AAJI Daily News - 13 Mei 2016


HEADLINE NEWS

  1. Prudential Indonesia Gandeng Standard Chartered Garap Asuransi Jiwa
  2. Prudential Dorong Produk Unit-Linked
  3. Astra Life Luncurkan Produk AVA iFuture
  4. Astra Life Kenalkan AVA iFuture
  5. Astra Life Memperkenalkan Produk AVA iFuture
  6. BNI Life Bidik Dana Kelolaan Jaminan Hari Tua Tumbuh 30%
  7. Perlindungan Konsumen – Asuransi Kendaraan & Kesehatan Dominasi Pengaduan Nasabah
  8. BMAI Catat 595 Sengketa Asuransi
  9. BMAI: Penanganan klaim asuransi belum memuaskan
  10. Permodalan Berbasis Risiko – OJK Beri Sanksi Tiga Perusahaan Asuransi
  11. RBC rendah, OJK beri SP untuk perusahaan asuransi
  12. OJK: 24% pengaduan konsumen berasal dari asuransi

 

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Prudential Indonesia Gandeng Standard Chartered Garap Asuransi Jiwa

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) dan Standard Chartered Bank Indonesia meluncurkan VERSAlink maxima protection. Produk asuransi jiwa ini berbasis unit link dengan alokasi pada instrumen investasi sejak awal masa perlindungan. Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia Shee Tse Koon mengatakan, menimbang dan merencanakan diversifikasi produk pengembangan bukanlah hal yang mudah, mengingat harus disesuaikan dengan kebutuhan serta tujuan investasi.

Bisnis.com - 13/05/2016 00:50 WIB http://finansial.bisnis.com/read/20160513/215/546940/prudential-indonesia-gandeng-standard-chartered-garap- asuransi-jiwa

 

Prudential Dorong Produk Unit-Linked

PT Prudential Life Assurance bekerjasama dengan Standard Chartered Bank Indonesia meluncurkan Versalink maxima protection, produk asuransi jiwa berbasis investasi  unit-linked  dengan  alokasi  investasi dominan sejak awal masa perlindungan. Presiden Direktur PT Prudential Life Assurance (Prudential  Indonesia) Rinaldi Mudahar  mengungkapkan produk itu tersedia bagi seluruh nasabah dan calon nasabah Standard Chartered Bank Indonesia. Pihaknya pun berharap bahwa kerja sama itu akan membuka akses semakin luas kepada pemenuhan kebutuhan asuransi jiwa masyarakat dan memperkecil kesenjangan proteksi yang ada.

Bisnis.com - 12/05/2016 20:01 WIB http://finansial.bisnis.com/read/20160512/215/546842/prudential-dorong-produk-unit-linked

Astra Life Luncurkan Produk AVA iFuture

Melengkapi kebutuhan kaum urban akan perencanaan finansial yang baik, PT Astra Aviva Life (Astra Life) meluncurkan AVA iFuture, produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi. Produk AVA iFuture memungkinkan pemegang polis untuk mengalokasikan pemegang polis untuk mengalokasikan dana investasi yang lebih besar pada awal kepemilikan sehingga nilai investasi bisa menjadi lebih optimal.

Harian Neraca – 13/05/2016, hal. 3

Astra Life Kenalkan AVA iFuture

PT Astra Aviva Life meluncurkan AVA iFuture, produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi. Direktur Astra Life Windawati Tjahjadi mengatakan, berapapun  penghasilan  seseorang, dia harus mampu mengelola dan mengantisipasi ketiga risiko yang ada yakni kemungkinan meninggal terlalu cepat sehingga akan membutuhkan dana untuk orang-orang terkasih yang ditinggalkan, kemungkinan hidup terlalu lama sehingga membutuhkan biaya di masa tua, dan kemungkinan  mengalami  penyakit kritis  sehingga menghabiskan biaya yang sangat besat dan menguras harta kekayaan yang dimiliki untuk berobat. "Poin  ini menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk menyiapkan perlindungan jiwa dan berinvestasi untuk memberikan keamanan finansial bagi dirinya dan keluarganya," ujarnya di Jakarta, Rabu (11/5). AVA iFuture akan dipasarkan melalui jalur  distribusi bancassurance  bekerjasama dengan Permata  Bank. Produk ini akan dijual melalui professional financial consultant (PFC).

Beritasatu.com - Kamis, 12/05/2016 http://www.beritasatu.com/bank-dan-pembiayaan/364402-astra-life-kenalkan-ava-ifuture.html

Astra Life Memperkenalkan Produk AVA iFuture

PT Astra Aviva Life (Astra Life) meluncurkan AVA iFuture, produk asuransi jiwa terkait investasi, pada acara Permata Bank Wealth Wisdom Conference 2016. Produk AVA iFuture memungkinkan pemegang polis mengalokasikan dana investasi lebih besar sehingga nilai investasi lebih optimal. Direktur PT Astra Aviva Life Windawati Tjahjadi menyatakan, “Dengan investasi optimal sejak awal tahun kepemilikan polis, produk ini menjadi pilihan bagi kaum urban mengatur penghasilannya sembari mendapatkan perlindungan jiwa dari segala risiko”.

Koran Tempo – 13/05/2016, hal. 6

BNI Life Bidik Dana Kelolaan Jaminan Hari Tua Tumbuh 30%

PT BNI Life Insurance menargetkan pertumbuhan sebesar 30% dari produk asuransi jaminan hari tua yaitu Optima Group Saving Sepanjang 2016. Vice President Head of Employee Benefits PT BNI Life Insurance (BNI Life) Denny Riadi mengatakan per Desember 2015 perusahaan berhasil menghimpun dana kelolaan dari produk Optima Group Saving sebesar Rp 250 miliar yang diperoleh dari 100 Klien perusahaan. “Dibandingkan jumlah dana kelolaan pada 2014, terdapat kenaikan sebesar 15% sampai 20% pada tahun 2015. Tahun ini kami targetkan pertumbuhannya bisa mencapai 30%,” kata Denny, Kamis (12/5).

Bisnis.com - 12/05/2016 20:00 WIB http://finansial.bisnis.com/read/20160512/215/546841/bni-life-bidik-dana-kelolaan-jaminan-hari-tua- tumbuh-30

Perlindungan Konsumen – Asuransi Kendaraan & Kesehatan Dominasi Pengaduan Nasabah

Badan Mediasi Dan Arbitrase Asuransi Indonesia mencatat penolakan pembayaran klaim asuransi kendaraan dan kesehatan menjadi kasus yang paling banyak diadukan nasabah. Frans Lamury, Ketua Badan Mediasi dan Arbritase asuransi indonesia (BMAI) mengatakan semenjak berdiri pada 2006, pihaknya telah menangani hampir 60 kasus setiap tahun. Dari jumlah kasus itu, 42% diperintahkan membayar.

Bisnis Indonesia – 13/05/2016, hal. 21

BMAI Catat 595 Sengketa Asuransi

Badan mediasi asuransi Indonesia (BMAI) mencatat terdapat 5959 kasus yang masuk dalam 10 tahun terakhir. Dari

595 kasus tersebut, pengaduan yang berasal dari asuransi umum dan jiwa mencatat jumlah yang hampir seimbang. Sementara itu, pada 2015 saja jumlah kasus dengan 30 kasus berasal dari asuransi umum dan 20 kasus berasal dari asuransi jiwa. Jumlah kasus pada 2015 tersebut menurun tipis dibandingkan tahun 2014 yang berjumlah 51 kasus, dengan 31 kasus berasal dari asuransi umum dan 20 kasus berasal dari asuransi jiwa. Bisnis Indonesia – 13/05/2016, hal. 21

BMAI: Penanganan Klaim Asuransi Belum Memuaskan

Penangan  klaim nasabah  asuransi  rupanya belum  memuaskan  sebagian pemegang  polis.  Hal  ini tercermin dari jumlah kasus yang ditangani Badan Mediasi Asuransi Indonesia (BMAI). Selama  sepuluh  tahun  sejak  2006  hingga  2016  jumlah pengaduan  yang  diterima  BMAI  mencapai  577  kasus. Disebutkan, porsi asuransi jiwa dan porsi asuransi umum yang diadukan BMAI terbilang sama. Adapun   pengaduan   yang   kerap   diterima   BMAI   adalah   persoalan   sengketa   karena  ketidakpahaman   pihak pemohon (tertanggung) atas apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Frans  Lamury,  Direktur  Eksekutif  BMAI  merinci,  permasalahan  yang  kerap  terjadi  antara  nasabah  dengan perusahaan asuransi disebabkan karena kenakalan agen.

Kontan.co.id - Kamis, 12 Mei 2016 / 17:37 WIB http://keuangan.kontan.co.id/news/bmai-penanganan-klaim-asuransi-belum-memuaskan

EKONOMI MAKRO & REGULASI

Permodalan Berbasis Risiko – OJK Beri Sanksi Tiga Perusahaan Asuransi

OJK memberi sanksi berupa teguran bagi dua perusahaan asuransi jiwa dan satu perusahaan asuransi umum.   Fridaus  Djaelani,  Kepala  Eksekutif  Pengawas  Industri  Keuangan  Non  Bank  (IKNB)  Otoritas  Jasa  Keuangan (OJK) mengatakan sanksi diberikan secara otomatis jika perusahaan asuransi memiliki solvabilitas atau risk based capital (RBC) di bawah ketentuan. Menurutnya,  sanksi berupa  teguran dari otoritas itu diharapkan  menjadi  pegangan direksi untuk mengajukan penambahan modal ke pemegang saham.

Bisnis Indonesia – 13/05/2016, hal. 21

RBC rendah, OJK beri SP untuk perusahaan asuransi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberi peringatan kepada perusahaan asuransi jiwa dan umum yang memiliki rasio kecukupan modal atau risk based capital (RBC). Data OJK pada Maret 2016 menunjukkan, jumlah perusahaan asuransi jiwa yang memiliki RBC di bawah 120% sebanyak dua perusahaan. Sedangkan perusahaan asuransi jiwa yang RBC berada antara 120% sampai 180% mencapai 5 perusahaan.

kontan.co.id - Kamis, 12/05/2016 http://keuangan.kontan.co.id/news/rbc-rendah-ojk-beri-sp-untuk-perusahaan-asuransi

OJK: 24% pengaduan konsumen berasal dari asuransi

Otoritas   Jasa   Keuangan   (OJK)   mencatat,   jumlah   pengaduan   konsumen   sebanyak   24%   dari total   3.700 pengaduan berasal dari sektor asuransi. Kusumaningtuti, Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK menyebutkan, selama tiga tahun OJK beroperasi pengaduan atas asuransi mencapai 900 pengaduan. Kedepan, ia optimis jumlah pengaduan yang datang ke OJK akan lebih sedikit. Sebab, OJK hanya  akan mengurus  sampai bagian pra mediasi. Selanjutnya akan dikerjakan BMAI.  Sebab, BMAI sudah menjadi bagian dari Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS).

Kontan.co.id - Kamis, 12/05/2016 http://keuangan.kontan.co.id/news/ojk-24-pengaduan-konsumen-berasal-dari-asuransi

 

INFORMASI  KEUANGAN

 

USD/IDR

13.312

IHSG

4.790,43

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%

Sumber Kontan.com , Bank Indonesia.

 

Sumber Media:

Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Neraca, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media ndonesia, Koran Tempo, Jawa Post (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Tribun Jogja (Jogja), Analisa (Medan), Riau Post (Riau dan Pakanbaru), Tribun Sumsel & Sriwijaya Post (Sumsel), Tribun Pontianak (pontianak),   Tribun   Timur   (Sulsel),   Tribun   Manado   (Sulut),   Detik.com,   kompas.com,   Antara.com,   Tribunnews.com,   Liputan6.com,   Metronews.com,  okezone.com, Beritasatu.com, Indonesia Finance Today, warta ekonomi, Majalah InfoBank, majalah investor