AAJI Daily News - 19 Mei 2016
HEADLINE NEWS
- Inovasi Produk - Momentum Asuransi Di Masa Transisi
- Emerging Consumer Allianz Life Lindungi 4,37 Juta Tertanggung
- (Berita Photo) Kerja Sama Taspen – Bukopin
- Laba Usaha - Taspen Life Ingin Tumbuh 15%
- Perolehan Premi - Bringin Life Dekati Nasabah BRI
- Allianz Life Targetkan Premi Emerging Consumer Tumbuh 20%
- 2015, Pendapatan Premi Bruto "Emerging Consumer" Allianz Life Capai Rp 96,99 Miliar
- Investasi IKNB - Porsi Deposito Terus Dipangkas
MENGENAI AAJI
INOVASI PRODUK - Momentum Asuransi di Masa Transisi
Memasuki pertengahan kuartal II/2016, sejumlah pelaku asuransi jiwa mulai gencar menawarkan layanan dengan beragam inovasinya. Langkah ini diyakini menjadi pertanda bahwa industri asuransi jiwa konvensional mulai memasuki tahap pemulihan kinerja. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu, menuturkan strategi memasarkan produk inovatif memang harus direalisasikan di tengah momen pemulihan kondisi pasar asuransi jiwa pada paruh pertama 2016. Menurutnya, realisasi kinerja asuransi pada awal tahun ini menunjukkan kondisi masa transisi bagi industri. Rata-rata premi sejumlah perusahaan asuransi jiwa, katanya, meningkat signifikan di tengah meningkatnya performa ekonomi nasional yang antara lain didukung dengan tingginya serapan belanja pemerintah. Imbal hasil investasi pada tahun ini pun jauh lebih baik ketimbang akhir tahun lalu. Kondisi serupa, ujar Togar, bakal terjadi hingga akhir tahun ini.
Bisnis indonesia – 19/05/2016, hal. 21
Narasumber :
- Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif, AAJI
INDUSTRI ASURANSI JIWA
Emerging Consumer Allianz Life Lindungi 4,37 Juta Tertanggung
Bisnis Emerging Consumer Allianz Life Indonesia telah melindungi lebih dari 4,37 Juta nasabah atau meningkat 20% dibandingkan tahun 2014. Nasabah tersebut terdiri atas segmen masyarakat mikro maupun dari Low Mass market. Sementara itu, sampai tahun 2015, pendapatan premi bruto dari bisnis emerging consumer Allianz Life sebesar Rp 96,99 miliar. Pencapaian ini didukung oleh 87 mitra bisnis yang terdiri atas bank perkreditan Rakyat (BPR) koperasi, dan Juga Mitra bank.
Investor Daily – 19/05/2016, hal.23
(Berita Photo) Kerja Sama Taspen – Bukopin
Bisnis indonesia – 19/05/2016, hal. 21
Laba Usaha - Taspen Life Ingin Tumbuh 15%
PT Asuransi Jiwa Taspen menargetkan pertumbuhan laba 15% year-on-year (yoy) atau mencapai Rp 48,3 miliar sepanjang tahun ini. Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) Maryoso Sumaryono mengatakan pada tahun lalu perseroan berhasil membukukan laba sebesar Rp 42 miliar. Perolehan laba tersebut meningkat dibandingkan pencapaian pada 2014 yaitu Rp12 miliar. “Tahun ini perolehan laba ditargetkan bisa bertumbuh sebesar 15%. Untuk mencapai target itu kami memacu kinerja dengan merealisasikan rencana pengembangan bisnis yang akan dilaksanakan pada tahun ini,” kata Maryoso, Rabu (18/5).
Bisnis indonesia – 19/05/2016, hal. 21
Perolehan Premi - Bringin Life Dekati Nasabah BRI
PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera menargetkan dapat meraup premi Rp4,6 triliun dari optimalisasi bisnis dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. sepanjang tahun ini. Nandi Hendrian Hamaki, Plt. Direktur Utama Bringin Jiwa Sejahtera (Bringin Life), mengatakan perseroan memasang target agresif setelah resmi menjadi anak usaha Bank Rakyat Indonesia (BRI). Pihaknya menargetkan dapat menggaet nasabah BRI yang mencapai 55 juta nasabah untuk memiliki polis Bringin Life. “Kami ingin menangkap bisnis BRI,” kata Nandi, belum lama ini. Menurutnya, langkah optimalisasi itu dilakukan sejak awal tahun, dimana Bringin Life menempatkan agennya di seluruh kantor cabang BRI. Dia berharap upaya ini membuat bisnis bancassurance perusahaan tumbuh baik.
Bisnis Indonesia – 19/05/2016, hal. 21
Allianz Life Targetkan Premi Emerging Consumer Tumbuh 20%
PT Asuransi Allianz Life Indonesia memasang target pertumbuhan perolehan premi 20% dari lini bisnis emerging consumer sepanjang 2016. Edi Yoga Prasetyo, Head of Credit Life and Emerging Consumers PT Asuransi Allianz Life Indonesia, mengungkapkan pada 2015 pihaknya mampu membukukan premi senilai Rp 96,99 miliar untuk lini bisnis tersebut. Pada tahun ini, pihaknya meyakini mampu membukukan pertumbuhan pendapatan premi dengan berfokus pada intensifikasi pemasaran produk pada nasabah yang sudah terjaring sebelumnya. “Target 2016 meningkat 20% atau menjadi sekitar Rp116 miliar,” ungkapnya, Rabu (18/5/2016). Menurut Yoga, target peningkatan perolehan premi itu sebenarnya berada di bawah realisasi pertumbuhan pada tahun lalu. Namun, jelasnya, hal itu terkait perubahan fokus yang telah ditetapkan di dalam strategi perusahaan untuk pemasaran produk asuransi mikro dan menengah.
Bisnis.com - Kamis, 19/05/2016 01:04 WIB http://finansial.bisnis.com/read/20160519/215/548994/allianz-life-targetkan-premi-emerging-consumer- tumbuh-20
2015, Pendapatan Premi Bruto "Emerging Consumer" Allianz Life Capai Rp96,99 Miliar
Allianz Life Indonesia mencatat bahwa pendapatan Premi Bruto bisnis Emerging Consumers sampai dengan akhir tahun 2015 tercatat sebesar Rp 96,99 miliar. Pencapaian ini didukung oleh jumlah mitra bisnis sebanyak 87 mitra bisnis yang terdiri dari BPR, koperasi, dan juga mitra bank. Sementara hingga akhir 2015, bisnis Emerging Consumers telah melindungi lebih dari 4,73 juta nasabah atau meningkat sebesar 20% dibandingkan dengan tahun 2014. Nasabah ini terdiri dari segmen masyarakat mikro maupun dari low mass market.
Wartaekonomi.com - 18 Mei 2016 17:46:00 WIB http://wartaekonomi.co.id/read/2016/05/18/100791/2015-pendapatan-premi-bruto-emerging-consumer- allianz-life-capai-rp9699-miliar.html
EKONOMI MAKRO DAN REGULASI
Investasi IKNB - Porsi Deposito Terus Dipangkas
Porsi investasi dana pensiun dan asuransi pada instrumen deposito diperkirakan bakal menunjukkan tren penurunan hingga akhir semester I/2016 lantaran pelaku industri lebih fokus memenuhi ketentuan minimal investasi pada surat berharga negara. Sampai akhir kuartal I/2016, porsi investasi dana pensiun (dapen) dan asuransi pada instrumen deposito mengalami penurunan tajam. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2016, porsi investasi deposito berjangka dana pensiun pemberi kerja (DPPK) yang me nyelenggarakan program pension manfaat pasti (PPMP) mengalami penurunan hingga 15,35% (year-on-year/y-o-y) menjadi Rp23,70 miliar. Padahal, nilai total investasi DPPK PPMP masih tumbuh 4,36% (y-o-y) menjadi Rp135,60 triliun.
Bisnis Indonesia – 19/05/2016, hal. 21
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
13.441 |
|
IHSG |
4.708,33 |
|
BI Rate (per 17 Maret 2016) |
6,75% |
Sumber Kontan.com , Bank Indonesia
Sumber Media:
Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Neraca, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media ndonesia, Koran Tempo, Jawa Post (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Tribun Jogja (Jogja), Analisa (Medan), Tribun Pakanbaru (Riau dan Pakanbaru), Tribun Sumsel (Sumsel), Tribun Pontianak (pontianak), Tribun Timur (Sulsel), Tribun Manado (Sulut), Detik.com, kompas.com, Antara.com, Tribunnews.com, okezone.com, Beritasatu.com, Media Asuransi, warta ekonomi, Majalah InfoBank, majalah investor
