AAJI Daily News - 6 Agustus 2021


Tanggal terbit (06 / 08 / 2021)

Jum’at 6 Agustus 2021                                                                                                                                                       

FM-CC-AAJI-006-00

HEADLINE NEWS

  1.    Pendapatan Premi Industri Asuransi Jiwa Tumbuh Positif, Ditopang Oleh Bancassurance
  2. AAJI: Struktur Permodalan Industri Asuransi Jiwa Naik Tahun Ini
  3. Ruang Tumbuh Masih Terbuka
  4. Aset Investasi Asuransi Jiwa Melonjak
  5. Reksadana Mendominasi
  6.     Aset investasi asuransi jiwa terus tumbuh, paling banyak di reksadana
  7. Hasil Masih Jeblok, Nasabah Memburu Unitlink
  8.     Unitlink masih laris walau kinerjanya masih tertekan hingga semester I
  9.     Meski kinerjanya jeblok pada semester I, unitlink masih tetap laku
  10. Puluhan Nasabah Asuransi BRI Life Jadi Korban Penipuan, Mbak Fitri Diburu Polisi
  11. Penyebab Penetrasi Asuransi Indonesia Rendah

TENTANG AAJI

Pendapatan Premi Industri Asuransi Jiwa Tumbuh Positif, Ditopang Oleh Bancassurance

Pendapatan premi industri asuransi jiwa di Indonesia mengalami pertumbuhan yang positif selama periode kuartal pertama (Q1) 2021 lalu, setelah tahun lalu mengalami kontraksi. Budi Tampubolon, Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengungkapkan pendapatan premi 59 perusahaan asuransi jiwa ditambah 6 perusahaan reasuransi yang memiliki bisnis pertanggungan asuransi jiwa pada Q1 2021 sebesar Rp57,45 triliun naik dari Rp44,72 triliun pada Q1 2020 dan Rp47,05 triliun pada Q1 2019. Pertumbuhan premi ini banyak datang dari new business premium. Jadi, hasil jualan baru tenaga pemasar dan kanal-kanal distribusi anggota AAJI.

Theiconomics.com/5-08-2021

AAJI: Struktur Permodalan Industri Asuransi Jiwa Naik Tahun Ini

Industri asuransi jiwa mulai mengerek ekuitas pada tahun ini, setelah sempat terpukul pandemi Covid-19 sepanjang 2020. Struktur permodalan yang lebih kuat dinilai dapat menunjang pertumbuhan kinerja pada sisa tahun berjalan. Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon menjelaskan bahwa ketahanan keuangan menjadi perhatian industri asuransi di tengah pagebluk saat ini. Budi menjabarkan bahwa pada kuartal I/2021, industri asuransi jiwa mencatatkan ekuitas Rp135,85 triliun atau tumbuh 8,5 persen (year-on-year/yoy) dari kuartal I/2020 senilai Rp125,01 triliun. Penambahan ekuitas dinilai dapat membuat industri asuransi semakin kokoh dalam menyediakan proteksi bagi masyarakat.

Bisnis.com/5-08-2021

Ruang Tumbuh Masih Terbuka

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon menjelaskan ketahanan keuangan menjadi perhatian industri asuransi di tengah pagebluk saat ini. Meskipun risk based Capital (RBC) industri masih sangat jauh di atas ketentuan minimal, tapi perusahaan-perusa-haan asuransi tetap meningkatkan kekuatan modal. Budi menjabarkan bahwa pada kuartal 1/2021, industri asuransi jiwa mencatatkan ekuitas Rp 135,85 triliun atau tumbuh 8,5% secara tahunan dari kuartal 1/2020 senilai Rpl25,01 triliun. Capaian awal tahun lalu sedikit terkoreksi dibandingkan dengan posisi kuartal 1/2019 senilai Rp 127,22 triliun, sehingga capaian kuartal 1/2021 menunjukkan perbaikan.

Bisnis Indonesia/6-08-2021

Aset Investasi Asuransi Jiwa Melonjak

Aset investasi industri asuransi jiwa masih terus tumbuh hingga 11,66% year on year (yoy) pada paruh pertama tahun ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset investasi industri asuransi jiwa mencapai nilai Rp 492,35 triliun hingga paruh pertama tahun ini. Sebagai perbandingan, di periode yang sama aset investasi industri ini hanya senilai Rp 440,92 triliun. Aset saham menjadi portofolio terbesar kedua dengan memberikan kontribusi sebesar 28%. Aset di reksadana memiliki porsi paling besar dengan memberikan kontribusi 33,39% dan senilai Rp 164,39 triliun. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu kemarin mengatakan, kedua aset tersebut memang selalu mendominasi beberapa tahun belakangan dengan posisi yang sama dan kayaknya tidak akan ada perubahan ke depan.

Kontan/6-08-2021

Reksadana Mendominasi

Di tengah pasar modal yang masih bergejolak akibat tingginya kasus Covid-19, aset investasi indu stri asuransi jiwa terus tumbuh hingga 11,66 persen year-on-year (YoY) pada paruh pertama tahun ini. Jika melihat portofolionya, aset di reksadana memiliki porsi paling besar dengan memberikan kontribusi 33.39 persen atau senilai Rp 164,39 triliun. Sedangkan aset investasi di saham tumbuh 16.29 persen YoY menjadi Rp 137,88 triliun. Dengan demikian aset saham menjadi portofolio terbesar kedua dengan memberikan kontribusi sebesar 28 persen. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu kemarin mengatakan, kedua aset tersebut memang selalu mendominasi beberapa tahun belakangan dengan posisi yang sama dan kayaknya tidak akan ada perubahan ke depan.

Tribun Jabar/6-08-2021

Unitlink masih laris walau kinerjanya masih tertekan hingga semester I

Kinerja unitlink (UL) hingga semester I-2021 di semua jenis mengalami koreksi. Baik unitlink berbasis pendapatan tetap, saham, dan campuran. Kendati demikian, nyatanya penjualan unitlink masih tetap laku di beberapa perusahaan asuransi jiwa. Misalnya saja PT Asuransi BRI Life yang mengaku, nasabah yang menginginkan proteksi melalui produk UL masih besar. Direktur Utama BRI Life Iwan Pasila mengatakan, sampai dengan semester I-2021 portofolio UL BRI Life mencapai 35% dari pencapaian premi bruto perusahaan yang sebesar Rp 3,38 triliun atau tumbuh lebih dari 25% yoy. PT BNI Life Insurance juga menyatakan, dari segi kinerja fund, pada semester I ini kinerja unitlink BNI Life cukup memuaskan

Newssetup.kontan.co.id/6-08-2021

Meski kinerjanya jeblok pada semester I, unitlink masih tetap laku

Kinerja unitlink (UL) hingga semester I-2021 di semua jenis mengalami koreksi. Baik unitlink berbasis pendapatan tetap, saham, dan campuran. Kendati demikian, nyatanya penjualan unitlink masih tetap laku di beberapa perusahaan asuransi jiwa. Misalnya saja PT Asuransi BRI Life yang mengaku, nasabah yang menginginkan proteksi melalui produk UL masih besar. Direktur Utama BRI Life Iwan Pasila mengatakan, sampai dengan semester I-2021 portofolio UL BRI Life mencapai 35% dari pencapaian premi bruto perusahaan yang sebesar Rp 3,38 triliun atau tumbuh lebih dari 25% yoy. PT BNI Life Insurance juga menyatakan, dari segi kinerja fund, pada semester I ini kinerja unitlink BNI Life cukup memuaskan

Kontan.co.id/5-08-2021

INDUSTRI & ASURANSI

Aset investasi asuransi jiwa terus tumbuh, paling banyak di reksadana

Beberapa perusahaan asuransi jiwa mencatatkan pertumbuhan aset. Misal, BNI Life yang hingga Juli 2021 mencatatkan aset investasi sebesar Rp 19,7 triliun atau tumbuh 12% yoy. Direktur Keuangan BNI Life Eben Eser Nainggolan mengakui, kenaikan aset karena didorong dengan adanya penerimaan premi dan hasil investasi. Allianz Life Indonesia yang mencatatkan kenaikan investasi sebesar 15,93% yoy termasuk DPLK per semester I 2021. Ni Made Daryanti selaku Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia mengatakan, perbaikan ekonomi membuat lebih percaya diri untuk investasi di aset yang lebih agresif.

Kontan.co.id/5-08-2021

Hasil Masih Jeblok, Nasabah Memburu Unitlink

Hingga pertengahan tahun imbal hasil atau yield unitlink masih minus. Namun ternyata hal itu tak menghalangi keinginan masyarakat membeli produk asuransi dengan campuran produk investasi ini. Sampai semester 1-2021 portofolio unitlink BRI Life mencapai 35% dari pencapaian premi bruto perusahaan ini yang sebesar Rp 3,38 triliu. Atau tumbuh lebih dari 25% yoy. Direktur Utama BRI Life Iwan Pasila mengatakan, rata-rata yield unitlink yang diperoleh BRI Life tergantung dari fund yang dipilih oleh nasabah. Untuk fund saham, sejalan dengan kinerja pasar modal, terutama di LQ45, sedangkan yang obligasi dan pasar uang kinerjanya sekitar kinerja obligasi dan pasar uang.

Kontan/6-08-2021

Puluhan Nasabah Asuransi BRI Life Jadi Korban Penipuan, Mbak Fitri Diburu Polisi

Nurrahmah Fitri alias Fitri, 28, warga Kelurahan 32 Ilir Kecamatan Ilir Barat II Kota Palembang, Sumsel, harus berurusan dengan polisi. Penyebabnya, mantan karyawati asuransi BRI Life Tebing Tinggi, itu diduga menggelapkan uang asuransi nasabah hingga Rp1,2 miliar. Diketahui sebanyak 76 orang yang menjadi korban penipuan itu dan diduga masih ada ratusan orang lainnya yang menjadi korbannya.
Jpnn.com/5-08-2021

Penyebab Penetrasi Asuransi Indonesia Rendah

Penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah. Tercatat berada di level 2,92 persen pada 2020. Berdasarkan data Bank Dunia, penetrasi asuransi RI bahkan di ASEAN berada di tingkat rendah. Lebih rendah daripada Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina.Hal tersebut diungkapkan oleh Staf Ahli Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal Kementerian Keuangan, Suminto. Dijelaskannya, beberapa faktor penghambat adalah persoalan kepercayaan masyarakat dan perlindungan konsumen. Selain itu, literasi dan inklusi mengenai asuransi juga dinilai masih rendah.

Merdeka.com/5-08-2021

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

14.324.00

IHSG (per 5 Agustus 2021)

6.223,83

BI Rate

3,50%

 

 

 

 

 

Sumber Media:

Kontan.co.id, kompas.com, Investor Daily, Kontan, Kompas, wartaekonomi.co.id, cnbcindonesia.com, kompas.com, bisnis.com, Bisnis Indonesia, investing.com

DOWNLOAD PDF