AAJI Daily News - 21 Januari 2016
HEADLINE NEWS
- Industri Asuransi Umum Baru Miliki 19 Aktuaris
- PT. Taspen Resmikan Kantor Cabang di Ende
- PT. Taspen Buka Cabang di Ende
- Pelaku Usaha Pasang Target Tinggi
INDUSTRI ASURANSI JIWA
Industri Asuransi Umum Baru Miliki 19 Aktuaris
Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) mencatat hingga saat ini baru 19 tenaga ahli aktuaris yang digunakan pelaku jasa industri asuransi umum. Ketua Umum PAI, Rianto A. Djojosugito mengatakan hingga awal 2016 ini jumlah anggota asosiasi mencapai 399 orang, yaitu terdiri dari 206 anggota fellow dan 193 anggota associate. Padahal, di Indonesia ada 85 perusahaan asuransi umum dan 51 perusahaan asuransi jiwa. Jika diasumsikan setiap perusahaan asuransi umum membutuhkan kira-kira 2 aktuaris fellow dan 3 aktuaris associate, maka industri membutuhkan 170 aktuaris fellow and 255 aktuaris associate. Sedangkan, jika perusahaan asuransi jiwa membutuhkan kira-kira 4 aktuaris fellow dan 6 aktuaris associate, maka dibutuhkan 204 aktuaris fellow and 306 aktuaris associate. Terkait dengan kelangkaan sumberdaya manusia itu, Rianto menegaskan pihaknya telah bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan dan Asosiasi Asuransi untuk meningkatkan jumlah aktuaris. (Bisnis.com, 20/1)
http://finansial.bisnis.com/read/20160120/215/511123/industri-asuransi-umum-baru-miliki-19-aktuaris
PT. Taspen Resmikan Kantor Cabang di Ende
PT. Taspen meresmikan kantor cabang baru di Ende, NTT, yang menjadi kantor ke-52 di yang diresmikan perusahaan. Pertimbangan utama mengapa Taspen membuka cabang di Ende karena Taspen memiliki kewajiban untuk melayani pensiunan dan PNS dengan baik. Kantor cabang Ende melayani 9 daerah di NTT meliputi Kab. Ende, Sikka, Ngada, Manggarai, Flores Timur, Manggarai Barat, Lembata, Nagekeo, dan Manggarai Timur dengan jumlah peserta mencapai 64.894 orang dan peserta aktif 48.767 orang, pensiunan 16.127 orang. Tahun lalu, laba perseroan mencapai 94 persen dari Rp570 miliar. Aset perseroan naik 16,4 persen tahun lalu menjadi Rp1,72 triliun. Kedepan, perseroan menargetkan pertumbuhan aset 10-12% dari total aset saat ini. Sementara dana kelolaan ditargetkan bisa tumbuh 15%. (Rakyat Merdeka, 21/1, Hal. 15)
Berita Serupa:
- Suara Pembaruan, 20/1, Hal. 25, PT. Taspen Buka Cabang di Ende.
Pelaku Usaha Pasang Target Tinggi
Direktur Operasidan Ritel PT. Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), Sahata L. Tobing, menjelaskan pihaknya telah mengajukan permohonan izin kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada bulan ini untuk mendorong kinerja anak usaha di bidang syariah. Pada awal tahun beroperasi, anak usaha tersebut akan difokuskan untuk memperkuat organisasi, di samping juga akan memperkuat penetrasi pasar dengan mengembangkan sejumlah produk asuransi syariah. Sejumlah produk ini antara lain asuransi perjalanan islami, asuransi program haji, dan tabungan haji. Regulasi mengatur modal awal anak usaha asuransi syariah wajib mencapai Rp 25 miliar. Kewajiban spin off unit usaha syariah perusahaan asuransi diamanatkan dalam UU no. 40/2014 tentang Perasuransian di mana unit usaha syariah (UUS) wajib memisahkan diri dari induk usaha setidaknya dalam kurun 10 tahun sejak berlakunya UU atau pada tahun 2024. Di sisi lain, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia juga menargetkan pertumbuhan signifikan bagi unit usaha syariah yang diharapkan menjadi entitas mandiri tahun ini. Chris Bendl, Presiden Direktur Manulife Indonesia, mengatakan unit usaha syariah dapat mencatat pertumbuhan premi di kisaran 30% pada tahun ini.
Sementara itu, sejumlah perusahaan asuransi milik pemerintah mematok imbal hasil moderat pada tahun ini. Hendrisman Rahim, Direktur Utama PT. Asuransi Jiwasraya menuturkan perusahaan menargetkan dapat meraup hasil investasi dua digital pada 2016. Pada 2015, imbal hasil Jiwasraya berada di bawah target, meski laba perusahaan tetap di atas rencana kerja. Jiwasraya menargetkan target perolehan premi tumbuh 52% dari target 2015.
(Bisnis Indonesia, 21/1, Hal. 21)
