AAJI Daily News - 3 Februari 2016
Rabu, 3 Februari 2016
HEADLINE NEWS
- [Foto] Premi Asuransi Jiwa Menurun
- [Foto] AIA Championship
- [Foto] MoU Layanan Bancassurance
- Jiwasraya Incar Pertumbuhan 23%
- Inflasi Terkendali, BI Rate Masih Berpeluang Turun
- [Foto] IHSG Menguat
MENGENAI AAJI
[Foto] Premi Asuransi Jiwa Menurun
Karyawan melintas di depan papan nama perusahaan anggota AAJI di Jakarta. Setelah menurun 0,3% pada 2014, perolehan premi industri asuransi jiwa kembali anjlok hingga 9,3% pada 2015. (Bisnis Indonesia, 3/2, hal. 21)
INDUSTRI ASURANSI JIWA
[Foto] AIA Championship
Chief Marketing Officer PT AIA Financial Lim Chet Ming dan Striker Timnas Indonesia Bambang Pamungkas saat mengumumkan kepada media terkait penyelenggaraan kompetisi sepakbola AIA Championship 2016 di Jakarta, kemarin. (Investor Daily, 3/2, hal. 23)
[Foto] MoU Layanan Bancassurance
PT Asuransi Sinar Mas MSIG Life dan PT Bank J Trust Indonesia Tbk menandatangani nota kesepahaman layanan bancassurance, Senin (1/2). Produk bancassurance tersebut merupakan komitmen J Trust Bank dalam memberikan layanan perbankan berkualitas dan mendukung peningkatan pendapatan berbasis biaya perseroan yang tahun ini ditargetkan tumbuh 17% dibandingkan tahun lalu. (Suara Pembaruan, 3/2, hal. 10)
Jiwasraya Incar Pertumbuhan 23%
PT Asuransi Jiwasraya menargetkan pertumbuhan premi 23% pada tahun ini yang didorong dengan berbagai rencana pengembangan strategi bisnis perusahaan. Target ini optimistis akan tercapai dengan adanya keyakinan bahwa kondisi perekonomian Indonesia akan membaik. Untuk mencapai target ini, perseroan akan menerbitkan lima produk baru yang terdiri dari produk unit-linked dan tradisional. Total perolehan premi perusahaan pada tahun lalu diestimasi mencapai lebih dari Rp10 triliun (unaudited) dan kontribusi penjualan produk masih didominasi produk tradisional yang mencapai 95% sedangkan unit-linked masih di bawah 5%. Jiwasraya juga berencana menambah jumlah agen menjadi 30.000 agen tersertifikasi dari sebelumnya berjumlah 17.000 agen, sekaligus mendukung program 10 juta agen yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada kuartal III/2015, AAJI mencatat pertumbuhan premi 16,7% menjadi Rp100,8 triliun yang 53,7% disumbang unit linked dan tradisional sebesar 46,3%. Hendrisman Rahim berpendapat perolehan premi asuransi jiwa tahun ini bisa tumbuh 20%- 30%. Rendahnya penetrasi asuransi bisa menjadi peluang untuk mengejar pertumbuhan. (Bisnis Indonesia, 3/2, hal. 21)
Narasumber:
- Hendrisman Rahim, Ketua Umum AAJI dan Direktur Utama Jiwasraya
EKONOMI MAKRO & REGULASI
Inflasi Terkendali, BI Rate Masih Berpeluang Turun
Bank Indonesia (BI) dinilai masih memiliki ruang pelonggaran suku bunga acuannya (BI rate) lebih lanjut pada kuartal II-2016 dengan tren inflasi yang masih rendah dan suku bunga riil yang masih atraktif. Inflasi pada Februari diperkirakan masih tinggi tetapi akan terjadi deflasi di Maret karena adanya langkah pengamanan stok pangan pemerintah melalui operasi pasar Bulog. Dari sisi suku bunga riil yang sebesar 3,72, Indonesia masih tergolong kedua tertinggi setelah Brasil yang sebesar 5,96, sedangkan Malaysia haya sebesar 1,63. Penurunan BI rate lazimnya sebesar bunga SBN bertenor 10 tahun atau jangka panjang. Yield obligasi jangka panjang saat ini berada di kisaran 8,09%. Indonesia masih sangat atraktif di mata investor, yang tampak dari penguatan nilai rupiah terhadap dolar AS yang naik 12,31% selama 16 Desember 2015 hingga 15 Januari 2016. (Investor Daily, 3/2, hal. 21)
[Foto] IHSG Melemah
Mengakhiri perdagangannya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 37,2 poin (0,80 persen) ke 4.587,435. Indeks melemah untuk pertama kalinya setelah naik 4,69 persen dalam tujuh hari terakhir. (Kompas, 3/2, hal. 20)
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
13.691 |
|
IHSG |
4.587,44 |
|
BI Rate (per 14 Januari 2016) |
7,25% |
Sumber: Kontan / Bank Indonesia
