AAJI Daily News - 27 Oktober 2016


HEADLINE NEWS

  1. Pendapatan Premi Jadi Kontributor Capaian Laba
  2. Unggulkan Pendapatan Premi
  3. Terus Jaga Kinerja Perusahaan
  4. Pendapatan Premi Tingkatkan Kinerja Perusahaan
  5. Tingkatkan Premi Neto
  6. Rasio Solvabilitas, Modal Utama Jaga Kinerja
  7. BCA Life Lewati Target
  8. Asuransi Butuh Jadi One Stop Financial Services
  9. Zurich Topas Life dan Bank CTBC Sinergi Garap Segmen UKM
  10. Gadai Polis Minim Diketahui

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Pendapatan Premi Jadi Kontributor Capaian Laba

Di kelompok aset Rp 6 triliun – Rp 10 triliun PT Commonwealth Life sebagai pemenang penghargaan Indonesia Insurance Award 2016 kategori Financial Performance. Perusahaan ini berhasil mendapatkan penghargaan tersebut berkat kinerja keuangan yang menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Dari laporan keuangan perusahaan tahun 2015 dapat diketahui perusahaan ini berhasil membukukan laba Rp 271,67 miliar, naik 5,39% dari tahun sebelumnya Rp 257,78 miliar.

Warta Ekonomi – Oktober 2016, Hal. 38

Unggulkan Pendapatan Premi

Dalam kelompok aset Rp 2 triliun – Rp 6 triliun, perusahaan asuransi yang berhak memperoleh penghargaan Indonesia Insurance Award 2016 kategori Financial Performance adalah PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya. Hasil penilaian Tim Riset Warta Ekonomi, perusahaan ini memiliki keunggulan dalam pendapatan premi. Dalam laporan keuangannya, pendapatan premi pada 2015 mengalami peningkatan 13,40%, dari Rp 785,86 miliar menjadi Rp 891,21 miliar. Kendati demikian, pada tahun tersebut perusahaan ini gagal mendapat keuntungan, dan mengalami kerugian.

Warta Ekonomi – Oktober 2016, Hal. 38

Terus Jaga Kinerja Perusahaan

Pertumbuhan kinerja keuangan yang baik juga ditunjukkan oleh PT AXA Financial Indonesia, sebagai perusahaan asuransi untuk kelompok aset Rp 2 triliun – Rp 6 triliun. Perusahaan ini berhasil menyabet penghargaan Indonesia Insurance Award 2016 kategori Financial Performance berkat keunggulannya dalam mendapatkan laba pada 2015. Laporan keuangan perusahaan menunjukkan pendapata laba perusahaan mencapai Rp 199,79 miliar, meningkat 6,67% dari pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp 187,30 miliar. Laba tersebut berhasil dibukukan dari pendapatan premi yang mencapai Rp 970,72 miliar, meningkat 1,71% dari tahun sebelumnya senilai Rp 954,42 miliar.

Warta Ekonomi – Oktober 2016, Hal. 39

Pendapatan Premi Tingkatkan Kinerja Perusahaan

Di kelompok aset Rp 2 triliun – Rp 6 triliun, perusahaan asuransi yang mendapatkan penghargaan Indonesia Insurance Award 2016 kategori Financial Performance, adalah BRI Life. Pendapatan ini pantas mendapatkan penghargaan karena memiliki kinerja yang baik, terutama dalam pendapatan premi neto. Dalam laporan keuangan 2015, perusahaan ini membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 26,42%, dari Rp 1,83 triliun menjadi Rp 2,31 triliun. Dari sisi laba perusahaan juga masih tumbuh positif, kendati mengalami penurunan.

Warta Ekonomi – Oktober 2016, Hal. 39

Tingkatkan Premi Neto

Di kelompok aset Rp 1,5 triliun – Rp 2 triliun, perusahaan asuransi yang berhak menerima penghargaan Indonesia  Insurance  Award  2016  kategori  Financial  Performance,  adalah  PT  Asuransi  Astra  Aviva  Life. Perusahaan asuransi ini memperoleh penghargaan berkat kemampuannya mendongkrak pendapatan premi neto.  Laporan  keuangan  perusahaan  menunjukkan,  pendapatan  premi  neto  perusahaan  meningkat drastis sebesar 136,07%, dari  Rp 517,91 miliar  menjadi Rp 1,22 triliun. Dilihat dari rasio solvabilitas, juga sangat sehat, dengan presentase 547%.

Warta Ekonomi – Oktober 2016, Hal. 40

Rasio Solvabilitas, Modal Utama Jaga Kinerja

Perusahaan asuransi di kelompok aset Rp 1,5 triliun – Rp 2 triliun yang berhasil memperoleh penghargaan Indonesia Insurance Award 2016 kategori Financial Performance adalah PT Chubb Life Insurance. Perusahaan berhasil mendapatkan penghargaan ini berkat posisi rasio solvabilitas yang dimiliki. Hasil riset Warta Ekonomi, dari mengamati laporan keuangan tahun 2015, perusahaan asuransi ini memiliki rasio solvabilitas sebesar 1.000% yang artinya sangat sehat untuk memenuhi semua kewajibannya. Selain itu perusahaan ini juga berhasil mencatatkan pertumbuhan premi sebesar 28,59% dari Rp 889,7 miliar menjadi Rp 1,14 triliun. 

Warta Ekonomi – Oktober 2016, Hal. 40

BCA Life Lewati Target

PT Asuransi Jiwa BCA membukukan pendapatan premi Rp 238,91 miliar hingga kuartal III/2016, atau tumbuh 208% jika dibandingkan dengan perolehan premi pada periode yang sama tahun lalu. Direktur Utama PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) Christine Setyabudhi menyatakan, pada kuartal III/2015 perolehan premi Rp 77,62 miliar. Menurutnya, target pendapatan premi yang ditetapkan Rp 220 miliar pada tahun ini telah terlampaui. “Pertumbuhan premi di dorong oleh realisasi pengembangan bisnis dan peningkatan jumlah nasabah,” kata Christine.

Bisnis Indonesia – 27/10/2016, hal. 22

Asuransi Butuh Jadi One Stop Financial Services

Industri asuransi memilih meningkatkan kemitraan strategis untuk memenuhi ekspektasi konsumen menjadi one            stop  financial    services.  Wianto    Chen,    Agency  &  Marketing      Group    Head    PT  Asuransi  Jiwa Generali menuturkan       membangun  layanan   keuangan    terintegrasi    harus  berpatokan  pada  tingkat efisiensi  dan jangkauan   bisnis.  Untuk itu,  kata  dia,  perusahaan  akan  memilih  memenuhi   ekspektasi konsumen ini dengan menggandeng  banyak  mitra  strategis.  "Tentu  konsumen  lebih  senang  memilih satu  tempat  seperti supermarket yang semuanya ada, tapi dari sisi perusahaan harus dilihat secara bisnis," kata Wianto.

Bisnis.com - 26/10/2016 http://finansial.bisnis.com/read/20161026/215/596071/asuransi-butuh-jadi-one-stop-financial-services

Zurich Topas Life dan Bank CTBC Sinergi Garap Segmen UKM

PT Zurich Topas Life menjalin kerja sama dengan PT Bank CTBC Indonesia dalam peluncuran dua produk proteksi jiwa kredit ProteksiKu dan ProteksiKu Tetap. Melalui kedua produk ini, pengusaha Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang menjadi debitor CTBCI akan mendapatkan perlindungan jiwa terhadap risiko meninggal dunia selama masa kreditnya. “Berbeda dengan korporasi besar, UKM memiliki ketergantungan tinggi pada pemiliknya. Dengan adanya proteksi jiwa kredit, UKM dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis tanpa perlu mengkhawatirkan sisa kredit bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap pemilik UKM sebagai debitor,” ujar Presiden Direktur Zurich Topas Life Peter Huber di Jakarta, kemarin.

Infobanknews.com - 26/10/2016 http://infobanknews.com/zurich-topas-life-dan-bank-ctbc-sinergi-garap-segmen-ukm/

EKONOMI MAKRO DAN REGULASI

Gadai Polis Minim Diketahui

Sudah sejak lama, asuransi jiwa dalam sejumlah produknya memberikan opsi layanan gadai atau pinjaman polis kepada nasabahnya. Bila sewaktu-waktu dibutuhkan, seorang nasabah dapat menggadaikan polisnya untuk menerima sejumlah dana tunai. Kendati demikian, hingga saat ini masih banyak nasabah asuransi jiwa yang belum memahami hal tersebut sehingga pemanfaatan fasilitas pinjaman polis itu tergolong minim. “Menurut saya, nasabah sampai saat  ini belum terlalu  sadar bahwa punya hak untuk  itu,” ujar Benny Waworuntu, Chief Corporate Affairs Officer Axa Indonesia.

Bisnis indonesia – 27/10/2016, hal. 22

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.039

IHSG

5.419,67

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%

 

 

Sumber Kontan.com , Bi Rate

Sumber Media:

Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Indopos, Warta Kota, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Analisa (Medan), Tribun Timur (Sulsel), Detik.com, Kompas.com, Antara.com, Antarafoto.com, Tribunnews.com, Okezone.com, Beritasatu.com, Vivanews.co.id, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah InfoBank, Majalah Investor

DOWNLOAD PDF