AAJI Daily News - 9 Juni 2021
FM-CC-AAJI-06-001
Rabu 9 Juni 2021
HEADLINE NEWS
- Sinyal Positif Bisnis Asuransi Jiwa
- Industri Asuransi Jiwa Catatkan Pendapatan Rp 62,66 Triliun
- Indikasi Rebound, Pendapatan Asuransi Jiwa Melonjak 13.591,6%
- Klaim Asuransi Terkait COVID-19 Rp 1,46 Triliun
- Asuransi Jiwa Mulai Berani Bermain Kembali di Pasar Saham
- Kinerja Jeblok, Unitlink Masih Tetap Laris
- Industri Asuransi Jiwa Cetak Pendapatan Usaha Rp 62,66 Triliun
- Meski imbal hasil minus, premi unitlink masih bertumbuh
- Pendapatan Asuransi Jiwa Rp62,6 Triliun di Kuartal I-2021, Meroket 13.591%
- AAJI Sebut Kinerja Industri Asuransi Jiwa Mulai Pulih
- Hasil investasi industri asuransi jiwa naik 105,1 persen
- Industri asuransi jiwa catatkan total pendapatan Rp62,66 triliun
- Kinerja Asuransi Jiwa Kuartal I/2021 Moncer! Premi, Investasi, dan Aset Tumbuh
- Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Meroket 13.591 Persen di Kuartal I 2021
- Kuartal I 2021 Industri Asuransi Jiwa Kumpulkan Premi Rp 57,4 Triliun
- Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Capai Rp62, 66 Triliun di Kuartal I 2021
- Ekonomi Pulih, Hasil Investasi Asuransi Jiwa Meroket 105,1% di Kuartal I 2021
- Kuartal I-2021, Pendapatan Industri Asuransi Meroket 13.591 Persen
- AAJI Catat Total Klaim Asuransi Covid-19 Senilai Rp 1,46 Triliun
- Kuartal I, Pendapatan Perusahaan Asuransi Anggota AAJI Naik 13.591%
- Pendapatan Asuransi Jiwa di Kuartal I 2021 Capai Rp 62 T, Loncat 13.591,6 Persen
- Asuransi Jiwa Indikasikan Pemulihan Kinerja
- Hingga Kuartal I, Hasil Investasi Asuransi Jiwa Tumbuh 105,1%
- Asuransi Jiwa Moncer pada Triwulan I/2021, AAJI: Hati-Hati Kuartal II
- Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 13.591 Persen
- Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Meroket 13.591 Persen di Kuartal I 2021
- Asuransi Jiwa Indikasikan Pemulihan Kinerja, AAJI Dorong Anggotanya Tingkatkan Literasi dan Kualitas Tata Kelola
- Belum Sepakat Pihak Pengawas Perlindungan Data
Tentang AAJI
Sinyal Positif Bisnis Asuransi Jiwa
Industri asuransi jiwa mencatatkan kinerja positif sepanjang kuartal 1/2021. Perolehan premi, investasi, hingga nilai aset mengalami pertumbuhan, meski jumlah tertanggung mengalami penurunan. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) per Januari - Maret 2021, perolehan premi industri tercatat sebesar Rp57,45 triliun. Jumlahnya tumbuh 28,5% {year-on-year/yoy) dibandingkan dengan sebelumnya senilai Rp44,72 triliun. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi 'Gmpubolon menjelaskan bahwa pertumbuhan kinerja itu sejalan dengan kondisi perekonomian makro yang mulai pulih.
Bisnis Indonesia/9-06-2021
Industri Asuransi Jiwa Catatkan Pendapatan Rp 62,66 Triliun
Industri asuransi jiwa yang tergabung dalam Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatatkan pertumbuhan positif pada kuartal 12021 dengan total pendapatan asuransi mencapai Rp62,66 triliun atau naik 13.591,6 persen dibandingkan kuartal 1 2020. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menyampaikan elemen terbesar dari pendapatan industri asuransi jiwa berasal dari total pendapatan premi yang mengalami pertumbuhan 28,5 persen (yoy) atau mencapai Rp57,45 trilliun.
Ekonomi Neraca/9-06-2021
Indikasi Rebound, Pendapatan Asuransi Jiwa Melonjak 13.591,6%
Industri asuransi jiwa dinilai mulai mengalami pemulihan dan mengindikasikan tren positif (rebound) pada kuartal 1-2021. Hal itu tercermin dari semua pos pendapatan yang tumbuh positif, sehingga total pendapatan berhasil dibukukan sebesar Rp 62,66 triliun atau melonjak 13.591,6% secara tahunan (yearonyear/yoy). Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJQ Budi Tampubolon mengungkapkan, industri asuransi jiwa mencatat pertumbuhan pada total pendapatan premi, total pendapatan hasil investasi, total aset, total cadangan teknis, serta total klaim dan manfaat asuransi jiwa. Peningkatan kinerja pada kuartal 1-2021 didorong oleh membaiknya ekonomi makro, peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya asuransi jiwa, pemberian vaksin Covid-19 oleh pemerintah, dan strategi industri asuransi jiwa sepanjang tahun ini.
Investor Daily/9-06-2021
Klaim Asuransi Terkait COVID-19 Rp 1,46 Triliun
Klaim nasabah asuransi jiwa yang terkait Covid-19 mencapai Rp 1,46 triliun sejak Maret 2020 hingga Februari 2021. Pandemi Covid-19 juga ikut membengkakkan klaim dan manfaat industri asuransi jiwa. Mengutip data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), total klaim selama pandemi tersebut berasal dari 24.997 polis.
Kompas/9-06-2021
Asuransi Jiwa Mulai Berani Bermain Kembali di Pasar Saham
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, ada pertumbuhan hasil investasi yang signifikan pada kuartal 1-2021. Yakni mencapai 105,1% secara year o?i year. Ini dikarenakan kondisi pan-demi di tahun ini tidak seburuk tahun lalu ketika Covid-19 sedang awal-awal muncul. Simon Imanto, Ketua Bidang Keuangan, Pajak dan Investasi AAJI, Selasa (8/6) mengatakan, dilihat dari pertumbuhan portofolio investasi, total aset investasi mencapai pertumbuhan 14,1% dibandingkan tahun sebelumnya karena ada pertumbuhan premi baru yang diinvestasikan dan perbaikan nilai pasar di kuartal 1-2021
Kontan/9-06-2021
Kinerja Jeblok, Unitlink Masih Tetap Laris
Penjualan unitlink di kuartal pertama tahun ini ternyata terus menanjak. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di kuartal I, pendapatan premi unitlink tumbuh 31,7% yoy menjadi Rp 35,83 triliun dari yang sebelumnya sebesar Rp 27,20 triliun. Budi Tampubolon, Ketua AAJI, dalam konferensi pers virtual, Selasa (8/6) mengatakan, jika melihat dari total pendapatan premi, untuk premi unitlink mendominasi dengan kontribusi sebesar 62,37%. Produk unitlink kian digemari masyarakat karena pelanggan mendapatkan dua manfaat sekaligus, yaitu produk asuransi dan produk investasi.
Kontan/9-06-2021
Industri Asuransi Jiwa Cetak Pendapatan Usaha Rp 62,66 Triliun
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat industri asuransi jiwa Indonesia mengalami pertumbuhan yang positif. Hal tersebut tecer-min dari total pendapatan asuransi yang mencapai Rp 62,66 triliun pada kuartal 12021. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menjelaskan, elemen terbesar dari pendapatan industri asuransi jiwa berasal dari premi.
Republika/9-06-2021
Meski imbal hasil minus, premi unitlink masih bertumbuh
Hingga Mei 2021, imbal hasil asuransi unitlink masih minus. Merujuk data Infovesta, rata-rata imbal hasil unitlink pendapatan tetap sebesar -0,24% ytd, unitlink campuran -1,68% ytd dan unitlink saham -1,72% ytd. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di kuartal I 2021, pendapatan premi unitlink tumbuh 31,7% yoy menjadi Rp 35,83 triliun dari periode sama tahun lalu Rp 27,20 triliun. Jika melihat dari total pendapatan premi, unitlink mendominasi dengan kontribusi sebesar 62,37%.
Kontan.co.id/8-06-2021
Pendapatan Asuransi Jiwa Rp62,6 Triliun di Kuartal I-2021, Meroket 13.591%
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pertumbuhan positif pada kuartal I-2021. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, industri asuransi jiwa mencatatkan pendapatan positif sebesar Rp62,66 triliun pada kuartal I-2021. Jumlah ini meningkat 13.591,6% dibandingkan kuartal I-2020 yang minus Rp0,46 triliun. Secara rinci, dari total pendapatan asuransi pada kuartal I-2021 sebesar Rp62,66 triliun terdiri dari pendapatan premi sebesar Rp57,45 triliun, hasil investasi Rp2,44 triliun, klaim asuransi Rp1,55 triliun, dan pendapatan lainnya mencapai Rp1,21 triliun.
Okezone.com/8-06-2021
AAJI Sebut Kinerja Industri Asuransi Jiwa Mulai Pulih
Kinerja industri asuransi jiwa mulai memperlihatkan pertumbuhan positif di kuartal I 2021. Salah satunya, ditunjukkan dengan adanya pertumbuhan positif di laporan pendapatan usaha untuk periode triwulan I 2021 dari puluhan perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Sebelumnya, industri asuransi jiwa mencatat nilai minus hampir Rp 500 miliar di triwulan pertama 2020. Namun, rebound mulai terlihat di triwulan I 2021 dimana industri asuransi jiwa mencatatkan pendapatan positif sebesar Rp 62,66 triliun.
Beritasatu.com/8-06-2021
Hasil investasi industri asuransi jiwa naik 105,1 persen
Hasil investasi industri asuransi jiwa yang tergabung dalam Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) membukukan total pendapatan sebesar Rp 2,4 triliun pada kuartal 1 2021 atau naik 105,1 persen dibandingkan kuartal 1 2020 yang terkontraksi Rp 47,83 triliun. Simon Imanto, Ketua Bidang Keuangan, Pajak dan Investasi AAJI, Simon Imanto mengatakan, PSBB memberikan dampak pada hasil investasi yang cukup dalam dan memberikan perlambatan, namun pada kuartal I ini mencapai Rp 2,4 triliun atau hampir empat persen dari total pendapatan.
Antaranews.com/8-06-2021
Industri asuransi jiwa catatkan total pendapatan Rp62,66 triliun
Industri asuransi jiwa yang tergabung dalam Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatatkan pertumbuhan positif pada kuartal I 2021 dengan total pendapatan asuransi mencapai Rp 62,66 triliun atau naik 13.591,6 persen dibandingkan kuartal I 2020. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon meyampaikan elemen terbesar dari pendapatan industri asuransi jiwa berasal dari total pendapatan premi yang mengalami pertumbuhan 28,5 persen (yoy) atau mencapai Rp57,45 triliun.
Antaranews.com/8-06-2021
Kinerja Asuransi Jiwa Kuartal I/2021 Moncer! Premi, Investasi, dan Aset Tumbuh
Industri asuransi jiwa mencatatkan kinerja positif sepanjang kuartal I/2021. Perolehan premi, investasi, hingga nilai aset mengalami pertumbuhan, meski jumlah tertanggung mengalami penurunan. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) per Januari–Maret 2021, perolehan premi industri tercatat sebesar Rp57,45 triliun. Jumlahnya tumbuh 28,5 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan sebelumnya senilai Rp44,72 triliun.
Bisnis.com/8-06-2021
Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Meroket 13.591 Persen di Kuartal I 2021
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan, total pendapatan industri asuransi jiwa pada kuartal I 2021 mencapai Rp 62,66 triliun. Jumlah tersebut melesat hingga 13.591,6 persen dari pendapatan pada triwulan pertama tahun sebelumnya. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, pertumbuhan positif tersebut jadi pertanda rebound bagi pelaku industri asuransi jiwa di awal 2021 ini. Pasca sebelumnya total pendapatan tercatat minus 0,46 triliun pada kuartal I 2020.
Liputan6.com/8-06-2021
Kuartal I 2021 Industri Asuransi Jiwa Kumpulkan Premi Rp 57,4 Triliun
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan premi pada kuartal I 2021 sebesar Rp 57,45 triliun, naik 28,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Total pendapatan premi tersebut didapat dari premi bisnis baru mencapai Rp 37,04 triliun, dan premi lanjutan sebesar Rp 20,41 triliun
Tribunnews.com/8-06-2021
Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Capai Rp62, 66 Triliun di Kuartal I 2021
Industri asuransi jiwa mencatatkan pendapatan positif sebesar 62,66 triliun rupiah. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu, menilai bahwa untuk menjaga konsistensi dan momentum positif dalam industrinya, semua pihak perlu terus melakukan literasi dan meningkatkan tata kelola untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan menumbuhkan kesadaran masyarakat atas kebutuhan akan asuransi jiwa.
Industry.co.id/8-06-2021
Ekonomi Pulih, Hasil Investasi Asuransi Jiwa Meroket 105,1% di Kuartal I 2021
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat hasil investasi industri asuransi meroket 105,1% menjadi Rp2,44 triliun di kuartal I 2021. Sebelumnya, hasil investasi asuransi jiwa mengalami pendapatan negatif yakni minus Rp47,83 triliun pada periode yang tahun 2020.Ketua Bidang R&D, Pelaporan dan IT AAJI, Edy Tuhirman menilai bahwa meski kerugian terjadi pada periode sama di tahun lalu, namun banyak pihak menilai bahwa kondisi force majeur pandemi yang menekan perekonomian sebagai faktor utamanya.
Wartaekonomi.co.id/8-06-2021
Kuartal I-2021, Pendapatan Industri Asuransi Meroket 13.591 Persen
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan, total pendapatan industri asuransi jiwa pada kuartal I-2021 mencapai Rp 62,66 triliun. Jumlah tersebut melesat hingga 13.591,6 persen dari pendapatan pada triwulan pertama tahun sebelumnya. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, pertumbuhan positif tersebut jadi pertanda rebound bagi pelaku industri asuransi jiwa di awal 2021 ini. Pasca sebelumnya total pendapatan tercatat minus 0,46 triliun pada kuartal I-2020.
Merdeka.com/8-06-2021
AAJI Catat Total Klaim Asuransi Covid-19 Senilai Rp 1,46 Triliun
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat telah memberikan klaim dan manfaat asuransi oada kuartal pertama tahun ini mencapai jumlah Rp 47,68 triliun. Angka tersebut meningkat sebesar 23,5 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang mencapai Rp 38,6 triliun.
Jawapos.com/8-06-2021
Kuartal I, Pendapatan Perusahaan Asuransi Anggota AAJI Naik 13.591%
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, pertumbuhan total pendapatan perusahaan asuransi yang menjadi anggotanya, meroket pada kuartal I-2021. Tak tanggung-tanggung, mencapai 13.591,6 persen yaitu Rp62,66 trilun dibanding periode sama 2020 yang anjlok minus Rp467 miliar. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menjabarkan, sumber terbesar pendapatan industri asuransi jiwa kuartal I berasal dari premi. Total pendapatan premi mengalami pertumbuhan sebesar 28,5 persen year on year (yoy) dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya. Dengan nilai mencapai Rp57,45 triliun.
Viva.co.id/8-06-2021
Pendapatan Asuransi Jiwa di Kuartal I 2021 Capai Rp 62 T, Loncat 13.591,6 Persen
Kinerja industri asuransi jiwa di Indonesia sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan di kuartal I 2021. Perbaikan tersebut bisa dilihat dari total pendapatan yang mencapai Rp 62,66 triliun. Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Budi Tampubolon, mengungkapkan jumlah tersebut melonjak 13.591,6 persen dibandingkan pendapatan di kuartal I 2020 sebesar Rp -0,46 triliun.
Kumparan.com/8-06-2021
Asuransi Jiwa Indikasikan Pemulihan Kinerja
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon (kanan bawah), Ketua Bidang Keuangan, Pajak dan Investasi AAJI Simon Imanto (kiri bawah) dan Ketua Bidang R&D, Pelaporan dan IT AAJI, Edy Tuhirman (kanan atas) menyampaikan paparan kinerja industri asuransi jiwa kuartal I/2021, secara daring, Selasa, 8 Juni 2021.
Mediaasuransi.com
Mediaasuransinews.co.id/8-06-2021
Asuransi Jiwa Indikasikan Pemulihan Kinerja
Industri asuransi jiwa Indonesia memperlihatkan pertumbuhan positif di kuartal pertama tahun ini. Salah satunya ditunjukkan dengan adanya pertumbuhan positif di laporan pendapatan usaha untuk periode triwulan I 2021 dari puluhan perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).
Jakartanews.id/8-06-2021
Hingga Kuartal I, Hasil Investasi Asuransi Jiwa Tumbuh 105,1%
Seiring mulai pulihnya perekonomian nasional, kinerja pasar modal juga semakin membaik. Dampak positifnya terasa bagi industri asuransi jiwa, di mana pada kuartal I 2021 hasil investasinya tumbuh 105,1% menjadi Rp2,44 triliun.
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengungkapkan, industri asuransi jiwa mencatat tren peningkatan kinerja industri di kuartal I 2021 di beberapa pos keuangan seperti total investasi, pendapatan premi, aset, cadangan teknis, dan lainnya.
Infobanknews.com/8-06-2021
Asuransi Jiwa Moncer pada Triwulan I/2021, AAJI: Hati-Hati Kuartal II
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengingatkan para pelaku industri asuransi jiwa untuk berhati-hati saat memasuki kuartal II/2021, setelah mencatatkan kinerja moncer pada triwulan pertama. Selain pandemi Covid-19 yang masih terjadi, terdapat sejumlah faktor lainnya yang bisa memengaruhi underwriting asuransi jiwa.
Today.line.me/8-06-2021
Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 13.591 Persen
Pada triwulan I tahun 2021 pendapatan industri asuransi jiwa Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencapai Rp 62,66 triliun atau tumbuh 13.591,6 persen dibanding periode yang sama tahun 2020 yang mengalami Rp -0,46 triliun.
Krjogja.com/8-06-2021
Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Meroket 13.591 Persen di Kuartal I 2021
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan, total pendapatan industri asuransi jiwa pada kuartal I 2021 mencapai Rp 62,66 triliun. Jumlah tersebut melesat hingga 13.591,6 persen dari pendapatan pada triwulan pertama tahun sebelumnya.
Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, pertumbuhan positif tersebut jadi pertanda rebound bagi pelaku industri asuransi jiwa di awal 2021 ini. Pasca sebelumnya total pendapatan tercatat minus 0,46 triliun pada kuartal I 2020.
Id.berita.yahoo.com/8-06-2021
Asuransi Jiwa Indikasikan Pemulihan Kinerja, AAJI Dorong Anggotanya Tingkatkan Literasi dan Kualitas Tata Kelola
Industri asuransi jiwa Indonesia memperlihatkan pertumbuhan positif pada banyak bagian kinerjanya di kuartal pertama tahun ini. Salah satunya ditunjukkan dengan adanya pertumbuhan positif di laporan pendapatan usaha untuk periode triwulan I 2021 dari puluhan perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Hal tersebut terungkap dalam webinar yang digelar AAJI, Selasa siang (8/6/2021) dengan menghadirkan tiga pembicara yakni, Budi Tampubolon, Ketua Dewan Pengurus AAJI
; Simon Imanto, Ketua Bidang Keuangan, Pajak dan Investasi AAJI dan Edy Tuhirman, Ketua Bidang R&D, Pelaporan dan IT AAJI.
Sumut24.co/8-06-2021
Regulasi & Makro Ekonomi
Belum Sepakat Pihak Pengawas Perlindungan Data
Pembahasan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) mungkin bakal molor. Isu terkait lembaga yang berhak mengawasi perlindungan data masih belum mencapai titik temu. Direktur Information and Communication Technology (ICT) Institute Heru Sutadi mendorong pengesahan RUU PDP dengan membandingkannya pada General Data Protection Regulation (GDPR) yang sudah berlaku di Eropa. Apalagi, sempat ada kasus bocornya 279 juta data BPJS Kesehatan.
Jawa Pos/9-06-2021
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
14.254.65 |
|
IHSG (per 9 Juni 2021) |
6.047,48 |
|
BI Rate |
3,50% |
Sumber Media:
Kontan.co.id, kompas.com, Investor Daily, Kontan, Kompas, wartaekonomi.co.id, cnbcindonesia.com, kompas.com, bisnis.com, Bisnis Indonesia, investing.com
