AAJI Daily News - 5 Januari 2016


HEADLINE NEWS

  1. [Foto] Titik Pemasaran Strategis
  2. Asuransi Reliance Raih Izin Pendirian Unit Syariah
  3. Asuransi Reliance Punya UUS
  4. [Foto] Bukukan Premi
  5. Kualitas Lebih Penting Ketimbang Kuantitas
  6. BRI Tuntaskan Akuisisi Asuransi Bringin Jiwa Sejahtera
  7. Bisnis Asuransi Perjalanan Bakal Tumbuh Pesat
  8. Inflasi 3,35%, BI Rate Mestinya Turun
  9. Tiga Asuransi Jiwa Ajukan Skema Penyesuaian Single Presence Policy

INDUSTRI ASURANSI JIWA

[Foto] Titik Pemasaran Strategis

Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berasuransi, Panin Dai-ichi Life berencana membuka beberapa titik pemasaran strategis di ibukota dan luar daerah yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan proteksi masyarakat. (Bisnis Indonesia, 5/1, hal. 16)

 

Asuransi Reliance Raih Izin Pendirian Unit Syariah

PT Asuransi Reliance Indonesia telah mendapatkan izin pendirian unit syariah dari Otoritas  Jasa Keuangan (OJK) sesuai Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor: KEP- 512/NB.223/2015 pada 22 Desember 2015. Unit usaha ini akan beroperasi efektif awal tahun ini. Per September 2015, tingkat penetrasi dan densitas industri asuransi syariah baru  mencapai 0,08% dan Rp40.000, relatif kecil dibandingkan asuransi konvensional yang mencapai 2,51% dan Rp1,1 juta. Asuransi Reliance Indonesia adalah perusahaan asuransi umum di bawah naungan Reliance Group dan mengandalkan produk asuransi kendaraan bermotor, asuransi kesehatan, properti, marine cargo, dan kecelakaan diri. Perolehan premi bruto Reliance Indonesia mencapai Rp404,01 miliar per November 2015 dan perusahaan telah memiliki empat kantor cabang di Bandung, Surabaya, Medan, dan Batam serta tujuh kantor perwakilan di Pekanbaru, Solo, Palembang, Makassar, Bali, Semarang, dan Serpong. (Investor Daily, 5/1, hal. 22)

Berita serupa dapat ditemukan di:

  • Kontan, 5/1, hal. 24. Asuransi Reliance Punya UUS

[Foto] Bukukan Premi

Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim bersama jajaran komisaris dan direksi saat memotong tumpeng di sela perayaan ulang tahun ke-156 di Jakarta pekan lalu. Jiwasraya membukukan premi Rp10,2 triliun dengan nilai investasi Rp21 triliun dan hasil investasi Rp424 miliar. (Investor Daily, 5/1, hal. 22)

 

Kualitas Lebih Penting Ketimbang Kuantitas

Manulife menjadi perusahaan asuransi terbesar kelima dalam pendapatan premi. Kuncinya terletak di kanal distribusi yang luas dan agen berkualitas. Tahun 2018, perusahaan ini mematok target 5 juta nasabah. Tahun kemarin, Manulife genap berusia 30 tahun. Penetrasi asuransi jiwa di Indonesia masih kecil, sekitar 2-3% dari Produk Domestik Bruto sehingga mendorong Manulife menggenjot multichannel. Manulife serius membangun agen yang profesional dan berkualitas. Manulife kini mencapai pangsa pasar 7,5% dan mengumpulkan premi terbanyak kelima di ranking pasar asuransi jiwa Indonesia dengan pertumbuhan 10-20% per tahun dan 2,3 juta nasabah.  (Marketeers, Edisi Desember-Januari 2016, hal. 80)

BRI Tuntaskan Akuisisi Asuransi Bringin Jiwa Sejahtera

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk menuntaskan akuisisi PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera (BJS) dengan nilai transaksi mencapai Rp1,62 triliun atau 2.022.022 lembar saham. Penandatanganan akta akuisisi ini dilakukan pada 29 Desember 2015. Melalui akuisisi ini, perseroan menguasai kepemilikan 91,001 persen dan sembilan persen saham lain dimiliki Yayasan Kesejahteraan Pekerja (YKP) Bank BRI. Bank BRI berharap dalam tiga tahun ke depan BJS akan menjadi the biggest number of policy holder di Indonesia sekaligus sebagai  the biggest micro-insurance provider di Indonesia. BRI akan menyuntikkan dana RP1,5 triliun untuk mengembangkan BJS hingga dua tahun ke depan. (Koran Jakarta, 5/1, hal. 5)

Bisnis Asuransi Perjalanan Bakal Tumbuh Pesat

Sejumlah praktisi perusahaan asuransi umum memprediksi prospek bisnis travel insurance akan tumbuh pesat. Hal ini berdasarkan tren peningkatan masyarakat kelas ekonomi menengah di Indonesia dan perbandingan penetration rate antara pembelian travel insurance terhadap total angka pelaku perjalanan yang terbilang minim. Travel insurance milik AIG Indonesia atau dikenal dengan Travel Guard merupakan salah satu kontributor utama di lini bisnis asuransi individual perseroan dan peningkatan tertinggi di bisnis ini berasal dari segmen perjalanan domestik. Asuransi perjalanan domestik membukukan pertumbuhan dua kali lipat dibandingkan 2014. AIG Indonesia melihat asuransi perjalanan akan positif thaun ini karena ada dukungan infrastruktur yang makin baik, regulasi yang mendukung dan jumlah kelas menengah yang makin meningkat. Di PT Allianz Utama Indonesia perbandingan antara penetrasi travel insurance terhadap jumlah pelaku perjalanan masih di bawah 5%. Allianz Utama mencatatkan porsi bisnis asuransi personal accident, health, dan travel meningkat dari 3% menjadi 26%. Di PT Asuransi Central Asia (ACA) lini bisnis asuransi perjalanan diperkirakan meningkat 30% dari biasanya. Tahun lalu, jalur distribusi yang menjadi kontributor utama penjualan AIG Indonesia adalah agen asuransi dan agen perjalanan wisata. (Investor Daily, 5/1, hal. 22)

EKONOMI MAKRO & REGULASI

Inflasi 3,35%, BI Rate Mestinya Turun

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada Desember 2015 sebesar 0,96% sedangkan inflasi tahun kalender dan secara tahunan mencapai 3,35%, di bawah target pemerintah 4% plus minus 1% sehingga membuka ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga acuan BI rate dari posisi saat ini 7,5% dan berpotensi menurun 25 basis poin. Pada 2016, inflasi diperkirakan masih bergerak sesuai target pemerintah dalam APBN 2016 sebesar 4,7%. Pengamat ekonomi dari LIPI Latif Adam memprediksi laju inflasi 2016 di kisaran 4,5-5% karena kondisi ekonomi global belum pulih dan berita negatif yang dirilis Morgan Stanley bahkan menyatakan bahwa tahun ini krisis global belum berakhir. Tingkat  inflasi 2015 termasuk yang paling rendah dalam lima tahun terakhir. Kinerja perutmbuhan ekonomi Indonesia jauh lebih baik dibandingkan negara-negara lain. Terkait realisasi atau penyerapan anggaran, terlihat jelas bahwa realisasi tidak sesuai prediksi pengamat, yang menyebutkan di bawah 80%. Realisasi belanja negara berada pada posisi 91,2% atau sekitar Rp1.810 triliun.  (Investor Daily, 5/1, hal. 1 & 11)

Tiga Asuransi Jiwa Ajukan Skema Penyesuaian Single Presence Policy

Otoritas Jasa Keuangan menerima perubahan skema perusahaan dari tiga perusahaan asuransi jiwa terkait kewajiban konglomerasi untuk memiliki hanya satu perusahaan asuransi jiwa, umum, atau syariah (single presence policy). Dari beberapa perusahaan konglomerasi yang memiliki lebih dari satu perusahaan asuransi jiwa, terdapat PT Bank Mandiri Tbk dan

Sinarmas Group tetapi keduanya belum menyampaikan skema perubahan perusahaan asuransi. Dalam UU Perasuaransian ada aturan mengenai batas kepemilikan asing yang mengacu pada aturan sebelumnya, yaitu maksimal 80%. Saat ini, hampir sebagian besar perusahaan asuransi jiwa memiliki kepemilikan asing di atas 80%. OJK mendorong perusahaan asuransi jiwa untuk melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) karena kesiapan investor lokal masih rendah dan terkendala pengalaman dalam bidang asuransi. Minat investor asing untuk memiliki perusahaan asuransi di Indonesia cukup tinggi dan ada bank Tiongkok yang berniat mendirikan perusahaan asuransi di Indonesia.   (Investor Daily, 4/1, hal. 22)

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.943

IHSG

4.525,92

BI Rate (per 17 Desember 2015)

7,50%

Sumber: Kontan / Bank Indonesia

DOWNLOAD PDF