AAJI Daily News - 11 Maret 2016
HEADLINE NEWS:
- Manulife Proteksi Konsumen BCA Finance
- Manfaatkan Produk Asuransi untuk Perencanaan Dana Pendidikan
- Pilih Asuransi Pendidikan Tradisional atau Unitlink?
- Simon Bennett: Kebutuhan Asuransi Pendidikan Terus Meningkat
- Perry M. Diah: Produk Tradisional dan Unitlink Punya Kelebihan
- Rusli Chan: Membantu Mewujudkan Tujuan Pendidikan
- Ronny Ahmad Iskandar: Produk Tradisional Lebih Diminati
- Patricia Rolla Bawata: Kembangkan Produk Tradisional dengan Pengelolaan Modern
- Joachim Wessling: Tergantung Keinginan Nasabah
- [Foto] Kerja Sama Bancassurance Jiwasraya dan Bank KEB Hana
- Commonwealth Life Akan Luncurkan Produk Baru
- [Foto] FWD Gandeng Excelso Luncurkan FWD Life Digital Agency
- Tokio Marine Life Kerja Sama dengan Bank Agris
- Bringin Life Targetkan Pertumbuhan 40 Persen
- Jaminan Kesehatan: Kesinambungan Operasional BPJS Dijamin
- [Foto] Bantah Kolaps
- Kondisi Keuangan Baik, Istana Pastikan BPJS Kesehatan Tidak Bangkrut
- Presiden Tanggapi Isu BPJS Kesehatan Kolaps
- Presiden Gelar ‘Konpres’ Tanggapi Pemberitaan BPJS Kesehatan
INDUSTRI ASURANSI JIWA
Manulife Proteksi Konsumen BCA Finance
Manulife Indonesia dan PT BCA Finance meluncurkan Credit Protection Ultima pada 10 Maret 2016, yakni asuransi jiwa kredit untuk konsumen BCA Finance yang mengajukan fasilitas pembiayaan kendaraan bermotor. Credit Protection Ultima akan meminimalkan risiko yang terjadi selama masa pembiayaan, dan memastikan keluarga konsumen terbebas dari beban utang cicilan kendaraan bermotor jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan pada konsumen di kemudian hari. Credit Protection Ultima menawarkan manfaat perlindungan jiwa kepada para penerima fasilitas pembiayaan kendaraan bermotor selama masa pinjaman, dengan membayarkan sisa pinjaman apabila konsumen mengalami cacat atau tutup usia karena penyakit dan kecelakaan. (Investor Daily, 11/3, Hal. 23)
Manfaatkan Produk Asuransi untuk Perencanaan Dana Pendidikan
Menurut Direktur Utama MNC Life Patricia Rolla Bawata, asuransi pendidikan termasuk produk yang sangat diminati masyarakat. Pada tahun 1990-an banyak perusahaan asuransi yang meluncurkan produk ini. Awalnya rata-rata perusahaan masih menjual produk tradisional, endowment, atau whole life, unsur tabungan ini yang sering orang manfaatkan untuk produk asuransi pendidikan. Tabungan pendidikan lebih mengadopsi sistem asuransi endowment. PT Avrist Insurance memiliki dua produk asuransi pendidikan yaitu PrimeGen dan Avrist Investment. PrimeGen adalah produk tradisional yang memberikan imbal hasil pasti sementara Avrist Investment Plus merupakan produk unit link yang juga dapat digunakan sebagai produk perencanaan pendidikan anak dengan basis investasi. PrimeGen memiliki keunggulan seperti dijaminnya ketersediaan dana pendidikan buah hati sementara Avrist Investment Plus memiliki keunikan dalam hal hasil investasi premi nasabah yang optimal dan diinvestasikan sejak awal sesuai dengan jenis investasi yang dipilih nasabah. Manulife Indonesia memiliki dua produk asuransi pendidikan yakni StudyLink yang merupakan produk unitlink dan ProGraduate yang merupakan produk tradisional. ProGraduate memberikan dana pendidikan anak di jenjang perguruan tinggi hingga berusia 23 tahun dengan manfaat tunai sebesar 250% dari uang pertanggungan dengan masa pembayaran fleksibel dari lima hingga 15 tahun. Untuk StudyLink, pencairan dananya terjadwal pada saat anak berusia enam tahun, 12 tahun, 15 tahun, 18 tahun, dan 23 tahun. Besaran dana pendidikan ini bervariasi sesuai umur anak, mulai dari 20% hingga 60%. Menurut Presiden Direktur PT Commonwealth Life Simon Bennett, produk asuransi pendidikan yang dimiliki perseroan yakni Danatra Cendikia memberikan jaminan dana pendidikan saat anak memasuki usia sekolah dari SD, SMP, SMA, dan memasuki perguruan tinggi. Di Asuransi Takaful Keluarga, ada dua produk asuransi pendidikan yaitu Takafulink Salam Cendekia dan Takaful Dana Pendidikan. Hingga saat ini, kontribusi pendidikan tradisional menyumbang 92% dan kontribusi pendidikan unitlink 8% dari total gross premi asuransi pendidikan. Ronny Iskandar mengatakan bahwa target pasar asuransi pendidikan Takaful Keluarga adalah keluarga muda yang memiliki anak yang baru duduk di bangku SD. Avrist Assurance juga menyasar pangsa pasar serupa dengan target pasar adalah nasabah yang peduli atas ketersediaan dana pendidikan untuk buah hati. (Media Asuransi, ed. Maret, Hal. 8-9)
Pilih Asuransi Pendidikan Tradisional atau Unitlink?
ZAPFIN Research Division mencatat, rata-rata kenaikan biaya pendidikan di Indonesia mencapai 15% per tahun. Data BPS dua tahun lalu juga mencatat biaya pendidikan mengalami kenaikan 10% tiap tahunnya. Produk asuransi pendidikan sejumlah perusahaan asuransi jiwa bisa menjadi pilihan alternatif bagi orang tua dalam mempersiapkan masa depan anak. Pakar pendidikan Arief Rachman saat menjadi pembicara dalam acara Sun Life Edu Fair yang diadakan PT Sun Life Financial Indonesia akhir Januari lalu memberikan beberapa tips dalam menyiapkan biaya bagi masa depan anak. Ada beberapa produk Sun Life yang bersifat investasi untuk kebutuhan perlindungan dan perencanaan keuangan nasabah yang dapat dipergunakan untuk dana pendidikan anak. Sun FortuneLink dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan perlindungan asuransi dan perencanaan keuangan. Brilliance@ Sejahtera merupakan kombinasi dari produk asuransi jiwa dengan beragam pilihan produk investasi, dan Brilliance@ One Protection Plus, produk asuransi unitlink kontribusi tunggal yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan perlindungan asuransi jiwa dan investasi yang dikelola oleh manajer investasi. Ada juga produk bancassurance bekerja sama dengan Bank BNI berupa BNI Academy Cash yang menyiapkan dana pendidikan untuk jenjang SD, SMP, SMU hingga universitas dengan waktu pembayaran disesuaikan dengan plan yang dipilih. PT Commonwealth Life secara khusus menawarkan produk asuransi pendidikan bernama Danatra Cendekia, sebuah produk asuransi tradisional yang memberikan manfaat untuk kebutuhan biaya pendidikan di masa depan dan jumlah premi dan biaya untuk dapat memiliki produk ini tergantung dari usia, jenis kelamin tertanggung, dan besarnya uang pertanggungan yang dipilih. PT Commonwealth Life juga menyediakan produk unitlink dengan pembayaran premi berkala yang dapat ditempatkan sebagai produk asuransi pendidikan. Commonwealth Life memiliki produk asuransi link dengan premi berkala seperti Investra Link Extra, Elite Link, COMM Link Premier, dan Prmie Value. PT Avrist Insurance memiliki dua produk asuransi pendidikan yaitu PrimeGen dan Avrist Investment. Allianz Life Indonesia menawarkan tipe asuransi pendidikan endowment dan ditawarkan di dua jalur pemasaran yaitu bancassurance dan keagenan. Di PT Asuransi Takaful Keluarga produk pendidikan memberikan kontribusi 30% dari dua produk yang dimiliki yaitu Takaful Salam Cendekia dan Takaful Dana Pendidikan. (Media Asuransi, ed. Maret, Hal. 10-11)
Simon Bennett: Kebutuhan Asuransi Pendidikan Terus Meningkat
Menurut Presiden Direktur PT Commonwealth Life Simon Bennett, kebutuhan terhadap produk asuransi pendidkan terus meningkat setiap tahun. Commonwealth Life menawarkan produk asuransi pendidikan bernama Danatra Cendekia dan beberapa produk unitlink lain yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan biaya pendidikan masa depan nasabah. Produk Danatra Cendekia memberikan jaminan dana pendidikan saat anak memasuki usia sekolah dari SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Danatra Cendekia merupakan produk asuransi tradisional yang memberikan manfaat untuk kebutuhan biaya pendidikan di masa depan dan jumlah premi dan biaya tergantung dari usia, jenis kelamin tertanggung, dan besarnya uang pertanggungan yang dipilih. Target pasarnya adalah calon nasabah yang berusia 25-50 tahun dan telah berkeluarga, memiliki anak, dan memiliki tingkat ekonomi menengah ke atas. Commonwealth Life juga telah memiliki produk unitlink dengan premi berkala seperti Investra Link dan Investra Link Extra, Elite Link COMM Link Premier dan Prime Value. Pendapatan premi asuransi pendidikan di Commonwealth Life pada 2014 dan 2015 sekitar 10% dari total pendapatan premi. Dan lebih dari 90% produk yang diminati oleh nasabah Commonwealth Life adalah produk unitlink. (Media Asuransi, ed. Maret, Hal. 14)
Perry M. Diah: Produk Tradisional dan Unitlink Punya Kelebihan
Prospek asuransi pendidikan di Indonesia menurut Presiden Direktur PT Avrist Assurance Perry Mahyudin Diah sangat berpotensi. Pada 2015, PT Avrist Assurance meluncurkan produk khusus berbagai produk pendidikan yang diberi nama PrimeGen. Pendapatan premi asuransi pendidikan Avrist Assurance selama 2014 dan 2015 masing-masing sekitar Rp16 miliar dan Rp19 miliar. Asuransi pendidikan PrimeGen merupakan produk asuransi tradisional yang baru diluncurkan pada 2015 tetapi sudah menghasilkan premi Rp2 miliar. Selain produk tradisional, Avrist Assurance memiliki produk asuransi pendidikan berbasis unitlink yaitu Asuransi Investment Plus. Produk ini memiliki keunikan dalam hal hasil investasi premi nasabah yang optimal dan diinvestasikan sejak awal dan hasil investasi yang optimal sesuai dengan jenis investasi yang dipilih pemegang polis. (Media Asuransi, ed. Maret, Hal. 14)
Rusli Chan: Membantu Mewujudkan Tujuan Pendidikan
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia memiliki produk khusus asuransi pendidikan yakni StudyLink dan proGraduate. StudyLink merupakan asuransi pendidikan yang memiliki fitur investasi yang memudahkan nasabah untuk mengembangkan dana investasi dan ProGraduate adalah produk asuransi dwiguna. Selain kedua produk ini, nasabah Manulife dapat merencanakan dana pendidikan dengan produk yang lain misalnya unitlink yang memungkinkan mereka untuk mengatur sendiri kapan mereka mau mendapatkan uangnya serta uang yang akan diinvestasikan untuk dana pendidikan anak. StudyLink mencatat pendapatan premi Rp21 miliar tahun 2014 dan rendahnya perolehan ini karena Manulife memiliki banyak produk investasi yang dapat digunakan untuk memastikan ketersediaan dana pendidikan anak. Produk asuransi secara langsung maupun tidak langsung memaksa nasabah untuk berdisiplin dalam merencanakan dana pendidikan anak. (Media Asuransi, ed. Maret, Hal. 15)
Ronny Ahmad Iskandar: Produk Tradisional Lebih Diminati
Melemahnya perekonomian dalam dua tahun terakhir membuat pendapatan premi asuransi pendidikan PT Asuransi Takaful Keluarga (ATK) turun tipis. PT ATK membukukan premi asuransi pendidikan sebesar Rp11 miliar, turun 3% dari tahun sebelumnya yaitu Rp114 miliar. Padahal tahun 2013 ke tahun 2014 sempat tumbuh 2%. Saat ini, ATK memiliki dua produk asuransi pendidikan andalan, yakni Takaful Salam Cendekia dan Takaful Dana Pendidikan (Fulnadi). Produk Takaful Salam Cendekia menggunakan akad Wakalah Bil Ujroh yang berarti setelah dipotong fee (ujroh), hasil investasi akan mengikuti kondisi pasar yang ada. Untuk Fulnadi, akad tijarahnya menggunakan akad mudharabah yang berarti ada bagi hasil yang akan diterima oleh pemegang polis. Hingga saat ini, kontribusi asuransi pendidikan tradisional sebesar 92% dan kontribusi asuransi pendidikan unit link sebesar 8% dari total gross premi asuransi pendidikan. Produk tradisional masih banyak diminati masyarakat yang belum memiliki pengetahuan tentang investasi secara memadai. Sedangkan produk unitlink dipasarkan untuk masyarakat yang sudah mengetahui risk profilenya sendiri dan mereka selalu update dengan kondisi pasar yang ada. Saat ini, kontribusi premi asuransi pendidikan ATS porsinya sebesar 30% dari total gross premi perusahaan. (Media Asuransi, ed. Maret, Hal. 15)
Patricia Rolla Bawata: Kembangkan Produk Tradisional dengan Pengelolaan Modern
Direktur Utama MNC Life Patricia Rolla Bawata mengatakan bahwa dari awal berdirinya MNC Life sudah ada produk yang dinamakan dana siswa, sebelum adanya produk unitlink. Setelah produk unitlink diluncurkan, nasabah banyak yang beralih ke unitlink karena unitlink bisa dibeli untuk dana siswa dan lebih fleksibel untuk diatur sendiri investasinya oleh nasabah. Namun, unitlink bukanlah tanpa risiko, jika nasabah membutuhkan dana sekolah sedangkan unit sedang turun, maka keinginan tersebut tidak akan terpenuhi. Pada akhir 2015 lalu, MNC Life meluncurkan produk baru yang dinamakan Hario Pasti Pintar yang berbeda dengan produk unitlink biasa. Produk ini sengaja dirancang untuk menyempurnakan produk dana siswa yang tradisional tetapi pengelolaan dananya dilakukan secara modern. Anak didik yang tamat SD kurang lebih 50% dari total seluruh pelajar. Faktanya, cuma 60% saja yang melanjutkan ke SMP karena kendala biaya, begitu juga dari SMP ke SMA dan seterusnya. Akhirnya, dari semua pelajar hanya 5% saja yang melanjutkan hingga bangku kuliah. (Media Asuransi, ed. Maret, Hal. 16)
Joachim Wessling: Tergantung Keinginan Nasabah
Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling mengatakan bahwa hingga saat ini masyarakat masih banyak yang tertarik dengan asuransi pendidikan. Terutama untuk mempersiapkan dana masuk ke perguruan tinggi karena masuk ke perguruan tinggi membutuhkan dana yang cukup besar. Di Allianz Life, asuransi pendidikan tersedia dalam tipe asuransi endowment dan ditawarkan di dua jalur pemasaran, yaitu bancassurance dan keagenan. Produk College Care yang ditawarkan lewat bancassurance memberikan perlindungan jiwa bagi pemegang polis sampai dengan usia 85 tahun atau masa berlaku polis berakhir. Selain itu, produk ini memberikan kemudahan tambahan karena tidak diperlukan pemeriksaan kesehatan untuk mendapatkan perlindungan asuransi ini dan adanya manfaat variable bonus sebagai manfaat tambahan dari dana tunai pendidikan. Untuk produk unitlink, Allianz Life tidak secara khusus menyebutnya sebagai asuransi pendidikan. Jenis produk ini dapat digunakan untuk persiapan target dana pendidikan anak sehingga nasabah tidak perlu khawatir mengenai kepastian dana tunai yang dibutuhkan untuk biaya masuk sekolah di masa mendatang. (Media Asuransi, ed. Maret, Hal. 16)
[Foto] Kerja Sama Bancassurance Jiwasraya dan Bank KEB Hana
PT Asuransi Jiwasraya Persero dan Bank KEB Hana menjalin kerja sama bancassurance di Jakarta (11/2) dihadiri antara lain Direktur Jiwasraya De Yong Adrian, Direktur Jiwasraya Muhamad Zamkhani, Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, Direktur Bank KEB Hana Lee Hwa Soo, Direktur Jiwasraya Hary Prasetyo, dan Head of Funding & Wealth Management Business Division Bank KEB Hana Gempur Eskandaru Widansyah. (Media Asuransi, ed. Maret, Hal. 43)
Commonwealth Life Akan Luncurkan Produk Baru
Pada tahun ini, perseroan akan meluncurkan produk baru hasil kerja sama dengan tiga mitra baru yakni bank, perusahaan pembiayaan, dan perusahaan telekomunikasi. Izin sudah diajukan ke OJK dan setidaknya bulan April sudah bisa diluncurkan. Kerja sama tersebut dilakukan dengan PT QNB Indonesia Tbk untuk pemasaran produk unitlink, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk untuk penjualan produk asuransi jiwa kredit. (Media Asuransi, ed. Maret, Hal. 43)
[Foto] FWD Gandeng Excelso Luncurkan FWD Life Digital Agency
Vice President Director FWD Life Jens Reich, President Director PT Excelso Multi Rasa Kevin Mergonoto, General Manager Support PT Excelso Multi Rasa Leichar Solihin, dan Director & Chief Agency Officer FWD Life Hendra Thanwijaya saat peluncuran FWD Life Digital Agency di Jakarta, 25 Januari 2016. (Media Asuransi, ed. Maret, Hal. 43)
Tokio Marine Life Kerja Sama dengan Bank Agris
PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia (TMLI) dan PT Bank Agris menjalin kerja sama untuk memasarkan produk bancassurance TM Maximum Investment Plan (TM MIP) Easy dan Premium, Senin 15 Februari 2016 di Jakarta. TM MIP Easy dan Premium merupakan asuransi jiwa unitlink yang dirancang dengan fitur dan manfaat yang akan memaksimalkan hasil investasi para nasabah Bank Agris. Selain bebas biaya akuisisi mulai dari tahun kedua, produk ini juga menawarkan fleksibilitas pembayaran premi sehingga dapat memenuhi kebutuhan peningkatan investasi sekaligus perlindungan seumur hidup. (Media Asuransi, ed. Maret, Hal. 43)
Bringin Life Targetkan Pertumbuhan 40 Persen
PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera (Bringin Life) menargetkan pertumbuhan minimal 40% tahun ini dibandingkan pencapaian tahun 2015 sebesar Rp2,4 triliun. Tekad ini disampaikan Plt. Direktur Utama Bringin Life Nandi H. Hamaki saat memberikan sambutan dalam event rutin tahunan, Sales Kick Off mengusung tema “Bigger and Stronger in Harmony” di Jakarta, 28 Januari 2016. Pada 2015, minimum modal berbasis risiko Bringin Life adalah 213,72% dengan pencapaian perolehan laba Rp409 miliar. Bringin Life melebur ke dalam unit usaha PT Bank Rakyat Indonesia setelah sebelumnya berada di bawah naungan Dana Pensiun BRI. (Media Asuransi, ed. Maret, Hal. 44)
EKONOMI MAKRO DAN REGULASI
Jaminan Kesehatan: Kesinambungan Operasional BPJS Dijamin
Pemerintah menjamin kesinambungan operasional Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam mengelola Jaminan Kesehatan Nasional, kata Presiden RI Joko Widodo setelah mengklarifikasi adanya isu badan tersebut berhenti beroperasi. Belakangan ini, BPJS Kesehatan diisukan terancam kolaps karena rasio klaim lebih besar daripada penerimaan iuran. Namun, BPJS Kesehatan perlu mengombinasikan pemasukan iuran dan sumber dana lain agar tetap beroperasi. Distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) 90% dan diperkirakan April selesai. Menurut Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar, BPJS Kesehatan defisit Rp9 triliun sejak 2014 karena penerimaan iuran lebih rendah daripada biaya klaim dan operasional. Direksi BPJS Kesehatan harus serius menambah peserta untuk meningkatkan pemasukan iuran terutama dari peserta penerima upah. (Kompas, 11/3, Hal. 14)
Berita serupa:
- Bisnis Indonesia, 11/3, Hal. 21, [Foto] Bantah Kolaps
- Rakyat Merdeka, 11/3, Hal. 6, Kondisi Keuangan Baik, Istana Pastikan BPJS Kesehatan Tidak Bangkrut
- HE Neraca, 11/3, Hal. 5, Presiden Tanggapi Isu BPJS Kesehatan Kolaps
- Okezone.com, 10/3. Presiden Gelar “Konpers” Tanggapi Pemberitaan BPJS Kesehatan http://economy.okezone.com/read/2016/03/10/320/1332581/presiden-gelar-konpers- tanggapi-pemberitaan-bpjs-kesehatan
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
13.052 |
|
IHSG |
4.793,20 |
|
BI Rate (per 18 Febuari 2016) |
7,00% |
Sumber: Kontan / Bank Indonesia
