AAJI Daily News - 16 Juni 2016
HEADLINE NEWS
- Astra Life Optimistis Capai Target Premi Rp 2 Triliun
- Kian Banyak Perusahaan Asuransi Spin Off Unit Syariah
- Kian Banyak Asuransi Spin Off Unit Syariah
- OJK Masih Proses Sejumlah Izin "Spin Off" Dan UUS
- Bunga The Fed Diperkirakan Belum Akan Naik
INDUSTRI ASURANSI JIWA
Astra Life Optimistis Capai Target Premi Rp 2 Triliun
Perusahaan asuransi jiwa PT Astra Aviva Life (Astra Life) masih optimistis mencapai target premi bruto Rp 2 triliun pada 2016. "Hingga Mei 2016, premi kami mencapai Rp 870 miliar. Kami yakin target tahun ini tercapai," kata Presiden Direktur Astra Life Auddie A. Wiranata. Pada 2015 lalu, premi bruto Astra Life mencapai Rp 1,36 triliun, naik dari Rp 651 miliar pada tahun sebelumnya. Untuk tahun depan, lanjut Auddie, pihaknya menargetkan premi bruto mencapai Rp 3 triliun dan pada 2018 mencapai Rp 4 triliun. Astra Life yang diluncurkan secara resmi pada November 2014 juga berhasil naik enam peringkat di jajaran perusahaan asuransi jiwa Indonesia. Astra Life yang berada di posisi ke-29 pada kuartal tiga 2014 naik ke peringkat 23 per Desember 2015. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), penetrasi asuransi di Indonesia baru mencapai 2,4 persen.
Okezone.com - Rabu, 15 Juni 2016 - 13:56 wib http://economy.okezone.com/read/2016/06/15/320/1415762/astra-life-optimistis-capai-target-premi-rp2- triliun
MAKRO EKONOMI DAN REGULASI
Kian Banyak Perusahaan Asuransi Spin Off Unit Syariah
Aksi korporasi asuransi syariah kian marak. Sejumlah unit usaha syariah (UUS) yang memisahkan diri dari induknya makin banyak. Moch. Muchlasin, Direktur Pengawas industri keuangan non bank (IKNB) Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bilang, tahun ini dua perusahaan yang mendapatkan restu regulator untuk menjalankan unit usaha syariah. Setelah PT Jasindo Syariah yang memisahkan diri dari PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo, kini ada PT Reasuransi International Indonesia (Reindo) yang melakukan spin off UUS mereka. "Izin Reindo Syariah sudah ditandatangani di akhir April lalu," kata Muchlasin. Reindo Syariah menjadi satu-satunya pemain reasuransi syariah yang berstatus full fledge alias bukan unit usaha. Menurut Muchlasin, modal awal yang disuntik ke Reindo Syariah sebanyak Rp 100 miliar.
Harian Kontan – 16/06/2016, hal. 24
Kian Banyak Asuransi Spin Off Unit Syariah
Aksi korporasi Asuransi Syariah kian marak. Sejumlah unit usaha syariah (UUS) yang memisahkan diri dari induknya makin banyak. Moch. Muchlasin, Direktur Pengawas industri keuangan non bank (IKNB) Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bilang, tahun ini dua perusahaan yang mendapatkan restu regulator untuk menjalankan unit usaha syariah. Setelah PT Jasindo Syariah yang memisahkan diri dari PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo, kini ada PT Reasuransi International Indonesia (Reindo) yang melakukan spin off UUS mereka. "Izin Reindo Syariah sudah ditandatangani di akhir April lalu," kata Muchlasin.
Kontan.co.id – 16/06/2016 http://keuangan.kontan.co.id/news/kian-banyak-asuransi-spin-off-unit-syariah
OJK Masih Proses Sejumlah Izin "Spin Off" Dan UUS
Dua perusahaan Asuransi sudah mendapatkan izin untuk menjalani unit usaha. Jumlah perusahaan hasil spin off pun kemungkinan besar bakal bertambah lagi tahun ini. Pasalnya, Direktur Pengawas IKNB Syariah OJK Moch. Muchlasin mengatakan, proposal serupa dari AJB Bumiputera dan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia masih diproses di meja regulator. Untuk Bumiputera, kata Muchlasin, masih ada dalam tahap fit and proper test. Sementara Manulife masih ada urusan kelengkapan dokumen yang masih harus diselesaikan.
Kontan.co.id – 15/06/2016 http://keuangan.kontan.co.id/news/ojk-masih-proses-sejumlah-izin-spin-off-dan-uus
Bunga The Fed Diperkirakan Belum Akan Naik
Bursa saham di Eropa menguat dan mata uang poundsterling lebih kuat nilainya atas dollar AS dan yen, Rabu (15/6), seiring dengan harapan tingkat suku bunga acuan di AS, The Fed Fund Rate, belum akan naik bulan ini. Penguatan juga terjadi atas mayoritas bursa saham di kawasan Asia di tengah kekhawatiran pasar keuangan global atas peluang keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau British Exit (Brexit). Bursa saham Wall Street yang juga tidak aman dari sentimen Brexit, saat berita ini ditulis, diramalkan menguat sebagaimana terlihat dari indeks future pasar saham AS. Kekhawatiran atas Brexit yang merupakan negara dengan ekonomi kelima terbesar secara global mendominasi suasana pasar keuangan beberapa waktu terakhir.
Harian Kompas – 16/06/2016, hal. 10
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
13.326 |
|
IHSG |
4.812,54 |
|
BI Rate (per 17 Maret 2016) |
6,75% |
Sumber Kontan.com , Bank Indonesia.
Sumber Media:
Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Neraca, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media ndonesia, Koran Tempo, Jawa Post (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Tribun Jogja (Jogja), Analisa (Medan), Riau Post (Riau dan Pakanbaru), Tribun Sumsel & Sriwijaya Post (Sumsel), Tribun Pontianak (pontianak), Tribun Timur (Sulsel), Tribun Manado (Sulut), Detik.com, kompas.com, Antara.com, Tribunnews.com, Liputan6.com, Metronews.com, okezone.com, Beritasatu.com, Indonesia Finance Today, warta ekonomi, Majalah InfoBank, majalah investor
