AAJI Daily News - 24 Juli 2025
Kamis, 24 Juli 2025
FM-CC-AAJI-006-00
HEADLINE NEWS
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
INDUSTRI & ASURANSI
Nasabah atas nama Elisabet A.P Boko mengalami kerugian hingga 12 juta akibat dugaan penipuan yang dilakukan seorang oknum pegawai bank BUMN Cabang Atambua.Kerugian yang dialami Elisabet tersebut bermodus penjualan produk investasi pendidikan yang akhirnya ternyata Ini adalah produk Asuransi BRI Life.Berikut kronologis dugaan penipuan oleh oknum pegawai bank BUMN Cabang Atambua, yang disampaikan Benny Manek, suami Elisabet pada Sabtu 12 Juli 2025.Pada tahun 2020 saat Benny Manek masih bertugas sebagai DPRD Belu, seorang pegawai bank BUMN Cabang Atambua atas nama inisial ON mendatangi kantor DPRD guna melakukan prospek terkait asuransi pendidikan.Dalam penjelasannya di ruang wakil ketua I DPRD Belu, ON menyampaikan bahwa asuransi pendidikan tersebut selama lima tahun dan dapat diklaim.Apabila lima tahun tidak di klaim maka pada tahun ke enam hingga tahun ke sepuluh atau periode kedua nasabah tak lagi menyetor.Setelah dua periode atau tahun ke 10 maka pada tahun ke 11 nasabah bisa mengklaim dengan total keuntungannya adalah 240 juta.
Melihat Peranan Perusahaan Asuransi Mendorong Literasi Keuangan (kontan.co.id, 23/07/2025)
Prudential Syariah terus memperkuat perannya dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Melalui berbagai inisiatif edukatif dan kolaboratif, perusahaan ini berupaya menjembatani kesenjangan antara pemahaman masyarakat terhadap konsep keuangan syariah dan akses nyata terhadap produk-produknya. Upaya ini menjadi penting di tengah masih rendahnya tingkat inklusi keuangan syariah nasional. Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks literasi keuangan syariah mencapai 43,42%, naik dari 39,11% pada 2024. Namun, tingkat inklusi keuangan syariah masih stagnan di angka 13,41%, mencerminkan kesenjangan yang cukup besar antara pengetahuan dan penggunaan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mendorong perusahaan asuransi syariah untuk mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan industri halal. Targetnya, setidaknya 50% perusahaan sudah memiliki produk tersebut pada 2027. Menanggapi hal tersebut, PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) menyatakan tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjangkau segmen pelaku usaha industri halal di Indonesia. Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama menyampaikan bahwa langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk membuka akses proteksi syariah yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya keluarga Indonesia.
Cara BRI Insurance Syariah Dorong Kesadaran Finansial Tenaga Medis (viva.co.id, 23/07/2025)
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, kalangan tenaga kesehatan mulai menjadi target pendekatan edukasi asuransi. Dalam situasi di mana risiko kerugian finansial dapat menimpa siapa saja, bahkan profesi profesional seperti dokter, perlindungan melalui asuransi dinilai semakin relevan.Langkah konkret dilakukan oleh BRI Insurance Syariah melalui kegiatan edukasi asuransi kepada para dokter di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan.Acara yang digelar secara hybrid pada Jumat, 18 Juli 2025 ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pemahaman menyeluruh terkait manfaat asuransi, khususnya dalam konteks perlindungan terhadap aset dan potensi kerugian yang bersifat tidak terduga.Khusnul Hilal, Pimpinan Divisi Syariah Division BRI Insurance , menyampaikan bahwa keberadaan asuransi kerugian memberikan jaminan perlindungan dari risiko finansial akibat kejadian tak terduga. Ia menekankan bahwa premi yang terjangkau bisa memberikan manfaat perlindungan yang maksimal.
Sun Life Edukasi soal Keuangan Syariah Lewat Bancassurance Week 2025 (cnnindonesia.com, 23/07/2025)
Life Indonesia berkolaborasi dengan Bank Muamalat Indonesia secara serentak menghadirkan Bancassurance Week 2025 di 27 kantor cabang Bank Muamalat di berbagai kota di Indonesia, kampanye ini membawa edukasi langsung ke masyarakat melalui pendekatan yang kolaboratif, interaktif, dan mudah diakses.Bancassurance Week 2025 menjadi wujud komitmen bersama untuk memperkuat literasi, memperluas inklusi, dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya proteksi keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah.Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo menyampaikan, edukasi adalah pintu pertama menuju kemandirian finansial. Saat ini, literasi keuangan masih belum merata, dengan pontensi pasar asuransi syariah yang sangat besar."Melalui Bancassurance Week 2025, kami ingin membawa edukasi itu langsung ke tengah masyarakat dengan cara yang menyenangkan, relevan, dan mudah diakses. Program ini hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut dan membuka akses masyarakat terhadap proteksi berbasis nilai-nilai syariah," ujar Albertus.
Skema CoB BPJS Kesehatan Mulai Berlaku, Ini Kata Prudential (kontan.co.id, 23/07/2025)
BPJS Kesehatan terus memperluas penerapan skema Coordination of Benefits (CoB) atau Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).Skema CoB ini memungkinkan peserta JKN yang memiliki asuransi kesehatan tambahan memperoleh manfaat pelayanan kesehatan dengan pembagian tanggung jawab pembiayaan antara BPJS Kesehatan dan penyelenggara asuransi tambahan.Salah satu pemain di sektor ini, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menyambut positif kebijakan CoB dan mengungkapkan masih menantikan regulasi teknis lanjutan dari otoritas.Chief Health Officer Prudential Indonesia, Yosie William Iroth menyampaikan, saat ini pihaknya mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/Menkes/1366/2024 yang menjadi acuan pelaksanaan selisih biaya melalui mekanisme CoB."Kami akan melanjutkan diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan layanan kesehatan baik itu pihak swasta maupun pemerintah untuk memastikan implementasi CoB ini berjalan dengan baik bagi nasabah," ujar Yosie kepada Kontan, Rabu (23/7/2025).
Per Mei 2025, Laba Tokio Marine Life Tumbuh 5% Lampaui Target Perseroan (kontan.co.id, 23/07/2025)
PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia mencatatkan perolehan laba komprehensif 5% lebih baik dibandingkan target internal hingga akhir Mei 2025. Sayangnya manajemen enggan merinci berapa perolehan labanya dalam 5 bulan pertama di tahun ini. Head of Product Development & Marketing Division Tokio Marine Life, Alexander Mahendrawan justru menuturkan perbaikan tersebut sebagian besar ditopang oleh efisiensi biaya dan pengelolaan klaim yang lebih selektif. Meski ada perbaikan kinerja, perusahaan masih memproyeksikan akan membukukan rugi komprehensif hingga akhir tahun 2025 karena saat ini perusahaan masih berada pada tahap investasi jangka panjang di berbagai aspek. "Investasi ini utamanya untuk pengembangan jaringan penjualan, implementasi sistem operasional, dan pembaruan sistem penjualan yang lebih modern," ujar Alexander kepada Kontan, (23/7). Di sisi lain, tantangan seperti peningkatan kebutuhan dana tunai masyarakat masih membayangi Tokio Marine. Alexander mengungkapkan hal ini berdampak pada naiknya jumlah penebusan polis, khususnya pada produk unit-linked.
Astra Financial menghadirkan sejumlah penawaran mulai dari pembiayaan kendaraan, perlindungan asuransi, hingga fasilitas perbankan digital dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE BSD pada 24 Juli - 3 Agustus 2025. Presiden Direktur Astra Credit Companies (ACC), Hendry Christian Wong menjelaskan bahwa GIIAS menjadi momentum strategis untuk memperluas jangkauan pembiayaan mobil, terutama melalui kolaborasi antar unit Astra Financial. "Kami memberikan spesial bunga yaitu sebesar 2,3% untuk tenor 1-3 tahun dan juga bunga 4,5% untuk tenor 4-5 tahun," ujarnya dalam acara Media Gathering Astra Financial, Rabu (16/7/2025). Penawaran bunga khusus ini berlaku untuk nasabah yang membuka rekening di Bank Saqu, yang juga memberikan keuntungan tambahan berupa bunga tabungan sebesar 6% selama tiga bulan. Presiden Direktur Toyota Astra Financial Services (TAF), Agus Prayitno Wirawan menambahkan bahwa kuota promo ini terbatas hanya untuk sekitar 500 nasabah pertama. Tak hanya itu, Asuransi Astra juga meluncurkan dua program utama selama GIIAS 2025.
Proteksi Karyawan Industri Halal Jadi Fokus Pengembangan Asuransi Syariah (kontan.co.id, 23/07/2025)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mendorong setidaknya 50% pelaku asuransi syariah mengembangkan produk yang sesuai untuk kebutuhan industri halal pada 2027. Dalam upaya mencapai target ini, JMA Syariah menjangkau pelaku industri halal seperti UMKM dengan memberikan manfaat asuransi bagi mereka yang mengajukan pembiayaan melalui Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) dan koperasi di Indonesia. "Pendekatan yang dilakukan bersifat selektif, mengingat bisnis ini memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan pembiayaan melalui bank umum syariah," ujar Direktur Utama JMA Syariah, Basuki Agus kepada Kontan, (23/7/2025). Dari sisi produk, Basuki mengungkapkan perusahaannya mengembangkan segmen employee benefit atau manfaat bagi karyawan di industri halal dalam bentuk asuransi yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan asuransi umum dan asuransi jiwa tengah melakukan penyesuaian perjanjian polis. Langkah itu dilakukan menyusul adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan bahwa norma Pasal 251 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) inkonstitusional bersyarat. Dengan demikian, diputuskan perusahaan asuransi atau penanggung tidak bisa membatalkan klaim secara sepihak.Terkait putusan MK, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menjelaskan OJK telah menjalin komunikasi intensif dengan asosiasi industri, baik Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) maupun Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)."Keduanya telah menyampaikan usulan penyesuaian perjanjian polis agar sejalan dengan putusan tersebut," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Jumat (18/7/2025).
BCA Life Catat Pendapatan Premi Tumbuh 10,9% pada Semester I-2025 (kontan.co.id, 24/07/2025)
PT Asuransi Jiwa BCA atau BCA Life mencatatkan kinerja positif terkait pendapatan premi pada semester I-2025. Presiden Direktur dan CEO BCA Life Eva Agrayani mengatakan pendapatan premi perusahaan mencapai Rp 1,01 triliun pada semester I-2025. "Nilai itu meningkat sebesar 10,9%, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (23/7). Eva menjelaskan peningkatan pendapatan premi BCA Life mencerminkan strategi perusahaan yang berfokus dalam memperluas penetrasi di captive market BCA Group, melalui produk-produk tradisional yang sederhana dan relevan bagi kebutuhan nasabah. "Pendekatan itu terbukti efektif dalam menjaga kepercayaan, serta memperkuat loyalitas pasar yang telah mengenal ekosistem layanan BCA," tuturnya. Lebih lanjut, Eva menyampaikan BCA Life menargetkan pertumbuhan pendapatan premi di atas 10% pada akhir 2025. Dia menyebut target itu ditetapkan secara realistis dan optimis, dengan mempertimbangkan strategi yang terus difokuskan pada penguatan pasar captive BCA, pengembangan kanal distribusi, serta inovasi produk yang sesuai kebutuhan nasabah.
Ciputra Life Targetkan Pendapatan Premi Dapat Tumbuh 10% pada 2025 (kontan.co.id, 24/07/2025)
PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) menargetkan pertumbuhan pendapatan premi sebesar 10% pada 2025. Untuk meraih target tersebut, Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan upaya dari sisi produk dan layanan. "Dua area utama yang menjadi fokus Ciputra Life untuk mendorong kinerja sampai akhir tahun ini adalah produk dan layanan," ucapnya kepada Kontan, Rabu (23/7). Dari sisi produk, Listianawati mengatakan Ciputra Life akan terus melakukan inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan calon pelanggan. Dari sisi layanan, dia bilang Ciputra Life berfokus untuk meningkatkan layanan agar lebih mudah, cepat, dan nyaman bagi nasabah. "Hal itu dilakukan melalui proses berbagai inisiatif digitalisasi, seperti mobile apps, e-card, e-claim, dan lainnya," tuturnya. Untuk tahun ini, Listianawati mengatakan prospek kinerja asuransi tentunya akan sangat bergantung dari kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, pada Semester II-2025, dia berharap perekonomian akan lebih baik dan pulihnya kembali daya beli masyarakat melalui berbagai inisiatif yang diluncurkan oleh pemerintah.
