AAJI Daily News - 22 November 2016
HEADLINE NEWS
- Kuartal III, Investasi Asuransi Di SBN Tumbuh 44%
- Asuransi Jiwa Belum Penuhi Investasi SUN
- Asuransi Jiwa Tumbuh 10 Persen
- Sinarmas MSIG Bidik Rp 1,2 Triliun
- AIA Bantu Atasi Kesenjangan Proteksi
- Asuransi Mikro Sentuh Guru Di Pelosok
- Ada Evergreen di AJB Bumiputera
- Asuransi Garap Traveler
- BNI Life Penuhi Aturan Investasi Di SBN
- (Berita Photo) Kunjungan CEO BNI Life Ke Redaksi Kompas
MENGENAI AAJI
Kuartal III, Investasi Asuransi Di SBN Tumbuh 44%
Ototritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total investasi asuransi di Surat Berharga Negara (SBN) hingga September 2016 mencapai Rp 217,27 triliun, meningkat 44,6% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 150,25 triliun. Peningkatan ini didorong oleh peraturan OJK yang mewajibkan asuransi menempatkan investasi di SBN. Asuransi sosial yang mendapat jatah investasi di SBN sebesar 30-50%, mencatatkan porsi investasi terbesar dari seluruh kelompok perusahaan asuransi mencapai Rp 127 triliun. Porsi tersebut mencapai 49,47% dari total investasi asuransi sosial sampai September 2016 yang sebesar Rp 256,7 triliun.
Investor Daily - 22/11/2016, Hal. 23
Narasumber :
- Christine Setyabudhi, Ketua Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga AAJI
Asuransi Jiwa Belum Penuhi Investasi SUN
Akhir tahun sudah semakin dekat. Namun perusahaan asuransi jiwa banyak yang belum memenuhi kewajiban porsi minimum investasi 20% pada surat utang negara (SUN). Data industri asuransi jiwa menunjukkan, rata- rata porsi investasi di SUN baru sebesar 14%. "Malah ada perusahaan yang baru 3%," ujar Hendrisman Rahim, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Hendrisman tak yakin industri asuransi jiwa dapat memenuhi ketentuan OJK itu di sisa tahun ini. Untuk itu AAJI berdiskusi dengan OJK untuk mendorong relaksasi ketentuan investasi SBN. Seperti meminta aturan penyetaraan obligasi BUMN infrastruktur dengan SUN segera diterbitkan.
Harian Kontan – 22/11/2016, Hal. 24
Narasumber :
- Hendrisman Rahim, Ketua Umum Aaji
Asuransi Jiwa Tumbuh 10 Persen
Kegairahan pasar modal beberapa waktu lalu mendorong kinerja perusahaan asuransi jiwa. Ini terlihat dari hasil investasi asuransi jiwa yang naik berlipat. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, hasil investasi perusahaan asuransi jiwa mencapai Rp 36,45 triliun per September 2016. Hasil investasi tersebut melejit 329,1% secara tahunan. Hendrisman Rahim, Ketua Umum AAJI menjelaskan, dibandingkan tahun lalu kondisi pasar modal tahun ini lebih baik. "Sejak awal tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah menembus level 5.000. Kami berharap hasil investasi akhir tahun terus membaik," kata Hendrisman, Jumat (18/11). Indopos – 22/11/2016, Hal. 5
Berita Serupa :
Beritasatu.com - 21/11/2016 Industri Asuransi Jiwa Optimistis Tumbuh di 2017 http://www.beritasatu.com/asuransi/400387-industri-asuransi-jiwa-optimistis-tumbuh-di-2017.html’- Suaramerdeka.com - 21/11/2016 Industri Asuransi Jiwa Nasional Terus Tumbuh dalam Berbagai Kondisi http://berita.suaramerdeka.com/bisnis/industri-asuransi-jiwa-nasional-terus-tumbuh-dalam- berbagai-kondisi/
- Kontan.co.id - 21/11/2016 Banyak Asuransi Jiwa Belum Penuhi 20% SBN http://keuangan.kontan.co.id/news/banyak-asuransi-jiwa-belum-penuhi-20-sbn
INDUSTRI ASURANSI JIWA
Sinarmas MSIG Bidik Rp 1,2 Triliun
PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG dan PT Bank Sinar mas Tbk. meluncurkan produk bancassurance, Simas Prima Link dan Simas Magna Link, yang diharapkan bisa meng hasilkan premi Rp 1,2 triliun pada 2017. Chief Bancassurance Officer Sinarmas MSIG Life Gideon Lie mengatakan, kedua produk ini akan melengkapi pro duk- produk Sinarmas sebelumnya yang sudah mencapai empat produk. “Keunggulan dari produk bancassurance ini adalah adanya kombinasi proteksi meninggal dunia yang optimal sekaligus investasi yang terencana,” katanya saat peluncuran Simas Prime Link dan Simas Magna Link, Senin (21/11).
Bisnis Indonesia – 22/11/2016, Hal. 22
AIA Bantu Atasi Kesenjangan Proteksi
PT AIA Financial (AIA) memandang kesenjangan proteksi di Indonesia cukup tinggi mencapai lebih dari US$ 1 triliun. Oleh karena itu, perseroan ingin membantu mengatasi permasalahan tersebut dengan menggunakan pengalaman selama hampir 100 tahun di dunia. Group Chief Executive And President AIA Group Mark Edward Tucker menjelaskan, penetrasi asuransi di Indonesia sangat rendah apabila dibandingkan dengan negara lain di Asean. Sampai saat ini, penetrasi asuransi Indonesia dibandingkan dengan Gross Domestic Product (GDP) mencapai 2,4%.
Investor Daily - 22/11/2016, Hal. 23
Asuransi Mikro Sentuh Guru Di Pelosok
PT BRI Life menggandeng Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan polis Asuransi Mikro Kecelakaan, Kesehatan dan Meninggal Dunia (AM-KKM) kepada 2. 996 guru. Direktur Pemasaran BRI Life Fabiola N Sondakh mengatakan saat ini baru sebagian penduduk Indonesia yang mengerti manfaat asuransi. Di sisi lain asuransi pun belum banyak menjangkau wilayah pedalaman. Produk asuransi Mikro BRI Life saat ini telah dijual ke masyarakat umum selain ke nasabah Bank Rakyat Indonesia, juga dilakukan melalui agen BRI Link yang berjumlah sekitar 70.000 orang dan Agen Laku Pandai. Selain itu, penjualan melalui kerja sama korporasi baik dengan pemerintah maupun swasta.
Republika – 22/11/2016, Hal. 5
Ada Evergreen di AJB Bumiputera
Proses restrukturisasi AJB Bumiputera terus berlangsung. PT Evergreen Invesco Tbk (GREN) kini ikut terlibat lewat entitas anak, PT Pasi?k Mulia Industri. Dalam keterbukaan informasi GREN di Bursa Efek Indonesia disebutkan, dalam proses restrukturisasi, AJB Bumiputera mendirikan PT Bumiputera Sembilan Belas Dua Belas (B1912) pada medio Juni 2016. Lalu diikuti pendirian anak usaha B1912 yakni PT Bumiputera Investama Indonesia dan PT Bumiputera Properti Indonesia. Kemudian, pada Oktober 2016, PT Bumiputera Investama Indonesia mendirikan anak usaha asuransi jiwa PT Bumiputera Life Indonesia. Dalam prosesnya, pada 22 Oktober 2016 AJB Bumiputera menandatangani kesepakatan bersama dengan B1912, PT Bumiputera Life Indonesia dan Bumiputera Properti. Bumiputera Life memberikan pinjaman Rp 23,5 triliun kepada AJB Bumiputera.
Harian Kontan – 22/11/2016, Hal. 24
Asuransi Garap Traveler
Industri Asuransi menganggap bancassurance dengan menggandeng perbankan. Salah satunya dilakukan oleh asuransi Sinarmas MSIG Life, yang menggandeng Bank Sinarmas dalam penjualan dua produk bancassurance. “Kolaborasi dengan Bank Sinarmas ditempuh karena bank memiliki customer base yang dapat dimanfaatkan,” Kata GM of Business Development Sinarmas MSIG Life Ken Terada. Menurut Sinarmas MSIG Life, kolaborasi tersebut bisa memperluas jaringan penjualan. Sebab, Bank Sinarmas memiliki 394 kantor cabang di 160 Kota di Indonesia.
Jawapos – 22/11/2016, Hal. 6
BNI Life Penuhi Aturan Investasi Di SBN
Jakarta. Rata-rata investasi surat berharga negara (SBN) pada industri asuransi jiwa baru mencapai 14%. Kepemilikan SBN yang sudah jauh di batas minimum ditorehkan oleh PT BNI Life Insurance (BNI Life). Geger Maulana, Wakil Direktur Utama BNI Life mengaku telah menggenggam 35% SBN dari total portofolio. Menurut Geger, pihaknya telah berinvestasi pada SBN sejak mendapat suntikan modal baru dari joint venture. Alasan berinvestasi pada SBN lantaran pada dua tahun lalu, yield investasi ini dinilai masih menarik. "Selain berinvestasi pada SBN, kami juga mengalokasikan dana pada reksadana antara 30% hingga 40%," ujar Geger.
Kontan.co.id - 21/11/2016 http://keuangan.kontan.co.id/news/bni-life-penuhi-aturan-investasi-di-sbn
(Berita Photo) Kunjungan CEO BNI Life Ke Redaksi Kompas
Kompas – 22/11/2016, Hal. 18
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
13.433 |
|
IHSG |
5.160,43 |
|
BI Rate (per 17 Maret 2016) |
6,75% |
Sumber Kontan.com , Bank Indonesia
Sumber Media:
Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Indopos, Warta Kota, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Analisa (Medan), Tribun Timur (Sulsel), Detik.com, Kompas.com, Antara.com, Antarafoto.com, Tribunnews.com, Okezone.com, Beritasatu.com, Vivanews.co.id, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah InfoBank, Majalah Investor
