AAJI Daily News - 12 Februari 2016
HEADLINE NEWS
- Kontribusi Premi Bancassurance akan Menyamai Keagenan
- Bancassurance Makin Diandalkan
- [Foto] Kerja Sama Bancassurance
- [Foto] Perluas Pasar
- Industri Asuransi Akan Tetap Tumbuh
- MNC Life Gandeng Bank Victoria Beri Asuransi Kecelakaan
- Aset Meningkat Rp 600 M, MNC Life Terus Lakukan Inovasi
- Bank Tawarkan Proteksi Kepada Para Deposan
- Jalur Bancassurance Diyakini Mudahkan Inovasi Produk Asuransi
- [Foto] Perlindungan Asuransi Kecelakaan
- Bank Victoria Gandeng MNC Life Berikan Proteksi untuk Masa Depan
- Sistem Bancassurance Semakin Meningkat
- Bank Victoria Pasarkan Produk MNC Life
- Bank Tawarkan Proteksi Kepada Para Deposan
- [Foto] Perlindungan Asuransi Kecelakaan
- MNC Life Luncurkan MNC Pro Pasti
- PNM-Jamkrindo Salurkan Pembiayaan untuk Perempuan
- Target Premi Jiwasraya Naik 23%
- Reindo Incar Premi Rp4,7 Triliun
- Nasabah Stanchart Pilih Obligasi
- OJK Kebut Aturan Turunan
MENGENAI AAJI
Kontribusi Premi Bancassurance akan Menyamai Keagenan
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai, kontribusi pendapatan premi dari pemasaran asuransi melalui bancassurance berpotensi menyamai keagenan karena nasabah bank umumnya sudah melek keuangan sehingga lebih mudah ditawarkan dan membeli produk asuransi. Namun, agar pertumbuhan tersebut bisa menyamai kontribusi keagenan, masih membutuhkan lebih banyak waktu, kata Hendrisman Rahim, Ketua Umum AAJI usai menandatangani kerja sama dengan PT Bank KEB Hana, Kamis 911/2). Berdasarkan data AAJI hingga kuartal III 2015, kontribusi pemasaran asuransi melalui keagenan masih mendominasi sekitar 44,5% sementara porsi pemasaran melalui bancassurance sudah mencapai 36,7% dan sisanya dari jalur alternatif. PT Asuransi Jiwasraya sudah bekerja sama dengan berbagai bank, baik BUMN, bank asing maupun bank swasta. Tahun ini, perseroan akan memperluas kerja sama dengan sejumlah bank yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan beberapa bank pembangunan daerah. Kemarin, Jiwasraya menjalin kerja sama dengan PT Bank KEB Hana untuk memasarkan asuransi melalui bancassurance karena bank tersebut merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia saat ini. Tahun 2015, pendapatan premi Jiwasraya dari jalur bancassurance mencapai Rp5,1 triliun dan di luar bancassurance, perseroan juga memiliki jalur pemasaran kantor cabang dan employee benefits. Selain Jiwasraya, PT MNC Life melakukan pemasaran melalui bancassurance bekerja sama dengan 25 bank mitra dan tahun ini akan menambah 10 mitra bank baru. (Investor Daily, 12/2, Hal. 23)
Narasumber:
- Hendrisman Rahim, Ketua Umum AAJI
Berita serupa:
- Bisnis Indonesia, 12/2, Hal. 21, Bancassurance Makin Diandalkan
- Bisnis Indonesia, 12/2, Hal. 2, [Foto] Kerja Sama Bancassurance
- Koran Jakarta, 12/2, Hal. 5, [Foto] Perluas Pasar
INDUSTRI ASURANSI JIWA
Industri Asuransi Akan Tetap Tumbuh
Kendati tahun 2016 ini kondisi perekonomian nasional tidak lebih baik, namun industri asuransi diperkirakan akan tetap tumbuh signifikan. Apalagi, hal itu sudah teruji di mana saat krisis industri asuransi tetap tumbuh. "Meskipun kondisi ekonomi di tahun 2016 tampaknya masih akan sama seperti tahun 2015, kami tetap yakin di tahun 2016 dapat bertumbuh menjadi perusahaan asuransi jiwa yang patut diperhitungkan,” ujar Presiden Direktur MNC Life, Patricia Rolla Bawata, saat Peluncuran V-88. Produk V-88 adalah hasil kerja sama MNC Life dengan Bank Victoria. Produk bundling deposito dan tabungan yang memberikan bunga tinggi hingga 10,88% kepada nasabahnya. Keunggulan produk ini adalah kombinasi tabungan dan deposito sekaligus perlindungan jiwa dengan maksimum uang pertanggungan hingga Rp500 Juta. Di tahun 2015 lalu, walaupun belum diaudit, pendapatan premi MNC Life diperkirakan sekitar Rp300 miliar. Jumlah itu melampaui target di awal tahun sebesar Rp250 miliar. Oleh karena itu, ia optimistis tahun 2016 ini kinerja bisnis MNC Life terus meningkat dengan pencapaian produksi lebih dari Rp500 miliar dan peningkatan jumlah sumber daya manusia menjadi 15.000 orang. Rolla juga menyambut baik kerja sama yang merupakan bagian dari memperluas kanal bisnis bancassurance. Tahun ini pihaknya menargetkan akan menambah 8 mitra bank baru. Bank Victoria merupakan bank kedua yang digaet di tahun ini. Sebelumnya, dua hari lalu, MNC Life juga mengumumkan kemitraan dengan MNC Bank. Hingga akhir 2015 lalu, MNC Life sudah bermitra dengan 25 bank di seluruh Indonesia. (Pikiran-rakyat.com, 11/2)
http://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2016/02/11/360513/industri-asuransi-akan-tetap-tumbuh
Berita serupa:
- Sindonews.com, 11/2, MNC Life Gandeng Bank Victoria Beri Asuransi Kecelakaan http://ekbis.sindonews.com/read/1084409/178/mnc-life-gandeng-bank-victoria-beri- asuransi-kecelakaan-1455162951
- Okezone.com, 11/2, Aset Meningkat Rp600 M, MNC Life Terus Lakukan Inovasi http://economy.okezone.com/read/2016/02/11/320/1309492/aset-meningkat-rp600-m- mnc-life-terus-lakukan-inovasi
- Koran-jakarta.com, 11/2, Bank Tawarkan Proteksi Kepada Para Deposan http://www.koran-jakarta.com/bank-tawarkan-proteksi-kepada-para-deposan/
- Bisnis.com, 12/2, Jalur Bancassurance Diyakini Mudahkan Inovasi Produk Asuransi http://finansial.bisnis.com/read/20160212/215/518331/jalur-bancassurance-diyakini- mudahkan-inovasi-produk-asuransi
- Investor Daily, 12/2, Hal. 24, [Foto] Perlindungan Asuransi Kecelakaan
- Investor Daily, 12/2, Hal. 2, Bank Victoria Gandeng MNC Life Berikan Proteksi untuk Masa Depan
- Kompas, 12/2, Hal. 18, Sistem Bancassurance Semakin Meningkat
- Koran Sindo, 12/2, Hal. 19, Bank Victoria Pasarkan Produk MNC Life
- Koran Jakarta, 12/2, Hal. 5, Bank Tawarkan Proteksi Kepada Para Deposan
- Bisnis Indonesia, 12/2, Hal. 21, [Foto] Perlindungan Asuransi Kecelakaan
MNC Life Luncurkan MNC Pro Pasti
PT MNC Life Assurance (MNC Life) meluncurkan produk baru MNC Pro Pasti yang sederhana dan mudah dijual oleh mitra potensial di 30 cabangnya. Produk tersebut memiliki perlindungan jiwa selama 10 tahun dengan masa pembayaran premi hanya lima tahun. Keunggulan lain adalah produk MNC Pro Pasti memberikan jaminan pengembalian premi 100% pada masa akhir asuransi sebagai manfaat hidup. MNC akan terus meningkatkan jumlah agen agar bisa memasarkan produk asuransi. Apalagi, MNC Life memiliki visi memasyarakatkan asuransi kepada seluruh masyarakat Indonesia. Langkah MNC Life menggandeng mitra potensial dari banyak kota adalah bagian dari upaya pencapaian target 2016, yakni pencapaian produk sebesar Rp 500 miliar dan peningkatan jumlah SDM dari 10.000 orang menjadi 15.000 orang. (Koran-sindo.com, 11/2)
http://www.koran-sindo.com/news.php?r=2&n=1&date=2016-02-11
PNM-Jamkrindo Salurkan Pembiayaan untuK Perempuan
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Perum Jamkrinso dan PT Asuransi Jiwasraya menjalin kerja sama penjaminan pembiayaan mikro dalam rangka pemberdayaan kelompok perempuan. Program yang disebut Membina Keluarga Sejahtera (Mekar) ini bagian dari upaya pemerintah melalui Kementerian BUMN untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Pinjaman yang dikhususkan bagi kalangan perempuan ekonomi lemah tersebut sebesar Rp2-5 juta dalam satu periode penyaluran yang akan dijamin Jamkrindo, termasuk jaminan asuransi jiwa dari Jiwasraya. Jangka waktu pengembalian pinjaman juga sangat bervariasi disesuaikan dengan kondisi nasabah. (Investor Daily, 12/2, Hal. 23)
Target Premi Jiwasraya Naik 23%
PT Asuransi Jiwasraya menargetkan pertumbuhan premi 23% tahun ini. Pada 2015, pendapatan premi Jiwasraya mencapai Rp10 triliun, meningkat 58,7% dari Rp6,3 triliun di 2014. Dengan target pertumbuhan 23%, Jiwasraya berpotensi mengantongi premi Rp12,3 triliun pada tahun ini. Pada tahun lalu, minat asuransi masyarakat masih besar meski ekonomi melambat. Jiwasraya lebih mengandalkan produk asuransi tradisional karena laju bisnisnya tak tertahan oleh kinerja pasar modal yang melorot. Jiwasraya juga akan menawarkan lima produk baru tahun ini yang bervariatif. Hingga tahun lalu, jumlah agen Jiwasraya mencapai 17.000 agen dan tahun ini diharapkan bisa bertambah dua kali lipat hingga mencapai 30.000 orang sebagai bagian dari upaya regulator keuangan menciptakan 10 juta agen secara nasional. (Kontan, 12/2, Hal. 24)
Reindo Incar Premi Rp4,7 Triliun
PT Reasuransi Internasional Indonesia (Reindo) menargetkan perolehan premi Rp4,7 triliun pada tahun ini yang didorong oleh dukungan pemerintah terhadap reasuransi nasional. Secara tahunan, perolehan premi yang berhasil dibukukan pada 2015 meningkat 45% menjadi Rp3,1 triliun, melampaui target tahunan Rp3 triliun. Faktor utama pendorong pertumbuhan premi pada tahun ini adalah adanya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 14/POJK.05/2015 tentang retensi sendiri dan dukungan reasuransi dalam negeri. Dalam aturan ini, perusahaan asuransi dan asuransi syariah wajib mengembangkan dan mengimplementasikan strategi dukungan asuransi. Asuransi umum masih mendominasi dengan kontribusi 70% dari total pendapatan premi, sedangkan kontribusi asuransi jiwa sebesar 25% dan kontribusi asuransi syariah 5%. Reindo menargetkan pertumbuhan laba 20% dari perolehan laba tahun lalu sebesar Rp220 miliar. Namun, sebanyak Rp100 miliar di antaranya dikeluarkan untuk membayar kupon mandatory convertible bond (MCB), kepada tiga perusahaan BUMN yaitu PT Jamkrindo, PT Taspen, dan PT Jasa Raharja. Sementara itu, PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re) masih mengkaji program dan permodalan pasca-penggabungan Reindo dengan Indonesia Re akhir tahun lalu. Kajian yang dilakukan terkait dengan pemindahan portofolio bisnis Reindo konvensional ke Indonesia Re, sedangkan Reindo dikonversi menjadi full syariah. (Bisnis Indonesia, 12/2, Hal. 21)
Nasabah Stanchart Pilih Obligasi
Prediksi berlanjutnya penurunan BI rate dan volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuat nasabah Standard Chartered Bank Indonesia banyak berpindah ke reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan obligasi pemerintah. Alasannya, pemangkasan BI rate diperkirakan bakal terjadi lagi tahun ini ditambah dengan kinerja IHSG yang kurang bagus tahun 2015 sehingga membuat outlook obligasi pemerintah dan jenis reksa dana lainnya menjadi lebih positif. Perkembangan produk investasi pada 2016 tidak mampu menyamai pertumbuhan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, pertumbuhan itu tetap lebih baik ketimbang performa IHSG yang turun 12% sepanjang 2015. Pemangkasan BI rate 25 basis poin pada Januari 2016 diharapkan menurunkan bunga deposito sehingga membuka peluang bagi nasabah dan investor untuk melakukan diversifikasi investasi di produk lain. Untuk mendukung diversifikasi ini, Standard Chartered berniat merilis setidaknya 10 produk wealth management baru tahun ini. Standard Chartered juga telah bekerja dengan PT Prudential Life Assurance menawarkan 12 produk baru. Saat ini, Standard Chartered sudah memiliki 50 produk reksa dana dan 20 produk asuransi. (Bisnis Indonesia, 12/2, Hal. 22)
EKONOMI MAKRO & REGULASI
OJK Kebut Aturan Turunan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan dapat merampungkan aturan turunan Undan- Undang Penjaminan pada tahun ini. OJK berkomitmen membuat aturan yang dapat memperkuat industri dan melindungi masyarakat dan aturan yang akan dirampungkan tidak hanya sebatas sektor penjaminan tetapi juga asuransi dan sektor lainnya. Sepanjang 2015, OJK mencatat laba industri penjaminan menurun 5% dan pada 2014 laba industri mencapai Rp640 miliar tetapi tahun lalu menyusut ke Rp610 miliar. Namun, kredit yang dijamin tercatat meningkat 10% dari Rp92,62 triliun pada 2014 menjadi Rp101,70 triliun tahun lalu. Sebaran kredit yang dijamin tumbuh tertinggi di sektor produktif. Pada lini ini penjaminan tumbuh 18% dari Rp36,61 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp43,29 triliun pada 2015. Beban operasional meningkat sebesar 6% dari Rp1,38 triliun pada 2014 menjadi Rp1,46 triliun pada 2015 dan pendapatan operasional hanya tumbuh 1% dari Rp1,93 triliun menjadi Rp1,95 triliun pada 2015. Liabilitas perusahaan meningkat 36% dari Rp1,68 triliun menjadi Rp2,28 triliun tahun 2015. Secara keseluruhan, aset industri penjaminan tumbuh 17% dari Rp10,87 triliun pada 2014 menjadi Rp12,72 triliun tahun lalu. Di sejumlah negara, perusahaan penjaminan yang mencatatkan laba hanya sedikit karena sifatnya sebagai dukungan, tetapi di Indonesia Jamkrindo dapat mencatatkan laba karena bisnis produktif didukung kredit consumer yang risiko kreditnya relatif lebih rendah. (Bisnis Indonesia, 12/2, Hal. 22)
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
13.640 |
|
IHSG |
4.775,86 |
|
BI Rate (per 14 Januari 2016) |
7,25% |
Sumber: Kontan / Bank Indonesia
