AAJI Daily News - 12 Januari 2016
HEADLINE NEWS
- [Foto] Pasar Asuransi Semakin Kompetitif
- [Foto] Temu Tenaga Penjual
- Sun Life Kumpulkan 1.200 Tenaga Penjual
- [Foto] Berfoto Bersama
- 2016, Sun Life Optimistis Bisnis Tumbuh Tinggi
- Tambah Jaringan, Sun Life Optimistis di 2016
- Sun Life Pacu Unitlinked
- Sun Life Genjot Pendapatan Premi
- Sun Life Optimistis Capai Pertumbuhan Tinggi
- Tambah Tiga Kantor
- Kelas Menengah Tetap Jadi Tumpuan
- Ribuan Peserta Ramaikan Sun Life Walk di Surabaya
- Asuransi Kejar Spin Off
- Bringin Life: Patok Pertumbuhan Premi 45 Persen
- BI Rate Bisa Turun 25 Basis Poin
- Awal Pekan, IHSG Dibuka Terkoreksi
INDUSTRI ASURANSI JIWA
[Foto] Pasar Asuransi Semakin Kompetitif
Sun Life mengadakan Sun Life Financial Indonesia Year Smart 2016 di Surabaya, Minggu (10/1). Acara tahunan yang diikuti 1.200 tenaga penjual itu bertujuan untuk memastikan seluruh tenaga penjual memiliki motivasi tinggi dalam menghadapi pasar asuransi 2016 yang makin kompetitif. (Kontan, 12/1, hal. 24)
Berita serupa dapat ditemukan di:
- Bisnis Indonesia, 12/1, hal. 21. [Foto] Temu Tenaga Penjual
- HE Neraca, 12/1, hal. 5. Sun Life Kumpulkan 1.200 Tenaga Penjual
- The Jakarta Post, 12/1, hal. 20. [Foto] In The Picture
2016, Sun Life Optimistis Bisnis Tumbuh Tinggi
PT Sun Life Financial Indonesia mencanangkan target pencapaian bisnis tinggi tahun 2016 ini dan memulai tahun dengan mengadakan Sun Life Financial Indonesia Year Start 2016 yang mengumpulkan 1.200 tenaga penjual terbaik dari seluruh Indonesia. Pendapatan premi hingga triwulan III-2015 tumbuh 16% dari periode sama tahun lalu. Pendapatan premi bisnis baru naik 19%, di atas rata-rata industri sekitar 9%. Aset Sun Life meningkat 7% menjadi Rp5,7 triliun pada triwulan II-2015. Pada 9 Januari 2016, Perseroan membuka dua kantor pemasaran konvensional di Malang dan satu kantor syariah di Gresik. Jawa Timur menyumbang 14% pendapatan bagi Sun Life tahun lalu. Saat ini, Sun Life memiliki 9.800 tenaga penjual, naik 18,5% dibandingkan 2014. Sun Life tahun ini berfokus pada pengembangan bisnis asuransi syariah terutama di Indonesia timur. Tahun ini, Sun Life akan membuka 10 kantor pemasaran syariah baru di beberapa kota. (Investor Daily, 12/1, hal. 22)
Berita serupa dapat ditemukan di:
- Media Indonesia, 12/1, hal. 19. Tambah Jaringan, Sun Life Optimistis di 2016
- Bisnis Indonesia, 12/1, hal. 21. Sun Life Pacu Unitlinked
- Koran Sindo, 12/1, hal. 18. Sun Life Genjot Pendapatan Premi
- Koran Jakarta, 12/1, hal. 5. Sun Life Optimistis Capai Pertumbuhan Tinggi
- Rakyat Merdeka, 12/1, hal. 14. Tambah Tiga Kantor
Kelas Menengah Tetap Jadi Tumpuan
Keberadaan kelas menengah diharapkan tetap menjadi pendukung utama pertumbuhan industri asuransi di Indonesia tahun ini. Presiden Sun Life Financial Asia Kevin Strain mengaku tetap optimistis atas perkembangan industri asuransi jiwa di Indonesia tahun ini mengingat tingkat penetrasi asuransi jiwa belum setinggi di negara-negara maju. Tingkat kepemilikan polis asuransi jiwa di Indonesia 0,6 polis per orang sedangkan di Jepang dan Malaysia rata-rata 2 polis per orang. Sun Life kini memiliki 102 kantor pemasaran konvensional dan 47 kantor pemasaran syariah di 60 kota Indonesia. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pendapatan premi industri asuransi jiwa di Indonesia naik 16% dari Rp86,92 triliun pada triwulan III-2014 menjadi Rp100,8 triliun pada triwulan III-2015. Sedangkan industri asuransi umum diperkirakan tumbuh 15-20 persen tahun ini. (Kompas, 12/1, hal. 20)
Ribuan Peserta Ramaikan Sun Life Walk di Surabaya
Ribuan orang mengikuti acara rutin tahunan jalan santai bertajuk Sun Life Walk untuk Indonesia #lebihbaik yang digelar PT Sun Life Financial Indonesia pada Minggu (10/1). Acara ini diikuti 1.200 agen Sun Life dari seluruh Indonesia dan 500 siswa dan orang tua murid dari 20 SD di Surabaya. Sun Life juga mendonasikan Rp100 juta untuk tiga SD yang menjadi pemenang Sun Garden Competition di Surabaya. Sun Life Walk adalah cara yang baik untuk mempertemukan para tenaga pemasar serta keluarga dan kerabat. (Suara Pembaruan, 11/1, hal. 25)
Asuransi Kejar Spin Off
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia dan PT Asuransi Jasa Indonesia berharap memperoleh izin pemisahan unit usaha syariah (UUS) tahun ini. Hingga saat ini baru satu perusahaan yang telah mengajukan spin off ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Proposal spin off ke OJK belum diajukan Jasindo lantaran masih terkendala kelengkapan dokumen. Manulife memang ingin membangun bisnis asuransi syariah yang kuat dan untuk memasarkan produk ini, Manulife menjalin kemitraan dengan Bank Danamon dan Bank Muamalat. Tahun lalu, Dewan Komisioner OJK telah memberikan izin pendirian UUS ke PT Mandiri AXA General Insurance pade 24 November 2015 dan PT Asuransi Reliance Indonesia pada 22 Desember 2015. OJK juga resmi memberkan izin usaha kepada sebuah perusahaan asuransi jiwa yaitu PT Asuransi Syariah Keluarga Indonesia. (Bisnis Indonesia, 12/1, hal. 21)
Bringin Life: Patok Pertumbuhan Premi 45 Persen
PT Asuransi Jiwa Bringin Life resmi dimiliki PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan kepemilikan 91% saham dan sisanya 9% oleh Yayasan Kesejahteraan BRI. BRI berkomitmen menyiapkan dana Rp1,5 triliun untuk pengembangan Bringin Life dalam kurun dua tahun ke depan. Tahun ini, Bringin Life mematok pertumbuhan premi 45 persen dari pencapaian premi 2015. Beredar kabar bahwa Bringin Life diminati perusahaan asuransi FWD Group dan Hanwha Life Insurance Co. Perusahaaan telah menetapkan perolehan premi 2016 sebesar Rp3,5 triliun. Bringin Life ingin menjual produk unitlink kepada nasabah prioritas BRI yang dibidik untuk penjualan produk unitlink. (Indopos, 12/1, hal. 5)
EKONOMI MAKRO & REGULASI
BI Rate Bisa Turun 25 Basis Point
Ekonom Kenta Institute, Eric Alexander Sugandi, memperkirakan Bank Indonesia akan menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) dari 7,5 persen ke 7,25 persen pada kuartal I tahun ini karena laju inflasi terkendali dan lebih baik dibandingkan target yang dipatok. Suku bunga pada akhir tahun bisa turun hingga 6,75 persen dengan catatan pelonggaran moneter bisa terjadi jika BI melihat prospek pertumbuhan ekonomi berjalan baik. Sektor finansial diperkirakan masih akan mengalami tekanan akibat perlambatan ekonomi China. BPS mengumumkan inflasi pada Desember 2015 sebesar 0,96 persen sehingga angka inflasi tahun kalender 2015 sebesar 3,35 persen. (Koran Tempo, 12/1, hal. 14)
Awal Pekan, IHSG Dibuka Terkoreksi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan terkoreksi 31,869 poin (0,70%) ke 4.513,151 dan rupiah melemah ke posisi Rp13.931. Rendahnya risiko pasar kawasan akhir pekan lalu berhasil mengangkat IHSG tutup di kisaran positif dalam rentang 43 poin di tengah meningkatnya aksi jual pemodal asing yang membukukan penjualan bersih Rp696,21 miliar. Sentimen positif dari domestik adalah penurunan harga sejumlah komponen energi yang berhasil menahan sentimen negatif luar negeri terutama dipicu faktor Tiongkok menyusul kekhawatiran penurunan perekonomian negara itu menyusul langkah otoritas Tiongkok (PboC) yang terus melemahkan mata uang Yuan dan tren bearish harga minyak dunia. Selama pekan ini, IHSG bisa bullish secara moderat didorong oleh ruang penurunan BI rate, kata Aditya Perdana Putra, Analis Semesta Indovest. Sentimen positif domestik lain datang dari pembangunan infrastruktur yang cukup masif karena bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. (Suara Pembaruan, 11/1, hal. 11)
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
13.862 |
|
IHSG |
4.465,48 |
|
BI Rate (per 17 Desember 2015) |
7,50% |
Sumber: Kontan / Bank Indonesia
