AAJI Daily News - 12 Maret 2021


Tanggal terbit (12 / 03 / 2021)

FM-CC-AAJI-06-001

Senin, 12 Maret 2021

HEADLINE NEWS

  1. Raih Momentum Digitalisasi
  2. Mulai Recovery, Aset Asuransi Komersial Tumbuh 1,73%
  3. AAJI Minta OJK Kaji Lagi Rencana Batasi Investasi Unit Link
  4. AAJI Berharap OJK Relaksasi Penempatan Investasi PAYDI
  5. Premi Asuransi Jiwa Masih Terkoreksi 6,1% di 2020
  6. Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp 151,10 Triliun Sepanjang 2020
  7. Ini sentimen yang kerek pertumbuhan premi unitlink di tahun 2021
  8. Kondisi ekonomi membaik, unitlink saham dinilai bisa jadi pilihan nasabah
  9. Meski Kinerja Tahunan Menurun, Tapi Secara Kwartal Hasil Investasi Industri Asuransi Naik Ratusan Persen pada 2020
  10. Performa Industri Asuransi Jiwa Meningkat pada Kuartal IV/2020
  11. Kuartal IV 2020, Bisnis Asuransi Jiwa Mulai Tunjukkan Taringnya
  12. AAJI Minta Pemerintah Kaji Rencana Pajak Klaim Nasabah
  13. Rencana Pembatasan Investasi Asuransi Diminta di Kaji Ulang Oleh OJK
  14. AAJI Umumkan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal IV 2020
  15. Industri Asuransi Jiwa Catat Tren Peningkatan
  16. AAJI: Nilai Klaim Asuransi Jiwa Masih di Atas Rp 150 T
  17. Industri Asuransi Jiwa Lesu Sepanjang 2020
  18. Sempat Terlindas Pandemi, Ini Pendorong Pulihnya Industri Asuransi Jiwa Indonesia
  19. Didorong IHSG, premi unitlink diproyeksi tumbuh positif pada tahun 2021
  20. Kondisi ekonomi membaik, unitlink saham dinilai bisa jadi pilihan nasabah
  21. Kabar Baik! Harga Premi Asuransi Jiwa Tidak Naik Tahun Ini
  22. Layanan Digital,Strategi Penetrasi Asuransi Jiwa Kala Pandemi
  23. Kinerja Asuransi Jiwa 2020 Kurang Mantab, AAJI Punya Sederetan Harapan ke OJK
  24. Restrukturisasi Jiwasraya
  25. Diskon Hukuman Jiwasraya
  26. [Foto] Pertumbuhan Dana Kelolaan
  27. [FOTO] Kinerja 2020
  28. Pacific Life Insurance Donasikan CSR ke Taman Bacaan Lentera Pustaka

TENTANG AAJI

Raih Momentum Digitalisasi

Industri asuransi terus memanfaatkan kemajuan teknologi dengan mengarah pada penerapan kecerdasan buatan. Ketua Bidang Aplikasi Nasional Mastel, M. Tesar Sandikapura, mengatakan kecerdasan buatan dapat meniru kecerdasan manusia. Menurutnya, teknologi AI yang diterapkan perusahaan asuransi saat ini merupakan teknologi dasar karena calon nasabah masih harus memasukkan data secara manual. Sebelumnya, Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan penggunaan internet sudah sangat luar biasa dan beberapa perusahaan asuransi jiwa sudah menggunakan robot dan AI dalam bagian layanan pelanggan.

Bisnis Indonesia, hal. 5 / 12-03-2021

Mulai Recovery, Aset Asuransi Komersial Tumbuh 1,73%

Industri asuransi komersial mulai menunjukkan pemulihan (recovery), salah satu indikatornya aset tumbuh 1,73% secara tahunan (year on year/yoy) di Januari 2021. Guna mendukung tren pemulihan itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut memberi kelonggaran bagi perusahaan asuransi dalam menetapkan tarif bawah terkait adanya relaksasi pajak barang mewah (PPnBM). Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Riswinandi menuturkan, pandemi Covid-19 sudah mulai mengarah ke tahap pemulihan. OJK bersama AAJI dan AAUI telah menyepakati bahwa kehadiran pandemi dapat menjadi momentum kebangkitan asuransi.

Investor Daily, hal. 23 / 12-03-2021

AAJI Minta OJK Kaji Lagi Rencana Batasi Investasi Unit Link

AAJI meminta OJK mengkaji lagi rencana pembatasan investasi di asuransi pada produk unit link sebesar 15 persen dari total portofolio perusahaan. Di asuransi pada produk unit link sebesar 15 persen dari total portofolio perusahaan. Pasalnya, kebijakan itu berpotensi menahan kinerja industri asuransi. Pasalnya, kebijakan itu berpotensi menahan kinerja industri asuransi.Padahal, menurut Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan, Produk ini pun tidak hanya bermanfaat memberi proteksi, namun juga peluang investasi bagi nasabah, sehingga bermanfaat ganda.

Headtopics.com / 09-03-2021

AAJI Berharap OJK Relaksasi Penempatan Investasi PAYDI

AAJI berharap OJK tidak membatasi penempatan investasi pada PAYDI pada reksa dana. Adapun, produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi unit link terus meningkat dan berkontribusi terhadap hampir 64% dari premi asuransi jiwa yang sebesar Rp 187,59 triliun. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan berharap OJK bisa memperhatikan aturan penempatan PAYDI. Berdasarkan data AAJI, hasil investasi pada kuartal IV-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 777,3% dari Rp 4,07 triliun di kuartal III-2020 menjadi Rp 35,52 triliun di kuartal IV-2020.

Ijn.co.id / 09-03-2021

Premi Asuransi Jiwa Masih Terkoreksi 6,1% di 2020

Pandemi masih menekan kinerja industri asuransi jiwa di 2020, buktinya, AAJI mencatat pertumbuhan premi pada periode tersebut terkoreksi 6,1% secara tahunan, atau dari Rp199,87 triliun di 2019 menjadi Rp187,59 triliun.Ketua Bidang Aktuaria Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan menyatakan, hampir semua industri mengalami penurunan akibat pandemi, termasuk industri asuransi jiwa. Namun, penurunan premi industri asuransi jiwa masih lebih baik ketimbang penurunan bisnis di industri-industri lainnya. Namun, jika dilihat secara per kuartal, premi asuransi jiwa mampu mencatatkan pertumbuhan sekitar 19,37%.

Infobanknews.com / 09-03-2021

Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp 151,10 Triliun Sepanjang 2020

Industri asuransi jiwa dilaporkan telah membayar klaim dan manfaat mencapai Rp 151,10 triliun pada tahun 2020, turun 2,4% dibanding tahun sebelumnya. Nilai tersebut mencakup klaim terkait Covid-19 yang sebesar Rp 661,46 miliar. Ketua Bidang Operasional dan Perlindungan Konsumen AAJI Freddy Thamrin mengakui, klaim dan manfaat yang dibayarkan asuransi jiwa sepanjang 2020 lebih rendah dibandingkan tahun 2019. Namun demikian, secara umum klaim dan manfaat dibayarkan menunjukkan tren peningkatan mulai kuartal III-2020.

Investor.id / 09-03-2021

Ini sentimen yang kerek pertumbuhan premi unitlink di tahun 2021

Kinerja unitlink pada tahun 2020 sempat tertekan akibat pandemi virus Covid-19.   Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan mengatakan pihaknya optimistis jika melihat tren di kuartal IV 2020, di mana produksi  premi baru sangat signifikan naiknya. Merujuk data AAJI, premi baru unitlink mencapai Rp 67,28 triliun, atau turun 4,25% yoy pada tahun 2020. Penurunan itu, seiring dengan perlambatan premi industri sebesar 6,1% menjadi Rp 187,59 triliun. Walaupun melambat, pertumbuhan unitlink terbantu dengan adanya stimulus dari OJK berupa relaksasi pemasaran unitlink secara daring selama pandemi.

Kontan.co.id / 09-03-2021

Kondisi ekonomi membaik, unitlink saham dinilai bisa jadi pilihan nasabah

Kondisi IHSG yang meningkat sebesar 3,69% secara ytd menunjukkan adanya perbaikan kondisi ekonomi dalam negeri. Kondisi tersebut dapat menjadikan unitlink saham memiliki imbal hasil yang lebih baik. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan mengatakan bahwa pada tahun 2021, industri asuransi akan lebih membaik dibandingkan tahun lalu. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu juga melihat saat ini produk yang memiliki produk yang memiliki pertumbuhan yang baik ialah unitlink saham.

Kontan.co.id / 09-03-2021

Meski Kinerja Tahunan Menurun, Tapi Secara Kwartal Hasil Investasi Industri Asuransi Naik Ratusan Persen pada 2020

AAJI mencatatkan penurunan pendapatan hasil investasi sepanjang tahun 2020 sebesar 23,7% menjadi Rp 17,95 triliun dari tahun sebelumnya.Menurut Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan, penurunan pendapatan hasil investasi tersebut disebabkan karena perekonomian domestik mengalami perlambatan dibanding tahun 2019kata Fauzi, jika dilihat secara kuartalan (Q2Q), pertumbuhan hasil investasi melonjak cukup tajam sebesar 773,3% per kuartal IV-2020 menjadi Rp 35,52 triliun dari kuartal III-2020 sebesar Rp 4,07 triliun.

Literasikeuanganku.com / 09-03-2021

Performa Industri Asuransi Jiwa Meningkat pada Kuartal IV/2020

AAJI menyampaikan bahwa industri asuransi jiwa mencatat adanya tren peningkatan kinerja pada Kuartal IV/2020. Peningkatan kinerja tersebut didorong oleh membaiknya ekonomi makro, peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya perlindungan asuransi jiwa, mulai adanya sosialisasi vaksinasi Covid-19, dan dampak atas strategi industri asuransi jiwa sepanjang tahun 2020. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan, menyampaikan bahwa adanya tren peningkatan kinerja industri pada Kuartal IV/2020 dihasilkan dari berbagai faktor, baik eksternal maupun internal.

Mediaasuransinews.co.id / 09-03-2021

Kuartal IV 2020, Bisnis Asuransi Jiwa Mulai Tunjukkan Taringnya

AAJI menyampaikan bahwa industri asuransi jiwa mencatat adanya tren peningkatan kinerja pada Kuartal IV/2020. Peningkatan kinerja tersebut didorong oleh membaiknya ekonomi makro, peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya perlindungan asuransi jiwa, mulai adanya sosialisasi vaksinasi Covid-19, dan dampak atas strategi industri asuransi jiwa sepanjang tahun 2020. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan, menyampaikan bahwa adanya tren peningkatan kinerja industri pada Kuartal IV/2020 dihasilkan dari berbagai faktor, baik eksternal maupun internal.

Rctiplus.com / 09-03-2021

AAJI Minta Pemerintah Kaji Rencana Pajak Klaim Nasabah

AAJI meminta pemerintah mengkaji kembali kebijakan pengenaan pajak penghasilan (PPh) atas klaim asuransi nasabah karena dinilai akan memberatkan. Kepala Departemen Komunikasi AAJI Nini Sumohandoyo mengatakan kebijakan ini tentu akan memberatkan nasabah apalagi aturan ini keluar di tengah pandemi virus corona. Menurut Nini, pemerintah justru seharusnya memberikan insentif bagi nasabah. Tujuannya, bukan hanya demi meringankan beban klaim, tapi juga meningkatkan minat memiliki asuransi di masyarakat.

Ssas.co.id / 09-03-2021

Rencana Pembatasan Investasi Asuransi Diminta di Kaji Ulang Oleh OJK

AAJI meminta OJK mengkaji lagi rencana pembatasan investasi di asuransi. Pada produk unit link sebesar 15 persen dari total portofolio perusahaan. Pasalnya, kebijakan itu berpotensi menahan kinerja industri asuransi. Padahal, menurut Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan, selama ini industri sudah berusaha menggenjot sedemikian rupa. Agar investasi di asuransi melalui unit link menarik bagi nasabah. Produk ini pun tidak hanya bermanfaat memberi proteksi, namun juga peluang investasi bagi nasabah, sehingga bermanfaat ganda. Fauzi berharap pengkajian rencana aturan ini bisa mempertimbangkan dampak pembatasan bagi industri dan juga nasabah.

Harianbisnis.co.id / 10-03-2021

AAJI Umumkan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal IV 2020

AAJI menyampaikan bahwa industri asuransi jiwa mencatat adanya tren peningkatan kinerja pada Kuartal IV/2020. Peningkatan kinerja tersebut didorong oleh membaiknya ekonomi makro, peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya perlindungan asuransi jiwa, mulai adanya sosialisasi vaksinasi Covid-19, dan dampak atas strategi industri asuransi jiwa sepanjang tahun 2020. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan, menyampaikan bahwa adanya tren peningkatan kinerja industri pada Kuartal IV/2020 dihasilkan dari berbagai faktor, baik eksternal maupun internal.

Marketplus.co.id / 10-03-2021

Industri Asuransi Jiwa Catat Tren Peningkatan

AAJI menyampaikan bahwa industri asuransi jiwa mencatat adanya tren peningkatan kinerja pada Kuartal IV/2020. Peningkatan kinerja tersebut didorong oleh membaiknya ekonomi makro, peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya perlindungan asuransi jiwa, mulai adanya sosialisasi vaksinasi Covid-19, dan dampak atas strategi industri asuransi jiwa sepanjang tahun 2020. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan, menyampaikan bahwa adanya tren peningkatan kinerja industri pada Kuartal IV/2020 dihasilkan dari berbagai faktor, baik eksternal maupun internal.

Republika.co.id / 10-03-2021

Sempat Terlindas Pandemi, Ini Pendorong Pulihnya Industri Asuransi Jiwa Indonesia

AAJI optimis, bahwa industri akan tumbuh lebih baik tahun ini meski perekonomian belum sepenuhnya pulih seperti sebelum pandemi. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan mengatakan, bahwa ada beberapa poin penting yang mendorong kinerja positif industri asuransi jiwa. Adapun faktor-faktor lain yang mendorong perbaikan kinerja industri asuransi jiwa adalah perekonomian yang membaik karena program PEN, vaksinasi Covid-19, langkah adaptif industri untuk memanfaatkan teknologi, kesadaran masyarakat akan perlindungan asuransi jiwa yang meningkat, dan konsistensi melakukan edukasi inklusi keuangan.

Sindonews.com / 10-03-2021

AAJI: Nilai Klaim Asuransi Jiwa Masih di Atas Rp 150 T

AAJI pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan jumlah yang tertanggung dari sekitar 68,5 juta orang pada 2019 menjadi sekitar 63,6 juta orang pada 2020. Secara keseluruhan total tertanggung baik perorangan maupun kumpulan turun 8,6%. Elin mengatakan, pandemi Covid-19 ini bagaimanapun mempengaruhi proses bisnis dari asuransi jiwa yang sangat mengandalkan pemasaran secara fisik. Di sisi lain, ada yang tidak biasa di masa pandemi ini di mana polis asuransi jiwa yang terkena Covid-19 ditanggung oleh perusahaan asuransi jiwa.

Theiconomics.com / 10-03-2021

Industri Asuransi Jiwa Lesu Sepanjang 2020

AAJI mencatat pertumbuhan industri asuransi jiwa per tahun (YoY) mengalami perlambatan sebesar 8,6% dari Rp235,80 triliun di year-to-date(ytd) 2019 menjadi Rp215,42 triliun di 2020 sebagai akibat pandemi Covid-19. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan  mengatakan, perlambatannya tidak mencapai double digit, sehingga industri optimis akan berangsur baik di tahun ini. Data AAJI menunjukkan peningkatan pendapatan dari kuartal III-2020 ke kuartal IV-2020 sebesar 81,7%, dari Rp50,56 triliun di kuartal IV-2020, menjadi Rp91,86 triliun di kuartal IV-2020.

Today.line.me / 10-03-2021

Didorong IHSG, premi unitlink diproyeksi tumbuh positif pada tahun 2021

AAJI optimistis kinerja unitlink bisa tumbuh positif karena didorong oleh sejumlah faktor. Namun Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan belum bisa memperkirakan berapa besar pertumbuhan premi unitlink tahun ini. Merujuk data AAJI, premi baru unitlink mencapai Rp 67,28 triliun, atau turun 4,25% yoy pada tahun 2020. Penurunan itu, seiring dengan perlambatan premi industri sebesar 6,1% menjadi Rp 187,59 triliun. Walaupun melambat, pertumbuhan unitlink terbantu dengan adanya stimulus dari OJK berupa relaksasi pemasaran unitlink secara daring selama pandemi.

Today.line.me / 10-03-2021

Kondisi ekonomi membaik, unitlink saham dinilai bisa jadi pilihan nasabah

Kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang meningkat sebesar 3,69% secara year-to-date menunjukkan adanya perbaikan kondisi ekonomi dalam negeri. Kondisi tersebut dapat menjadikan unitlink saham memiliki imbal hasil yang lebih baik. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan mengatakan bahwa pada tahun 2021, industri asuransi akan lebih membaik dibandingkan tahun lalu. Hal tersebut berlaku untuk pendapatan premi dan pendapatan investasi.

Today.line.me / 10-03-2021

Kabar Baik! Harga Premi Asuransi Jiwa Tidak Naik Tahun Ini

Tarif premi asuransi jiwa dinilai tidak akan mengalami kenaikan pada tahun ini, merespons perlambatan ekonomi sepanjang 2020. Batas minimal premi reguler justru dinilai akan turun tahun ini. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan menilai bahwa pengelolaan tarif premi merupakan salah satu langkah perusahaan dalam menjaga kualitas keuangannya. Pengelolaan itu dilakukan secara berkala. Meskipun begitu, dia menilai bahwa pada 2021 perusahaan-perusahaan asuransi tidak akan menaikkan tarif preminya.

Today.line.me / 10-03-2021

Layanan Digital,Strategi Penetrasi Asuransi Jiwa Kala Pandemi

AAJI terus mendorong kerjasama perusahaan asuransi dengan mitra Rumah Sakit dalam menghadapi pandemi dan terus naiknya inflasi sektor kesehatan. Selain itu perusahaan asuransi terus beradaptasi dengan pandemi melalui produk-produk asuransi yang disesuikan dengan kebutuhan dan kemampuan nasabah termasuk meningkatkan layanan asuransi berbasis digital yang mendorong penetrasi asuransi kesehatan.

Cnbcindonesia.com / 11-03-2021

Kinerja Asuransi Jiwa 2020 Kurang Mantab, AAJI Punya Sederetan Harapan ke OJK

Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan mengatakan adanya tren peningkatan kinerja industri di kuartal IV tahun 2020 dihasilkan dari berbagai faktor. Terkait dengan kondisi pertumbuhan asuransi, AAJI menyampaikan sejumlah harapan kepada Otoritas; mengenai relaksasi PAYDI diharapkan berlaku permanen, percepatan pembentukan Lembaga Penjamin Pemegang Polis (LPPP), kampanye tentang pentingnya memiliki asuransi, insentif pajak untuk para pemegang polis sehubungan dengan Omnibus Law dan tidak membatasi penempatan investasi PAYDI pada reksadana. Keenam, regulasi yang mendukung digitalisasi di industri asuransi.

Theiconomics.com / 11-03-2021

INDUSTRI & ASURANSI

Restrukturisasi Jiwasraya

Tercatat hingga 9 Maret 2021, sebanyak 12.808 polis bancassurance mengikuti program restrukturisasi. Jumlah ini mencapai 73% dari total polis bancassurance yang dikelola Jiwasraya. Tim percepatan restrukturisasi Jiwasraya juga mencatat 62% atau 126.766 peserta dari nasabah korporasi menyetujui program tersebut. Selain itu, 245.458 nasabah ritel juga mengikuti program restrukturisasi, kata R. Mahelan Prabantarikso, Koordinator Jurubicara Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya.

Kontan, hal. 10 / 12-03-2021

Diskon Hukuman Jiwasraya

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta membatalkan vonis seumur hidup tiga mantan pejabat Jiwasraya setelah upaya banding mereka diterima. Mereka adalah Hendrisman Rahim, Hary Prasetyo, dan Syahmirwan. Pengadilan membatalkan vonis seumur hidup. Hukuman Hendrisman dan Harry diskon menjadi 20 tahun penjara. Sementara vonis Syahmirwan menjadi 18 tahun bui.

Kontan, hal. 10 / 12-03-2021

[Foto] Pertumbuhan Dana Kelolaan

Allianz Indonesia mencatatkan total dana kelolaan asset under management (AUM) sebesar Rp42,7 triliun. Pencapaian ini naik 6,27% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. AUM ini termasuk juga dana kelolaan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Allianz.

Kontan, hal. 10 / 12-03-2021

[Foto] Kinerja 2020

Chief Marketing Officer Allianz Life Indonesia Karin Zulkarnaen, bersama Chief Investment Officer Ni Made Daryanti, Head of Investment Communication & Fund Development Meta Lakshmi Permata Dewi, Head of Fixed Income Fitri Indawati Lubis, dan Head of Equity Arie Haryoko dalam jumpa pers virtual, Selasa (9/3). Allianz Life Indonesia melewati tantangan tahun 2020 dengan imbal hasil kinerja fund unit link yang positif.

Warta Kota, hal. 5 / 12-03-2021

Pacific Life Insurance Donasikan CSR ke Taman Bacaan Lentera Pustaka

Sebagai upaya optimalkan literasi asuransi jiwa, Pacific Life Insurance donasikan CSR ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di Desa Sukaluyu Kab. Bogor. Hal ini sekaligus menjadi bukti tanggung jawab sosial Pacific Life Insurance untuk mendukung tradisi baca anak-anak usia sekolah dan budaya literasi masyarakat di tengah pandemic Covid-19. Selain wujud kepedulian sosial, Pacific Life Insurance pun bertekad menjadikan TBM Lentera Pustaka sebagai sarana edukasi akan pentingnya asuransi jiwa.

Kumparan.com / 11-03-2021

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

14.300

IHSG (per 10 Maret 2021)

   6.241,79

BI Rate

 

 

 

 

 

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media:

Bisnis Indonesia, Investor Daily, Cnbcindonesia.com, Headtopics.com, Ijin.co.id, Infobanknews.com, Investor.id, Kumparan.com, Kontan.co.id, Literasikeuanganku.com, Mediaasuransinews.co.id, Rctiplus.com, Ssas.co.id, Harianbisnis.co.id, Marketplus.co.id, Republika.co.id, Sindonews.com, Theiconomics.com, Today.line.me,

DOWNLOAD PDF