AAJI Daily News - 9 November 2016


HEADLINE NEWS

  1. Teknologi Informasi Jadi Kunci
  2. Premi Asuransi Jiwa Bisa Naik Hingga 30%
  3. Asuransi Jiwa Waspadai Fluktuasi Di 2017
  4. Industri Asuransi Berperan Penting Dalam Pembangunan Infrastruktur
  5. Melantai Di Bursa Jadi Solusi
  6. Holding AJB Bumiputera Disiapkan IPO
  7. Sun Life Incar 2.000 Agen Syariah
  8. Premi Taspen Life Melonjak
  9. Asuransi Untuk 61 Penyakit Kritis
  10. Pembiayaan Geser Asuransi
  11. Aset Syariah Nonbank Meningkat Pesat
  12. Teropongan Bisnis Tahun Depan Versi BCA Life
  13. (SEREMONIA) Sinergi Bancassurance J Trust Bank dan Panin Dai-ichi Life
  14. (Berita Photo) Bancassurance Deal
  15. (Berita Photo) Prospek Industri Asuransi Syariah
  16. (Berita Photo) Prospek Asuransi Jiwa Syariah
  17. (Berita Photo) Kerjasama Bancassurance J Trust-Panin Dai-Ichi Life
  18. (Berita Photo) Positif Prospek Asuransi Jiwa Syariah

MENGENAI AAJI

Teknologi Informasi Jadi Kunci

Pengembangan teknologi informasi menjadi syarat utama bagi industri asuransi agar mampu merealisasikan target yang diproyeksikan bertumbuh signifikan pada 2017. Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), menjelaskan pengembangan teknologi informasi (TI) akan menjadi landasan bagi ekspansi asuransi baik untuk pengembangan produk maupun inovasi layanan. “Tidak bisa tidak TI harus digunakan sebagai backbone bisnis asuransi,” ujarnya kepada Bisnis baru-baru ini. Selain itu, Togar mengatakan para pelaku asuransi jiwa dituntut untuk menghadirkan inovasi produk yang berbeda dari asuransi konvensional yang selama ini telah dipasarkan.

Bisnis Indonesia - 09/11/2016, Hal. 21

Narasumber:

-             Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif, AAJI

Premi Asuransi Jiwa Bisa Naik Hingga 30%

Pelaku asuransi jiwa memandang prospek bisnis di tahun depan masih cerah. Hal ini tercermin dalam target premi perusahaan asuransi jiwa di tahun depan. Hendrisman Rahim, Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) bilang, selama 10 tahun terakhir, rata-rata premi asuransi jiwa di Indonesia tumbuh dua digit per tahun. Hitungan AAJI, premi asuransi jiwa setiap tahunnya tumbuh berkisar 10%-30%. Pertumbuhan tersebut diperkirakan konsisten pada tahun depan. Hingga kuartal III-2016, pertumbuhan premi asuransi jiwa 13%- 15%. AAJI optimistis perolehan premi di tahun ini akan tumbuh lebih tinggi dari tahun lalu. "Kami yakin 51 perusahaan asuransi jiwa dapat mempertahankan pertumbuhan. Targetnya, dalam 10 tahun mendatang, kami dapat menjadi industri yang kuat di ASEAN," kata Hendrisman.

Harian Kontan – 09/11/2016, Hal. 24

Narasumber :

  • Hendrisman Rahim, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)

Asuransi Jiwa Waspadai Fluktuasi Di 2017

Pelaku industri asuransi jiwa percaya diri melangkahkan kaki di tahun mendatang. Meski demikian, ada secuil tantangan yang siap mengintai di tahun depan. Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim menuturkan, selama 10 tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan asuransi jiwa di Indonesia di atas 10% per tahun. Pihaknya masih memandang optimistis kondisi ini dapat terus berlangsung. Menurut prediksi AAJI, pertumbuhan asuransi jiwa setiap tahun berada di rentang 10%-30%. Pertumbuhan tersebut diperkirakan akan konsisten pada tahun depan. Pihaknya optimistis, tahun ini, akan ditutup dengan pertumbuhan lebih tinggi dari tahun lalu.

Kontan.co.id - 08/11/2016 http://keuangan.kontan.co.id/news/asuransi-jiwa-waspadai-fluktuasi-di-2017

Narasumber :

  • Hendrisman Rahim, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)

Industri Asuransi Berperan Penting Dalam Pembangunan Infrastruktur

Sekretaris Jenderal ASEAN Insurance Council (AIC) Evelina Pietruschka menilai industri asuransi di ASEAN bisa menjadi kontibutor penting bagi perekonomian mengingat kemampuannya dalam menyediakan pembiayaan jangka panjang, selain menyediakan perlindungan untuk berbagai aktivitas perekonomian. Industri asuransi ASEAN memiliki lebih dari 500 perusahaan yang selama periode 2009-2014 mengalami pertumbuhan premi dua kali lipat menjadi US$85 miliar. "Asuransi bersifat jangka panjang dan merupakan investasi yang stabil sifatnya sehingga bisa dimanfaatkan untuk pembiayaan infrastruktur (infrastructure financing) untuk mendorong pembangunan nasional mengingat selama ini infrastruktur menjadi bottleneck pertumbuhan ekonomi," ujar Evelina di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (8/11/2016). Hal senada juga diungkapkan Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim. Menurutnya, premi asuransi jiwa ASEAN pada 2015 mencapai US$65  miliar,  potensi  dana  jangka  panjang  yang dapat dimanfaatkan untuk membiayai proyek infrastruktur. "Investor jangka panjang seperti asuransi dan dana pensiun memainkan peran penting dalam pengembangan pasar modal dan proyek pembiayaan infrastruktur. Industri asuransi jiwa bisa menginvestasikan sebagian dananya ke dalam obligasi infrastruktur," kata  Hendrisman

Wartaekonomi.co.id - 08/11/2016 http://wartaekonomi.co.id/read/2016/11/08/119483/industri-asuransi-berperan-penting-dalam-pembangunan- infrastruktur.html

Narasumber :

  • Hendrisman Rahim, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Melantai Di Bursa Jadi Solusi

Proses restrukturisasi Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 terus bergulir dan kini sedang dipertimbangkan solusi penyelesaian melalui pasar modal. Konsep yang sedang dibahas berupa pembentukan perusahaan holding yang nantinya akan diakuisisi oleh salah satu emiten di Bursa Efek Indonesia ataupun menggelar aksi penawaran saham perdana (IPO). Nurhaida, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan, mengatakan konsep restrukturisasi AJB Bumiputera telah diajukan pengelola statuter dan dalam proses pembahasan informal. Dalam skema tersebut, lanjutnya, opsi yang bergulir berupa pembentukan perusahaan holding yang membawahi seluruh anak usaha AJB Bumiputera. Perusahaan tersebut, lanjutnya, tidak dirancang untuk secara langsung menggelar IPO di pasar modal.

Bisnis Indonesia - 09/11/2016, Hal. 1

Holding AJB Bumiputera Disiapkan IPO

Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 dikabarkan akan membentuk induk usaha (holding) baru yang membawahi anak-anak usaha perseroan. Entitas ini disiapkan untuk melangsungkan penawaran  umum perdana (Initial Public Offering/IPO) saham tahun depan. Direktur keuangan dan investasi PT Asabri Hari Setianto mengatakan, berdasarkan informasi dari pelaku pasar dan regulator, pembentukan holding investment tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi Bumiputera secara menyeluruh.

Investor Daily – 09/11/2016, Hal. 13

Sun Life Incar 2.000 Agen Syariah

PT Sun Life Financial Indonesia menargetkan dapat menggaet 2.000 agen asuransi khusus syariah pada akhir 2016 untuk menopang kinerja unit bisnis tersebut. Kepala Divisi Unit Bisnis Syariah PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) Sri kandi Utami menjelaskan hingga saat ini perusahaan telah memiliki 1.700 agen asuransi syariah. Pihaknya bakal terus menambah jumlah agen khusus tersebut. Menurutnya, Sun Life juga mendorong kualitas tenaga pemasar sembari terus membuka kantor-kantor cabang baru di sejumlah wilayah yang potensial. “Sekarang jumlah agen khusus syariah 1.700. Kami targetkan sampai akhir tahun 2.000 (agen),” ujarnya.

Bisnis Indonesia - 09/11/2016, Hal. 21

Premi Taspen Life Melonjak

PT Asuransi Jiwa Taspen membukukan perolehan premi Rp 321 miliar sampai Oktober 2016, atau tumbuh 245% secara tahunan. Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) Maryoso Sumaryono mengatakan, pertumbuhan premi telah melampaui target Rp 180 miliar. Dia mengungkapkan, pertumbuhan premi yang signifikan didorong oleh meningkatnya minat pasar terhadap produk asuransi jiwa kumpulan yang dipasarkan Taspen Life. “Asuransi jiwa kumpulan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap total pendapatan premi, sedangkan kontribusi premi dari segmen individu masih di bawah Rp 1 miliar,” kata Maryoso.

Bisnis Indonesia - 09/11/2016, Hal. 21

Asuransi Untuk 61 Penyakit Kritis

PT Prudential Indonesia mencatat, jumlah klaim akibat penyakit kritis meningkat 18 persen, sedangkan nilai klaimnya meningkat 54 persen pada Juni 2016. Tingginya kasus klaim tersebut mendorong Prudential Indonesia untuk meluncurkan produk asuransi bernama Prucrisis Cover Benefit Plus 61. Ini merupakan produk asuransi tambahan yang menawarkan perlindungan kondisi kritis yang komprehensif dan melindungi 61 kondisi kritis termasuk stroke, jantung, kanker, gagal ginjal, serta prosedur angioplasty.

Wartakota – 09/11/2016, hal. 13

Pembiayaan Geser Asuransi

Perusahaan pembiayaan syariah menggeser posisi perusahaan asuransi syariah sebagai penyumbang terbesar pertumbuhan aset industri keuangan non bank atau IKNB syariah. Data statistik IKNB syariah dari Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan total aset per September 2016 mencapai Rp 85,09 triliun, atau tumbuh 31,75% jika dibandingkan total aset pada Desember 2015 yang tercatat Rp 64,88 triliun. Chief of Product Proposition & Sharia PT FWD Life Indonesia Ade Bungsu. Dia mengatakan pada tahun depan perusahaan berharap bisnis asuransi syariah yang saat ini dijalankan dalam bentuk UUS dapat menyumbang 10% dari total pendapatan premi perusahaan. Guna mencapai target tersebut, pihaknya akan meluncurkan beberapa produk baru yang akan dilakukan secara bertahap mulai menjelang akhir tahun ini hingga di tahun berikutnya.

Bisnis Indonesia - 09/11/2016, Hal. 21

Aset Syariah Nonbank Meningkat Pesat

Aset industri keuangan nonbank syariah, termasuk asuransi jiwa syariah, pada 2015 tercatat Rp 85,09 triliun, meningkat sekitar tujuh kali lipat dibandingkan dengan aset pada 2010 sebesar Rp 10,5 triliun. Demikian diungkapkan Direktur Industri Keuangan Nonbank Syariah Otoritas Jasa Keuangan Moch Muchlasin dalam temu media dengan tema prospek asuransi syariah pada 2017, di Jakarta, Selasa (8/11). Muchlasin menyatakan, kinerja asuransi jiwa syariah kemungkinan tetap berkembang pada 2017. Menurut Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia Taufik Marjunihadi, baru sekitar 9,6 persen masyarakat yang tahu tentang asuransi syariah. Anggota Dewan Pengawas Syariah FWD Life, Agus Siswanto, mengatakan, teknologi digital akan mempercepat proses sosialisasi, edukasi, dan akses terhadap produk asuransi jiwa syariah.

Kompas – 09/11/2016, Hal. 18

Teropongan Bisnis Tahun Depan Versi BCA Life

Tahun 2016 segera berakhir. Perusahaan asuransi jiwa beramai-ramai memetakan peluang dan tantangan demi meningkatkan kinerja pada tahun 2017. Christine Setyabudhi, Presiden Direktur & CEO PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) memandang lebih optimistis asuransi jiwa tahun depan. Hal ini mengingat kinerja industri asuransi jiwa sepanjang 2016 yang terus berkembang setelah sempat stagnan tahun lalu. "Optimisme ini didukung oleh faktor makro yaitu semakin membaiknya roda ekonomi dengan beberapa kebijakan atau program pemerintah serta keberhasilan tax amnesty," ujar Christine kepada KONTAN, Selasa (8/11).

Kontan.co.id - 08/11/2016 http://keuangan.kontan.co.id/news/teropongan-bisnis-tahun-depan-versi-bca-life

(SEREMONIA) Sinergi Bancassurance J trust Bank dan Panin Dai-ichi Life

Untuk memenuhi kebutuhan asuransi masyarakat Indonesia yang semakin meningkat, Panin Dai-ichi Life dan J Trust Bank melakukan acara simbolis penandatanganan kerjasama strategis pada senin (7/11). Acara tersebut dihadiri Direktur Utama J Trust Bank Ahmad Fajar didampingi Direktur Bisnis J Trust Bank Ritsuo Ando.

Kompas – 09/11/2016. Hal. 12

(Berita Photo) Bancassurance Deal

The Jakarta Post – 09/11/2016, Hal. 15

(Berita Photo) Prospek Industri Asuransi Syariah

Harian Kontan – 09/11/2016, Hal. 25

(Berita Photo) Prospek Asuransi Jiwa Syariah

Bisnis Indonesia - 09/11/2016, Hal. 21

(Berita Photo) Kerjasama Bancassurance J Trust-Panin Dai-Ichi Life

Antarafoto.com - 7/11/2016 http://www.antarafoto.com/bisnis/v1478511004/kerjasama-bancassurance-j-trust-panin-dai-ichi-life

 

(Berita Photo) Positif Prospek Asuransi Jiwa Syariah

Antarafoto.com - 08/11/2016 http://www.antarafoto.com/bisnis/v1478593510/positif-prospek-asuransi-jiwa-syariah

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.118

IHSG

5.426,34

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%

Sumber Kontan.com , Bi Rate

Sumber Media:

Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Indopos, Warta Kota, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Analisa (Medan), Tribun Timur (Sulsel), Detik.com, Kompas.com, Antara.com, Antarafoto.com, Tribunnews.com, Okezone.com, Beritasatu.com, Vivanews.co.id, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah InfoBank, Majalah Investor