AAJI Daily News - 1 Juli 2021
FM-CC-AAJI-006-00
Kamis 1 Juli 2021
HEADLINE NEWS
- Nilai Klaim Polis Terus Bertumbuh, AAJI Sebut Masyarakat Paham Produk Unitlink
- Klaim Asuransi Ikut Terkerek
- Permintaan Asuransi Jiwa Meningkat selama Pandemi Virus Corona
- Hingga Mei 2021, Dana Kelolaan Astra Life Meningkat 17,6%
- Semester I-2021, Dana Kelolaan Astra Life dan DPLK Astra Tumbuh 17,6%
- Dana Kelolaan Astra Life Meningkat 17,6%, Capai Rp9,64 Triliun
- Dana Kelolaan Astra Life Meningkat 17,6%, Capai Rp9,64 Triliun
- SEQUIS LIFE Catatkan Kinerja Positif di 2020
- SEQUIS LIFE Catatkan Kinerja Positif di 2020
- BERITA FOTO – Premi Industri Asuransi
- Lebih Aman, Allianz Hadirkan Produk Asuransi Syariah AlliSya AMAN
- Mengacu Pada Budaya Tolong Menolong, Allianz Indonesia Hadirkan Asuransi Syariah AlliSya AMAN
- ALLIANZ Luncurkan Asuransi Syariah Tradisional
- Prospek dan Tantangan Asuransi 2021 di Balikpapan, AXA Mandiri Catat Kenaikan Premi 18 Persen
- Insurtech Ada, Literasi Tinggi, Tapi Inklusi Rendah? Ini Alasannya
- Banyak Aduan, OJK Godok Aturan Terbaru Pemasaran Produk Unitlink
- OJK Mengatur Ulang Penerbitan Produk Unitlink
- Banyak Pengaduan 'Unit Link', OJK Godok Aturan Baru
- Tingkatkan pengawasan, OJK bakal atur pemasaran produk unitlink
- Ternyata, Nasabah Kakap juga Masih Suka 'Gagal Paham' Produk Unit-Linked
Tentang AAJI
Nilai Klaim Polis Terus Bertumbuh, AAJI Sebut Masyarakat Paham Produk Unitlink
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebut premi produk unitlink mengalami pertumbuhan 31,7% atau sekitar Rp 35,83 triliun pada Kuartal I/2021. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan, walau sentimen negatif membayangi produk unitlink, pembayaran klaim terhadap pemegang polis pun juga tumbuh. Fakta itu menunjukkan bahwa produk unitlink masih bagus, bahkan meningkat cukup tajam. Banyak masyarakat pemilik polis itu tahu bahwa mereka nggak perlu memutuskan kontrak tapi bisa menikmati unit investasi yang dimiliki untuk keperluan yang bermacam-macam
Theiconomics.com/30-06-2021
INDUSTRI & ASURANSI
Klaim Asuransi Ikut Terkerek
Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), industri asuransi jiwa telah membayarkan total klaim covid-19 senilai Rp 1,46 triliun pada periode Maret 2020 hingga Februari 2021. Klaim tersebut telah dibayarkan kepada 24.997 polis. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan, klaim covid akan terus meningkat. Apalagi Indonesia saat ini mengalami peningkatan tajam penderita covid. Tren peningkatan klaim covid-19 juga masih terjadi pada Allianz Life Indonesia yang hingga pertengahan Mei 2021 telah membayarkan klaim sebesar Rp 298,19 miliar. 97% dari kasus klaim covid-19 tersebut berasal dari asuransi kesehatan.
Tribun Medan/30-06-2021
Permintaan Asuransi Jiwa Meningkat selama Pandemi Virus Corona
Data AAJI menunjukkan Total Pendapatan Premi Baru melalui saluran bancassurance meningkat dari Rp 63 triliun di Kuartal IV Tahun 2019 menjadi Rp 71 triliun di Kuartal IV Tahun 2020. Survey Manulife Asia Care 2020 juga melaporkan sebanyak 72 persen nasabah yang telah memiliki asuransi berencana membeli tambahan asuransi dalam 18 bulan ke depan. Ryan Charland, CEO & Presiden Direktur Manulife Indonesia mengatakan, perencanaan keuangan masa depan dapat dimulai saat ini. Proteksi Prima Masa Depan memberikan beragam manfaat yang dibutuhkan untuk masa depan serta perencanaan finansial yang lebih matang di tengah ketidakpastian Covid-19.
Wartakota.tribunnews.com/30-06-2021
Hingga Mei 2021, Dana Kelolaan Astra Life Meningkat 17,6%
Hingga Mei 2021, Astra Life berhasil menghimpun dana kelolaan hingga Rp 9,64 triliun. Angka ini naik 17,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi perekonomian yang terus membaik menjadi faktor pendukung peningkatan tersebut. Windawati Tjahjadi, Presiden Direktur PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) mengatakan, Astra Life mencatatkan perkembangan yang positif menuju pertengahan tahun 2021. Dana kelolaan ini terdiri dari produk unit link, non-unit link dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Astra.
Marketeers.com/30-06-2021
Semester I-2021, Dana Kelolaan Astra Life dan DPLK Astra Tumbuh 17,6%
Total dana kelolaan PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) termasuk DPLK Astra, per akhir Mei 2021 mampu menembus Rp9,64 triliun atau naik 17,6 persen YoY. Kondisi ini tentu didukung dengan kondisi perekonomian Indonesia yang perlahan juga mulai membaik, terlihat dari posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang secara year on year (YoY) pada penutupan Mei 2021 meningkat sebesar 25,11 persen YoY. Presiden Direktur Astra Life Windawati Tjahjadi mengatakan, Astra Life mencatatkan perkembangan yang positif menuju pertengahan tahun 2021 dengan total dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) sebesar Rp 9,64 triliun atau naik sebesar 17,6 persen YoY.
Cerdasbelanja.grid.id/30-06-2021
Dana Kelolaan Astra Life Meningkat 17,6%, Capai Rp9,64 Triliun
PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) mencatat total dana kelolaan termasuk DPLK Astra per akhir Mei 2021 mampu mencapai Rp9,64 triliun. Angka ini naik 17,6% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Presiden Direktur Astra Life, Windawati Tjahjadi mengatakan, kondisi ini tentu didukung dengan kondisi perekonomian Indonesia yang perlahan juga mulai membaik terlihat dari posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang secara year on year (YoY) pada penutupan Mei 2021 meningkat sebesar 25,11% YoY
Akurat.co/1-07-2021
Dana Kelolaan Astra Life Meningkat 17,6%, Capai Rp9,64 Triliun
PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) mencatat total dana kelolaan termasuk DPLK Astra per akhir Mei 2021 mampu mencapai Rp9,64 triliun. Angka ini naik 17,6% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Presiden Direktur Astra Life, Windawati Tjahjadi mengatakan, kondisi ini tentu didukung dengan kondisi perekonomian Indonesia yang perlahan juga mulai membaik terlihat dari posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang secara year on year (YoY) pada penutupan Mei 2021 meningkat sebesar 25,11% YoY
Nkriku.com/1-07-2021
SEQUIS LIFE Catatkan Kinerja Positif di 2020
PT Asuransi Jiwa Sequis Life mencatat, Total Pendapatan Premi selama 2020 bernilai Rp 3,162 triliun. Kinerja positif lainnya, korporasi asuransi itu meraup laba bersih bernominal Rp 716,7 miliar. President Director & CEO PT Asuransi Jiwa Sequis Life, Tatang Widjaja, melalui keterangan resminya, Rabu (30/6/2021) mengatakan, selama 2020, pihaknya menyalurkan klaim dan manfaat kepada para nasabahnya bernilai Rp 881,4 miliar. Sedangkan periode Januari 2020-Mei 2021, total klaim kematian dan manfaat kesehatan berkaitan dengan Covid-19, yang disalurkan kepada para nasabah, melebihi Rp 141 miliar
Pindainews.com/30-06-2021
SEQUIS LIFE Catatkan Kinerja Positif di 2020
PT Asuransi Jiwa Sequis Life mencatat, Total Pendapatan Premi selama 2020 bernilai Rp 3,162 triliun. Kinerja positif lainnya, korporasi asuransi itu meraup laba bersih bernominal Rp 716,7 miliar. President Director & CEO PT Asuransi Jiwa Sequis Life, Tatang Widjaja, melalui keterangan resminya, Rabu (30/6/2021) mengatakan, selama 2020, pihaknya menyalurkan klaim dan manfaat kepada para nasabahnya bernilai Rp 881,4 miliar. Sedangkan periode Januari 2020-Mei 2021, total klaim kematian dan manfaat kesehatan berkaitan dengan Covid-19, yang disalurkan kepada para nasabah, melebihi Rp 141 miliar
Ekonomi Neraca/1-07-2021
BERITA FOTO – Premi Industri Asuransi
Meski ekonomi masih lesu per kuartal 1-2021 lalu premi baru asuransi jiwa baru tumbuh 21,2% menjadi Rp 14,46 triliun. Sementara sektor asuransi umum dan reasuransi mencatatkan penghimpunan premi sebesar Rp 4,7 triliun pada bulan Mei 2021.
Kontan/1-07-2021
Lebih Aman, Allianz Hadirkan Produk Asuransi Syariah AlliSya AMAN
Allianz Indonesia menghadirkan asuransi jiwa tradisional syariah AlliSya AMAN. Produk asuransi jiwa tradisional syariah ini, memberikan solusi perlindungan asuransi kematian dan penyakit kritis untuk mempersiapkan kondisi finansial peserta di masa depan.
Cerdasbelanja.grid.id/30-06-2021
Mengacu Pada Budaya Tolong Menolong, Allianz Indonesia Hadirkan Asuransi Syariah AlliSya AMAN
Allianz Indonesia menghadirkan AlliSya AMAN, yaitu produk asuransi jiwa tradisional syariah yang memberikan solusi perlindungan Asuransi Kematian dan Penyakit Kritis untuk mempersiapkan kondisi finansial peserta di masa depan. Yoga Prasetyo, Pimpinan Unit Usaha Syariah Allianz Life Indonesia dalam keterangan tertulis menjelaskan, Situasi pandemi saat ini menyadarkan kita semua akan pentingnya proteksi yang AMAN. Asuransi syariah dapat memberikan nilai tambah untuk berbuat baik kepada orang lain di luar perlindungan bagi diri sendiri dan keluarga
Moeslimchoice.com/30-06-2021
ALLIANZ Luncurkan Asuransi Syariah Tradisional
Allianz Indonesia meluncurkan produk asuransi jiwa tradisional syariah Allisya Aman. Produk tersebut memberikan solusi perlindungan asuransi kematian dan penyakit kritis. Pimpinan Unit Usaha Syariah Allianz Life Indonesia, Yoga Prasetyo mengatakan, dengan konsep pengelolaan syariah, para peserta dalam asuransi ini dapat saling melindungi dengan risiko yang ditanggung bersama.
Republika/1-07-2021
Prospek dan Tantangan Asuransi 2021 di Balikpapan, AXA Mandiri Catat Kenaikan Premi 18 Persen
Kepala OJK Kaltim Made Yoga lebih menjelaskan, asuransi yang merupakan salah satu produk OJK. Topik dibahas soal manfaatnya dan sejauh mana perkembangan asuransi di Indonesia. Termasuk bagaimana cara memilih asuransi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Di forum yang sama, Atria Rai dari AXA Mandiri menyebutkan, asuransi AXA selalu memberikan kemudahan kepada penggunanya. AXA Mandiri mencatat kenaikan premi mencapai 18 persen atau Rp 11 triliun pada 2020 lalu.
Kaltim.tribunnews.com/30-06-2021
Insurtech Ada, Literasi Tinggi, Tapi Inklusi Rendah? Ini Alasannya
Data Otorisas Jasa Keuangan ( OJK ) menunjukan, di tahun 2020 penetrasi asuransi di Indonesia berada di angka 2,92%. Namun rupanya, meski literasi sudah tinggi, angka inklusi asuransi masih tergolong rendah. CEO BRI Insurance , Fankar Umran , menyebut, kurangnya penetrasi asuransi di Indonesia tak lepas dari stigma negatif asuransi sendiri. Ketua Bidang Komunikasi dan Marketing Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Wiroyo Karsono, mengakui banyak hal yang membuat penetrasi asuransi masih rendah. Ungkapnya, asosiasi saat ini sedang berusaha membuat dobrakan baru untuk mengubah persepsi masyarakat tentang asuransi. Salah satunya dengan membuat asuransi terlihat lebih simpel
Wartaekonomi.co.id/30-06-2021
Regulasi & Makro Ekonomi
Banyak Aduan, OJK Godok Aturan Terbaru Pemasaran Produk Unitlink
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan banyak aduan yang diterima dari pemegang polis terkait dengan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link. Untuk itu, regulator tengah menggodok aturan terbaru terkait dengan pemasaran produk unit link yang diduga menjadi faktor utama pengaduan tersebut banyak terjadi. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menjelaskan jika unitlink hanya mengenal partial withdrawal dimana jumlah klaimnya dari tahun ke tahun berkisar Rp 15 triliun.
Investor Daily/1-07-2021
OJK Mengatur Ulang Penerbitan Produk Unitlink
Banyaknya masalah di produk unitlink memicu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergerak cepat membuat aturan. Regulator segera merilis aturan baru terkait pemasaran serta investasi produk unitlink pada tahun ini. Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK, Moch. Ichsanudin menjelaskan, nantinya, ada beberapa aspek yang meryadi perhatian regulator untuk mengatur bisnis unitlink. Mulai dari persyaratan untuk perusahaan asuransi yang bisa memasarkan unitlink. Kemudian peninjau-an spesifik produk untuk menghindari masalah klaim asuransi.
Kontan/1-07-2021
Banyak Pengaduan 'Unit Link', OJK Godok Aturan Baru
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendapat banyak pengaduan dari para pemegang polis mengenai produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link. Itu sebabnya, regulator tengah menggodok beleid baru tentang pemasaran produk unit link yang diduga menjadi faktor utama banyaknya pengaduan. Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) II OJK, Moch Ihsanuddin mengakui banyaknya pengaduan menyangkut produk asuransi, khususnya unit link. Namun, pengaduan dimaksud bukan terkait pencairan klaim, melainkan agen pemasar yang tidak mengikuti standar operasional prosedur (SOP).
Investor.id/30-06-2021
Tingkatkan pengawasan, OJK bakal atur pemasaran produk unitlink
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera merilis aturan baru terkait pemasaran serta investasi produk unitlink pada tahun ini. Aturan itu termuat dalam Surat Edaran (SE) OJK. Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK, Moch. Ichsanudin menjelaskan, nantinya, ada beberapa aspek yang meryadi perhatian regulator untuk mengatur bisnis unitlink. Mulai dari persyaratan untuk perusahaan asuransi yang bisa memasarkan unitlink. Kemudian peninjau-an spesifik produk untuk menghindari masalah klaim asuransi.
kontan.co.id/30-06-2021
Ternyata, Nasabah Kakap juga Masih Suka 'Gagal Paham' Produk Unit-Linked
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa nasabah-nasabah asuransi kelas kakap dan kerah putih pun masih kerap belum memahami produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau PAYDI (unit-linked). Hal tersebut menunjukkan pentingnya edukasi unit-linked kepada para calon nasabah. Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II OJK Moch. Ihsanuddin menjelaskan bahwa unit-linked menjadi salah satu produk asuransi yang banyak dikeluhkan oleh nasabahnya. OJK menyebut keluhan itu terbagi menjadi persoalan pemasaran, penjualan yang tidak tepat, hingga keluhan turunnya nilai unit.
bisnis.com/30-06-2021
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
14.496.00 |
|
IHSG (per 29 Juni 2021) |
6.001,12 |
|
BI Rate |
3,50% |
Sumber Media:
Kontan.co.id, kompas.com, Investor Daily, Kontan, Kompas, wartaekonomi.co.id, cnbcindonesia.com, kompas.com, bisnis.com, Bisnis Indonesia, investing.com
