuk Autism and Juvenile Insurance: Sebuah Tinjauan Medis dan Risiko. Riset ini mengungkap fakta bahwa hingga kini belum umum produk asuransi di Indonesia yang secara eksplisit menjamin perawatan untuk kondisi autisme, baik untuk diagnosis dini maupun terapi lanjutan.Sebaliknya, sebagian besar polis asuransi masih mencantumkan autisme dan gangguan perkembangan lain sebagai pengecualian.Padahal, data menunjukkan sekitar 2,4 juta anak di Indonesia hidup dengan gangguan spektrum autisme (Autism Spectrum Disorder/ASD).

 

 

JMA Syariah Memperkuat Kerjasama dengan Bank (Kontan, 02/10/2025)

PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi (JMA Syariah) memperkuat kerjasama dengan perbankan untuk mendongkrak kinerja. Strategi tersebut diklaim terbukti efektif mendorong bisnis dari segmen korporasi. Direktur Utama JMA Sariah Basuki Agus mengatakan, kerjasama bisnis dengan bank umum syariah maupun lembaga keuangan non bank mampu mendorong kontribusi segmen korporasi meningkat 7% hingga Agustus 2025. Meski tak menyebut angka pasti, dia bilang, kontribusi dari segmen ini bahkan sudah mencapai 117% dari target yang dipatok perusahaan. "Sementara, porsi pendapatan dari premi segmen bisnis korporasi mencapai 88% dibandingkan dengan segmen individu," terang Basuki. Meski tumbuh positif, Basuki mengakui perseroan ini menghadapi sejumlah tantangan pada tahun ini. Salah satunya adalah menjaga rasio klaim tetap rendah sambil tetap memastikan manfaat berkelanjutan bagi peserta korporasi di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Persaingan bisnis yang semakin ketat juga menuntut JMS Syariah untuk terus berinovasi dalam strategi diferensiasi dan penguatan branding yang lebih agresif.

 

 

Kolaborasi Strategis Hadirkan Perlindungan Finansial Lewat Jaringan Perbankan  0 : Foto Okezone Foto (okezone.com, 01/10/2025)

President Director & CEO Sequis Life Ted Margono saat memberikan sambutan dalam acara kerjasama di Jakarta, Rabu (1/10/2025). Produk hasil kerja sama sama Sequis Life dan Bank Victoria tersedia di 36 kantor cabang Bank Victoria yang akan dipasarkan oleh Relationship Manager Bank Victoria dan Bancassurance Consultant  dari  Sequis Life.

 

 

Masyarakat Menengah ke Bawah Kini Bisa Punya Asuransi! Ini Strategi IFG yang Bikin Semua Bisa Akses (palpres.disway.id, 01/10/2025)

Indonesia Financial Group (IFG) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi asuransi di Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat menengah ke bawah.Melalui strategi holistik yang berfokus pada tiga pilar utama yakni yang pertama edukasi yang memberdayakan.Kedua inovasi produk yang terjangkau, dan ketiga kolaborasi berkelanjutan sehingga IFG menghadirkan pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.IFG bersama anggota holding seperti Jasa Raharja, IFG Life, Jasindo, Askrindo, dan lainnya aktif turun ke lapangan untuk memberikan edukasi praktis.Cairan Kimia Merusak Mobil? Simak Cara Ajukan Klaim Asuransi dengan Mudah "Sasaran utamanya adalah keluarga muda, pelaku UMKM, generasi muda di sektor strategis, dan segmen syariah," ujar Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji.

 

 

Prudential Luncurkan PRUInfinity Guna Optimalkan Pencapaian Warisan (bisnistoday.co.id, 01/10/2025)

Sebagai bentuk komitmen dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan perlindungan jiwa, Prudential menghadirkan solusi yang tidak hanya memberikan ketenangan finansial, tetapi juga membuka ruang bagi perencanaan warisan yang berkelanjutan.Prudential Indonesia bekerjasama dengan UOB Indonesia menghadirkan PRUInfinity khusus untuk nasabah UOB Indonesia. PRUInfinity hadir sebagai solusi inovatif menawarkan #ManfaatIstimewaSelamanya untuk memperkuat masa depan dan keberlangsungan anggota keluarga lintas generasi, dengan proteksi berupa uang pertanggungan yang meningkat mulai dari tahun ke-5 sebesar 15% dan 5% setiap tahun berikutnya."Dengan manfaat tunai yang terus bertumbuh seiring waktu, produk ini dirancang untuk mendukung terciptanya warisan yang bermakna dan dapat diteruskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari keberlangsungan kesejahteraan keluarga," ujar Vikas Sinha, Vice President Director Prudential Indonesia di Jakarta, beberapa waktu lalu.

 

 

Prudential Syariah Luncurkan PRUHeritage Syariah Essential Plan (mediaasuransinews.co.id, 02/10/2025)

PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) meluncurkan PRUHeritage Syariah Essential Plan, produk perlindungan jiwa dengan manfaat booster proteksi yang dapat meningkatkan nilai santunan asuransi hingga 150 persen tanpa kenaikan kontribusi. Produk ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia dalam mempersiapkan warisan finansial untuk generasi penerus.| Dengan hadirnya PRUHeritage Syariah Essential Plan, produk ini diharapkan dapat menjadi solusi proteksi untuk mengatasi tantangan kebutuhan jangka panjang, menjaga kemapanan finansial, sekaligus menjadi peninggalan penuh makna sebagai #KadoUntukNanti di tengah dinamika ekonomi yang penuh ketidakpastian.

 

 

ISU KONSUMEN DAN REPUTASI PUBLIK

 

nasabah bank BNI Krui tempuh jalur hukum atas dugaan penggelapan saldo rekening (bhayangkarapos.com, 01/10/2025)

bank BNI Krui cabang kota bumi yang berlokasi di kelurahan pasar kota Krui kecamatan pesisir tengah kabupaten pesisir barat Lampung kini menjadi sotan atas dugaan penggelapan uang nasabah.(1/10/25) korban nasabah bank BNI Krui kini tempuh jalur hukum laporkan terduga ke polres pesisir barat atas dugaan penggepan uang sebesar 20juta rupiah.Korban atas nama ibuk ariyah tidak terima atas pebuatan pihak bank BNI yang sudah melakukan perbuatan yang merugikan diri nya.Kini ibuk ariyah mintak pertanggung jawaban atas tindakan yang dilakukan oleh pihak bank BNI Krui apa yang sudah di lakukan oleh pihak bank.Kini ibuk ariyah laporkan ke polres pesisir barat melalui kuasa hukum nya bapak Fesbian pajrin.S.H.Korban sangat merasa di rugikan oleh pihak bank BNI di karna kan nomor rekening nya di acak-acak Tampa ada kordinasi terlebih dahulu.

 

 

ISU REGULASI DAN KEBIJAKAN PUBLIK

 

Mengapa Konsolidasi Asuransi Pelat Merah Mendesak? Simak Penjelasannya (kontan.co.id, 02/10/2025)

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengakui tak semua perusahaan perasuransian di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki kinerja mumpuni. Hal ini membuat rencana konsolidasi dianggap makin krusial saat berlomba dengan waktu untuk memenuhi ketentuan permodalan. Managing Director Chief Economist Danantara, Reza Yamora Siregar menyebut dari sekitar 15 perusahaan asuransi di lingkungan BUMN, mayoritas memiliki kinerja kurang baik. Padahal, perusahaan asuransi dihadapkan pada kewajiban ekuitas minimum dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2026 dan 2028. Sebagai pengingat, dalam Peraturan OJK Nomor 23/2023, ekuitas minimal perusahaan asuransi dipatok Rp 250 miliar di 2026. Atur Strategi Agar Fitur Risk Sharing di Asuransi Kesehatan Tetap Kompetitif Lalu pada 2028, permodalan diatur berdasar pengelompokan, yakni Kelompok Perusahaan Perasuransian Berdasarkan Ekuitas (KPPE) 1 harus punya ekuitas minimal Rp 500 miliar.

 

 

 

Banyak Kasus Keracunan, Pengamat Menilai Asuransi MBG Penting untuk Direalisasikan (kontan.co.id, 01/10/2025)

Program strategis pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), belakangan ini menyita perhatian publik disebabkan munculnya sejumlah kasus keracunan makanan. Menanggapi peristiwa itu, Pengamat Asuransi sekaligus Ketua Umum Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI) Wahyudin Rahman berpendapat asuransi untuk MBG penting direalisasikan. "Munculnya risiko, seperti keracunan makanan, menunjukkan pentingnya perlindungan asuransi untuk program Makan Bergizi Gratis," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (1/10). Meski dirasa perlu, Wahyudin menilai masih ada sejumlah tantangan dalam mengimplementasikan asuransi untuk program MBG. Dia bilang perusahaan asuransi tentu membutuhkan persiapan teknis yang matang. "Misalnya, pemetaan risiko, ruang lingkup yang dijamin dan dikecualikan, standar penyedia makanan, serta sistem klaim," ucapnya.

 

 

Respons Dunia Usaha soal Aturan Ekuitas Minimum Rp 500 Miliar bagi Perusahaan Reasuransi (liputan6.com, 01/10/2025)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan Peraturan  OJK  (POJK) No. 23 Tahun 2023, yang menetapkan ekuitas minimum Rp 500 miliar bagi perusahaan reasuransi, paling lambat 31 Desember 2026. Kebijakan tersebut mendorong pelaku industri untuk memperkuat permodalan melalui berbagai strategi, termasuk pemanfaatan produk  reasuransi  sebagai instrumen capital management. Respons hal tersebut, PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re) menggelar forum Insurance Industry Dialogue bertema Enhancing The Resilience of Insurance Industry: Synergizing Capital Management and GRC. "Capital management melalui reasuransi memberikan capital relief dan optimasi solvabilitas, serta menurunkan risiko bersih perusahaan sehingga kebutuhan modal berbasis risiko juga menjadi lebih rendah," ujar Direktur Utama Indonesia Re, Benny Waworuntu, Rabu (1/10/2025).

 

 

Produk Asuransi Jiwa Tradisional jadi Primadona, Axa Financial Indonesia Jelaskan PSAK 117 Tak Pengaruhi Kinerja Bisnis (jawapos.com, 01/10/2025)

Produk asuransi jiwa tradisional tengah menjadi primadona. Menyumbang premi terbesar industri asuransi jiwa pada semester I 2025. Implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 tak memengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan premi industri pada semester I 2025 sebesar Rp 87,6 triliun. Produk asuransi jiwa tradisional mengambil porsi sebesar 63,01 persen. Melihat tren tersebut, PT AXA Financial Indonesia (AFI) mendorong produk yang sesuai dengan kebutuhan unik nasabah. "Kami di kuartal IV 2025 punya yang namanya final sprint atau yang mengejar target tahunan. Justru memang produk ini agar memastikan tim distribution kami juga bisa mengejar di final sprint ini, bisa semaksimal mungkin mengejar produksi sebanyak-banyaknya," kata Chief Health Officer AXA Financial Indonesia Yudhistira Dharmawata di bilangan Menteng, Rabu (1/10).

 

 

Ciputra Life: Risk Sharing Bisa Tekan Lonjakan Premi Asuransi Kesehatan (kontan.co.id, 01/10/2025)

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) menyatakan kesiapannya untuk menyesuaikan produk asuransi kesehatan dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menurunkan batas maksimal  risk sharing  (  copayment  ) dari 10% menjadi 5%. Direktur Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) Listianawati Sugiyanto menjelaskan bahwa mekanisme  risk sharing  ini dapat memberi manfaat berupa harga premi yang lebih rendah bagi nasabah. Meski begitu, proyeksinya akan bervariasi sesuai besaran premi dan cakupan manfaat yang dipilih peserta, baik individu maupun korporasi. "Namun, hal ini akan berbeda-beda disesuaikan dengan besaran premi dan cakupan benefit yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta individu atau peserta korporasi," kata Listi kepada Kontan, Selasa (30/9/2025).

 

 

Ini Tanggapan Bos Prudential Indonesia soal Skema Risk Sharing (mediaasuransinews.co.id, 01/10/2025)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana meluncurkan aturan baru terkait mekanisme pembiayaan dalam asuransi kesehatan pada akhir 2025. Regulasi ini akan menghapus skema co-payment dan menggantinya dengan sistem risk sharing , di mana beban maksimal peserta dibatasi hanya lima persen.Menanggapi kebijakan tersebut, Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen mengatakan, pihaknya masih menunggu aturan teknis yang lebih rinci dari OJK. "Kami masih menunggu penerbitan aturan OJK yang lebih terinci mengenai hal ini," ujar Karin, kepada Media Asuransi , dikutip Rabu, 1 Oktober 2025.

 

 

 

OJK Peringatkan Perusahaan Asuransi Tidak Manfaatkan Reasuransi Tempat Buang Risiko (Sinar Indonesia Baru, 01/10/2025)

Perusahaan asuransi dimunta untuk tidek memanfaatkan reasuransi sebagai tempat membuang risiko yang tidak menguntungkan.Deputi komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjamnan, dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila mengatakan, pembagian Tisiko ke reasuransi bukan berarti perusahaan hanya menyalurkan risiko yang buruk dan menyimpan yang baik.Menurutnya, tujuan utama reasuransi adalah mendorong pertumbuhan industn melalui kapasitas yang lebih besar.Kenapa Bapak-Ibu share (risiko? Supaya kapasitas Bapak-lou lebih besar Bukan berarti Bapak-Ibu kemudian akan buang yang lelek-jelek kemudian ditahan semua yang bagus-bagus," ungkap Iwan dalam Dialog Indonesia Re, di Jakarta, Selasa, (20/9/2025).Direktur Teknik dan Operasi PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) Deli Khairat menambahkan reasuransi merupakan alat strategis untuk pengelolaan modal.

 

 

KAMPANYE EDUKASI DAN LITERASI KEUANGAN

 

Astra Life Peringati Hari Pelanggan Nasional, Hadirkan Cek Kesehatan Gratis Bagi Nasabah < Astra Life (astralife.co.id, 02/10/2025)

Sebagai bagian dari semarak Hari Pelanggan Nasional yang diperingati pada bulan Agustus, PT ASURANSI JIWA ASTRA (Astra Life) menggelar paket pemeriksaan gratis bagi karyawan di kawasan kantor Astra Life yaitu di Pondok Indah Office Tower Jakarta yang diadakan selama 3 hari berturut-turut, mulai dari 17-19 September 2025.Nico Tahir selaku Presiden Direktur Astra Life mengungkapkan, "Rangkaian kegiatan yang kami hadirkan dalam rangka Hari Pelanggan Nasional ini merupakan wujud apresiasi kami terhadap nasabah yang selama ini sudah mempercayakan perlindungan jiwa dan kesehatannya kepada Astra Life. Kami ingin membangun kedekatan yang lebih hangat, tidak hanya sebagai perusahaan penyedia asuransi jiwa maupun kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan nasabah dalam kehidupan   sehari-hari.

 

 

INFORMASI KEUANGAN

 

USD/IDR

16.605,01

IHSG

8.067,58

BI Rate

4.75 %

 

 

 

 

 

Sumber Media:

bhayangkarapos.com, Kontan, Rakyat Maluku, CNBC INDONESIA, jakarta.suaramerdeka.com, waspada.co.id, kontan.co.id, id.tradingview.com, infobanknews.com, fortuneidn.com, momsmoney.kontan.co.id, rm.id, mediaasuransinews.co.id, industry.co.id, jpnn.com, tunjuk.id, okezone.com, pasardana.id, olenka.id, marketing.co.id, stabilitas.id, corenews.id, palpres.disway.id, bisnistoday.co.id, rakyatsultra.id, astralife.co.id, beritainn.com, mediaindonesia.com, bisnis.com, swa.co.id, teropongmedia.id, jatimpedia.id, iqplus.info, rakyatpembaruan.com, liputan6.com, merdeka.com, jawapos.com, Rakyat Merdeka, Jawa Pos, Tribun Medan, Analisa Daily, Harian Terbit, Tangerang Ekspres, dan Sinar Indonesia Baru.

DOWNLOAD PDF