AAJI Daily News - 22 Januari 2016


HEADLINE NEWS

  1. Commonwealth Life Gandeng Tiga Partner Baru
  2. Tingkatkan Bisnis, Commonwealth Life Tambah Tiga Rekanan
  3. Commonwealth Life Menyasar Pertumbuhan Premi 13%
  4. Pendirian Asset Management Sequis Life Dekati Finalisasi
  5. Premi Baru Ditargetkan Tumbuh 25%
  6. Sequis Life Sasar Premi Bisnis Baru Tumbuh 25%
  7. Asuransi Jiwa Bersaing Produk Baru
  8. Bringin Life Incar Posisi Puncak
  9. OJK Lanjutkan Relaksasi Modal Asuransi

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Commonwealth Life Gandeng Tiga Partner Baru

Commonwealth Life, berencana menggandeng tiga partner baru, seperti multifinance, perbankan, serta perusahaan telekomunikasi sebagai jalur distribusi untuk memasarkan produk asuransi perusahaan di kuartal II 2016. Dengan bertambahnya jalur distribusi, Commonwealth Life menargetkan pertumbuhan total premi dalam tiga tahun mendatang sebesar 60%. Saat ini telah terjalin kesepakatan antara Commonwealth Life dengan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance, PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW), serta PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) melalui anak usahanya yaitu PT Infomedia Nusantara sebagai jalur distribusi proasuransi. Dalam kerja sama tersebut, Commonwealth Life menggandeng Adira Finance sebagai jalur distribusi untuk produk asuransi jiwa kredit. Kerjasama dengan Bank QNB berupa pemasaran produk unitlinked serta kerjasama telemarketing untuk produk risiko kecelakaan dengan Infomedia. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), melaporkan total pendapatan premi asuransi jiwa tumbuh 16%, atau menjadi Rp100,80 triliun pada kuartal III 2015 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp86,92 triliun. Pertumbuhan premi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya premi bisnis baru sebesar 16,7% dan premi lanjutan 15%. (ift.co.id, 21/1) http://www.ift.co.id/posts/commonwealth-life-gandeng-tiga-partner-baru

Berita serupa dapat ditemukan di:

  • Investor Daily, 22/1, hal. 22. Tingkatkan Bisnis, Commonwealth Life Tambah Tiga Rekanan
  • The Jakarta Post, 22/1, hal. 20. Commonwealth Life Aims For 13% Growth Of Premiums / Commonwealth Life Menyasar Pertumbuhan Premi 13%

Pendirian Asset Management Sequis Life Dekati Finalisasi

PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequis Life) memprediksi dapat meraih izin pendirian perusahaan manajemen aset oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam kisaran 1-2 bulan ke depan. Ke depan, Sequislife akan mengusai mayoritas saham atau sekitar 99 persen dari  total saham calon anak usaha tersebut. Selain perseroan, perusahaan lain yang berpartisipasi terhadap kepemilikan saham perusahaan manajemen aset adalah PT Asuransi Jiwa Sequis Financial (Sequis Financial). Sequis Financial merupakan unit usaha dari Sequis Life yang menangani   pemasaran   asuransi   untuk    jalur   distribusi   alternatif.   Perseroan     tengah mempelajari prospek bisnis pension fund atau dana pensiun lembaga keuangan (DPLK). Kendati, terkait hal itu masih dalam pembelajaran secara internal Sequislife. Hingga akhir tahun lalu, total aset Sequis Life mencapai eekitar Rp 15 triliun. Kemudian, total premi yang berhasil diraih perusahaan asuransi jiwa ini menyentuh sekitar Rp 2,9 triliun (unaudited),  naik

12        persen        secara        year        on        year        (yoy).        (beritasatu.com,        21/1) http://www.beritasatu.com/asuransi/343518-pendirian-iasset-managementi-sequis-life-dekati- finalisasi.html

Premi Baru Ditargetkan Tumbuh 25%

PT Asuransi Jiwa Sequis Life menargetkan premi baru dapat tumbuh 20-25% sepanjang tahun ini. Selain memperkuat keagenan, perseroan juga melakukan penguatan di  pasar digital. Pada 2015, Sequis mencatatkan premi bruto Rp2,89 triliun, tumbuh 12%. Laba perusahaan tercatat Rp735,6 miliar kendati perekonomian mengalami perlambatan. Hingga akhir tahun lalu, perusahaan menempatkan 70% investasinya dalam surat berharga pemerintah, dan sisasnya 30% tersebar dalam obligasi, saham, dan penempatan langsung. Diperkirakan imbal hasil tahun ini tidak akan bergeser jauh dari realisasi tahun 2005 yakni  9%. Untuk pasar digital, perusahaan akan membelanjakan dana Rp100-150 miliar untuk memperkuat teknologi dan pemasaran digital. Dalam lima tahun ke depan, platform digital milik perseroan yang menyasar usia nasabah 26-35 tahun ini ditargetkan meraih premi Rp50 miliar dan perseroan mengincar 1,5 juta polis dari Internet. Untuk tahun pertama, Sequis menargetkan 6.000 premi dari Internet, dengan mengandalkan buzzer dan ads. (Bisnis Indonesia, 22/1, hal. 21)

Berita serupa dapat ditemukan di:

  • Investor Daily, 22/1, hal. 22. Sequis Life Sasar Premi Bisnis Baru Tumbuh 25%

Asuransi Jiwa Bersaing Produk Baru

Sejumlah perusahaan asuransi jiwa makin agresif meluncurkan berbagai produk baru untuk memacu pertumbuhan premi di tengah ketatnya persaingan. PT Commonwealth Life akan meluncurkan produk baru melalui jalur distribusi yang berbeda dengan menggandeng tiga mitra pada kuartal II/2016. Commonwealth Life mematok target pertumbuhan premi hingga 60% dan aset perusahaan diproyeksikan meningkat 33%, klaim naik 28%, dan pendapatan hasil investasi bisa tumbuh hingga 132%. PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) tahun ini menargetkan premi dapat tumbuh dua kali lipat dari premi tahun lalu yang mencapai Rp111,8 miliar. Fokus bisnis BCA Life tahun ini adalah deepening dan expanding. BCA Life akan menggandeng perbankan melalui produk bancassurance yang diharapkan bisa berkontribusi 40% dari total penjualan. Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Hendrisman Rahim, optimistis perolehan premi industri asuransi jiwa bisa tumbuh 20-30% karena masih rendahnya penetrasi industri asuransi. Pada kuartal III/2015 lalu, AAJI mencatat pertumbuhan premi 16,7% menjadi Rp100,8 triliun, dan 53,7% disumbang oleh unitlink sedangkan sisanya porsi tradisional.  (Bisnis Indonesia, 22/1, hal. 21)

Narasumber:

  • Hendrisman Rahim, Ketua Umum, AAJI
  • Christine Setyabudhi, Presiden Direktur, BCA Life
  • Pieter Wattimena, Director Alternative Distribution Channels, PT Commonwealth Life

Bringin Life Incar Posisi Puncak

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menargetkan PT Asuransi Jiwa Bringin Sejahtera (BRI Life) dapat menjadi asuransi jiwa terbesar di Indonesia dalam lima tahun mendatang. Perusahaan menyiapkan dana Rp500 miliar untuk merealisasikan target tersebut apalagi saat ini BRI memiliki 52 juta nasabah. Bringin Life akan mengikuti role model bisnis BRI. Produk yang disasar merupakan pengembangan inklusi keuangan di BRI. Bringin Life akan membuatkan nasabah mikro produk asuransi untuk sekolah dengan premi yang tidak terlalu besar. Bringin Life mmebutuhkan teknologi, pengalaman, dan model bisnis. BRI baru-baru ini mengakuisisi 91% saham Bringin Life dengan valuasi mencapai Rp1,62 triliun. (Bisnis Indonesia, 22/1, hal. 21)

EKONOMI MAKRO & REGULASI

OJK Lanjutkan Relaksasi Modal Asuransi

OJK memutuskan menunda pencabutan surat edaran mengenai relaksasi aturan modal minimum berbasis risiko (MMBR) bagi asuransi akibat kondisi pasar modal yang masih fluktuatif sehingga mendorong OJK memperpanjang aturan MMBR tersebut. OJK  menurunkan penghitungan MMBR dari seharusnya 100% menjadi 50% tujuannya agar risk based capital (RBC) perusahaan asuransi tetap terjaga di atas batas minimal 120% untuk asuransi konvensional. Kondisi ekonomi global terutama China yang masih rawan dan bisa memicu gejolak pasar juga mendorong OJK untuk menunda pencabutan ketentuan tersebut. Keputusan ini membawa angin segar bagi PT Asuransi Rama Satria Wibawa yang mengalami penjualan produk asuransi yang masih lesu khususnya produk ritel yakni asuransi kendaraan dan properti. RBC Asuransi Rama masih aman sebesar 155% per kuartal III/2105. Jika relaksasi MMBR kelak dicabut, OJK sebaiknya melakukannya secara bertahap untuk  menjaga tingkat kesehatan perusahaan asuransi. Sequis Life tidak terpengaruh  oleh kebijakan relaksai ini karena perusahaan ini memiliki modal yang terbilang besar hingga Rp5,3 triliun dengan tingkat solvabilitas Sequis Life 1.000%, jauh di atas batas minimal RBC 120%, apalagi Sequis lebih banyak berinvestasi di surat berharga negara. (Kontan, 22/1, hal. 24)

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.907

IHSG

4.414,13

BI Rate (per 14 Januari 2016)

7,25%

Sumber: Kontan / Bank Indonesia

DOWNLOAD PDF