AAJI Daily News - 11 Oktober 2016


HEADLINE NEWS

  1. Asuransi Panen Investasi
  2. AAJI Perkirakan Premi Asuransi Jiwa Tumbuh 15%
  3. Industri Asuransi Kurangi Deposito
  4. Premi Asuransi Jiwa Naik
  5. Sun Life Buka Kantor Keagenan Di Mataram
  6. Chubb Life Perbesar Segmen Bisnis Affluent Dan SME
  7. (Berita Photo) Perolehan Premi Melambat
  8. OJK Bahas Pencabutan Izin
  9. OJK Proses Pencabutan Izin Bakrie Life
  10. Dirut ‘Cabut’, Transformasi Lanjut

MENGENAI AAJI

Asuransi Panen Investasi

Kinerja investasi industri asuransi jiwa pada kuartal kedua tahun ini kembali pulih setelah pada periode yang sama tahun lalu sempat anjlok. Bahkan, capaian hasil investasi tersebut diproyeksi berlanjut hingga semester II tahun ini sejalan dengan gairah di pasar modal. Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim mengatakan pemulihan kinerja investasi pada kuartal ke dua tahun ini dipicu oleh membaiknya indeks harga saham gabungan (IHSG). Akibatnya, beberapa instrumen investasi terkait dengan pasar modal memberikan imbal hasil yang sangat baik.

Bisnis Indonesia – 11/10/2016, hal. 1

Narasumber:

  • Hendrisman Rahim, Ketua Umum, AAJI

AAJI Perkirakan Premi Asuransi Jiwa Tumbuh 15%

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memproyeksikan pertumbuhan pendapatan premi hingga akhir 2016 sekitar 14-15%, lebih rendah dibandingkan prediksi awal yang mencapai 20%. Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim mengatakan, industri asuransi jiwa sulit mencapai pertumbuhan premi 20% karena penetrasi pasar asuransi masih rendah. Dengan demikian, pemasaran asuransi masih beredar di nasabah existing yang memiliki batas maksimal dalam membeli asuransi.

Investor daily – 11/10/2016, hal. 23

Narasumber:

  • Hendrisman Rahim, Ketua Umum, AAJI

Industri Asuransi Kurangi Deposito

Setelah sempat merosot pada triwulan IV-2015, hasil investasi industri asuransi kembali membaik. Pada triwulan II-2016,  hasil investasi industri asuransi mencapai Rp 21,92 triliun. Jumlah ini jauh lebih baik dibandingkan dengan setahun lalu yang minus Rp 710 miliar. Sementara pendapatan premi baru meningkat 10 persen dan total aset tumbuh 10,2 persen. "Tahun ini hasil investasi lebih baik. Pola investasi di industri asuransi pun berubah, antara lain karena ada aturan untuk menempatkan investasi minimal 20 persen pada surat berharga negara," kata Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim di Jakarta, Senin (10/10). Menurut data yang dihimpun AAJI, porsi terbesar penempatan investasi industri asuransi berupa reksa dana, yakni 33,4 persen dari seluruh investasi. Saham merupakan instrumen investasi dengan porsi terbesar kedua, sebanyak 16,2 persen. Selanjutnya berupa surat utang pemerintah (14,5 persen), deposito (14,1) persen, sukuk korporasi (7,7 persen), dan properti (2,8 persen).

Harian Kompas – 11/10/2016, hal. 19

Narasumber :

  • Hendrisman Rahim, Ketua Umum, AAJI

Premi Asuransi Jiwa Naik

Industri asuransi jiwa mencatatkan pertumbuhan premi 10% sampai semester I-2016. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), hingga Juni 2016 perolehan premi industri mencapai Rp 74,6 triliun. Sumbangan premi bisnis baru mencapai Rp 43,4 triliun. Sementara sisanya Rp 31,2 triliun bersumber dari premi lanjutan. Kenaikan premi ikut mendorong aset industri asuransi jiwa. Sampai semester I-2016, aset sektor tersebut naik 10,2% secara year on year menjadi Rp 368,52 triliun. Di sisi lain, jumlah tertanggung asuransi jiwa justru menurun. Hingga Juni 2016, seluruh perusahaan asuransi jiwa di Indonesia menanggung nasabah 56,95 juta jiwa. Jumlah ini menurun dari periode sama di tahun lalu sebanyak 57,02 juta jiwa. Kepala Departemen Komunikasi AAJI Nini Sumohandoyo menyebut, penurunan ini terjadi di segmen peserta kumpulan. Di segmen itu terjadi penurunan sebesar 6,4% menjadi 37,84 juta orang. Meski begitu jumlah nasabah individu tumbuh 15% menjadi 19,1 juta orang.

Harian Kontan – 11/10/2016, hal. 24

Narasumber :

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Sun Life Buka Kantor Keagenan Di Mataram

PT Sun Life Financial Indonesia membuka kantor Agency Developtment Centre Sun Life pertama yang berlokasi di Mataram, pada 5 Oktober 2016. Pembukaan kantor baru ini mencerminkan pengalaman asuransi terbaik, melalui akses dan layanan yang lebih baik kepada nasabah di wilayah penyangga kota. Dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti ruangan pelatihan, serta ruang ujian AAJI bagi para agen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah, kantor baru tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat lokal memperoleh informasi menyeluruh tentang produk perlindungan jiwa untuk mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik.

Investor daily – 11/10/2016, hal. 23

Chubb Life Perbesar Segmen Bisnis Affluent Dan SME

PT Chubb Life Insurance Indonesia akan memperbesar kontribusi bisnis dari segmen kalangan menengah atas (affluent) dan small medium enterprise (SME). Untuk itu, perseroan menambah variasi produk seperti unit linked. Presiden Direktur Chubb Life Indonesia Bill Johnston mengatakan, potensi pertumbuhan masyarakat kelas menengah di Indonesia cukup besar. Hal itu akan memberikan efek kepada pertumbuhan kelas affluent di kemudian hari. Untuk menangkap peluang bisnis di segmen itu, Chubb Life Indonesia melakukan grand launching produk loyalty link dan funds syariah berbasis prinsip syariah bernama global equity fund.

Investor daily – 11/10/2016, hal. 23

(Berita Photo) Perolehan Premi Melambat

Bisnis indonesia 11/10/2016, hal. 23

 

EKONOMI MAKRO DAN REGULASI

OJK Bahas Pencabutan Izin

Otoritas Jasa Keuangan menjajaki pemberian sanksi pencabutan izin usaha kepada PT Asuransi Jiwa Bakrie Life setelah bertahun-tahun hanya dikenakan sanksi pembatasan kegiatan usaha. Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) I OJK Edy Setiadi mengungkapkan pihaknya tengah membahas kemungkinan pemberian sanksi pencabutan izin usaha tersebut. Pembahasan itu dilakukan bersama bidang pengawasan IKNB OJK yang terus memantau perkembangan perusahaan asuransi jiwa tersebut

Bisnis indonesia 11/10/2016, hal. 23

OJK Proses Pencabutan Izin Bakrie Life

Lama tidak terdengar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  tengah  memproses  pencabutan  izin  PT  Asuransi Jiwa Bakrie Life alias Bakrie Life. Pencabutan izin dilakukan setelah OJK dapat memastikan hak pemegang polis telah selesai. Deputi Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Dumoly F. Pardede membenarkan tengah merampungkan proses pencabutan izin Bakrie Life. "Benar sedang diproses," ucap Dumoly. Sayang, ia tidak merinci kapan proses pencabutan izin Bakrie Life selesai dan resmi diumumkan. Sekedar mengingatkan, gagal bayar Bakrie Life terhadap nasabah produk Diamond Investa Bakrie Life terjadi tahun 2010. Saat itu, manajemen Bakrie Life beralasan gagal bayar yang terjadi karena imbas krisis ekonomi tahun 2008.

Kontan.co.id - 10/10/2016 http://keuangan.kontan.co.id/news/ojk-proses-pencabutan-izin-bakrie-life

Dirut ‘Cabut’, Transformasi Lanjut

Otoritas Jasa Keuangan menegaskan transformasi Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 tetap berlanjut meski Direktur Utama perusahaan itu kembali berganti. Firdaus Djaelani, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (IKNB OJK) menuturkan, otoritas menghormati keputusan Fauzi Darwis untuk tidak memperpanjang kontraknya sebagai Direktur Utama AJB Bumiputera 1912. Pihaknya menunggu Badan Perwakilan Anggota (BPA) untuk mengajukan calon Direktur Utama baru.

Bisnis.com - 10/10/2016 http://koran.bisnis.com/read/20161010/445/591011/dirut-cabut-transformasi-lanjut

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

12.987

IHSG

5.381,91

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%

Sumber Kontan.com , Bank Indonesia

Sumber Media:

Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Indopos, Warta Kota, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Analisa (Medan), Tribun Timur (Sulsel), Detik.com, Kompas.com, Antara.com, Antarafoto.com, Tribunnews.com, Okezone.com, Beritasatu.com, Vivanews.co.id, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah InfoBank, Majalah Investor