AAJI Daily News - 13 Juni 2016
Headline News
- Asuransi Yakin Penuhi Wajib SBN Tahun Ini
- Pendapatan BNI Life Capai Rp 907 Miliar
- Kami Pacu ProduktivitasTenaga Pemasar
- Tren Asuransi Tumbuh, BNI Life Optimistis
- (Berita Photo) Kinerja Asuransi BNI Life
- (Berita Photo) Peluncuran Asuransi Jiwa AIA Sakinah Assurance
- AIA Rilis Sakinah Assurance
- Kerjasama OJK dan OECD Untuk Kegiatan Literasi Keuangan UMKM
MENGENAI AAJI
Asuransi Yakin Penuhi Wajib SBN Tahun Ini
Rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melonggarkan ketentuan investasi minimal di Surat Berharga Negara (SBN) jadi angin segar. Pelaku industri asuransi optimistis bisa memenuhi ketentuan itu akhir tahun ini. Hendrisman Rahim, Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyatakan, “Kelonggaran itu akan memudahkan perusahaan asuransi mendekap obligasi pemerintah sesuai aturan main. Selama ini perusahaan asuransi jiwa sulit memenuhi investasi minimal di SBN sebesar 30% dari total dana kelolaan. Sebab, tak mudah bagi perusahaan asuransi jiwa membeli SBN terutama di primary market. Mereka harus berebut dengan perusahaan sektor lain terutama perbankan. Belum lagi, harga SBN bisa lebih mahal dengan yield yang cenderung lebih rendah.”
Harian Kontan – 13/06/2016, hal. 24
Narasumber :
- Hendrisman Rahim, Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)
INDUSTRI ASURANSI JIWA
Pendapatan BNI Life Capai Rp 907 miliar
PT BNI Life Insurance (BNI Life) berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 907 miliar pada kuartal I-2016, tumbuh di atas 20% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. BNI Life pun optimistis akan mencapai pertumbuhan positif tahun ini. Direktur Utama BNI Life Budi TA Tampubolon mengatakan, “Optimistis tersebut mengacu pada tren perubahan industri asuransi di Indonesia yang juga diperkirakan akan tumbuh positif. Terlebih lagi, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memproyeksikan pertumbuhan premi di rentang 23-29% tahun ini”.
Investor daily - 11-12/06/2016, hal. 8
Kami Pacu Produktivitas Tenaga Pemasar
PT BNI Life Insurance menargetkan dapat menduduki posisi lima besar perusahaan asuransi dengan premi bisnis baru terbesar di Indonesia. Direktur Utama BNI Life Budi T.A Tampubolon menyatakan perseroan telah menyiapkan sejumlah rencana bisnis untuk mencapainya. Sepanjang 2015, kami berhasil mencatatkan kinerja yang cukup memuaskan dengan pertumbuhan premi mencapai 124%. Grosspremi yang berhasil dibukukan pada 2015 mencapai Rp 3,5 triliun, yang Rp 2,3 triliun di antaranya merupakan premi bisnis baru.
Bisnis Indonesia – 13/06/2016, hal. 22
Tren Asuransi Tumbuh, BNI Life Optimistis
Manajemen PT BNI Life Insurance optimistis membukukan pertumbuhan positif pada 2016. Pada triwulan I- 2016, pendapatan BNI Life Rp 907 miliar, tumbuh 20 persen dalam setahun.
Direktur Utama BNI Life Budi TA Tampubolon mengatakan, “optimisme itu selaras dengan tren pertumbuhan asuransi. Pada 2015, BNI Life tumbuh 124 persen, yang ditopang kemampuan tenaga pemasaran yang lebih baik serta produk yang dikemas ulang dan layanan yang ditingkatkan. Pada 2016, BNI Life fokus pada asuransi kumpulan. Sebelum 2019, BNI Life menargetkan menjadi salah satu dari lima perusahaan asuransi terbesar dalam premi baru.”
Harian Kompas – 11/06/2016, hal. 18
(Berita Photo) Kinerja Asuransi BNI Life
Harian Kontan – 11/06/2016, hal. 11
(Berita Photo) Peluncuran Asuransi Jiwa AIA Sakinah Assurance
Bisnis Indonesia – 13/06/2016, hal. 22
AIA Rilis Sakinah Assurance
Guna memperkuat jalur bisnis asuransi di segmen syariah, PT AIA Financial (Asuransi AIA) telah meluncurkan produk asuransi jiwa baru yang berdasarkan prinsip-prinsip syariah bertajuk AIA Sakinah Assurance. Hal tersebut disampaikan Chief of Marketing Lim Chet Ming kepada media saat dijumpai di Jakarta, kemarin. Ia menjelaskan produk baru AIA itu menawarkan berbagai perlindungan, salah satunya berupa santunan meninggal hingga 300% dari uang pertanggungan apabila terjadi risiko meninggal akibat kecelakaan selama perjalanan ibadah haji atau di dalam transportasi umum.
Media Indonesia – 11-12/06/2016, hal. 14
EKONOMI MAKRO DAN REGULASI
Kerjasama OJK dan OECD Untuk Kegiatan Literasi Keuangan UMKM
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Juni ini, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) guna memperkuat kerjasama antara kedua lembaga. Penandatanganan ini dilakukan oleh Ketua OJK Muliaman D. Hadad dan Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurria, pada saat pembukaan Seminar Regional Tingkat Tinggi OJK-OECD yang berlangsung di Jakarta pada tanggal 1-2 Juni 2016. Perjanjian MoU tersebut mencakup masalah-masalah regulasi dan pengawasan sektor keuangan, pengembangan pasar keuangan yang transparan dan efisien, system pengaturan pensiun dan asuransi pendidikan keuangan, kesadaran, inklusi dan perlindungan konsumen. Seminar yang diadakan oleh OJK dan OECD bertujuan untuk memberdayakan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Asia melalui kegiatan inklusi dan melek finansial. UMKM memberikan kontribusi yang relatif signifikan terhadap pangsa produk domestik bruto (PDB) dan lapangan kerja di negara-negara berkembang. Di Indonesia, UMKM menyumbang hampir 60 persen dan 97,16 persen pangsa kerja (Kementerian Koperasi dan UMKM, 2013).
The Jakarta Post – 13/06/2016, hal. 13
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
13.336 |
|
IHSG |
4.826,50 |
|
BI Rate (per 17 Maret 2016) |
6,75% |
Sumber Kontan.com , Bank Indonesia
Sumber Media:
Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Neraca, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media ndonesia, Koran Tempo, Jawa Post (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Tribun Jogja (Jogja), Analisa (Medan), Riau Post (Riau dan Pakanbaru), Tribun Sumsel & Sriwijaya Post (Sumsel), Tribun Pontianak (pontianak), Tribun Timur (Sulsel), Tribun Manado (Sulut), Detik.com, kompas.com, Antara.com, Tribunnews.com, okezone.com, Beritasatu.com, Media Asuransi, warta ekonomi, Majalah InfoBank, majalah investor
