AAJI Daily News - 18 Maret 2016


HEADLINE NEWS:

  1. Sajikan yang Tebaik
  2. Asuransi & BPJS Sepakati Skema CoB
  3. Semester-I, Jiwasraya Rampungkan Merger Anak Usaha
  4. [Foto] Fokus Bisnis Asuransi
  5. Commonwealth Life Resmikan Kantor Pemasaran di Bandung
  6. Commonwealth Life Buka Kantor Cabang di Bandung
  7. Rendah Penetrasi Industri Asuransi Diri
  8. Commonwealth Life Bidik Premi Rp2 Triliun
  9. Modal Awal BTN Jasindo Life Rp600 M
  10. Jajal Bisnis Asuransi Jiwa
  11. Muamalat-Manulife Layani Asuransi Syariah
  12. Manulife Luncurkan Asuransi Syariah Baru
  13. Muamalat & Manulife Jalin Kerja Sama
  14. [Foto] Asuransi Syariah
  15. Produk Syariah Manulife untuk Kalangan Menengah Bawah
  16. Tren Mengkhawatirkan
  17. Manulife dan Bank Muamalat Luncurkan Zafirah Proteksi Sejahtera
  18. Manulife Fokus Menggenjot Kualitas Agen
  19. MARKPLUS, INC. Gelar Indonesia Marketeers Festival ke-4
  20. Jiwasraya Optimis Kuasai 40% Pasar
  21. AXA Mandiri Didik 200 Tenaga Pendidik PAUD
  22. Dana Kelolaan Investasi Allianz Life Capai Rp26 T
  23. Penaikan Iuran BPJS Dikaji Ulang
  24. Jokowi Cari Tahu Pentingnya Kenaikan Iuran BPJS
  25. Pemerintah Klaim Kenaikan Iuran JKN Sesuai Perhitungan Matang
  26. Tekanan Mereda, BI Rate Turun Jadi 6,75 Persen
  27. BI Rate Turun Lagi
  28. Penurunan BI Rate Belum Efektif Potong Bunga Kredit
  29. Respons Bank Masih Lambat
  30. Stabil, BI Pangkas Suku Bunga otong Bunga Kredit
  31. BI Pangkas BI Rate ke 6,75%
  32. IHSG Bakal Makin Bertenaga
  33. OJK Keluarkan Tiga Peraturan
  34. Sah, Nelayan Punya Payung Hukum Profesi

MENGENAI AAJI

Sajikan yang Terbaik

Selepas CEO Meeting dan perayaan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) tahun 2016, asosiasi melengkapi acara dengan pengumuman karya jurnalistik kepada 6 wartawan dari media cetak dan online. Kompetisi ini diikuti 111 karya tulis dengan dewan juri yang terdiri dari Nini Sumohandoyo (Kepala Departemen Komunikasi AAJI), Togar Pasaribu (Direktur Eksekutif AAJI) dan Pieter Gero (wartawan senior Kompas) memilih artikel wartawan Warta Ekonomi, Fajar Sulaiman, yang mengangkat tema mengenai profesi-profesi yang berkantong tebal. (Warta Ekonomi, ed. 04, Hal. 6)

Asuransi & BPJS Sepakati Skema CoB

Skema koordinasi manfaat atau Coordination of Benefit (CoB) telah disepakati oleh badan penyelenggara jaminan sosial kesehatan (BPJS Kesehatan) dan perusahaan asuransi. Artinya, nanti masyarakat dapat ditanggung ganda melalui BPJS Kesehatan dan asuransi swasta. Adi Purnomo, Kepala Departemen Kode Etik dan Best Practice Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), menyebut, skema CoB ini merupakan hasil pembahasan antara asosiasi asuransi dengan BPJS Kesehatan beberapa waktu lalu di Semarang. Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Rachmat Sentika menuturkan, CoB bertujuan mengatur cover antara asuransi swasta dengan BPJS Kesehatan. Irfan Humaidi, Kepala Departemen Komunikasi dan Humas BPJS Kesehatan mengatakan, beleid CoB nantinya mengatur soal kenaikan kelas rawat inap. Saat ini, dari 52 perusahaan asuransi, sudah ada 9 perusahaan asuransi yang menjalankan skema CoB. (Kontan.co.id, 17/3) http://keuangan.kontan.co.id/news/asuransi-bpjs-sepakati-skema-cob

Narasumber:

-     Adi Purnomo, Kepala Departemen Kode Etik dan Best Practice AAJI

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Semester-I, Jiwasraya Rampungkan Merger Anak Usaha

PT Asuransi Jiwasraya akan merampungkan proses merger dua anak usaha yang bergerak di bidang properti pada akhir semester I-2016 agar bisa fokus pada bisnis asuransi jiwa. Saat ini perseroan memililki dua anak usaha yaitu perusahaan yang khusus mengurus aset gedung dan satu lagi fokus mengurus aset lainnya antara lain PT Stania Binekajasa dan PT Eka Daya Karya Sejahtera. Kedua perusahaan memiliki aset yang berada di Kuningan dan Cilandak Town Square dengan jumlah total aset dua anak usaha setelah merger mencapai Rp7 triliun. Tahun ini, Jiwasraya akan dibuat lebih inovatif dengan memperbesar kontribusi premi dari produk unit linked dan mulai mengembangkan sistem pemasaran melalui digital. Pada 2015, realisasi pendapatan premi Jiwasraya mencapai Rp10,1 triliun dan 80% berasal dari produk tradisional seperti endowment, term life, dan lain-lain, sisanya dari unit linked. Konsistensi perusahaan pada produk tradisional berpengaruh positif terhadap pencapaian perolehan laba tahun lalu. Tahun ini, perseroan akan meningkatkan kontribusi dari unit linked menjadi 30%. Hal itu dilakukan dengan menambah jumlah agen yang sudah berjumlah 18 ribu orang. Perseroan juga menambah rekanan bank melalui jalur bancassurance yang saat ini sudah berjumlah enam bank. Saat ini, dari 54 perusahaan asuransi jiwa yang ada di Indonesia, peringkat tiga besar ditempati oleh perusahaan asuransi jiwa joint venture. Sementara, Jiwasraya menempati posisi keempat dengan nilai aset Rp25 triliun. (Investor Daily, 17/3, Hal. 23)

Berita serupa:

  • Investor Daily, 17/3, Hal. 23, [Foto] Fokus Bisnis Asuransi

Commonwealth Life Resmikan Kantor Pemasaran di Bandung

PT Commonwealth Life meresmikan kantor pemasaran baru di Bandung dan diharapkan dapat memperkuat pengembangan bisnis perseroan di Jawa Barat. Pertumbuhan bisnis Commonwealth Life di Jawa Barat cukup besar, yaitu berkontribusi 40% terhadap premi nasional. Sementara jumlah agen di daerah tersebut mencapai 2.000 orang atau berkontribusi 40% terhadap   jumlah total agen perseroan yang mencapai 5.000 orang. Bandung merupakan kota dengan populasi paling tinggi di Jawa Barat dengan 2,3 juta jiwa. Pertumbuhan ekonomi untuk kategori jasa keuangan dan asuransi mencapai 6,93% dan meningkat sekitar 0,2% setiap tahun. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), keagenan merupakan penyumbang 44,5% dari total premi nasional. Selain mengembangkan kekuatan kanal bisnis di keagenan, Commonwealth Life memperkuat kanal bisnis di bancassurance melalui kemitraan dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Investor Daily, 17/3, Hal. 23)

Berita serupa:

Modal Awal BTN Jasindo Life Rp600 M

PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menargetkan, perusahaan asuransi jiwa patungan antara Jasindo dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) terbentuk pada semester I-2016 dengan modal awal Rp600 miliar. Perusahaan patungan ini bernama PT BTN Jasindo Life. Kedua belah pihak sudah menandatangani kesepakatan mengenai kepemilikan saham, yaitu sebesar 70% untuk BTN, dan 30% untuk Jasindo dan perseroan menunggu hasil due dilligence dari PT Bahana Securities terkait rencana perusahaan untuk jangka pendek dan jangka panjang. Setelah persiapan rampung, BTN dan Jasindo akan mengajukan izin ke OJK. Target utama BTN Jasindo Life adalah menyasar captive market atau nasabah di kedua perusahaan yang bisa dimanfaatkan hingga 2-3 tahun mendatang. Selain membentuk perusahaan asuransi jiwa tahun ini, Jasindo berencana melakukan pemisahan/spin off anak usaha syariah dan sudah masuk tahap fit and proper. Saat ini, kontribusi premi dari unit usaha syariah (UUS) Jasindo baru mencapai Rp180 miliar dan setelah spin off diharapkan bisa mencapai Rp300 miliar. Tahun ini, Jasindo menargetkan pendapatan premi Rp5,5 triliun. Pendapatan premi tahun 2016 akan didominasi oleh sektor korporasi senilai Rp3,9 triliun. Sisanya Rp1,6 triliun dari sektor ritel. Di segmen korporasi, ada tiga sektor yang akan menjadi pendukung pertumbuhan premi: 1) asuransi yang berhubungan dengan industri infrastruktur; 2) sektor migas; dan 3) asuransi satelit. Upaya lain untuk mendongkrak bisnis Jasindo adalah optimalisasi dan penambahan kantor cabang. Saat ini, Jasindo memiliki 88 kantor cabang di Indonesia dan tahun ini akan menambah lima kantor perwakilan di Jawa, Papua, dan Kalimantan. (Investor Daily, 17/3, Hal. 23)

Berita serupa:

  • Indopos, 18/3, Hal. 4, Jajal Bisnis Asuransi Jiwa

Muamalat-Manulife Layani Asuransi Syariah

Bank Muamalat dan Manulife Indonesia bekerja sama menyediakan layanan asuransi syariah terjangkau yang disebut dengan Zafirah Proteksi Sejahtera. Produk asuransi syariah tersebut ditujukan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah agar semua lapisan nasabah bisa menjadi penggunanya karena premi termurah asuransi tersebut Rp 50.000 per bulan, dengan nilai perlindungan 500 kali dari premi. Lalu, nasabah Bank Muamalat tidak perlu mengisi banyak formulir untuk menjadi peserta asuransi dan nasabah hanya perlu datang ke kantor cabang, mengisi aplikasi dan langsung mendapatkan sertifikat. Zafirah Proteksi Sejahtera sendiri ditawarkan melalui jalur perbankan koperasi, perbankan ritel, usaha kecil menengah dan unit keuangan mikro Bank Muamalat. Bank Muamalat sendiri menargetkan sedikitnya ada sekitar Rp 95 miliar premi untuk produk tersebut sampai akhir tahun 2016. Adapun kerja sama antara Manulife Indonesia dengan Bank Muamalat sudah dilakukan sejak Agustus 2015. Kedua perusahaan tersebut telah meluncurkan Zafirah Save Link dan Zafirah Medi Cash. (Inilah.com, 17/3)

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2281720/muamalat-manulife-layani-asuransi-syariah

Berita serupa:

  • The Jakarta Post, 18/3, Hal. 14, Manulife Luncurkan Asuransi Syariah Baru
  • Bisnis Indonesia, 18/3, Hal. 22, Muamalat & Manulife Jalin Kerja Sama
  • Warta Kota, 18/3, Hal. 5, [Foto] Asuransi Syariah
  • Kontan, 18/3, Hal. 24, Produk Syariah Manulife untuk Kalangan Menengah Bawah
  • Indopos, 18/3, Hal. 16, Tren Mengkhawatirkan
  • Investor Daily, 18/3, Hal. 23, Manulife dan Bank Muamalat Luncurkan Zafirah Proteksi Sejahtera

Manulife Fokus Menggenjot Kualitas Agen

Perusahaan asuransi Manulife Indonesia memilih mengutamakan untuk meningkatkan kualitas agen asuransi daripada melakukan penambahan. Menurut Hans, agen asuransi yang berkualitas memegang peranan penting untuk kelangsungan perusahaan yang berpedoman pada keinginan konsumen. Karena itu, Manulife Indonesia memastikan semua agen asuransinya telah dilengkapi dengan lisensi dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Adapun Manulife Indonesia sendiri pernah menyatakan akan memperbanyak jumlah agen asuransi pada tahun ini demi menggenjot pertumbuhan dan adanya rencana melakukan ekspansi. Sampai di awal 2016, perseroan memiliki sekitar 9.000 agen asuransi yang tersebar di 25 kantor pemasaran di Indonesia. Sementara terkait rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang ingin agar agen asuransi bisa merangkap sebagai agen penjual reksadana, Hans de Waal mengatakan memang akan baik adanya jika konsumen bisa membeli beberapa produk keuangan di satu tempat. Namun, dia mengingatkan, jika seandainya itu jadi dilaksanakan, sertifikasi agen di perusahaan asuransi harus lebih ketat karena mereka tidak hanya harus lolos standardisasi AAJI, tetapi juga berlisensi sebagai wakil penjual efek reksadana. (Kontan.co.id, 17/3)

http://m.kontan.co.id/news/manulife-fokus-menggenjot-kualitas-agen

MARKPLUS, INC. Gelar Indonesia Marketeers Festival Ke-4

MarkPlus Inc. bekerja sama dengan PT Asuransi Jiwasraya menggelar Indonesia Marketeers Festival (IMF) 2016 di 17 kota pada 23 Maret-1 Juni 2016. IMF akan dibuka di Medan pada 23 Maret 2016 dan ditutup di Denpasar pada 1 Juni 2016. (Bisnis Indonesia, 18/3, Hal. 26)

Jiwasraya Optimistis Kuasai 40% Pasar

Pemerintah menargetkan PT Asuransi Jiwasraya menguasai 40% market industri asuransi jiwa pada 2019. Untuk merealisasikan target ini, Jiwasraya mengoptimalkan seluruh kapasitas perusahaan dan akan menerapkan sejumlah strategi. Jiwasraya akan memaksimalkan produk dwiguna yang memberikan kepastian imbal hasil dan perlindungan jiwa. Strategi lain adalah perluasan jalur distribusi dan menyasar komunitas yang memiliki jaringan secara nasional. Jiwasraya menargetkan pemasaran via bancassurance tumbuh 120% sepanjang 2016 atau Rp11 triliun. Hingga akhir 2015, pemasaran melalui bancassurance menyumbang premi Rp5 triliun lebih. Perseroan akan meningkatkan tenaga pemasaran dari saat ini 13.000 orang menjadi 27.000 orang pada akhir 2016, tumbuh lebih dari 100%. Strategi terakhir adalah menghadirkan produk spesifik, selain juga menyasar segmen pasar tenaga SDM yang masih aktif, yang berusia menjelang pensiun. Untuk pasar asuransi calon pensiunan ini, perseroan telah meraup Rp816 miliar dalam 1,5 bulan. Peta jalan BUMN sektor jasa keuangan dan perbankan memuat rencana pembentukan holding asuransi BUMN pada 2017. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat raihan pangsa pasar asuransi pelat merah yang hingga akhir tahun lalu baru di bawah 20%. (Bisnis Indonesia, 18/3, Hal. 22)

AXA Mandiri Didik 200 Tenaga Pendidik PAUD

AXA Mandiri dan AXA merespon positif langkah OJK dalam meningkatkan literasi keuangan. AXA Mandiri dan AXA meningkatkan kompetensi 200 tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Perempuan di Jakarta Utara melalui pelatihan teknik pengajaran dan literasi keuangan. Upaya ini sebagai bagian dari komitmen AXA Mandiri dan AXA untuk meningkatkan literasi keuangan di Indonesia, melalui program Perempuan Cerdas Perempuan Mandiri. Program ini telah berjalan sejak Desember 2015 dan lebih dari 2.000 guru telah mendapatkan pelatihan teknik mengajar kreatif, metode membaca nyaring, literasi keuangan, dan pengelolaan keuangan keluarga. Program Perempuan Cerdas Perempuan Mandiri juga menggandeng OJK, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Program ini menyasar 5.000 guru PAUD perempuan di Indonesia dan hingga saat ini 2.151 guru PAUD perempuan di Jakarta telah mendapatkan pelatihan teknik mengajar serta literasi keuangan dari AXA Mandiri dan AXA. Selain Jakarta, program ini akan dijalankan di enam kota besar lain yaitu Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, Palembang, dan Makassar. AXA Mandiri dan AXA juga membagikan 10.000 buku yang berisikan informasi pengembangan teknik mengajar serta literasi keuangan kepada 5.000 tenaga pendidik PAUD. Program ini juga sejalan dengan program Women@AXA yang mendorong peran perempuan di dunia kerja dan masyarakat serta mengajak perempuan untuk dapat memberikan inspirasi kepada orang di sekitarnya. (HE Neraca, 18/3, Hal. 7)

Dana Kelolaan Investasi Allianz Life Capai Rp 26 T

PT Asuransi Allianz Life Indonesia mencatat dana kelolaan investasi hingga Februari 2016 sebesar Rp26,98 triliun dengan sektor yang paling menarik adalah investasi berbasis saham. Pada 2015, dana kelolaan investasi Allianz Life mencapai Rp26,36 triliun, naik 2,94% dibandingkan tahun 2014. Dari nilai tersebut, 45% terdiri atas dana kelolaan unit linked, 35% asuransi jiwa, dan 20% merupakan dana kelolaan asuransi berbasis tabungan dan dana pensiun. Dari segi produk, tahun lalu Smartlink Rupiah Money Market Fund dan Smartlink Guardia Dana Pendapatan Tetap memberikan performa paling bagus. Kedua instrumen ini memberikan return masing-masing 6,42% dan 5,92%. Tahun ini, di tengah iklim investasi yang lebih optimis, ekuitas akan menjadi instrumen yang lebih menarik dengan imbal hasil yang sudah meningkat yaitu 7,4% per 17 Maret 2016. Allianz Life memiliki jenis produk berbasis saham yaitu Smartwealth Rupiah Equity Infrastructure Fund dan Smartwealth Rupiah Equity Indoconsumer Fund. Hingga Desember 2015, dana kelolaan investasi berbasis syariah mencapai Rp1,01 triliun. Produk Allisya Rupiah Fixed Income Fund adalah produk yang memberikan return paling bagus sebesar 3,38%. (Investor Daily, 18/3, Hal. 23)

EKONOMI MAKRO & REGULASI

Penaikan Iuran BPJS Dikaji Ulang

Peraturan Presiden No. 19/2016 sedang dikaji ulang. Perpres ini memuat penaikan iuran BPJS Kesehatan yang semula direncanakan berlaku mulai 1 April 2016. Kajian perpres itu sudah dimulai dan melibatkan semua pemangku kepentingan. Pengkajian perpres itu akan melihat beban biaya per kelas yang paling besar menyebabkan potensi defisit mencapai Rp11 triliun pada 2015. Ada beberapa pilihan yang mungkin dibahas. Sebagai contoh, jika iuran kelas III tidak dinaikkan, beban biaya defisitnya akan diambil dari iuran kelas II begitu pun juga untuk kelas II dan kelas I. Dalam perpres itu terdapat beberapa perubahan iuran peserta BPJS Kesehatan. Untuk peserta pekerja bukan penerima upah dan peserta bukan pekerja, untuk kelas III, naik dari Rp25.500 per orang/bulan menjadi Rp30 ribu. Kelas II naik dari Rp42.500 menjadi Rp51 ribu. Kelas I naik dari Rp59.500 menjadi Rp80 ribu. Komisi IX DPR menolak penaikan iuran BPJS Kesehatan karena pemerintah tidak bisa menjelaskan alasan penaikan tersebut. Ada empat rekomendasi penting yang dikeluarkan. Presiden Joko Widodo berencana memanggil direksi dan manajemen BPJS untuk melihat urgensi penaikan iuran BPJS Kesehatan. (Media Indonesia, 18/3, Hal. 12)

Berita serupa:

  • Koran Tempo, 18/3, Hal. 9, Jokowi Cari Tahu Pentingnya Kenaikan Iuran BPJS
  • Suara Pembaruan, 17/3, Hal. 18, Pemerintah Klaim Kenaikan Iuran JKN Sesuai Perhitungan Matang

Tekanan Mereda, BI Rate Turun Jadi 6,75 Persen

Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan (BI rate) 25 basis poin dari 7% menjadi 6,75%. Suku bunga deposit facility juga turun menjadi 4,75% dan lending facility menjadi 7,25%. Ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter masih terbuka dan kondisi makro ekonomi pun relatif stabil karena tekanan inflasi dan ketidakpastian pasar keuangan global mulai mereda. Penurunan BI rate akan memperkuat konsumsi domestik dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter, BI akan memperkuat kerangka operasional melalui penerapan struktur suku bunga operasi moneter yang konsisten. BI juga akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah dalam hal pengendalian inflasi, stimulus pertumbuhan, dan reformasi struktural. Penurunan BI rate kali ini sesuai ekspektasi pasar. Ekonom Mandiri Sekuritas, Leo Rinaldy, menyatakan, selain inflasi stabil, defisit transaksi berjalan lebih terukur dan neraca keuangan positif. Pertumbuhan ekonomi domestik pada triwulan I 2016 berpotensi terus membaik terutama didukung oleh akselerasi stimulus fiskal. (Koran Tempo, 18/3, Hal. 15)

Berita serupa dapat ditemukan di:

  • Republika, 18/3, Hal. 13, BI Rate Turun Lagi
  • Kontan, 18/3, Hal. 2, Penurunan BI Rate Belum Efektif Potong Bunga Kredit
  • Bisnis Indonesia, 18/3, Hal. 3, Respons Bank Masih Lambat
  • Indopos, 18/3, Hal. 4, Stabil, BI Pangkas Suku Bunga
  • Investor Daily, 18/3, Hal. 1 & 2, BI Pangkas BI Rate ke 6,75%

IHSG Bakal Makin Bertenaga

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi makin bertenaga seiring dengan berbagai sentimen positif, seperti penundaan kenaikan suku bunga The Fed dan penurunan BI rate 25 basis poin ke level 6,75%. Akan tetapi, kembalinya investor asing ke lantai bursa masih akan tersendat akibat sedikitnya pilihan berinvestasi di pasar saham. Sektor perbankan, yang menjadi incaran investor asing, hanya memberikan imbal hasil 2,59%, lebih rendah dari kenaikan IHSG 6,37%. Tidak masuknya investor asing ke saham perbankan juga lantaran rencana pemerintah dan OJK yang menginginkan pemangkasan margin bunga bersih. Penurunan BI rate akan membuat perbankan makin agresif menurunkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR). Penurunan bunga KPR akan berdampak signifikan terhadap penjualan properti karena 75% pembelian properti menggunakan kredit perbankan. Sejumlah bank besar baru menurunkan bunga dalam bentuk promosi bunga tetap selama lima tahun. Secara rata-rata, tingkat bunga KPR industri masih di atas 10%. (Bisnis Indonesia, 18/3, Hal. 13)

OJK Keluarkan Tiga Peraturan

Pemerintah dan DPR menyepakati rancangan undang-undang (RUU) Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (PPSK). Sebelumnya, RUU ini mencakup tiga hal antara lain pemantauan dan pemeliharaan stabilitas sistem keuangan, penanganan krisis sistem keuangan, dan penanganan permasalahan bank sistemik. Titik berat RUU ini terletak pada pencegahan dan penanganan permasalahan bank sistemik sebagai bagian penting dari sistem keuangan. Merespon keputusan ini, OJK segera menyusun beleid turunan UU PPSK dan akan mengeluarkan sedikitnya tiga peraturan OJK (POJK). OJK juga berencana membuat daftar bank masuk dalam kategori sistemik guna mengelompokkan bank bisa berdampak terhadap stabilitas sistem keuangan. Tidak kurang dari 30 bank masuk kategori sistemik dan jika terindikasi sistemik berdasarkan RUU PPSK, maka bank diharuskan melakukan langkah-langkah pencegahan  krisis. (Indopos, 18/3, Hal. 4)

Sah, Nelayan Punya Payung Hukum Profesi

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan Undang-Undang (UU) Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam dalam Rapat Paripurna, Selasa (15/3). Dalam waktu satu bulan ke depan UU sudah tercatat dalam Lembaran Negara atau mendapat nomor. UU Nelayan memang sudah sangat lama diharapkan kehadirannya oleh masyarakat nelayan, pembudidaya ikan, dan petambak garam. Dengan adanya payung hukum ini, nelayan, pembudidaya ikan, dan petambak garam diperhatikan lantaran pemerintah pusat dan daerah wajib menjamin dan melindungi profesi ini. Bentuknya berupa asuransi, jaminan penentuan harga yang menguntungkan, akses pembiayaan modal ke bank lewat lembaga penjaminan, dan pendampingan untuk perjanjian kerja antara nelayan maupun petambak dengan pemilik kapal atau lahan budidaya. Di tahap awal, asuransi nelayan hanya meliputi asuransi jiwa. Diharapkan asuransi juga melindungi nelayan dari risiko usaha mulai tahun depan, seperti halnya asuransi pertanian yang melindungi petani dari risiko gagal panen. Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, KKP menganggarkan Rp250 miliar untuk 1 juta nelayan pada tahap pertama tahun ini. Hanya saja, saat ini belum ditentukan perusahaan asuransi yang digandeng pemerintah untuk mengelola asuransi nelayan. (Kontan.co.id, 17/3) http://industri.kontan.co.id/news/sah-nelayan-punya-payung-hukum-profesi

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13,075

IHSG

4,885,69

BI Rate (per 18 Febuari 2016)

7,00%

Sumber: Kontan / Bank Indonesia

DOWNLOAD PDF