AAJI Daily News - 15 Juli 2016
HEADLINE NEWS
- Asuransi Tawarkan Alternatif
- Semester I, BCA Life Bukukan 70% Target Premi
- BCA Life Bukukan Rp 176 Miliar
- Pendapatan Premi BCA Life Mencapai Rp 176 Miliar
- BCA Life Andalkan Grup Usaha BCA
- Tetap Tumbuh Di Atas Industri (Yetty Rochyatini)
- Bunga Deposito Masih Menggiurkan
- Bisnis Asuransi Syariah Peluangnya Masih Besar (Abdul Chalik)
- Produk COB Mandiri Inhealth, Jumlah Badan Usaha Peserta Diklaim Meningkat Signifikan
- Investasi Asuransi, Bunga Deposito Masih Jadi Sumber Imbal Hasil
- OJK Cabut Relaksasi MMBR Industri Asuransi
- Demi Karier, Profesional Di Indonesia Siap Terima Pekerjaan Baru
MENGENAI AAJI
Asuransi Tawarkan Alternatif
Pelaku industri asuransi siap menyediakan instrumen penempatan dana repatriasi jika pemerintah mengizinkan. Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), menyatakan industri asuransi memiliki banyak produk yang memiliki kesamaan jenis dengan program repatriasi. Menurutnya, jika program repatriasi mensyaratkan dana ditempatkan paling singkat tiga tahun, di industri asuransi dana bahkan dapat ditahan minimal lima tahun. “Yang kami punya (produk penempatan dana) banyak. Paling cocok (penempatan dana repatriasi itu) di asuransi,” kata Togar, Kamis (14/7).
Bisnis Indonesia – 15/07/2016, hal. 7
Narasumber:
- Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)
INDUSTRI ASURANSI JIWA
Semester I, BCA Life Bukukan 70% Target Premi
PT Asuransi BCA (BCA Life) membukukan perolehan premi Rp 176,3 miliar sampai Juni 2016 (unaudited) atau mencapai 70% dari target tahun ini sebesar Rp 250 miliar. Perolehan premi tersebut juga tercatat tumbuh 207% dibandingkan Juni 2015 yang mencapai Rp 57,4 miliar. Tahun lalu, perseroan membukukan premi Rp 112 miliar. Sementara itu, Jumlah klaim sampai Juni 2016 sebesar Rp 19,6 miliar meningkat 258% dibanding periode sama tahun lalu Rp 5,5 miliar.
Investor Daily – 15/07/2016, hal. 23
BCA Life Bukukan Rp 176 Miliar
PT Asuransi Jiwa BCA membukukan premi Rp 176,3 miliar pada semester I/2016, atau mencapai 70% dari target yang ditetapkan tahun ini. Christine Setyabudhi, Presiden Direktur & CEO PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life), menyatakan pada tahun ini perusahaan menargetkan meraih premi Rp 250 miliar. “Asuransi jiwa kredit masih kontribusi terbesar, sekitar 40%,” kata Christine dalam temu media, Kamis (14/7). Dia menyatakan, memasuki tahun ketiga ini pihaknya menargetkan dapat tumbuh lebih agresif. Apalagi infrastruktur bisnis telah disiapkan dalam dua tahun terakhir.
Bisnis Indonesia – 15/07/2016, hal. 19
Pendapatan Premi BCA Life Mencapai Rp 176 Miliar
PT Asuransi BCA (BCA Life) membukukan pendapatan premi Rp 176,302 miliar per 30 Juni 2016, meningkat 307 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Tahun ini, pendapatan premi ditargetkan mencapai Rp 250 miliar. "Peningkatan tersebut dipengaruhi jumlah nasabah dan diferensiasi produk yang terus bertambah," ujar Presiden Direktur dan CEO BCA Life Christine Setyabudhi saat jumpa media ulang tahun ke-2 BCA Life, Kamis (14/7), di Jakarta. BCA Life merupakan anak usaha PT Bank Central Asia Tbk. Jumlah nasabah hingga saat ini sebanyak 213.016 orang dengan tingkat solvabilitas 995,51 persen. Jumlah klaim meningkat dari Rp 5,481 miliar pada Juni 2015 menjadi Rp 19,620 miliar Juni 2016.
Harian Kompas -15/07/2016, hal. 20
BCA Life Andalkan Grup Usaha BCA
PT Asuransi Jiwa BCA Life (BCA Life) masih mengandalkan grup usaha untuk menopang bisnisnya. BCA meyakini upaya membidik nasabah grup lebih efektif mendongkrak bisnisnya. Honggoh Djojo, Chief Distribution Officer BCA Life memaparkan rencana bisnis perusahaan masih bertumpu pada pasar grup usaha Bank BCA. Tahun ini, misalnya, BCA Life mengandalkan Bank BCA sebagai jalur distribusi bancassurance. BCA Life telah meluncurkan produk BCA Life Heritage Protection yang menyasar nasabah prioritas BCA. Selanjutnya, perusahaan ini akan membidik anak usaha Bank BCA yang bergerak di segmen pembiayaan kendaraan bermotor yakni PT BCA Finance (BCAF) dan PT Central Sentosa Finance (CSF).
Harian Kontan – 15/07/2016, hal. 24
Berita Serupa :
- Media Indonesia – 15/07/2016, hal. 15 Ulang Tahun Ke-2 Premi BCA Life Tumbuh 307%
- Koran Tempo - 15/07/2016, hal. 15 Premi BCA Life Melonjak 307 Persen
- Harian Neraca – 15/07/2016, hal. 4 BCA Life Bakal Rilis Dua Produk Baru
- Kontan.co.id - Kamis, 14 Juli 2016 Genjot bisnis, BCA Life andalkan grup usaha http://keuangan.kontan.co.id/news/genjot-bisnis-bca-life-andalkan-grup-usaha
- Kontan.co.id - Kamis, 14 Juli 2016 Premi BCA Life sudah tembus 70% http://keuangan.kontan.co.id/news/premi-bca-life-sudah-tembus-70
Tetap Tumbuh Di Atas Industri ( Yetty Rochyatini)
Unit Usaha Syariah Manulife saat ini telah tujuh tahun beroperasi, semenjak diresmikan pada tanggal 12 Juni 2019. Awalnya berangkat dari pemikiran bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim sehingga tepat jika Manulife Indonesia memasuki bisnis syariah. "Ternyata setelah jalan, peminatnya bukan hanya kaum muslim, yang non islam juga memilih produk ini. Sehingga bisnisnya growing terus.
Media Asuransi - Juli 2016, hal. 20
Bunga Deposito Masih Menggiurkan
Kendati porsi dalam portofolio investasi terus menurun, instrumen deposito berjangka masih tetap menjadi salah satu pilihan utama pelaku asuransi jiwa untuk meraup imbal hasil tinggi. Shierly Ge, Head of Marketing PT Sun Life Financial Indonesia, menilai hingga saat ini instrumen deposito masih menjadi penopang hasil investasi industri. Apalagi hasil investasi dari pasar modal cenderung menurun. “Dilihat dari JCI [Jakarta Com posite Index] year-on-year mengalami penurunan sebesar -4.9%, per April 2016,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (12/7). Shierly mengungkapkan pada periode yang sama imbal hasil atau yield obligasi berdenominasi rupiah dengan tenor sepuluh tahun masih stagnan di kisaran 7,7%. Adapun, imbal hasil dari obligasi berdominasi dolar Amerika Serikat masih meningkat.
Bisnis Indonesia – 15/07/2016, hal. 19
Bisnis Asuransi Syariah Peluangnya Masih Besar (Abdul Chalik)
Unit Usaha Syariah (UUS) PT BNI Life Insurance tahun 2015 mampu tumbuh dengan positif. Bahkan, pencapaiannya mampu melebihi dari yang ditargetkan oleh perusahaan. Kontribusi brutonya tercapai sebesar Rp 125 miliar, dari yang ditargetkan sebesar Rp 110 miliar. "Di tahun 2015 yang menantang dan masih tidak menentu, kami bersyukur bisa melebihi target yang telah di tetapkan. Ini sebuah blessing bagi kami."
Media Asuransi - Juli 2016, hal. 21
Produk COB Mandiri Inhealth, Jumlah Badan Usaha Peserta Diklaim Meningkat Signifikan
PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia mencatatkan peningkatan signifikan jumlah badan usaha dalam pemasaran produk asuransi kesehatan managed care pada semester I/2016. Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) Iwan Pasila mengungkapkan hingga Juni 2016 pihaknya telah memasarkan produk yang menyertakan layanan BPJS Kesehatan melalui skema koordinasi manfaat atau coordination of benefit (COB) kepada sekitar 300 badan usaha. Padahal, jelasnya, hingga akhir 2015 asuransi jiwa yang 80% sahamnya dimiliki PT Bank Mandiri Tbk. (Persero) tersebut baru memasarkan produk itu kepada sekitar 150 perusahaan. "Sudah ada 300 badan usaha yang membeli produk COB,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (14/7/2016).
Bisnis.com - 15/07/2016 http://finansial.bisnis.com/read/20160715/215/566030/produk-cob-mandiri-inhealth-jumlah-badan-usaha- peserta-diklaim-meningkat-signifikan
Investasi Asuransi, Bunga Deposito Masih Jadi Sumber Imbal Hasil
Kendati porsinya terus mengalami penurunan dalam portofolio investasi, instrumen deposito berjangka masih tetap menjadi salah satu pilihan utama pelaku asuransi jiwa untuk meraup imbal hasil. Shierly Ge, Head of Marketing PT Sun Life Financial Indonesia, menilai hingga saat ini secara industri instrumen deposito sebenarnya masih menjadi penopang bagi realisasi hasil investasi yang signifikan. Pasalnya, dia menjelaskan hasil investasi dari pasar modal cenderung mengalami penurunan. “Dilihat dari JCI year-on-year mengalami penurunan sebesar -4.9%, per April 2016,” ujarnya kepada Bisnis.
Bisnis.com - 15/07/2016 http://finansial.bisnis.com/read/20160715/215/566032/investasi-asuransi-bunga-deposito-masih-jadi- sumber-imbal-hasil
EKONOMI MAKRO DAN REGULASI
OJK Cabut Relaksasi MMBR Industri Asuransi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut relaksasi terkait penilaian investasi surat utang dan penyesuaian Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR ) perusahaan asuransi, reasuransi konvensional maupun syariah, sebab OJK menilai kondisi keuangan global dan ekonomi Indonesia mulai membaik. Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Nonbank (IKNB) 1A OJK Yusman mengatakan, relaksasi pemenuhan MMBR diberikan OJK untuk membantu perusahaan asuransi yang terkena dampak penurunan nilai asset atas investasi mereka.
Investor Daily – 15/07/2016, hal. 23
Demi Karier, Profesional Di Indonesia Siap Terima Pekerjaan Baru
Hampir seluruh professional di Indonesia terbuka terhadap berbagai kesempatan yang menawarkan pekerjaan baru. Demikian terungkap dalam laporan tahunan ketiga, Studi Talent Trends 2016, yang dirilis LinkedIn, jaringan professional online terbesar di Indonesia, atau sebesar 93% mengaku terbuka terhadap berbagai kesempatan yang menawarkan pekerjaan baru dan tertarik untuk menindaklanjutinya.
Investor Daily – 15/07/2016, hal. 11
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
13.075 |
|
IHSG |
5.124,48 |
|
BI Rate (per 17 Maret 2016) |
6,75% |
Sumber Kontan.com , Bi Rate.
Sumber Media:
Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Neraca, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Tribun Jogja (Jogja), Analisa (Medan), Riau Pos (Riau dan Pakanbaru), Tribun Sumsel & Sriwijaya Pos (Sumsel), Tribun Pontianak (Pontianak), Tribun Timur (Sulsel), Tribun Manado (Sulut), Detik.com, Kompas.com, Antara.com, Tribunnews.com, Okezone.com, Beritasatu.com, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah InfoBank, Majalah Investor
