AAJI Daily News - 26 Januari 2016
HEADLINES NEWS
- Sembari Ngopi-ngopi, Mari Berasuransi!
- [Foto] Digitalization
- [Foto] Konsep Digital Office
- [Foto] Digital Office Agen Asuransi
- Target Premi FWD Life Naik Berlipat
- Asisten Digital Para Agen Asuransi
- FWD Life Ciptakan Terobosan Digital Agency
- [Foto] FWD Life Digital Agency
- [Foto] FWD Life Digital Agency
- FWD Life Targetkan Premi Rp240 Miliar
- FWD Life Andalkan Agen Sebagai Tulang Punggung
- Allianz Gelar Program Pelayanan Sosial Kemasyarakatan
- Fintech untuk Jaring Nasabah Asuransi
- Sequis Life Lakukan Transformasi Sales Digital
- [Foto] Masa Perpanjangan
- Tiga Saham Masuk Indeks LQ45
- BI Rate Perlu Turun Lagi Agar Efeknya Lebih Terasa
INDUSTRI ASURANSI JIWA
Sembari Ngopi-ngopi, Mari Berasuransi!
Asuransi Jiwa FWD dan gerai kopi Excelso menjalin kolaborasi dengan membuka lima passion alias kesukaan pelanggan produk asuransi jiwa perusahaan tersebut di Indonesia yaitu kuliner, olahraga, musik, jalan-jalan, dan belanja. FWD meluncurkan aplikasi mobile komprehensif yang disebut FWD Mobile. Piranti lunak ini memungkinkan agen melakukan pendekatan kepada pelanggan dengan lebih baik. Aplikasi ini juga didukung oleh modul pelatihan dan proses penjualan efisien. Ada empat fitur FWD Mobile yang diklaim user- friendly, yaitu M-Recruitment, M-Activity, M-Commerce, dan M-Service.
FWD sampai akhir 2015 sudah mengumpulkan premi hingga Rp 59 miliar. Target perolehan premi hingga akhir 2016 adalah Rp 240 miliar. Separuh dari target premi baru itu berasal dari agen. Sementara, separuhnya lagi dari kegiatan bisnis banking insurance, dan sebagainya. Kontribusi perolehan premi dari agen mencapai 50 persen. Hingga akhir 2015, jumlah agen FWD ada 2.500 orang. Jumlah itu akan bertambah menjadi 5.000 agen berlisensi. (Kompas.com, 25/1) http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/01/25/174824226/Sembari.Ngopi- ngopi.Mari.Berasuransi
Berita serupa dapat ditemukan di:
- The Jakarta Post, 26/1, hal. 14. [Foto] Digitalization
- Koran Sindo, 26/1, hal. 18. [Foto] Konsep Digital Office
- Kontan, 26/1, hal. 24. [Foto] Digital Office Agen Asuransi
- Kontan, 26/1, hal. 24. Target Premi FWD Life Naik Berlipat
- Republika, 26/1, hal. 22. Asisten Digital Para Agen Asuransi
- Investor Daily, 26/1, hal. 22. FWD Life Ciptakan Terobosan Digital Agency
- Investor Daily, 26/1, hal. 5. [Foto] FWD Life Digital Agency
- Bisnis Indonesia, 26/1, hal. 21. [Foto] FWD Life Digital Agency
- Bisnis Indonesia, 26.1, hal. 21. FWD Life Targetkan Premi Rp240 Miliar
FWD Life Andalkan Agen Sebagai Tulang Punggung
Agen asuransi bakal menjadi tulang punggung bisnis PT FWD Life Indonesia. Tahun ini, kontribusi perolehan premi FWD Life diharapkan bisa menyumbang 50% dari total perolehan premi. Jika saat ini, jumlah agen FWD Life mencapai 2.500 agen. Maka akhir tahun nanti jumlahnya bisa bertambah hingga 5.000 agen. FWD Life memastikan, agen asuransinya telah tersertifikasi dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Dari total target perolehan premi sampai akhir tahun Rp 240 miliar. FWD Life menargetkan kontribusi premi bisa mencapai 50%. Saat ini jumlah nasabah FWD Life telah mencapai 26.000 nasabah. Perusahaan telah memiliki kantor cabang di tiga kota yakni: Jakarta, Semarang dan Bandung. FWD Life berencana membidik 25 kota lain di Indonesia. (Kontan.co.id, 25/1)
http://keuangan.kontan.co.id/news/fwd-life-andalkan-agen-sebagai-tulang-punggung
Allianz Gelar Program Pelayanan Sosial Kemasyarakatan
Allianz Indonesia konsisten melakukan berbagai kegiatan tanggung jawab sosial. Bertepatan dengan Hari Gizi dan Makanan Nasional pada 25 Januari 2016, Allianz Indonesia resmi membuka rangkaian kegiatan CSR melalui program Pelayanan Sosial Kemasyarakatan untuk masyarakat Kelurahan Guntur dan Menteng Atas. Allianz Indonesia telah melakukan serangkaian kegiatan program serupa sebagai uji coba sejak Oktober 2015, dan telah membantu 1.500 masyarakat di sekitar dua kelurahan tersebut. Kegiatan yang diberikan beragam, seperti pelatihan pengelolaan keuangan untuk para ibu kader kelurahan; program Kader Kesehatan yang memberikan penyuluhan pola hidup bersih dan sehat; Mobil Cerdas Allianz; dan rehabilitasi taman Kelurahan Guntur. (Investor Daily, 26/1, hal. 22)
Fintech untuk Jaring Nasabah Asuransi
Tren teknologi financial (financial technology/ fintech) mendorong perusahaan, termasuk asuransi, menghadirkan aplikasi untuk menjaring konsumen. Teknologi digital dalam bisnis finansial telah mengubah perusahaan dalam menjalankan bisnis, kata Tatang Widjaja, President Director & CEO Sequis Life & Sequis Group. Sequis, sebagai yang pertama merambah lini digital, menyediakan aplikasi online konsumen dan tenaga pemasaran Sequis. Sequis kini memiliki layanan digital dengan nama Sequis Online dan Sequis eZ untuk Android, iOS, Windows Phone, dan Web. Sequis Online merupakan digital channel untuk memperkenalkan bahwa asuransi dapat dilakukan dengan mudah. Nasabah dapat menentukan sendiri jumlah uang pertanggungan dan besaran premi. Polis disajikan dalam bentuk e-policy yang diterima nasabah pada hari yang sama setelah proses pembayaran selesai dilakukan. Sequis eZ merupakan aplikasi digital untuk pemasaran produk sehingga nasabah bisa langsung mendaftarkan asuransi secara online lewat ponselnya. Dalam waktu 15 menit, konsumen bisa mendapatkan e-policy dengan mengisi aplikasi online. Sequis menjual tiga produk lewat jalur online yaitu My Life Protection, My Hospital Protection, dan My Critial Protection, dengan tarif mulai Rp33 ribu per bulan hingga Rp39,500 per bulan. Sequis menargetkan 6.000 polis online untuk tahun pertama. (Koran Jakarta, 26/1, hal. 15)
Berita serupa dapat ditemukan di:
- HE Neraca, 26/1, hal. 5. Sequis Life Lakukan Transformasi Sales Digital
[Foto] Masa Perpanjangan
Pelaku jasa asuransi berharap adanya perpanjangan masa bagi relaksasi formula perhitungan rasio kecukupan modal atau risk based capital yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak semester II/2015. (Bisnis Indonesia, 26/1, hal. 21)
EKONOMI MAKRO & REGULASI
Tiga Saham Masuk Indeks LQ45
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan saham-saham yang masuk dan keluar dalam penghitungan Indeks IDX30, LQ45, dan Kompas100. Tiga saham baru Indeks LQ45 antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Hanson International Tbk (MYRX). Saham-saham yang masuk dan keluar itu berlaku untuk periode perdagangan Februari-Juli 2016. Masuknya saham-saham dalam Indeks LQ45, termasuk HMSP, menunjukkan fundamental kinerja perusahaan yang relatif baik dan volume transaksi saham yang bagus. HMSP adalah emiten dengan kapitalisasi terbesar di antara tiga saham baru yang masuk tersebut, mencapai Rp437 triliun. Kemarin IHSG tumbuh negatif 1,9 persen dan LQ45 turun 0,75 persen secara tahunan. Indeks Kompas100 tercatat 1,28 persen melemah sejak awal tahun. (Kompas, 26/1, hal. 20)
BI Rate Perlu Turun Lagi Agar Efeknya Lebih Terasa
Bank Indonesia (BI) baru-baru ini menurunkan suku bunga acuan (BI rate) tetapi efek bagi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) masih terbatas karena BRI lebih banyak melayani kredit mikro. Jika suku bunga kredit turun, suku bunga deposito pun ikut turun. Ketika bunga deposito menurun, nasabah cenderung mengalihkan aset ke yang lebih berisiko tetapi memberikan imbal hasil lebih tinggi. Dampak pelonggaran BI rate ini terbatas bagi perbankan, karena sektor ini baru menyesuaikan cost of funds sedangkan suku bunga kredit belum berubah. BI diprediksikan akan menurunkan kembali BI rate pada semester I tahun ini untuk memicu permintaan kredit yang tahun ini diharapkan tumbuh 12-4%. Sentimen positif terkuat BRI masih terkait Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bunganya masih disubsidi pemerintah. Saat bunga KUR turun dari 22% menjadi 12%, BRI bisa langsung menyalurkan KUR sebesar Rp3 triliun. Saat ini, bunga KUR juga kembali diturunkan menjadi 9% per tahun. Satu sentimen lain yang perlu diperhatikan adalah revaluasi aset. Dengan revaluasi, nilai aktiva tetap BRI akan bertambah Rp8 triliun dan berpotensi menaikkan CAR sekitar 1%. (Kontan, 26/1, hal. 5)
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
13.863 |
|
IHSG |
4.505,79 |
|
BI Rate (per 14 Januari 2016) |
7,25% |
Sumber: Kontan / Bank Indonesia
