AAJI Daily News - 15 Maret 2016
HEADLINE NEWS:
- Bisnis Anuitas Tidak Berkembang
- Target 1 Juta Agen Asuransi
- [Foto] Proteksi Seumur Hidup Melalui Program 100% Cash Back
- Proteksi 100% Cash Back dari BCA Life
- Manulife Perkuat Layanan Karyawan
- Generali Pasarkan Unit Link Premi Rp100.000
- Asuransi “Go Digital”
- Prudential Genjot Jalur Agen
- Besar, Potensi Pasar Asuransi Untuk Menengah Atas
- AXA Mandiri Bayar Klaim Asuransi Rp1,86 Miliar
- Dorong Unit Link
- Agen Asuransi Jual Produk Pasar Modal
- April, Agen Asuransi Bisa Pasarkan Reksa Dana
MENGENAI AAJI
Bisnis Anuitas Tidak Berkembang
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu menjelaskan, potensi pasar bagi layanan anuitas dalam penyelenggaraan program dana pensiun (dapen) terbilang besar tetapi tidak bertumbuh signifikan. Hanya ada sekitar lima perusahaan asuransi jiwa yang menyelenggarakan layanan tersebut. Lini usaha anuitas terbilang tidak mudah dijalankan bagi perusahaan asuransi karena masa pertanggungan anuitas bisa berlaku whole life bagi pensiunan. Togar menegaskan minimnya sosialisasi juga turut mempengaruhi minimnya permintaan pada layanan tersebut. UU Dana Pensiun memungkinkan peserta memperoleh pembayaran pertama maksimal 20% dari nilai manfaat untuk keperluan masa transisi pada awal pensiun secara sekaligus. Pembayaran manfaat pensiun, baik oleh dana pensiun pemberi kerja (DPPPK) dan dana pensiun lembaga keuangan (DPL) secara sekaligus itu diatur dalam sejumlah regulasi. Peraturan Menteri Keuangan No. 50/PMK.010/2012 memberikan nilai batas minimum Rp1,5 juta bagi manfaat pasti dengan rumus bulanan dari DPPPK agar dapat dibayarkan secara langsung. Pada program pensiun lain, nilai total manfaat pasti kurang dari atau sama dengan Rp500 juta dapat diterima secara lump sum. Prospek bisnis anuitas akan makin besar seiring dengan rencana OJK mengeluarkan regulasi baru terkait manfaat pensiun tersebut. Otoritas sedang menyusun peraturan OJK (POJK) yang mengatur pembayaran manfaat pensiun tersebut. OJK juga menjajaki perubahan skema pembayaran manfaat pensiun. Alasannya, perubahan skema akan mengembalikan penyelenggaraan dapen kepada fungsi awalnya, yakni menjaga keberlanjutan penghasilan. (Bisnis Indonesia, 15/3, Hal. 21)
Narasumber:
- Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif AAJI
Target 1 Juta Agen Asuransi
Kanal distribusi agen tetap menjadi andalan industri asuransi jiwa dalam meraup premi. Sepanjang tahun lalu, Hendrisman Rahim Ketua Umum AAJI mengatakan, secara total industri asuransi dalam negeri sudah memiliki 570.000 agen, berhasil melewati target awal yang dipatok. Tahun ini, AAJI mengincar pertumbuhan jumlah agen nyaris dua kali lipat hingga tembus satu juta agen. Rata-rata setiap tahunnya sekitar 45% hingga 50% premi yangdiperoleh pelaku industri asuransi jiwa berasal dari jalur agen asuransi ini. (Kontan, 15/3, Hal. 24)
Narasumber:
- Hendrisman Rahim, Ketua Umum AAJI
INDUSTRI ASURANSI JIWA
[Foto] Proteksi Seumur Hidup Melalui Program 100% Cash Back
Presdir PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) Christine Setyabudhi didampingi Chief Distribution Officer BCA Life Honggo Djojo bersama Founder D’Cost Seafood Christian Sia dan Deputy CEO Pendekar Bodoh Darmawan Ekaputra di sela press conference peluncuran Asuransi Proteksi Seumur Hidup melalui Program 10% Cash Back di Jakarta, (23/2). (Majalah Investor, ed. Maret, Hal. 14)
Berita serupa:
- Investor, ed. Maret, Hal. 14, Proteksi 100% Cash Back dari BCA Life
Manulife Perkuat Layanan Karyawan
Manulife Indonesia menunjukkan komitmen dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabahnya. Pengembangan layanan senantiasa jadi perhatian, termasuk untuk program asuransi kumpulan atau employee benefit. Untuk mendukung komitmennya dalam melayani program employee benefit, Manulife Indonesia telah meluncurkan MiAccount, yaitu aplikasi bergerak yang memudahkan para peserta program untuk mengakses berbagai layanan nasabah kapan saja, di mana saja dan didukung teknologi mobile demi kenyamanan peserta. Hingga kuartal ke-4 2015, Employee Benefits Manulife Indonesia mengelola aset total sebesar Rp12,6 triliun yang dimiliki oleh lebih dari 800 ribu karyawan di 4.898 perusahaan. (Investor, ed. Maret, Hal. 15-16)
Generali Pasarkan Unit Link Premi Rp100.000
PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia memberi pilihan bagi masyarakat untuk memiliki unit link dengan premi terjangkau. Produk inovatif ini dinamai Gemilang dan sudah dipasarkan sejak 2015. Produk ini, menurut CEO Generali Edy Tuhirman, menjadi satu-satunya unit link paling terjangkau di Indonesia, karena premi yang dibayarkan Rp100 ribu per bulannya. Generali ingin mengajarkan masyarakat perlunya perlindungan asuransi. Pada akhir 2015, jumlah pemegang polis tercatat 6.635 orang dan per Januari 2016 sudah melonjak menjadi 11.226 pemegang polis tersebar di 43 kota. Perusahaan menargetkan 20% dari total masyarakat yang masuk kategori aspirasi yang diperkirakan berjumlah 65,4 juta orang. Generali juga memberikan apresiasi kepada para pemegang polis asuransi gemilang, dengan mengundi hadiah utama 2 sepeda motor Honda Vario Techno 150 serta berbagai hadiah lain senilai total Rp200 juta. (Majalah Investor, ed. Maret, Hal. 15)
Asuransi “Go Digital”
Asuransi kian banyak mengadopsi teknologi digital dalam aktivitas bisnisnya. Adanya teknologi selain memudahkan proses bisnis, juga dapat meningkatkan efisiensi. CEO Asuransi General Indonesia (Generali) Edy Tuhirman menilai persaingan dalam teknologi antara sesama asuransi memang sudah terjadi, hanya cara pandang dan pendekatan yang dilakukan setiap perusahaan berbeda. Saat ini, beberapa hal yang diusung asuransi dengan memanfaatkan teknologi yaitu terkait proses bisnis, penjualan, agen, dan pelanggan. Presiden Direktur dan CEO PT Asuransi Jiwa Sequis Life Tatang Widjaja menyadari makin pentingnya electronic channel (e-channel) sebagai salah satu alternatif distribusi produk asuransi. E-channel menjadi pilihan agar produk asuransi bisa tersebar dalam ruang lingkup yang lebih luas. Sequis perlu berinvestasi di channel tersebut karena kian banyak masyarakat menggunakan internet dan perdagangan secara online. Untuk kebutuhan teknologi informasi, Sequis membelanjakan Rp100 miliaran setiap tahunnya. Beberapa produk sudah mulai ditawarkan online dan untuk tahun pertama ditargetkan mencapai 6.000 polis. Sequis pun membekali agen dengan sebuah aplikasi mobile yang dinamai Sequis eZ yang bisa dipakai tenaga pemasaran dalam membuat perencanaan keuangan dan ilustrasi yang terintegrasi bagi calon nasabah di mana dan kapan pun agen tersebut bekerja. Sequis eZ dirancang untuk penggunaan real time yaitu telah dilengkapi dengan fasilitas e-signature dan e-payment yaitu proses approval formulir SPAJ (Surat Pengajuan Asuransi Jiwa) tidak perlu menunggu lama dan proses underwriting lebih singkat. PT FWD Life Indonesia sudah lebih dulu mengidentikkan diri sebagai perusahaan asuransi dengan pendekatan teknologi. Melalui iFWD Liberate perusahaan menawarkan fasilitas penjualan secara online. Selain menawarkan produk individu, terdapat juga FWD Life Corporate Care, jalur distribusi asuransi kumpulan berbasis teknologi digital. FWD Life pun membuat konsep digital agency terbaru yang dinamai FWD Mobile yang memungkinkan agen melakukan pendekatan yang lebih baik kepada pelanggan. Dalam FWD Mobile tersedia beberapa fitur yang memungkinkan agen bekerja lebih optimal antara lain M Recruitment, M Activity, M Commerce, dan M Service. PT MNC Asuransi Indonesia meluncurkan aplikasi mobile berbasis Android bernama MNCi untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan pelayanan bagi pelanggan asuransi kendaraan bermotor. PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI) mengembangkan aplikasi digital yaitu MyAXA Mandiri Claims untuk mempermudah nasabah dalam mengajukan klaim. Keunggulan aplikasi ini adalah memberikan kemudahan bagi nasabah yang dapat melakukan klaim di mana saja dan kapan saja. MyAXA Mandiri Claims juga memberikan layanan tambahan kepada nasabah yakni lokasi/tempat bengkel rekanan, rumah sakit, apotek, dokter, dan polisi yang dapat membantu melayani nasabah. Regulator sudah memberikan aturan mengenai cara berpromosi dan tertuang di POJK No. 1/2013. Riset yang dilakukan Ernst & Young akhir 2015 lalu menyebutkan penggunaan teknologi keuangan pada konsumen bakal naik secara signifikan tahun ini. (Majalah Investor, ed. Maret, Hal. 20- 22)
Prudential Genjot Jalur Agen
PT Prudential Life Assurance mengandalkan jalur distribusi keagenan untuk pemasaran produk yang selama ini telah berkontribusi lebih dari 50% total premi. Penambahan jumlah agen terus dilakukan seiring dengan rencana pengembangan bisnis sekaligus sebagai bagian dari dukungan terhadap program perekrutan 10 juta agen asuransi berlisensi. Berdasarkan data Prudential, hingga Maret 2015 jumlah tenaga pemasar mencapai 240.000 agen untuk melayani 2,4 juta nasabah yang tersebar di 380 kantor pemasaran mandiri (KPM) Prudential di seluruh Indonesia. Prudential juga bakal meningkatkan kemitraan dengan sejumlah lembaga keuangan mikro (LKM). Prudential memiliki produk asuransi mikro Pro-Aman yang diklaim dapat memberikan perlindungan kepada pelaku usaha mikro yang memiliki pinjaman kepada lembaga tertentu. Prudential juga bakal agresif mengembangkan produk salah satunya dengan meluncurkan produk unit-linked dana pendidikan syariah yaitu PRUlink Syariah Edu Protection. Produk tersebut merupakan asuransi jiwa berbasis investasi atau unit-linked untuk dana pendidikan anak. Produk syariah ini memberikan manfaat bulanan berupa dana tunai yang dapat digunakan sampai anak berusia 18 tahun atau 25 tahun. (Bisnis Indonesia, 15/3, Hal. 21)
Besar, Potensi Pasar Asuransi untuk Menengah Atas
PT Zurich Topas Life terus membidik potensi kelas menengah Indonesia yang tumbuh pesat, terbukti dari antusias nasabah dalam membeli produk asuransi MahaCita Protection yang khusus diluncurkan Oktober 2015 lalu, kata Peter Huber, Presiden Direktur Zurich Topas Life, usai menyerahkan hadiah satu unit mobil Mini Cooper kepada nasabah pemenang undian program “MahaCIta Protection” di Surabaya, pekan lalu. Pangsa pasar asuransi di Indonesia memang sangat besar, tetapi perusahaan masih fokus menawarkan produk asuransi yang menyasar pasar menengah atas. Dalam dua bulan setelah peluncuran MahaCita Protection, perusahaan sudah menggaet lebih dari 2.000 nasabah dan hingga akhir tahun ini, kontribusi produk tersebut bisa mencapai 60% dari total pendapatan premi Zurich. Produk MahaCita Protection memang didesain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menengah atas yang fokus pada empat hal yakni pendidikan anak, kebutuhan saat pensiun, warisan, dan life style. Produk ini juga memberikan hasil investasi optimal karena investasinya dimulai sejak tahun pertama sebesar 50% dari premi dasar, pada tahun kedua dan seterusnya 100%. Berdasarkan data Bank Dunia, kelas menengah tumbuh tujuh juta, sehingga Bank Dunia menilai pertumbuhan kelas menengah di Indonesia sangat cepat. Kontribusi pendapatan di Surabaya cukup besar yakni 16% dari total pendapatan perusahaan atau di posisi kedua setelah Jakarta dengan kontribusi 20-25% terhadap total sales. Untuk mengikuti program tersebut, nasabah harus membeli produk asuransi MahaCita Protection selama periode Oktober hingga Desember 2015 dengan jumlah minimal premi dasar tahunan Rp30 juta. (Suara Pembaruan, 14/3, Hal. 10)
AXA Mandiri Bayar Klaim Asuransi Rp1,86 Miliar
PT AXA Mandiri Financial Services menyerahkan klaim sebesar Rp1,86 miliar kepada Hajar Rosliana di Kantor Bank Mandiri Regional VII, Surabaya, yang merupakan ahli waris dari Diyah Nugroho, pemegang polis produk Asuransi Mandiri Sejahtera Cerdas. Pemegang polis Asuransi Mandiri Sejahtera Cerdas berhak atas 100% Uang Pertanggungan plus Nilai Investasi yang terbentuk dan pengembalian seluruh premi yang telah dibayarkan ditambah sisa premi yang seharusnya dibayarkan hingga masa asuransi, apabila tertanggung meninggal dunia selama masa pertanggungan. Pembayaran klaim ini juga bagian dari komitmen AXA Mandiri untuk terus meningkatkan kualitas kepada nasabah melalui penerapan nilai Customer Centricity. Asuransi Mandiri Sejahtera Cerdas merupakan salah satu produk asuransi jiwa yang disertai dengan investasi (unit link) yang dipasarkan melalui seluruh cabang Bank Mandiri. (Rakyat Merdeka, 15/3, Hal. 18)
Berita serupa:
- Jawa Pos, 15/3, Hal. 6, Dorong Unit Link
EKONOMI MAKRO & REGULASI
Agen Asuransi Jual Produk Pasar Modal
OJK akan membuka pintu bagi para agen asuransi untuk menjual produk pasar modal. Menurut Dumoly F. Pardede, Deputi Komisioner Pengawas IKNB OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan asosiasi asuransi berencana menandatangani nota kesepahaman (MoU) penjualan produk pasar modal ini pada April mendatang. OJK dan industri asuransi terus menggenjot jumlah agen asuransi untuk mengejar target program 10 juta agen. AAJI menilai sinergi dengan pasar modal perlu diperkuat termasuk penggunaan agen asuransi sebagai saluran penjualan produk pasar modal. AAJI akan melakukan pendataan soal minat agen asuransi untuk memasarkan produk pasar modal seperti reksa dana dan yang penting, kinerja agen dalam mengumpulkan premi bagi perusahaan tidak terganggu. Menurut Dumoly, potensi perolehan dana yang masuk ke pasar modal dengan memanfaatkan agen asuransi cukup besar, bisa setara 10% dari total premi yang dikantongi industri asuransi. Rencana pelibatan agen asuransi ini membutuhkan pelatihan termasuk untuk urusan sertifikasi. Dumoly memperkirakan hasil sinergi ini baru bisa terlihat signifikan setelah berjalan di atas lima tahun. (Kontan, 15/3, Hal. 24)
Berita serupa: Investor Daily, 14/3, Hal. 23, April, Agen Asuransi Bisa Pasarkan Reksa Dana
INFORMASI KEUANGAN
|
Sumber: Kontan / Bank Indonesia
