AAJI Daily News - 16 - 18 Januari 2016


HEADLINE NEWS

  1. AIA Luncurkan Life Secure
  2. AIA Life Secure: Proteksi untuk Individu Aktif dan Independen
  3. Luncurkan Produk Asuransi untuk Pekerja Independen
  4. Taspen Bidik Dana Kelolaan Rp160 Triliun
  5. Tantangan Bekerja di Asuransi Negara
  6. Upaya Jitu Tingkatkan Semangat Kerja Agen
  7. MNC Life Sasar Premi Capai Rp500 Miliar
  8. MNC Life Targetkan 15.000 Agen Tahun Ini
  9. [Foto] Target MNC Life
  10. MNC Life Incar Premi Rp500 Miliar
  11. MNC Life Targetkan Pertumbuhan Premi 100%
  12. Tahun Ini Kami Deepening dan Expanding
  13. Direcoki Bom, BI Rate Direspons Dingin
  14. BI Rate Menuju 6,75%

INDUSTRI ASURANSI JIWA

AIA Luncurkan Life Secure

Asuransi AIA Financial meluncurkan produk baru AIA Life Secure, diperuntukkan bagi individu aktif dan independen. Produk ini cocok untuk pekerja aktif dan independen serta entrepreneur di Indonesia. Dengan proteksi ini, AIA Life Secure memberikan perlindungan asuransi tambahan seperti pengembalian biaya rumah sakit dan operasi kritis, pembebasan premi untuk disabilitas total dan permanen, santunan tambahan akibat kecelakaan, dan santunan meninggal jika pemegang polis meninggal adalah anak. Proteksi ini menyasar target nasabah pekerja aktif terutama yang bergerak di sektor usaha menengah (UKM) yang saat ini berjumlah 60 juta di Indonesia. AIA Life Secure memberikan manfaat untuk 128 penyakit  kritis.  (Indopos, 16/1, hal. 14)

Berita serupa dapat ditemukan di:

  • Rakyat Merdeka, 17/1, hal. 15. AIA Life Secure: Proteksi untuk Individu Aktif dan Independen
  • Koran Tempo, 18/1, hal. 6. Luncurkan Produk Asuransi untuk Pekerja Independen

Taspen Bidik Dana Kelolaan Rp160 Triliun

PT Taspen membidik pertumbuhan dana kelolaan tahun in yang cukup besar dari perolehan tahun 2015 melalui strategi pembukaan kantor cabang serta pengembangan produk Taspen yang dimulai sejak pertengahan 2015. Tahun ini, target dana kelolaan Taspen sebesar Rp160 triliun. Kenaikan dana kelolaan didorong oleh peningkatan layanan pembayaran manfaat pensiun. Selain itu, Taspen giat melakukan pengembangan terhadap produk perlindungan kecelakaan dan kematian. Dalam rangka menarik minat nasabah, Taspen mengembangkan layanan dengan merambah dunia digital sehingga pensiunan tidak perlu lagi repot-repot datang ke Taspen untuk mencairkan klaimnya karena mulai diberlakukan sistem online serta aplikasi mobile. Layanan Taspen kepada para pensiunan hanya membutuhkan waktu satu jam asalkan dokumen yang diajukan lengkap. (Kontan, 16/1, hal. 11)

Tantangan Bekerja di Asuransi Negara

Bergabung dengan PT Taspen pada 1985 membuat Rusman Rosadi Purba berkesempatan menjelajah dan tinggal di berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Sejak bekerja di dunia asuransi, dia belajar banyak tentang pentingnya kepedulian kepad asesama. Pada tahun 2005, Rusman kembali ke Jakarta dan ditempatkan di kantor pusat. Sejak menjabat Project Officer Jakarta Selatan mulai November 2015, dia mengestimasi penyaluran bagi pensiunan aparat sipil negara dan keluarga dapat mencapai Rp80 miliar. (Bisnis Indonesia, 16/1, hal.  5)

Upaya Jitu Tingkatkan Semangat Kerja Agen

PT Sun Life Financial Indonesia mencanangkan target pencapaian bisnis tinggi tahun 2016 ini dan memulai tahun dengan mengadakan Sun Life Financial Indonesia Year Start 2016 yang mengumpulkan 1.200 tenaga penjual terbaik dari seluruh Indonesia. Pendapatan premi hingga triwulan III-2015 tumbuh 16% dari periode sama tahun lalu. Pendapatan premi bisnis baru naik 19%, di atas rata-rata industri sekitar 9%. Aset Sun Life meningkat 7% menjadi Rp5,7 triliun pada triwulan II-2015. Pada 9 Januari 2016, perseroan membuka dua kantor pemasaran konvensional di Malang dan satu kantor syariah di Gresik. Jawa Timur menyumbang 14% pendapatan bagi Sun Life tahun lalu. Saat ini, Sun Life memiliki 9.800 tenaga penjual, naik 18,5% dibandingkan 2014. Sun Life tahun ini berfokus pada pengembangan bisnis asuransi syariah terutama di Indonesia timur. Tahun ini, Sun Life akan membuka 10 kantor pemasaran syariah baru di beberapa kota. , sebanyak 1.200 tenaga penjual Sun Life dari seluruh Indonesia akan berkumpul di Surabaya untuk mengikuti program Year Start 2016. Sun Life saat ini memiliki 102 kantor pemasaran konvensional dan 47 kantor pemasaran syariah di 60 kota di Indonesia.  (Suara Pembaruan, 15/1, hal. 11)

MNC Life Sasar Premi Capai Rp500 Miliar

PT MNC Life Assurance tahun ini menargetkan pendapatan premi mencapai Rp500 miliar rupiah, tumbuh 100% dibandingkan target tahun lalu Rp250 miliar. Optimisme ini didasarkan pada upaya perseroan menambah jumlah sumber daya manusia dengan target sebanyak 15 ribu orang. MNC baru-baru ini melaksanakan kick off meeting bertajuk Fight and Win di Bandung pada 17 Januari 2016 yang merupakan agenda tahunan bagi pihak manajemen, karyawan, dan pimpinan. Tahun ini, MNC akan merekrut 5.000 agen baru dan memperluas jaringan pemasaran dari 28 kantor di 25 kota, menjadi 33 kantor pemasaran. MNC akan memperkuat penjualan di berbagai kanal distribusi seperti e-channel, agency, bancassurance, dan alternate channel. Untuk bancassurance, MNC Life akan menempatkan 10 insurance specialist di Bank MNC. Perseroan juga akan menambah mitra di jalur alternate khususnya untuk asuransi jiwa kredit, dari 25 rekanan menjadi 50 rekanan. (Investor Daily, 18/1, hal.  22)

Berita serupa dapat ditemukan di:

  • Koran Sindo, 18/1, hal. 18. MNC Life Targetkan 15.000 Agen Tahun Ini
  • Kontan, 18/1, hal. 24. [Foto] Target MNC Life
  • Bisnis Indonesia, 18/1, hal. 22. MNC Life Incar Premi Rp500 Miliar
  • Koran Jakarta, 18/1, hal. 5. MNC Life Targetkan Pertumbuhan Premi 100%

Tahun Ini Kami Deepening dan Expanding

Dalam menghadapi persaingan industri di era Masyarakat Ekonomi ASEAN, PT Asuransi  Jiwa BCA (BCA Life) menyiapkan sejumlah strategi agar terus kompetitif. Tahun ini, BCA Life akan deepening dan expanding. BCA Life selama ini memiliki tiga tahun strategi. Pada tahun 2014-205, strategi yang diterapkan adalah positioning for growth. Didukung dengan 106 karyawan profesional, BCA Life sudah memiliki infrastruktur untuk pengembangan bisnis. Selain itu, sejak tahun lalu BCA Life sudah meluncurkan tiga kanal distribusi lewat bundling dengan tabungan BCA, telemarketing, dan corporate channel. Tahun lalu, pencapaian sales adalah Rp111,8 miliar dan tahun ini ditargetkan dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.  Tahun ini, BCA Life akan meluncurkan kanal distribusi baru lewat bancassurance dan segera meluncurkan produk-produk baru. Bancassurance diharapkan berkontribusi 40% dari total penjualan dan sisanya disumbang dari tiga kanal distribusi lain. Tahun ini juga akan ada delapan produk asuransi baru yang akan dipasarkan lewat empat jalur distribusi penjualan. (Bisnis Indonesia, 18/1, hal. 21)

EKONOMI MAKRO & REGULASI

Direcoki Bom, BI Rate Direspons Dingin

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin menguat 0,24% sebesar 10,79 poin ke level 4.523,98. Penguatan terjadi setelah sehari sebelumnya ada aksi peledakan bom yang hanya menggoyahkan lantai bursa 0,53%. Nilai transaksi harian mencapai Rp4,99 triliun dengan volume rerata 3,92 miliar lembar saham. Kapitalisasi pasar tercatat Rp4,803 triliun dengan net sell asing mencapai Rp833 miliar dan Rp2,55 triliun sejak awal tahun. Sementara kurs rupiah ditutup terdepresiasi 0,02% atau 3 poin dari sebelumnya Rp13.807 per dollar AS. Sentimen utama pergerakan IHSG pekan ini adalah pelemahan bursa global akibat pelemahan harga minyak mentah dunia ke level $30 per barel, terendah sejak 12 tahun terakhir. Penurunan BI rate sebesar 25 basis poin ke level 7,25% juga direspons dingin Devaluasi yuan China yang terjadi pekan ini juga berdampak bagi pasar modal regional Asia Pasifik.  (Bisnis Indonesia, 16/1, hal. 4)

BI Rate Menuju 6,75%

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Kamis (14/1) memutuskan untuk menurunkan BI rate sebesar 25 bps menjadi 7,25%. Ke depan, BI rate diyakini bakal berpotensi mencapai 6,75% pada akhir tahun. Selain penurunan BI rate, BI juga menetapkan suku bunga deposit facility 5,25% dan lending facility 7,75%. Pelonggaran kebijakan moneter makin terbuka dengan terjaganya stabilitas makroekonomi. Pertimbangan lain adalah meredanya ketidakpastian pasar keuangan global pasca kenaikan Fed Fund Rate (FFR). Sementara itu, pemulihan ekonomi global diperkirakan masih terbatas. Harga komoditas global terus menurun, termasuk harga minyak dunia. Dewan Gubernur BI memandang bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan IV-2015 belum menunjukkan perbaikan signifikan. Defisit transaksi  berjalan sepanjang 2015 diperkirakan membaik dari 3,1% menjadi 2% dari PDB dan tahun ini diproyeksikan menjadi 2,5-2,7%. BI masih memiliki ruang penurunan BI rate tetapi harus berhati-hati karena mempertimbangkan kondisi global seperti pelemahan ekonomi China, devaluasi yuan, serta penurunan harga minyak dunia.  (Suara Pembaruan, 15/1, hal. 11)

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.910

IHSG

4.523,98

BI Rate (per 14 Januari 2016)

7,25%

Sumber: Kontan / Bank Indonesia

DOWNLOAD PDF