AAJI Daily News - 7 Januari 2016


HEADLINE NEWS

  1. Kian Lebar Peluang Menjadi Agen Asuransi
  2. Kinerja Asuransi Jiwa Tetap Positif
  3. [Foto] Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Meningkat
  4. Sequis Life Peringati Hari Disabilitas Internasional
  5. [Foto] Kaki Palsu ke-1000 Sequis Life Tahun 2015
  6. BNI Life Bukukan Premi Rp2,04 Triliun
  7. Sinarmas MSIG Life Proteksi 250 Tenaga Pengajar di Hari Guru Nasional
  8. [Foto] Sinarmas MSIG Life Bagi-bagi Asuransi Gratis di Hari Guru
  9. AXA Mandiri dan AXA Luncurkan Program Perempuan Cerdas Perempuan Mandiri
  10.  [Foto] AXA Mandiri dan AXA Gelar Program Perempuan Cerdas Perempuan Mandiri
  11. Bank BRI Akuisisi Bringin Life
  12. Avrist Mengedukasi Anak-anak SD
  13. Manulife Optimistis Catat Pertumbuhan Premi Tahun Ini
  14. DBS Indonesia Optimistis, Menyasar Pertumbuhan Pinjaman di 2016
  15. Manulife & DBS Siapkan Rp1 Triliun
  16. DBS-Manulife Siapkan Investasi Rp1 Triliun untuk Bancassurance
  17.  [Foto] Peluncuran Produk
  18. DBS Rilis Produk Baru Bancassurance
  19. [Foto] Peluncuran MiWealth Protection
  20. Layanan Digital, Manulife dan DBS Kucurkan Rp1 Triliun
  21. [Foto] Kemitraan Manulife-DBS
  22. Asuransi Harus Siapkan Master Plan Spin Off UUS
  23. Pilih IPO daripada Akuisisi
  24. Perusahaan Reasuransi Nasional Melalui Fase-fase Jadi Kenyataan
  25. TUGU RE Gelar Seminar Bersama SCOR
  26. Tugu Re Selenggarakan Seminar Innovative Products
  27. [Foto] Reasuransi Umum Indonesia Resmi Bergabung ke dalam Indonesia Re
  28. Nasional Re Catat Pertumbuhan Signifikan Tiga Tahun Terakhir
  29. [Foto] Nasre Optimistis Target 2015 Tercapai
  30. Peluang Penurunan BI Rate: Asing Masuk & IHSG Melesat

MENGENAI AAJI

Kian Lebar Peluang Menjadi Agen Asuransi

Pada tahun 2016, OJK berencana merealisasikan pencanangan program 10 juta  agen  asuransi, mengingat penetrasi asuransi yang hanya mencapai dua persen. Menariknya, OJK akan menyasar generasi muda, khususnya mahasiswa, ibu rumah tangga, pekerja paruh waktu ataupun kalangan wiraswasta sebagai tenaga pemasar asuransi karena dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan tanpa memandang standar kualifikasi pendidikan formal. OJK juga akan menjaring 10.000 Sahabat Keuangan Maritim untuk memperluas layanan asuransi mikro khususnya untuk industri kelautan. OJK saat ini telah mendidik 300 Sahabat Keuangan Maritim di beberapa kota. Selain program 10 juta agen asuransi, OJK juga mengincar kerja sama dengan pesantren dan tokoh agama terutama asuransi syariah. Dalam paparannya, Firdaus menjelaskan bahwa praktik bajak membajak agen dapat membuat target ini jalan di tempat, untuk itu aturan yang mewajibkan agen untuk bekerja minimal enam bulan sebelum berpindah ke asuransi lain harus diperkuat. Pada kesempatan lain, Hendrisman Rahim, Ketua Umum AAJI, menyampaikan bahwa program ini merupakan andil OJK dalam kebijakan ekonomi pemerintah dalam mengurangi jumlah pengangguran. Untuk itu, diperlukan dukungan dari berbagai perusahaan asuransi jiwa maupun asuransi umum di Indonesia karena masih banyak masyarakat yang belum paham profesi tersebut. Pemahaman masyarakat Indonesia  yang masih kurang terhadap pentingnya asuransi dan perencanaan keuangan menjadi satu tantangan penting dalam industri asuransi. (Media Asuransi, Ed. 300, Hal. 32 - 33)

Narasumber:

  • Hendrisman Rahim, Ketua Umum AAJI

Kinerja Asuransi Jiwa Tetap Positif

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) kembali melaporkan perkembangan kinerja industri asuransi jiwa hingga kuartal ketiga 2015. Hasil laporan menunjukan, meskipun terkena perlambatan ekonomi, industri asuransi jiwa membukukan kinerja positif dengan total pendapatan premi yang mencapai lebih dari Rp100 triliun terutama dari kontribusi premi bisnis baru, kata Hendrisman Rahim, Ketua Umum AAJI. Untuk pendapatan premi, terdapat peningkatan total sebesar 16 persen dari Rp86,9 triliun di 2014 menjadi Rp100,8 triliun di tahun 2015. Premi bisnis baru menyumbang 57%. Sementara itu, hasil investasi pada kuartal ketiga 2015 turun 152,7% atau minus Rp15,9 triliun akibat perlambatan laju pertumbuhan ekonomi  dan fluktuasi di pasar modal. Industri asuransi jiwa melakukan antisipasi dengan menempatkan investasi pada portofolio yang lebih aman. (Media Asuransi, Ed. 300, Hal. 45)

Narasumber:

  • Hendrisman Rahim, Ketua Umum AAJI

Berita serupa:

  • Media Asuransi, Ed. 300, Hal. 45, [Foto] Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Meningkat

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Sequis Life Peringati Hari Disabilitas Internasional

 PT Asuransi Jiwa Sequis Life merayakan Hari Disabilitas Internasional yang diperingati tanggal 3 Desember 2015, dengan menyerahkan kaki palsu ke-1.000 untuk tahun   ini dan kaki palsu pertama untuk program 1000 Kaki Palsu di tahun 2016. Acara ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Sequis Life yang bertajuk From Disable to The Able berupa donasi kaki palsu. (Media Asuransi, Ed. 300, Hal. 42)

Berita serupa:

  • Media Asuransi, Ed. 300, Hal. 42, [Foto] Kaki Palsu ke-1000 Sequis Life Tahun 2015

BNI Life Bukukan Premi Rp2,04 Triliun

PT BNI Life Insurance membukukan total premi bruto sebesar Rp2,04 triliun pada kuartal ketiga 2015 naik 185% (yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu. Unitlink masih menjadi kontributor utama sebesar Rp1,34 triliun, naik 304%. Porsi premi lanjutan dengan total pemegang polis 1,44 juta ini menyentuh Rp567 miliar, naik enam persen yoy pada kuartal ketiga lalu. Total aset perusahaan naik 10% menjadi Rp8,8 triliun. Total klaim dan manfaat yang dibayarkan sebesar Rp693 miliar, turun 7 persen. (Media Asuransi, Ed. 300, Hal. 43)

Sinarmas MSIG Life Proteksi 250 Tenaga Pengajar di Hari Guru Nasional

Sinarmas MSIG Life serahkan Personal Accident Sinarmas MSIG Life (PAS) kepada 250 guru dan karyawan di lima sekolah menengah yang berada di sekitar kantor pusat Sinarmas MSIG Life di Wisma Eka Jiwa, Mangga Dua. Setiap penerima polis akan mendapatkan manfaat asuransi kecelakaan diri senilai Rp100 juta untuk kurun waktu satu tahun. Pemberian dukungan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Guru Nasional tanggal 25 November. (Media Asuransi, Ed. 300, Hal. 45)

Berita serupa:

  • Media Asuransi, Ed. 300, Hal. 45, [Foto] Sinarmas MSIG Life Bagi-bagi Asuransi Gratis di Hari Guru

AXA Mandiri dan AXA Luncurkan Program Perempuan Cerdas Perempuan Mandiri

AXA Mandiri dan AXA menggandeng Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, OJK, dan Perhimpunan Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia menggelar program Perempuan Cerdas Perempuan Mandiri untuk meningkatkan kualitas mengajar serta literasi keuangan 5.000 guru, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) perempuan di Indonesia. (Media Asuransi, Ed. 300, Hal. 46)

Berita serupa:

  • Media Asuransi, Ed. 300, Hal. 46, [Foto] AXA Mandiri dan AXA Gelar Program Perempuan Cerdas Perempuan Mandiri

Bank BRI Akuisisi Bringin Life

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Rakyat Indonesia Tbk menyetujui  rencana perseroan mengambil alih kepemilikan PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera. Keputusan ini disetujui 84,3% pemegang saham. Pengambilalihan Bringin Life  merupakan tindak lanjut dari penandatanganan perjanjian pengikatan jual beli saham bersyarat. Total nilai pengambilalihan ini setara 1,69 kali price book value per Juni 2015. Setelah pengambilalihan oleh BRI, susunan kepemilikan saham Bringin Life berubah menjadi 91% saham BRI dan sembilan persen saham yayasan Kesejahteraan Pekerja (YKP) Bank BRI. (Media Asuransi, Ed. 300, Hal. 47)

Avrist Mengedukasi Anak-anak SD

PT Avrist Assurance menggelar edukasi literasi keuangan sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi terhadap program OJK. Perusahaan membidik anak sekolah dasar dan diawali di SD Cipta Cendekia, Bogor, pada 2 Desember 2015. Bentuk edukasi literasi keuangan yang dilakukan Avrist dengan menerbitkan buku cerita asuransi berjudul “Petualanganku Bersama Avrist.” Avrist juga mengadakan pertemuan dengan para leader agen dari seluruh daerah dalam acara “Annual Sales Conference (AASC) 2016” di Bogor pada 4 Desember 2015 dengan mengambil tema “Race Fast Now.” AASC bertujuan mengomunikasikan arah manajemen untuk strategi utama bisnis dan target penjualan 2016. Avrist didukung lebih dari 3.653 agen dan 500 karyawan yang tersebar di 46 kantor pemasaran. Avrist melayani lebih dari satu juta nasabah. (Media Asuransi, Ed. 300, Hal. 47)

Manulife Optimistis Catat Pertumbuhan Premi Tahun Ini

PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, mengaku optimistis laju pertumbuhan pendapatan premi pada Tahun Monyet Api ini akan naik signifikan. Menurut Richard Ferryanto, Head of DBS Partnership Business Manulife Indonesia, pihaknya tetap berharap kondisi ekonomi domestik dapat membaik di 2016. "Selama ini kami sudah memiliki kemitraan yang baik,  termasuk dengan Bank DBS Indonesia. Secara fundamental, bisnis Manulife juga cukup baik sehingga kami yakin tahun ini tetap tumbuh dibandingkan tahun lalu," ungkapnya. Untuk diketahui, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memprediksi pendapatan premi asuransi jiwa tahun ini mengalami lompatan hingga 30%, atau melampauai tahun lalu yang berada di kisaran 20%. Berdasarkan catatan AAJI, penetrasi asuransi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih sangat rendah, sekitar 2,5%. Dari pencapaian tersebut, Indonesia hanya menempati peringkat ke-73 di dunia dilihat dari tingkat penetrasi, atau masih kalah dibandingkan Malaysia yang sudah mencapai angka 5%. Akan tetapi, menurut pendapat premi asuransi jiwa, Indonesia menempati peringkat ke-34. "Seandainya angka penetrasi bisa didorong ke tingkat 4% hingga 5%, bukan tak mungkin Indonesia bisa masuk 10 besar dari perolehan premi," ungkap Hendrisman Rahim, Ketua Umum AAJI. (Ift.co.id, 6/1)

http://www.ift.co.id/posts/manulife-optimistis-catat-pertumbuhan-premi-tahun-ini

Berita serupa:

  • The Jakarta Post, 7/1, Hal. 20, DBS Indonesia Optimistis, Menyasar Pertumbuhan Pinjaman di 2016
  • Bisnis Indonesia, 7/1, Hal. 16, Manulife & DBS Siapkan Rp1 Triliun
  • HE Neraca, 7/1, Hal. 5, DBS-Manulife Siapkan Investasi Rp1 Triliun untuk Bancassurance

[Foto] Peluncuran Produk

Manulife Indonesia bekerja sama dengan Bank DBS Indonesia meluncurkan produk MiWealth Protection, Rabu (6/1). MiWealth Protection merupakan produk asuransi unit link dengan premi tunggal saat masa pensiun. (Koran Jakarta, 7/1, Hal. 5)

Berita serupa:

  • Media Indonesia, 7/1, Hal. 19, DBS Rilis Produk Baru Bancassurance
  • Bisnis Indonesia, 7/1, Hal. 16, [Foto] Peluncuran MiWealth Protection
  • Investor Daily, 7/1, Hal. 22, Layanan Digital, Manulife dan DBS Kucurkan Rp1 Triliun
  • Investor Daily, 7/1, Hal. 22, [Foto] Kemitraan Manulife-DBS

Asuransi Harus Siapkan Master Plan Spin Off UUS

Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menyatakan, perusahaan asuransi yang memiliki unit usaha syariah (UUS) diminta mempersiapkan master plan spin off kepada OJK mulai tahun ini. AASI memprediksi ada dua UUS yang merealisasikan spin off tahun ini di antaranya PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia dan PT Asuransi Jasa Indonesia. Semua UUS perusahaan asuransi diharapkan telah melaksanakan spin off pada 20024. AASI akan mengkaji dan mendiskusikan insentif apa yang diperlukan industri asuransi syariah dengan OJK untuk mempercepat pelaksanaan spin off. OJK telah mengizinkan penerapan konsep leveraging di industri syariah seperti yang berlaku di perbankan syariah. Pada 22 Desember lalu, PT  Asuransi Reliance Indonesia meraih izin membuat UUS dan mulai efektif beroperasi tahun ini. Berdasarkan data OJK per Oktober 2015, total asuransi jiwa yang full syariah sebanyak empat perusahaan sementara total UUS asuransi jiwa mencapai 19 unit; asuransi umum 23 unit, dan tiga unit syariah di industri reasuransi. (Investor Daily, 7/1, Hal. 22)

Pilih IPO daripada Akuisisi

PT Asuransi Jiwasraya masih belum berencana melakukan penawaran saham perdana (IPO) karena pemerintah belum mau melepas saham perusahaan ke publik melalui skema IPO, kata Hendrisman Rahim, Direktur Utama Asuransi Jiwasraya. Dibandingkan akuisisi, perseroan lebih memilih IPO. Tahun ini, Jiwasraya mengincar perolehan premi Rp15,6 triliun, meningkat dari realisasi tahun lalu sebanyak Rp10,2 triliun. Perusahaan telah membukukan nilai investasi Rp21 triliun per Desember lalu dengan hasil investasi Rp424 miliar, dan nilai aset lebih dari Rp24 triliun. Tingkat penetrasi mengenal produk jasa asuransi di masyarakat masih kecil meski angkanya mengalami kenaikan. Saat ini, Jiwasraya memiliki kantor pusat bancassurance dan strategi aliansi, kantor pusat program manfaat karyawan, 14 kantor wilayah, 71 kantor cabang, dan 494 unit kerja area dengan dukungan 15 ribu agen. (Indopos, 7/1, Hal. 5)

Perusahaan Reasuransi Nasional Melalui Fase-fase Jadi Kenyataan

Setiap tahunnya, sekitar Rp30 triliun premi asuransi Indonesia terbang ke pasar luar negeri, kata Firdaus Djaelani, Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK. Perusahaan reasuransi nasional digagas untuk menanggulangi larinya premi industri asuransi Indonesia ke luar negeri. Tahun 2014, telah hadir PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re) dengan dua anak usaha, PT Asuransi ASEI Indonesia dan ReIndo Syariah. OJK mengeluarkan regulasi mengenai beberapa lini bisnis asuransi yang risikonya 100% harus ditahan di dalam negeri. Pada pertengahan Desember 2015, ada langkah merger PT Reasuransi Umum Indonesia dengan PT Reasuransi Indonesia Utama. Empat BUMN berkomitmen menempatkan mandatory convertible bonds (MCB) sebagai modal Indonesia-Re. (Media Asuransi, Ed. 300, Hal. 7)

TUGU RE Gelar Seminar Bersama SCOR

PT Tugu Reasuransi Indonesia (TUGURE) bekerja sama dengan SCOR, perusahaan asuransi jiwa asal Singapura, menggelar acara bertema “Innovative Products for Banking & Commercial Customers” di Hilton Jakarta, 8 Desember 2015. Seminar ini diselenggarakan untuk sharing knowledge kepada mitra usaha tentang produk baru yang belum ada di Indonesia. Acara ini juga merupakan respons dari imbauan OJK untuk meningkatkan retensi dalam negeri. SCOR telah bekerja sama dengan TUGURE selama 20 tahun lebih. (Media Asuransi, Ed. 300, Hal. 17)

Berita serupa:

  • Media Asuransi, ed. 300, Hal. 44, Tugu Re Selenggarakan Seminar Innovative Products

[Foto] Reasuransi Umum Indonesia Resmi Bergabung ke dalam Indonesia Re

Pemerintah menggabungkan BUMN PT Reasuransi Umum Indonesia ke dalam PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re). Penandatanganan akta penggabungan dilangsungkan  tanggal 18 Desember 2015, Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari transformasi perusahaan reasuransi nasional menuju perusahaan reasuransi yang besar dan kokoh. (Media Asuransi, Ed. 300, Hal. 43)

Nasional Re Catat Pertumbuhan Signifikan Tiga Tahun Terakhir

PT Reasuransi Nasional Indonesia mengalami peningkatan premi bruto yang cukup baik di tiga tahun terakhir ini. Dari tahun 2013 hingga 2014, kontribusi Nasre meningkat tajam hingga 68 persen. Pada 2015, Nasre mencatat premi bruto sebesar Rp3,49 triliun, lebih tinggi dari target Rp3,41 triliun. Tahun ini, Nasre memasang target premi Rp4,75 triliun, laba bersih Rp232 miliar, atau tumbuh 75 persen. (Media Asuransi, Ed. 300, Hal. 44)

Berita serupa:

  • Media Asuransi, Ed. 300, Hal. 44, [Foto] Nasre Optimistis Target 2015 Tercapai

EKONOMI MAKRO & REGULASI

Peluang Penurunan BI Rate: Asing Masuk & IHSG Melesat

Peluang Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) membuat investor asing terus masuk ke pasar modal dan membuat Indeks harga saham gabungan  (IHSG) melesat di kawasan regional Asia Tenggara. Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Guntur Tri Hariyanto, mengatakan peluang penurunan BI Rate diperkirakan bakal terjadi pada Februari atau Maret. Pasalnya, BI masih akan memantau fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terkakhir. Faktor terbesar yang paling dipertimbangkan oleh bank sentral untuk menurunkan BI Rate saat ini adalah pergerakan kurs rupiah. Bila BI Rate turun dan rupiah kembali anjlok, tentunya BI akan mengintervensi pasar dengan menggerus cadangan devisa. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 1,12% ke level 4.608,98 seiring kian ramainya transaksi investor asing. Bahkan, net buy investor asing tercatat kian besar mencapai Rp385,01 miliar. Tercatat, investor asing memborong saham senilai Rp3 triliun sepanjang hari kemarin. Total transaksi di lantai bursa juga membludak hingga Rp5,89 triliun dengan volume 4,11 miliar lembar saham. Meski telah terjadi penaikkan Fed Fund Rate (FRR) oleh Federal Reserve, sambungnya, investor mulai jenuh akibat imbal hasil yang ditawarkan di AS terus mengecil. Akhirnya, investor mulai kembali ke emerging market, termasuk Indonesia. Perkembangan ekonomi Indonesia akhir tahun lalu mulai membaik. Tren berbaliknya kondisi ekonomi Tanah Air ditandai dengan rendahnya tingkat inflasi, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), serta realisasi penyerapan anggaran pemerintah yang tidak terlalu buruk. (Bisnis.com, 7/1)

http://market.bisnis.com/read/20160107/189/507658/peluang-penurunan-bi-rate-asing-masuk- ihsg-melesat

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.863

IHSG

4.608,98

BI Rate (per 17 November 2015)

7,50%

 

Sumber: Kontan / Bank Indonesia

DOWNLOAD PDF