AAJI Daily News - 2 Februari 2016
Selasa, 2 Februari 2016
HEADLINE NEWS
- Investasi Asuransi Jiwa Tumbuh Tipis
- Insurance Firms Go Online To Boost Premiums
- Premi Tebal dengan Platform Digital
- Surat Utang Menjanjikan Imbal Hasil Lebih Stabil
- Asuransi Jiwa Kurangi Investasi Saham
- J Trust Gaet Sinar Mas MSIG Life
- [Foto] Bancassurance
- [Foto] Target Pertumbuhan
- [Foto] Kerja Sama Bancassurance
- Kontribusi Premi ke Grup Dipacu
- [Foto] AIA Berbagi
- OJK to exempt unit-linked insurance, DPLK from bonds rule
- OJK to exempt unit-linked insurance, DPLK from bonds rule
- OJK Fokus Pengembangan ke Pertanian dan Nelayan
- Premi Asuransi Konvensional Capai Rp181 Triliun
- OJK: Pertumbuhan Premi Asuransi Tahun Ini Bisa 20%
- Asuransi Minta Porsi Kepemilikan Asing Dipertahankan
- New ruling on foreign share in insurance to be issued soon
- Porsi Asing di Asuransi
- IHSG Dibayangi China dan Harga Komoditas
MENGENAI AAJI
Investasi Asuransi Jiwa Tumbuh Tipis
Berdasarkan catatan regulator, hingga penghujung 2015 kemarin industri asuransi jiwa mencatatkan dana investasi sebesar Rp 283,1 triliun. Angka ini naik tipis 1,6% dari jumlah investasi di tahun sebelumnya yang tercatat Rp 278,6 triliun. Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) belum lama ini menyebut kondisi perlambatan ekonomi yang berbarengan dengan memerahnya nilai di pasar modal ikut berdampak pada pasar asuransi jiwa di 2015. Secara komposisi, dana investasi asuransi jiwa di sepanjang 2015 sendiri didominasi oleh saham yang mencapai Rp 82,5 triliun, diikuti reksadana sebesar Rp 68 triliun. Penempatan investasi di deposito mencapai Rp 48,3 triliun. Surat utang menjadi tempat penempatan terbesar berikutnya baik dari negara maupun korporasi. Masing-masing nilainya mencapai Rp 45,1 triliun dan Rp 24,4 triliun. (kontan.co.id, 31/1)
http://m.kontan.co.id/news/investasi-asuransi-jiwa-tumbuh-tipis
Narasumber:
- Hendrisman Rahim, Ketua Umum, AAJI
INDUSTRI ASURANSI JIWA
Insurance Firms Go Online To Boost Premiums / Perusahaan Asuransi Merambah Online untuk Meningkatkan Premi
Selain merekrut agen baru, Sequis Life dan FWD Life baru-baru ini meluncurkan aplikasi mobile untuk meningkatkan pendapatan premi baru. Peluncuran aplikasi terbaru Sequis Life, ‘Sequis Ez’, yang ditujukan bagi para agen, dan perombaan situs perusahaan ‘Sequis Online’ yang ditujukan bagi para kustomer merupakan bagian dari upaya peningkatan pendapatan premi perusahaan sebesar 14 persen tahun ini. Perusahaan menghabiskan antara Rp100-150 miliar setiap tahunnya untuk mengembangkan sistem teknologi informasinya (TI). Sequis kini memiliki agen dan akan merekrut 2.000 agen tahun ini. Nasabah bisa memperoleh produk tradisional melalui Sequis Online dimulai dari premi bulananRp33.000. Selain Sequis, FWD Life juga meluncurkan aplikasi mobile bernama FWD Digital Agency untuk mempermudah proses perekrutan agen. FWD Life berharap bisa meningkatkan jumlah agennya dari 2.500 hingga 5.000 tahun ini dan memperoleh 1 juta pemegang polis tahun 2017 dari jumlah saat ini sekitar 26.000 nasabah. FWD Life juga bermitra dengan 26 cabang Excelso Café untuk menyediakan meeting point bagi beragam promosi produk. (thejakartapost.com, 30/1)
http://www.thejakartapost.com/news/2016/01/30/insurance-firms-go-online-boost-premiums.html
Berita serupa dapat ditemukan di:
- Bisnis Indonesia, 2/2, hal. 21. Premi Tebal dengan Platform Digital
Surat Utang Menjanjikan Imbal Hasil Lebih Stabil
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada tahun 2015 total dana investasi industri asuransi jiwa mencapai Rp 283,1 triliun atau naik 1,6% dari 2014. Sementara hasil investasi perusahaan asuransi jiwa mencapai Rp 6,48 triliun, sehingga return investasi industri asuransi jiwa hanya sekitar 2,29%. Pada 2015, komposisi dana investasi asuransi jiwa didominasi saham sebesar Rp 82,5 triliun atau 29,1% dari total investasi. Penempatan investasi di saham itu lebih kecil dari 2014 sebesar Rp 88 triliun atau 31,5% dari total investasi. Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim mengatakan, penempatan investasi saham dikurangi sejalan pergerakan bursa saham yang menurun dan dialihkan ke instrumen yang memiliki resiko lebih terkontrol, seperti reksadana dan deposito.
Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera termasuk yang mengandalkan penempatan dana investasi di surat utang. Perusahaan ini berharap strategi tersebut bisa membuat hasil investasi lebih stabil. PT Asuransi Jiwa Sequis Life juga menargetkan perolehan imbal hasil tak jauh beda dengan tahun lalu yakni 9%. Perusahaan masih mengandalkan investasi di SUN dengan porsi 70%, dan dana obligasi korporasi. Harapannya, imbal hasil investasi bakal stabil dan tidak terpengaruh fluktuasi pasar saham. (kontan.co.id, 1/2)
http://m.kontan.co.id/news/surat-utang-menjanjikan-imbal-hasil-lebih-stabil
Narasumber:
- Hendrisman Rahim, Ketua Umum, AAJI
- Ichsan Nathin, Direktur, AJB Bumiputera
- Tatang Widjaja, Presiden Direktur, Sequis Life
Berita serupa dapat ditemukan di:
- Kontan.co.id, 31/1. Asuransi Jiwa Kurangi Investasi Saham http://m.kontan.co.id/news/asuransi-jiwa-kurangi-investasi-saham
J Trust Gaet Sinar Mas MSIG Life
PT Bank J Trust Indonesia TBk dan PT Asuransi Sinar Mas MSIG Life menandatangani naskah kerja sama layanan bancassurance di Jakarta, kemarin. Produk bancassurance ini merupakan komitmen J Trust Bank dalam memberikan layanan perbankan berkualitas dan mendukung peningkatan pendapatan berbasis biaya perseroan yang tahun ini ditargetkan tumbuh 17%. J Trust Bank memiliki sejumlah kemitraan dengan perusahaan asuransi terkemuka untuk berbagai produk bancassurance dan berencana mengembangkan jaringan kemitraan di masa depan. Mitra asuransi perseroan antara lain Sun Life Financial Indonesia, Cigna Insurance, dan Panin Dai-ichi Life dengan beragam akses ke berbagai produk seperti Cigna Optima Product Link dan Medicash Pro Products. (Media Indonesia, 2/2, hal. 19)
Berita serupa dapat ditemukan di:
- The Jakarta Post, 2/2, hal. 20. [Foto] Bancassurance
- Bisnis Indonesia, 2/2, hal. 21. [Foto] Target Pertumbuhan
- Kontan, 2/2, hal. 24. [Foto] Kerja Sama Bancassurance
Kontribusi Premi ke Grup Dipacu
PT AIA Financial berharap dapat menjadi lima besar penyumbang premi bagi grup dalam lima tahun ke depan. Sumbangan premi AIA Indonesia masih kalah dibandingkan Hongkong, China, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Jumlah penduduk besar, rendahnya penetrasi asuransi dan pertumbuhan kelas menengah akan membantu pencapaian target AIA tahun ini. Kontribusi unit link masih besar, sekitar 50% dari total premi. Hingga triwulan III/2015, AIA Indonesia telah memiliki 7.000 agen dan hingga sekarang ada 200 agen yang masuk dalam Million Dollar Round Table (MDRT). Pertumbuhan asuransi pada 2015 berada di bawah ekspektasi, tetapi tahun ini diharapkan kondisinya membaik. (Bisnis Indonesia, 2/2, hal. 22)
[Foto] AIA Berbagi
Bambang Pamungkas bersama Chief Marketing Officer PT AIA Financial Lim Chet Ming saat mengumumkan kepada media terkait penyelenggaraan kompetisi sepakbola AIA Championship 2016.
EKONOMI MAKRO & REGULASI
OJK to exempt unit-linked insurance, DPLK from bonds rule / OJK Akan Mengecualikan Asuransi Unit Link dan DPLK dari Aturan SBN
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengecualikan unit link dan dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) dari kewajiban kepemilikan surat berharga negara (SBN). Pembuat kebijakan keuangan memutuskan untuk mengecualikan kedua jenis usaha ini karena bersifat fleksibel yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, terutama terkait dengan persentase investasi. Namun, OJK tetap akan menganjurkan DPLK dan asuransi jiwa dengan produk unit link untuk memprioritaskan SBN ketika menawarkan skema investasi kepada nasabah. Aturan kepemilikan minimum SBN ini akan menjaga pasar obligasi negara dari volatilitas tinggi dan mendorong basis investor domestik yang lebih besar. Dana pensiun dan perusahaan asuransi domestik menguasai 15,1% SBN di pasar sekunder per 31 Desember tahun lalu sementara investor luar negeri memegang 38,2 persen. Berdasarkan aturan yang akan diteken, asuransi jiwa dan dana pensiun non-lembaga keuangan diharuskan memegang minimal 30 persen SBN dalam portofolio mereka pada akhir tahun 2016. Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim menyambut baik regulasi ini karena SBN memiliki beberapa manfaat seperti pajak yang lebih rendah sehingga bisa menjadi insentif bagi perusahaan asuransi jiwa. (thejakartapost.com, 1/2) http://www.thejakartapost.com/news/2016/02/01/ojk-exempt-unit-linked-insurance-dplk-bonds- rule.html
Narasumber:
- Hendrisman Rahim, Ketua Umum, AAJI
- Mudjiharno Sudjono, Ketua, Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI)
- Muliaman D. Hadad, Ketua OJK
- Dumoly F. Pardede, Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB), OJK
Berita serupa dapat ditemukan di:
- The Jakarta Post, 2/2, hal. 20. OJK to exempt unit-linked insurance, DPLK from bonds rule / OJK Akan Mengecualikan Asuransi Unit Link dan DPLK dari Aturan SBN
OJK Fokus Pengembangan ke Pertanian dan Nelayan
Pengembangan pasar asuransi pertanian dan nelayan menjadi bagian dari program strategis OJK tahun ini dan upaya tersebut akan diselaraskan dengan pengembangan perasuransian di peternakan sapi, penyingkiran kerangka kapal dan kepariwisataan. Dari potensinya, pengembangan asuransi pertanian relatif besar apalagi dengan ketersediaan lahan secara nasional yang mencapai 15 juta hektar. OJK setidaknya memasukkan 21 program strategis tahun ini terutama ditujukan untuk mendukung program pemerintah khususnya pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan. Selain itu, terdapat program OJK mendorong 10 juta agen asuransi berlisensi, penerapan lembaga penilai usaha mikro, kecil, dan menengah, serta peningkatan peran lembaga penjaminan di sejumlah sektor. Pengembangan aneka produk asuransi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri asuransi secara keseluruhan pada tahun ini. Berdasarkan data OJK, premi asuransi konvensional 2015 senilai Rp181,47 triliun dan syariah Rp10,49 triliun. Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, Hendrisman Rahim, memproyeksikan kinerja industri asuransi jiwa tahun ini akan lebih baik daripada tahun lalu. (Kompas, 1/2, hal. 20)
Narasumber:
- Hendrisman Rahim, Ketua Umum, AAJI
- Yasril Y. Rasyid, Ketua Umum, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)
- Firdaus Djaelani, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank, OJK
Berita serupa dapat ditemukan di:
- Investor Daily, 2/2, hal. 23. Premi Asuransi Konvensional Capai Rp181 Triliun
- Kontan, 2/2, hal. 24. OJK: Pertumbuhan Premi Asuransi Tahun Ini Bisa 20%
Asuransi Minta Porsi Kepemilikan Asing Dipertahankan
OJK mencatat, dari 143 perusahaan asuransi, ada enam perusahaan yang memiliki porsi kepemilikan asing mencapai 80% lebih dan beberapa di antaranya meminta agar diperbolehkan untuk mempertahankan porsi kepemilikan asing tersebut. Perusahaan asuransi harus memenuhi ketentuan UU Perasuransian Nomor 2/1992, yang menyatakan porsi kepemilikan asing dibatas hingga 80%. Jika porsi kepemilikan dibatasi dan investor lokal tidak sanggup menggantikan tempat investor asing ini, akan mengganggu tujuan utama industri asuransi. Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia Elin Waty menjelaskan pada awalnya perusahaan asuransi asing yang masuk ke Indonesia selalu memulai investasi dengan kepemilikan saham, yaitu 80% asing dan 20% lokal. Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif AAJI mengatakan, listing di Bursa Efek Indoensia menjadi opsi untuk mengurangi porsi saham asing di industri asuransi. Aturan kepemilikan asing ini merupakan salah satu peraturan turunan dari UU Perasuransian No. 40 Tahun 2014 selain juga terdapat peraturan mengenai single presence policy. Selain 16 peraturan OJK tersebut, ada dua peraturan turunan yang akan dikeluarkan dalam bentuk peraturan pemerintah atau peraturan presiden. Peraturan pertama terkait kepemilikan asing dan peraturan kedua terkait perlindungan polis. (Investor Daily, 2/2, hal. 23)
Narasumber:
- Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif, AAJI
- Edy Setiadi, Deputi Komisioner Pengawas IKNB, OJK
- Elin Waty, Presiden Direktur, Sun Life Financial Indonesia
- Firdaus Djaelani, Kepala Eksekutif Pengawas IKNB, OJK
Berita serupa dapat ditemukan di:
- The Jakarta Post, 2/2, hal. 20. New ruling on foreign share in insurance to be issued soon / Aturan Baru Kepemilikan Asing Asuransi akan Segera Dikeluarkan
- Kontan, 2/2, hal. 24. Porsi Asing di Asuransi
IHSG Dibayangi China dan Harga Komoditas
January Effect ternyata tidak berefek signifikan terhadap IHSG. Selama Januari 2016, IHSG hanya naik 0,75% - jauh lebih rendah daripada pertumbuhan indeks selama Januari 2015 sebesar 3,04%. Memasuki tahun 2016, pasar saham Indonesia menghadapi sejumlah tekanan eksternal antara lain gejolak pasar saham Tiongkok dan koreksi harga minyak mentah dengan sejumlah sentimen positif domestik. Aksi moneter Bank Indonesia menurunkan suku bunga 25 basis poin turut mengangkat pasar saham domestik. Kabar positif juga datang dari neraca perdagangan Indonesia yang surplus $7,52 miliar. Ke depan, tekanan eksternal seperti perlambatan ekonomi Tiongkok, merosotnya harga komoditas dan penurunan lanjutan suku bunga The Fed masih membayangi indeks. Namun, potensi kenaikan IHSG masih ada, terutama dari upaya pemerintah menggenjot belanja infrastruktur. Laju pasar saham ke depan juga akan lebih positif karena dana asing mulai masuk pasar obligasi. Pada kuartal I/2016 IHSG diprediksikan berfluktuasi menanti laporan keuangan 2015. (Kontan, 2/2, hal. 4)
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
13.632 |
|
IHSG |
4.624,64 |
|
BI Rate (per 14 Januari 2016) |
7,25% |
Sumber: Kontan / Bank Indonesia
