AAJI Daily News - 17 Maret 2016
HEADLINE NEWS:
- Iuran BPJS Naik, Industri Asuransi Jiwa Yakin Ada Kenaikan Nasabah Baru
- Perusahaan Asuransi Bidik Pasar Jabar
- Perluas Lini Bisnis Commonwealth Life Ekspansi Layanan Asuransi Jiwa ke Kota Bandung
- [Foto] Kantor Pemasaran Baru
- AXA Mandiri dan AXA Tingkatkan Kompetensi Pendidik PAUD Perempuan
- AXA Mandiri Bayar Klaim Rp1,86 Miliar ke Ahli Waris
- Prudential Syariah Tumbuh Lebih dari 20 Persen
- Perizinan Tuntas Semester 1/2016
- Modal Rp600 Miliar untuk Asuransi Jiwa BTN – Jasindo
- Reliance Bidik Premi Rp580 Miliar
- [Foto] MAMI Raih Penghargaan
- Prudential Life Kurangi Saham Sektor Energi
- BI Rate Diproyeksikan 6,75 Persen
MENGENAI AAJI
Iuran BPJS Naik, Industri Asuransi Jiwa Yakin Ada Kenaikan Nasabah Baru
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim menyatakan, secara prinsip kenaikan iuran bagi peserta BPJS Kesehatan tidak memberikan dampak bagi industri asuransi jiwa. Akan tetapi, Hendrisman mengaku optimistis jumlah peserta baru asuransi jiwa akan meningkat. Lebih lanjut, Hendrisman menuturkan, keberadaan BPJS Kesehatan tidak mengganggu industri asuransi jiwa. Pasalnya, BPJS Kesehatan memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat, sementara asuransi berada di atasnya. Secara teroritis, BPJS Kesehatan tidak mengganggu bisnis industri asuransi jiwa. Pada awalnya, diakui Hendrisman memang ada dampak yang terasa, namun lama kelamaan BPJS Kesehatan dan industri asuransi jiwa dapat menjalankan pelayanan masing-masing. (Kompas.com, 14/3) http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/03/14/151500126/Iuran.BPJS.Naik.Industri.Asu ransi.Jiwa.Yakin.Ada.Kenaikan.Nasabah.Baru
Narasumber:
- Hendrisman Rahim, Ketua Umum, AAJI
INDUSTRI ASURANSI JIWA
Perusahaan Asuransi Bidik Pasar Jabar
Jawa Barat menjadi wilayah potensial bagi perusahaan asuransi untuk menggenjot premi. Nasabah asal Jawa Barat (Jabar) bahkan tercatat memberikan andil premi asuransi sekitar 40% dari total premi bruto perusahaan asuransi Commonwealth Life. Pieter Wattimena, Alternative Distribution Channel Director Commonwealth Life mengatakan penghimpunan dana premi asuransi tahun lalu mencapai 1,8 triliun rupiah secara nasional. Dari jumlah tersebut, sekitar 40% merupakan andil dari wilayah Jawa Barat. Pangsa pasar Jabar sangat bagus, terlebih di Kota Bandung. Penduduknya sudah well educated terhadap pentingnya asuransi sekaligus investasi, kata Pieter. Selain membuka cabang, perusahaan juga menargetkan menambah 1.500 agen berlisensi untuk wilayah Jabar pada tahun ini. Saat ini jumlah agen yang sudah terdaftar mencapai lebih dari lima ribu orang. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), keagenan merupakan penyumbang 44,5% dari total premi nasional. Karena itu, Commonwealth Life berupaya mengembangkan jalur distribusi keagenan di kota Bandung. Penetrasi industri asuransi di Indonesia berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), masih sebesar 2,5% per akhir September 2015. (Koran-jakarta.com, 16/3) http://www.koran-jakarta.com/perusahaan-asuransi-bidik-pasar-jabar/
Berita serupa:
- Beritamoneter.com, 16/3. Perluas Lini Bisnis, Commonwealth Ekspansi Layanan Asuransi Jiwa ke Kota Bandung http://www.beritamoneter.com/perluas-lini-binis-commonwealth-life-ekspansi-layanan- asuransi-jiwa-ke-kota-bandung/
- Bisnis Indonesia, 17/3, Hal. 21, [Foto] Kantor Pemasaran Baru
AXA Mandiri dan AXA Tingkatkan Kompetensi Pendidik PAUD Perempuan
AXA Mandiri dan AXA meningkatkan kompetensi 200 tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Perempuan di Jakarta Utara, melalui pelatihan teknik pengajaran dan literasi keuangan. Upaya ini sebagai bentuk komitmen AXA Mandiri dan AXA untuk mendorong kemajuan perempuan serta meningkatkan literasi keuangan di Indonesia, melalui program Perempuan Cerdas Perempuan Mandiri. Program Perempuan Cerdas Perempuan Mandiri juga menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Program tersebut diluncurkan pada 17 Desember 2015 dan telah berjalan di 36 kecamatan di Jakarta. Program ini menyasar 5.000 guru PAUD perempuan di Indonesia. Hingga saat ini 2.151 guru PAUD Perempuan di Jakarta telah mendapatkan pelatihan teknik mengajar serta literasi keuangan dari AXA Mandiri dan AXA. Selain di Jakarta, program ini akan dijalankan di enam kota besar lain di Indonesia tahun ini, yakni di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, Palembang, dan Makassar. Kegiatan tersebut juga melibatkan sukarelawan dari AXA Mandiri dan AXA. Untuk menunjang program ini, AXA Mandiri dan AXA juga membagikan buku yang berisikan informasi pengembangan teknik mengajar serta literasi keuangan kepada 5.000 tenaga pendidik PAUD. Perempuan Cerdas Perempuan Mandiri juga dilaksanakan karena sejalan dengan program Women@AXA yang mendorong peran perempuan baik di dunia kerja dan masyarakat serta mengajak perempuan untuk dapat memberikan inspirasi kepada orang di sekitarnya. Selain Women@AXA, kegiatan yang akan berlangsung selama satu tahun ini pun dijalankan sesuai dengan kajian AXA, IFC, dan Accenture mengenai pasar asuransi terkait perempuan di 10 negara berkembang bertajuk She for Shield: Insure Women to Better Protect All. Kajian tersebut menyatakan perempuan menjadi peluang terbesar di dunia asuransi global dengan premi US$ 1,7 triliun tahun 2030 seiring meningkatnya kebutuhan perempuan akan perlindungan di masa depan. Di Indonesia, tingkat pertumbuhan premi dari segmen perempuan menjadi yang tercepat di antara 10 negara berkembang lainnya, diprediksi mencapai US$ 9-14 miliar pada 2030 atau naik 10-16 kali lipat dari saat ini. (Beritasatu.com, 15/3) http://www.beritasatu.com/pendidikan/354941-axa-mandiri-dan-axa-tingkatkan-kompetensi- pendidik-paud-perempuan.html
AXA Mandiri Bayar Klaim Rp1,86 Miliar ke Ahli Waris
PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menyerahkan klaim sebesar Rp1,86 miliar kepada Hajar Rosliana di Kantor Bank Mandiri Regional VIII, Surabaya, Jawa Timur. Hajar Rosliana merupakan ahli waris dan istri dari Diya Nugroho pemegang polis produk Asuransi Mandiri Sejahtera Cerdas. Pemegang polis Asuransi Mandiri Sejahtera Cerdas berhak atas 100% Uang Pertanggungan plus Nilai Investasi yang terbentuk dan pengembalian seluruh premi yang telah dibayarkan ditambah dengan sisa premi yang seharusnya dibayarkan hingga masa asuransi, apabila tertanggung meninggal dunia selama masa pertanggungan. Pembayaran klaim ini juga menjadi bagian dari komitmen AXA Mandiri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah, melalui penerapan nilai Customer Centricity yaitu menempatkan setiap nasabah sebagai fokus utama dari seluruh kegiatan perusahaan. Asuransi Mandiri Sejahtera Cerdas merupakan salah satu produk asuransi jiwa yang disertai dengan investasi (Unit Link) yang dipasarkan melalui seluruh cabang Bank Mandiri. Produk unggulan AXA Mandiri ini telah menjadi referensi utama para nasabah dalam membantu merencanakan keuangan dan menyiapkan dana pendidikan bagi anak-anak mereka. Untuk mendukung upaya pemerintah meningkatkan penetrasi asuransi di masyarakat, AXA Mandiri terus mengembangkan produk-produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. (Metrotvnews.com, 16/3) http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2016/03/16/499268/axa-mandiri-bayar-klaim-rp1-86- miliar-ke-ahli-waris
Prudential Syariah Tumbuh Lebih dari 20 Persen
Unit syariah Prudential (Prusyariah) mencatat pertumbuhan lebih dari 20% dibanding tahun lalu. Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan Prudential pun membuka kemungkinan untuk bekerjasama dengan bank. “Sampai dengan sekarang Prusyariah pertumbuhannya lebih dari 20% dari tahun lalu,” kata Nini Sumohandoyo, Direktur Corporate Marketing & Communications Prudential Indonesia. Untuk meningkatkan pertumbuhan, Prudential juga bekerja sama dengan lima bank di Indonesia. Sebagai langkah edukasi konsumen mengenai asuransi syariah, lanjut Nini, pihaknya sedang menjajaki kerjasama dengan salah satu organisasi. Namun, menurut Nini, edukasi masif mengenai Prusyariah yang kontinu tetap berasal dari agen. Saat ini lebih dari 60 ribu agen Prudential telah memiliki lisensi asuransi syariah, sehingga mereka dapat memasarkan produk Prusyariah. Lisensi ini telah menjadi komplemen bagi agen yang ingin mengambil ijin memasarkan asuransi syariah, selain lisensi dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) yang telah menjadi suatu kewajiban bagi agen asuransi. Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) telah mewajibkan agen yang ingin memasarkan produk asuransi syariah untuk memperoleh lisensi agen asuransi syariah. (Indopos.co.id, 16/3) http://www.indopos.co.id/2016/03/prudential-syariah-tumbuh-lebih-dari-20-persen.html
Perizinan Tuntas Semester I/2016
PT Asuransi Jasa Indonesia menargetkan proses perizinan pendirian perusahaan asuransi jiwa patungan dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk bisa dituntaskan pada semester I/2016. Direktur Operasi Ritel Jasindo, Sahata L. Tobing mengatakan pengajuan pendirian izin perusahaan patungan belum diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena proses pembentukan struktur organisasi masih belum dirampungkan terutama untuk proses seleksi BOD (board of directors). Total modal yang akan disetorkan senilai Rp600 miliar dengan pembagian porsi 70% dari BTN dan sisanya 30% dari Jasindo. Pada tahap awal pengoperasian, target pasar akan ditujukan kepada nasabah BTN dan Jasindo lalu akan dilakukan diversifikasi pemasaran untuk menggaet lebih banyak nasabah. Saat ini, Jasindo menunggu penerbitan izin pemisahan unit usaha syariah (UUS) yang telah diajukan pada Februari lalu. OJK telah menerima pengajuan izin pemisahan UUS dari tiga perusahaan asuransi yaitu PT Asuransi Jiwa Manulife, PT Jasindo, dan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera. Berdasarkan UU No. 40/2014 setiap pihak yang melakukan usaha perasuransian wajib terlebih dahulu mendapat izin usaha dari OJK dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Selain itu, UU ini juga menyebutkan bahwa perusahaan asuransi atau reasuransi yang memiliki UUS dengan nilai dan dana investasi peserta telah mencapai paling sedikit 50%, maka diwajibkan melakukan pemisahan UUS selambat-lambatnya 10 tahun sejak UU tersebut diundangkan atau pada 2024. (Bisnis Indonesia, 17/3, Hal. 21)
Berita serupa:
- Kontan, 17/3, Hal. 24, Modal Rp600 Miliar untuk Asuransi Jiwa BTN-Jasindo
Reliance Bidik Premi Rp580 Miliar
PT Asuransi Reliance Indonesia menargetkan perolehan premi senilai Rp580 miliar atau meningkat 16% dari capaian tahun lalu. Pertumbuhan premi tahun ini akan didorong oleh peningkatan pelayanan, pengembangan produk, dan pendirian UUS yang belum lama ini izinnya diterbitkan OJK. Tahun lalu, perusahaan juga mencatat kinerja yang cukup positif di tengah lesunya industri otomotif, dengan pencapaian pertumbuhan premi 40% atau tumbuh di atas rata-rata industri yang berkisar 30%. Perusahaan berminat memasarkan produk asuransi syariah lantaran potensi pasar syariah di Indonesia masih sangat besar. Berdasarkan data OJK, hingga akhir tahun lalu, penetrasi pasar asuransi syariah hanya mencapai 1,59%. Adapun, total aset asuransi syariah pada 2015 mencapai Rp26,52 triliun atau meningkat dibandingkan total aset pada 2014 senilai Rp22,36 triliun. PT Asuransi Rama Satria Wibawa menargetkan pendapatan premi senilai Rp250 miliar hingga akhir 2016, naik 95%. Asuransi Rama akan fokus pada segmen medium dan retail. (Bisnis Indonesia, 17/3, Hal. 21)
[Foto] MAMI Raih Penghargaan
Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Legowo Kusumonegoro, menerima penghargaan dari Publisher and Founder Asia Asset Management Tan Lee Hock pada malam penghargaan Best of the Best Awards 2015 di Hotel Four Season Hong Kong (15/3). MAMI meraih penghargaan Best Fund House atau perusahaan Manajer Investasi Terbaik di Indonesia dan CEO of the Year. (Kontan, 17/3, Hal. 24)
Prudential Life Kurangi Saham Sektor Energi
PT Prudential Life Assurance mulai mengurangi kepemilikan saham pada sektor energi. Meskipun harga komoditas masih tiarap, pihaknya tidak begitu banyak mengurangi saham energi. Kebijakan investasi Prudential dipercayakan kepada PT Eastspring Investments Indonesia yang merupakan bagian dari Prudential plc (UK). Penurunan porsi investasi pada sektor energi dikarenakan turunnya harga saham-saham energi. Eastspring menerapkan strategi investasi bottom up, artinya Eastspring melihat valuasi dan prospek dari perusahaan yang akan dipilih untuk memarkirkan investasinya. (Kontan, 17/3, Hal. 24)
EKONOMI MAKRO & REGULASI
BI Rate Diproyeksikan 6,75 Persen
Bank Indonesia (BI) kembali mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) untuk merumuskan kebijakan moneter pada Rabu dan Kamis ini dan diyakini bakal menurunkan suku bunga acuan dari 7,00% menjadi 6,75%. Salah satu dasar penurunan BI rate adalah stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Inflasi per Februari berada pada level 4,42% dan rupiah belakangan ini bergerak pada kisaran Rp13 ribu sampai Rp13.200 per dolar AS, kata Wellian Wiranto, Ekonom OCBC. Menurut Eric Sugandi, Ekonom Kenta Institute, beberapa faktor penurunan BI rate antara lain nilai tukar rupiah yang berada dalam tren penguatan dan positifnya neraca perdagangan, surplus 1,10 miliar dolar AS berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik. Impact ke growth ada tetapi membutuhkan rate cut lebih lanjut dan GWM (giro wajib minimum) primer dalam rupiah cut lebih lanjut agar signifikan, kata Eric. GWM primer dalam rupiah baru diturunkan dari 7,5% menjadi 6,5% dan kebijakan ini mulai berlaku Rabu (16/3). BI menegaskan bahwa BI rate tidak mungkin diturunkan hingga 4% karena inflasi masih di atas 4%. (Republika, 17/3, Hal. 15)
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
13,169 |
|
IHSG |
4,861,44 |
|
BI Rate (per 18 Febuari 2016) |
7,00% |
Sumber: Kontan/Bank Indonesia
