AAJI Daily News - 23 Februari 2016


HEADLINE NEWS:

  1. AAJI Dorong Aturan Teknis CoB Segera Rampung
  2. [Foto] Terkendala Aturan Teknis
  3. Produk Baru, Cara Baru Menjaring Peserta
  4. 104 Tahun Asuransi Jiwa Bumiputera Berkomitmen Menjaga Kepercayaan
  5. AJB Bumiputera 1912: Raih Pertumbuhan Premi 5,14 Persen
  6. [Foto] Peluncuran TM Maximum Investment Plan
  7. Prudential Kurangi Saham di Elnusa
  8. Asuransi dan Dana Pensiun Geser Strategi Investasi

MENGENAI AAJI

AAJI Dorong Aturan Teknis CoB Segera Rampung

Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Adi Purnomo Wijaya menyatakan sebenarnya pelaku industri asuransi kesehatan sangat menyambut baik usulan pemerintah terkait pelaksanaan skema koordinasi manfaat atau coordnation of benefit (CoB) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sambutan tersebut dibuktikan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara 51 perusahaan asuransi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang ditindaklanjuti dengan penandatanganan perjanjian kerjasama. Akan tetapi, hingga saat ini pelaksanaan skema CoB masih belum sepenuhnya terlaksana karena terkendala aturan teknis yang belum disepakati oleh sejumlah perusahaan asuransi. Beberapa hal yang menjadikan skema CoB tidak dapat diimplementasikan antara lain adalah bahwa proses pendaftaran peserta dan pembayaran iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan harus dilakukan badan usaha langsung kepada BPJS Kesehatan dari yang sebelumnya ada pilihan untuk bisa dilakukan melalui asuransi komersial. Kemudian, tentang sistem rujukan berjenjang (managed care). Selain itu, terdapat persoalan teknis lainnya yang juga perlu dikaji misalnya keharusan bagi peserta untuk naik kelas kamar perawatan, dan tidak diberlakukannya CoB untuk asuransi individu, serta beberapa peraturan teknis lainnya. Untuk mencari solusi atas kebuntuan pembahasan terkait peraturan teknis dalam skema CoB, pada awal tahun lalu stakeholder terkait yaitu BPJS Kesehatan, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) dan pelaku industri telah mengadakan pertemuan. (Bisnis.com, 21/2) http://finansial.bisnis.com/read/20160221/215/521237/aaji-dorong-aturan-teknis-cob- segera-rampung

Narasumber:

-     Adi Purnomo Wijaya, Pengurus AAJI Berita serupa:

  • Bisnis Indonesia, 23/2, Hal. 21, [Foto] Terkendala Aturan Teknis

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Produk Baru, Cara Baru Menjaring Peserta

Di usianya yang lebih dari satu abad, AJB Bumiputera baru mampu mengumpulkan sekitar empat juta pemegang polis. Perusahaan asuransi ini mampu mencatatkan pertumbuhan premi bruto hingga Rp5,8 triliun atau tumbuh 5,14%. Kontribusi premi perusahaan didominasi oleh lini bisnis asuransi perorangan konvensional yang mencapai Rp4,22 triliun atau setara 72,7%, asuransi kumpulan Rp1,1 triliun (18,8%) dan produk unit link Rp252,2 miliar (4,3%). Sementara, untuk pendapatan premi bisnis baru tercatat mencapai Rp1,9 triliun pada 2015 atau tumbuh 15,32% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Sepanjang 2015, Bumiputera telah membayarkan klaim neto sebesar Rp5,6 triliun. Pembayaran klaim neto ini meningkat 11,29% bila dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Mulai 2016 ini, sistem pembayaran telah berubah menjadi sistem cashless atau banking service sehingga pemegang polis dapat melakukan pembayaran premi menggunakan kartu kredit, kartu debit, mesin electronic digital card (EDC), internet banking, dan layanan perbankan lain. Untuk tahun ini, AJB Bumiputera menetapkan target premi sebesar Rp7,004 triliun, meningkat 13% dari tahun sebelumnya, didorong oleh keyakinan akan kondisi ekonomi yang jauh lebih baik tahun ini. Selama ini, kontribusi pendapatan premi terbesar berasal dari produk asuransi tradisional, yakni 90% dari total perolehan premi. Tahun ini, Bumiputera juga akan merilis beberapa produk asuransi tradisional baru dan rencananya Bumiputera merilis satu produk anyar setiap tiga bulan. Strategi yang akan dilakukan Bumiputera untuk lebih unggul di antara pemain lain adalah mencari pasar baru. Tahun ini, kontribusi premi asuransi kumpulan akan turun porsinya dari 20% pada tahun 2015 menjadi 17%. Pada tahun ini, Bumiputera juga akan mengandalkan penjualan produk asuransi mikro milik konsorsium atau racikan sendiri berlabel Mitra Asri. Melalui terobosan yang dilakukan sepanjang 2016 ini, Bumiputera ditargetkan bisa mendapat 240.000 nasabah baru dan tiap bulan dapat menjual 20.000 polis. Menurut pengamatan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), dengan penetrasi yang cenderung menurun tetapi ada pertumbuhan premi, diduga kuat pembeli polis atau peserta asuransi hanya itu-itu saja orangnya yang berasal dari kelas menengah atas. Ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan asuransi seperti AJB Bumiputera untuk dapat membuat produk asuransi yang menarik dan bisa menjangkau peserta dari kelompok menengah bawah. (Sindo Weekly, 22- 28/2, Hal. 46-47)

Berita serupa:

  • Sindo Weekly, 22-28/2, Hal. 96, 104 Tahun Asuransi Jiwa Bumiputera Berkomitmen Menjaga Kepercayaan
  • Tempo, 22/28/2, Hal. 51, AJB Bumiputera 1912: Raih Pertumbuhan Premi 5,14 Persen

[Foto] Peluncuran TM Maximum Investment Plan

PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia (TMLI) bekerja sama dengan PT Bank Agris untuk memasarkan produk bancassurance TM Maximum Investment Plan (TM MIP) Easy and Premium. TM MIP Easy and Premium merupakan asuransi jiwa unit link yang dirancang dengan fitur dan manfaat yang akan memaksimalkan hasil investasi nasabah Bank Agris. Selain bebas biaya akuisisi mulai dari tahun kedua, produk ini menawarkan fleksibilitas pembayaran premi sehingga dapat memenuhi kebutuhan peningkatan investasi sekaligus perlindungan seumur hidup. (Kompas, 23/2, Hal. 14)

Prudential Kurangi Saham di Elnusa

PT Prudential Life Assurance memangkas investasi kepemilikan sahamnya di PT Elnusa Tbk (ELSA), berkurang sekitar 2,4% menjadi 9,17% per 18 Februari 2016. Per 31 Januari 2016, Prudential memiliki 987,175 juta lembar saham dan menjadi 668,945 juta lembar saham per Februari 2016. Selain Prudential, perusahaan minyak swasta nasional tersebut dikuasai oleh PT Pertamina sebanyak 3 miliar lembar (41,10%) dan Dana Pensiun Pertamina sekitar 1,3 miliar lembar (17,81%). Pada 2015, Elnusa memproyeksikan laba bersih sekitar Rp325 miliar dan marjin laba bersih yang tumbuh 15%. Saat ini, Elnusa memiliki kontrak sebesar Rp5,6 triliun yang akan direalisasikan Rp3 triliun tahun ini. (HE Neraca, 23/2, Hal. 4)

Asuransi dan Dana Pensiun Geser Strategi Investasi

Rencana pemerintah dan regulator industri keuangan membatasi tingkat suku bunga bank berpotensi mengubah strategi investasi perusahaan asuransi dan dana pensiun. Instrumen dengan imbal hasil kompetitif akan dipilih guna mempertahankan laba. PT Taspen mendukung program pemerintah dan akan melakukan perubahan strategi investasi. Taspen sepanjang 2015 mengelola aset senilai Rp172,56 triliun, meningkat dari Rp161,17 triliun tahun sebelumnya. Dari total aset itu, 82% atau Rp142,31 triliun ditanamkan ke produk investasi bank berupa deposito sebesar 31,57%, disusul saham, reksadana, dan investasi lain sebesar 4,06%. Adapun investasi obligasi, sukuk, KIK-EBA sebesar 64,37% dan investasi langsung 0,5%. Porsi deposito yang tadinya sebesar 32% akan dikurangi secara bertahap menjadi 16%. PT Asuransi Jiwasraya juga menyatakan tidak menutup kemungkinan menerapkan penerapan perubahan strategi investasi. Dari total aset investasi Jiwasraya, sekitar 30% ditempatkan di produk deposito pada akhir tahun lalu. Di BPJS Ketenagakerjaan, sesuai aturan, sebagian besar dana deposito badan harus ditempatkan di bank pemerintah sehingga ada potensi terkena dampak. Tahun ini, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan dana kelolaan Rp246,52 triliun, tumbuh 20% dibandingkan dengan perolehan dana kelolaan pada 2015. (Bisnis Indonesia, 23/2, Hal. 1)

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.439

IHSG

4.708,62

BI Rate (per 18 Febuari 2016)

7,00%

Sumber: Kontan / Bank Indonesia

DOWNLOAD PDF