AAJI Daily News - 28 Maret 2016
HEADLINE NEWS:
- Kepercayaan Diri Industri Asuransi Jiwa Bangkit Setelah Melesu Tahun Lalu
- Premi Asuransi Jiwa Tumbuh 5,8 Persen
- Asuransi Unit Link Makin Diminati
- Tenaga Pemasar Bancassurance Naik 251,9% di 2015
- Premi Bancassurance Bisa Lebih Tinggi dari Agen
- Bancassurance Jadi Favorit Asuransi Jiwa
- Target Tenaga Pemasaran
- [Foto] Kinerja 2015
- Laba Taspen Life Melonjak 244%
- Sepanjang 2015, Pendapatan Taspen Life Tumbuh 92%
- Kinerja Taspen Life
- Jiwasraya Genjot Penjualan Unit-Linked
- Sun Life Kuasai CIMB Sun Life
- Sun Life Financial Gandeng CIMB Niaga
- Sun Life Ambil Alih 51% Saham CIMB Sun Life
- Astra Life dan PacaRUN 2016
- Anorganik Lebih Menarik
- Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan untuk Sempurnakan Layanan
MENGENAI AAJI
Kepercayaan Diri Industri Asuransi Jiwa Bangkit Setelah Melesu Tahun Lalu
Setelah mengalami perlambatan pendapatan premi tahun lalu, industri asuransi jiwa yakin bahwa bisnis tahun ini akan mencapai margin yang sehat berkat adanya penurunan suku bunga acuan dan makin maraknya asuransi mikro, kata Hendrisman Rahim, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Volume pendapatan premi asuransi jiwa nasional diperkirakan bisa tumbuh 15% tahun ini, apalagi makin banyak orang yang tertarik dengan unit link karena orang-orang beralih dari deposito bank ke instrumen investasi lain. Kenaikan pendapatan premi ini juga dipicu oleh bertambahnya jumlah agen di Indonesia yang diperkirakan menjadi 750.000 dari 500.000 yang terdaftar tahun lalu. Asuransi mikro juga makin diminati terutama di pelosok karena relatif terjangkau, kurang dari Rp50.000 per polis asuransi. Kampanye asuransi mikro ini juga makin ditambah dengan upaya industri untuk menambah 10 juta agen di masa depan seperti yang dicanangkan pemerintah dalam rangka menambah penetrasi industri asuransi di Indonesia yang masih rendah, di bawah 2% tahun lalu. Berdasarkan data AAJI, industri asuransi jiwa nasional mencetak pertumbuhan pendapatan premi 5,8% menjadi Rp128,6 triliun tahun lalu dari Rp121,6 triliun tahun sebelumnya. Hasil ini mengakibatkan pendapatan total asuransi jiwa menurun tahun lalu yang anjlok 20,9% year on year ke Rp132,7 triliun dari Rp167,7 triilun pada tahun 2014. (The Jakarta Post, 26/3, Hal. 13)
Narasumber:
- Hendrisman Rahim, Ketua Umum,AAJI
- Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif,AAJI
Berita serupa:
- Jawa Pos, 26/3, Hal. 6, Premi Asuransi Jiwa Tumbuh 5,8 Persen
Asuransi Unit Link Makin Diminati
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyatakan asuransi unit link, yang menggabungkan fungsi perlindungan dan investasi, semakin diminati oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari hasil kinerja perusahaan asuransi pada kuartal IV 2015, di mana kontribusi pendapatan premi terbesar datang dari unit link dengan 56,2%, lebih tinggi dibandingkan asuransi konvensional yaitu 43,8%. Adapun total pendapatan premi perusahaan-perusahaan asuransi jiwa di bawah naungan AAJI pada kuartal IV 2015 meningkat 5,8% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2014. Sementara itu total premi lanjutan meningkat 12,9% dari Rp51,9 triliun menjadi Rp58,24 triliun. Dalam periode tersebut, kuartal IV 2014 dibandingkan ke kuartal IV 2015, asuransi unit link bertumbuh sebesar 6,7% menjadi Rp72,34 triliun. Asuransi konvensional mengalami pertumbuhan yang lebih sedikit, yaitu 4,7% menjadi Rp56,32 triliun. Terkait pembayaran klaim asuransi, pembayaran pada kuartal IV tahun 2015 mengalami degradasi dibandingkan tiga bulan terakhir 2014. Pembayaran klaim dan manfaat lainnya tersebut melambat 2,8%, dari Rp74,65 triliun di tahun 2014 menjadi Rp72,57 triliun di 2015. Jumlah terbesar dari pembayaran klaim adalah klaim nilai tebus (surrender), yaitu 48,4% dari total keseluruhan. Menurut Ketua Bidang Keuangan, Keanggotaan, dan Kepatuhan AAJI, Edy Tuhirman, kecenderungan tersebut menunjukkan masyarakat semakin memahami tujuan proteksi jangka panjang asuransi jiwa. (Medanbisnisdaily.com, 26/3) http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2016/03/26/224275/asuransi-unit-link-makin- diminati/#.VvgC6uJ97IU
Narasumber:
- Hendrisman Rahim, Ketua Umum,AAJI
- Edy Tuhirman, Ketua Bidang Keuangan, Keanggotaan, dan Kepatuhan,AAJI
Tenaga Pemasar Bancassurance Naik 251,9% di 2015
Industri asuransi terbilang masif menambah jumlah agennya. Bahkan, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) gencar mengkampanyekan program 10 juta agen. Meski giat menambah jumlah agen, namun pertumbuhan saluran pemasaran dari tenaga pemasar bancassurance justru mengalahkan kontribusi dari agen bersertifikat. Sebagai gambaran, tahun lalu, tenaga pemasar bancassurance mencapai 23.643 orang atau tumbuh 251,9% jika dibandingkan tahun 2014. Hendrisman Rahim, Direktur Asuransi Jiwasraya mengatakan faktor yang mendorong pertumbuhan jumlah bancassurance adalah karena aktifitas masyarakat lebih banyak dilakukan di bank. Bagi masyarakat yang secara pendidikan teredukasi akan produk keuangan, mereka akan memilih untuk membeli asuransi lewat bank. (Kontan.co.id, 27/3) http://keuangan.kontan.co.id/news/tenaga-pemasar-bancassurance-naik-2519-di-2015
Narasumber:
- Hendrisman Rahim, Ketua Umum, AAJI
Berita serupa:
- , 27/3, Premi Bancassurance Bisa Lebih Tinggi dari Agen http://m.kontan.co.id/news/premi-bancassurance-bisa-lebih-tinggi-dari-agen
- Kontan, 28/3, Hal. 24, Bancassurance Jadi Favorit Asuransi Jiwa
[Foto] Target Tenaga Pemasaran
Presiden Direktur PT Prudential Life Assurance, Rinaldi Mudahar, bersama Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Togar Pasaribu, dan Corporate Marketing & Communications Director of Prudential Indonesia, Nini Sumohandoyo, menghadiri nonton bioskop bersama wartawan di Jakarta, Sabtu (26/3). AAJI merealisasikan target jumlah tenaga pemasar agen asuransi jiwa sepanjang 2015 di atas 500.000 agen. (Bisnis Indonesia, 28/3, Hal. 21)
INDUSTRI ASURANSI JIWA
[Foto] Kinerja 2015
Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Taspen, Maryoso Sumaryono, bersama Direktur Keuangan, Pask Suartha dan Direktur Teknologi dan Operasional, Nelson di sela Paparan Kinerja 2015 di Jakarta, Rabu (23/3). Sepanjang 2015, Taspen Life mencatat pendapatan sebesar Rp290,2 miliar atau tumbuh 92% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya dan telah masuk peringkat kelas menengah di Industri Asuransi Jiwa. (Koran Jakarta, 26/3, Hal. 8)
Berita serupa:
- Suara Pembaruan, 24/3, Hal. 10, Laba Taspen Melonjak 244%
- Koran Sindo, 26/3, Hal. 10, Sepanjang 2015, Pendapatan Taspen Life Tumbuh 92%
- Republika, 26/4, Hal. 6, [Foto] Kinerja Taspen Life
Jiwasraya Genjot Penjualan Unit-Linked
PT Asuransi Jiwasraya menggenjot porsi pendapatan produk asuransi berbasis investasi atau unit-linked yang ditargetkan tumbuh 10% sepanjang tahun ini. Tahun lalu, total pendapatan premi yang berhasil dibukukan adalah Rp10,2 triliun dan kontribusi terbesar berasal dari produk tradisional yaitu 95% sedangkan unit-linked kontribusinya hanya 5%. Untuk mencapai target pertumbuhan unit-linked menjadi 10%, perseroan akan secara rutin melakukan sosialisasi dan edukasi terkait produk unit-linked. Sepanjang 2015, industri asuransi jiwa mencatat bahwa produk unit-linked menjadi kontribusi terbesar terhadap total premi yaitu sebesar 56,2% sedangkan sisanya dari produk tradisional yaitu 43,8%. Berdasarkan catatan AAJI, pada kuartal IV/2015, total pendapatan premi industri asuransi jiwa meningkat 5,8% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yaitu dari Rp121,62 triliun menjadi Rp128,66 triliun. Pada tahun ini, Jiwasraya menargetkan bisa mencapai pertumbuhan total pendapatan premi sebesar 70% atau menjadi Rp18 triliun. (Bisnis Indonesia, 26/3, Hal. 4)
Sun Life Kuasai CIMB Sun Life
Sun Life Financial Inc. (Sun Life) mengambil alih 51% saham PT CIMB Sun Life (CSL), dari mitra jangka panjang CIMB Group. Sun Life bermaksud mengintegrasikan seluruh bisnis CSL di bawah satu merek dagang Sun Life melalui PT Sun Life Financial Indonesia (SLF Indonesia) dalam rangka mematuhi kebijakan pemerintah Indonesia mengenai pembatasan kepemilikan tunggal. SLF Indonesia juga mempererat kemitraan dengan CIMB Group melalui perluasan perjanjian bancassurance dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk CIMB Niaga yang akan memperkuat kemampuan distribusi melalui lebih dari 618 cabang Bank CIMB Niaga dan jaringan nasabah di seluruh Indonesia. Awal tahun ini, SLF Indonesia telah membuka tiga kantor baru di Jawa Timur dan pada 2015 memindahkan kantor pusat perusahaan ke Menara Sun Life di Jakarta. Pengintegrasian bisnis ini dipimpin Elin Waty yang akan tetap menjabat Presiden Direktur SLF Indonesia dan akan menduduki jabatan country manager, sedangkan Vivien Kusumowardhani tetap menjabat Presiden Direktur CSL hingga proses integrasi selesai. Transaksi ini diharapkan selesai pada akhir kuartal III dan pemenuhan atas syarat-syarat penyelesaian pada umumnya. (Republika, 26/3, Hal. 6)
Berita serupa:
- Kontan, 28/3, Hal. 11, Sun Life Financial Gandeng CIMB Niaga
- HE Neraca, 28/3, Hal. 5, Sun Life Ambil Alih 51% Saham CIMB Sun Life
Astra Life dan PacaRUN 2016
PT Astra Aviva Life memberikan perlindungan asuransi jiwa dan kecelakaan diri kepada lebih dari 1.000 peserta lari pada kegiatan PacaRUN 2016 pada 20 Maret lalu di Bandung. Sebagai partner resmi dalam kegiatan PacaRUN 2016, Astra Life memberikan perlindungan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelari. (Gatra, 24/3, Hal. 103)
Anorganik Lebih Menarik
Pertumbuhan melalui jalur anorganik menjadi pilihan sejumlah perusahaan asuransi jiwa tahun ini. Asuransi jiwa yang tengah merampungkan aksi korporasi antara lain PT Asuransi Jiwa Taspen, PT AJS Amanahjiwa Giri Artha, dan PT Sun Life Financial Indonesia (SLI). Dari pemerintah, upaya memperbesar PT Asuransi Jiwasraya dilakukan dengan menggabungkan ke dalam holding yang terus dimatangkan. Pask Suartha, Direktur Keuangan dan Umum Taspen Life, mengatakan keberadaan mitra strategis berfungsi untuk memperbesar perusahaan dan membawa nilai lebih bagi perusahaan. Amanah Githa juga memastikan masuknya mitra strategis baru untuk mempercepat penetrasi asuransi. Penguatan korporasi juga menjadi alasan Sun Life Financial Inc. mengakuisisi 51% saham CIMB Sun Life dari CIMB Group yang diperkirakan bernilai Rp 550 miliar. Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif AAJI, mengatakan rencana perusahaan asuransi jiwa menggandeng mitra strategis sangat tergantung dengan kondisi masing-masing perusahaan. De Jong Adrian, Direktur Asuransi Jiwasraya, menjelaskan opsi holding merupakan wewenang pemegang saham dan pihaknya sebagai operator akan melaksanakan semaksimal mungkin. Dumoly F. Pardede, Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan otoritas tidak terlibat aktif dalam pelepasan saham industri. (Bisnis Indonesia, 28/3, Hal. 21)
EKONOMI MAKRO & REGULASI
Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan untuk Sempurnakan Layanan
Di tengah polemik kenaikan iuran BPJS, pemerintah akan tetap menjalankan pelayanan BPJS Kesehatan tanpa mengurangi manfaat yang sudah diberikan selama ini. Perpres 19/2016 merupakan upaya penyempurnaan pelaksanaan jaminan kesehatan yang telah dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan pekerja dan pengusaha yang berada di dalam Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN). Perpres 19/2016 juga tidak menaikkan iuran bagi pekerja swasta, buruh, PNS, TNI, dan Polri. Saat ini, jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibayarkan oleh pemerintah mencapai 92 juta penduduk. Dalam rapat dengan Komisi IX DPR, tidak dibicarakan soal terbit atau tidaknya Perpres. Sebaliknya, lebih pada masalah pemanfaatan dan hanya meminta menunda kenaikan iuran untuk kelas 1-4. Apa yang hendak dilakukan pemerintah adalah untuk tujuan jangka panjang. Saat ini, jumlah penerima BPJS sebanyak 164 juta orang, dan peserta mandiri yang dianggap mampu mencapai 15,9 juta orang. (Suara Pembaruan, 24/3, Hal. 18)
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
13.246 |
|
IHSG |
4.827,09 |
|
BI Rate (per 17 Maret 2016) |
6,75% |
Sumber: Kontan / Bank Indonesia
