AAJI Daily News - 17 Februari 2016


HEADLINE NEWS:

  1. Target Optimis Asuransi Jiwa
  2. Kuartal IV-2015, Employee Benefits Manulife Kelola Aset Rp12,6 Triliun
  3. Manulife Kelola Rp12,6 Triliun
  4. Dana Kelolaan Manulife Tumbuh 16%
  5. Dana Pensiun Topang Manulife
  6. AJB Bumiputera Bukukan Premi Rp5,8 T
  7. [Foto] Ekspansi Agen Penjual
  8. Ekonomi Membaik, BI Rate Bisa Turun Lagi

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Target Optimis Asuransi Jiwa

Meski dibayangi kondisi ekonomi yang kurang oke, PT Asuransi Jiwasraya optimistis menargetkan pertumbuhan 23% tahun ini. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memperkirakan industri asuransi nasional akan tumbuh antara 20% hingga 30%. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2015, aset industri asuransi jiwa hanya tumbuh 2,02% dan dana investasi hanya tumbuh 1,65%. OJK juga mencatat premi bruto dari total perusahaan asuransi jiwa pada 2015 mengalami penurunan minus 9,27% dan hasil investasi turun 83,6%. Jiwasraya tahun ini mengincar Rp15,6 triliun dan perseroan memang punya modal kuat untuk menggapai target tersebut. Hingga Desember 2015, perusahaan menempatkan dana investasi Rp21 triliun sementara hasil investasi mencapai Rp424 miliar dan nilai aset lebih dari Rp24 triliun. Pada 2015, total peserta asuransi atau pemegang polis sudah mencapai lebih dari 7 juta orang. Untuk mencapai pertumbuhan 23%, Jiwasraya akan menerbitkan lima produk baru yang terdiri dari produk unit linked dan tradisional. Kontribusi penjualan produk asuransi masih didominasi oleh produk tradisional, mencapai 95% lebih dan sisanya unit linked. Tahun ini, Jiwasraya ingin mendongkrak kontribusi unit linked menjadi 10%. Jiwasraya akan menyasar dua pasar, yakni group atau perusahaan dan ritel atau perorangan. Jiwasraya juga berencana menambah jumlah agen menjadi 30.000 agen tersertifikasi dari sebelumnya berjumlah 17.000 agen, sesuai dengan program 10 juta agen yang dicanangkan OJK. Terkait ketentuan menempatkan 30% investasi ke SBN sesuai POJK NO. 1/POJK.5/2016, Hendrisman mengatakan bahwa Jiwasraya siap menjalankan ketentuan tersebut asalkan pemerintah memberikan insentif berupa keringanan pajak. Saat ini, Jiwasraya memiliki jaringan kantor pusat bancassurance dan strategi aliansi, kantor pusat program manfaat karyawan, 14 kantor wilayah, 71 kantor cabang, dan 494 unit kerja area di seluruh Indonesia. (Sindoweekly, 15/2, Hal. 42-43)

Kuartal IV-2015, Employee Benefits Manulife Kelola Aset Rp 12,6 Triliun

Hingga kuartal IV/2015, Employee Benefits Manulife Indonesia mengelola aset total sebesar Rp12,6 triliun yang dimiliki oleh lebih dari 800 ribu karyawan di 4.898 perusahaan. Untuk mendukung komitmennya dalam melayani program employee benefit, Manulife Indonesia telah meluncurkan MiAccount, yaitu aplikasi mobile yang memudahkan para peserta program untuk mengakses berbagai layanan nasabah kapan saja, di mana saja. Selain itu, Manulife juga menyediakan pusat layanan Call Center Group Life & Health (GLH) 24 jam untuk peserta asuransi kesehatan kumpulan dan layanan pengalihan dana investasi serta lembar fakta kinerja investasi untuk peserta dana pensiun DPLK dan program asuransi kumpulan berorientasi investasi. Manulife aktif mengembangkan pangsa pasar bisnis employee benefits ke seluruh Indonesia. Tahun lalu, Manulife melakukan edukasi program pesangon di 16 kota Indonesia. Manulife Indonesia menawarkan beragam layanan keuangan termasuk asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, dan kesehatan, layanan investasi dan dana pensiun kepada klien individu dan pelaku usaha di Indonesia, dengan jaringan lebih dari 11.000 karyawan dan agen profesional yang tersebar di 25 kantor pemasaran dan melayani 2 juta klien. (Investor Daily, 17/2, Hal. 23)

Berita serupa:

  • Bisnis Indonesia, 17/2, Hal. 21, Manulife Kelola Rp12,6 Triliun
  • Kontan, 17/2, Hal. 24, Dana Kelolaan Manulife Tumbuh 16%
  • Media Indonesia, 17/2, Hal. 19, Dana Pensiun Topang Manulife

AJB Bumiputera Bukukan Premi Rp 5,8 T

Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 (AJB Bumiputera) meraih kinerja positif dengan mencatatkan pertumbuhan premi bruto hingga Rp5,8 triliun, tumbuh 5,14% dibandingkan premi pada tahun sebelumnya. Kontribusi premi didominasi oleh lini bisnis asuransi perorangan konvensional yang mencapai Rp4,22 triliun, atau setara 72,7%, asuransi kumpulan Rp1,1 triliun setara 18,8% dan produk unit linked Rp252,2 miliar atau 4,3%. Peningkatan pendapatan premi bisnis baru mencapai Rp1,9 triliun, atau tumbuh 15,32% dibandingkan periode sama tahun 2014. Selama tahun 2015, AJB Bumiputera telah membayarkan klaim netto sebesar Rp5,6 triliun, meningkat 11,29% dibandingkan tahun 2014. Perseroan juga terus meningkatkan pelayanan kepada empat juta pemegang polis dengan kemudahan pembayaran premi, dari cash atau melalui agen/financial consulting (FC) atau kantor pemasaran Bumiputera, menjadi cashless system atau banking service. (Suara Pembaruan, 17/2, Hal. 10)

[Foto] Ekspansi Agen Penjual

PT Sun Life Financial Indonesia mulai ekspansi agen penjual guna meningkatkan produktivitas dan motivasi tenaga penjual. Hingga kini, perusahaan memiliki 9.800 agen penjual atau naik 18,5% dibandingkan tahun lalu yang siap menyokong pengembangan bisnis perusahaan tersebut. (Bisnis Indonesia, 17/2, Hal. 21)

EKONOMI MAKRO & REGULASI

Ekonomi Membaik, BI Rate Bisa Turun Lagi

“Kondisi ekonomi saat ini memberikan ruang penurunan lagi 25 basis poin bagi BI Rate,” kata ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih. Faktor lain yang tak kalah kuat adalah tak adanya pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bulan ini dan kemungkinan besar The Fed menunda kenaikan suku bunganya tahun ini. Sepanjang tahun ini, kurs rupiah menguat 3,5% terhadap dolar AS year-to-date. Bulan ini, rupiah kembali menguat mengikuti penguatan yen dan nilai tukar rupiah masih bisa tertekan oleh faktor eksternal. Indikator lain yang memberikan ruang penurunan BI Rate adalah membaiknya neraca transaksi berjalan yang tercatat 2% dari produk domestik bruto (PDB). Angka ini lebih rendah daripada target defisit Bank Indonesia sebesar 2,5% dari PDB. Tak hanya BI Rate, giro wajib minimum juga bisa diturunkan lagi. Namun, efek positif terhadap perekonomian akan lebih cepat bila BI Rate yang diturunkan. BUMN yang menyimpan uang di bank dihimbau untuk tidak meminta bunga tinggi karena kenaikan suku bunga akan menaikkan cost of fund yang membuat suku bunga kredit bank sulit turun. Pendapat berbeda disampaikan oleh Kepala Ekonom Bank Permata, Joshua Pardede, yang memprediksi Bank Indonesia mempertahankan BI Rate pada angka 7,25%. Alasannya, BI masih akan menilai arah kebijakan The Fed yang belum jelas. (Koran Tempo, 17/2, Hal. 14)

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.395

IHSG

4.745,00

BI Rate (per 14 Januari 2016)

7,25%

Sumber: Kontan / Bank Indonesia

DOWNLOAD PDF