AAJI Daily News - 15 April 2021


Tanggal terbit (15 / 04 / 2021)

FM-CC-AAJI-06-001

Kamis 15 April 2021

HEADLINE NEWS

  1. Dalam 15 Tahun, Return Saham 352%
  2. AAJI: Sepanjang 2020, Asuransi Bayar Klaim Covid-19 Rp 661 M
  3. Cegah Mis-Selling, Agen Asuransi Harus Pahami Standar Praktik dan Kode Etik
  4. Insurtech Bakal Bikin Produk Asuransi Makin Beragam, Ini Alasannya
  5. Kasus Nasabah Unit Link, AAJI HIngga BRI Life Angkat Bicara
  6. Ramai Nasabah Rugi di Unit Link, Ini Saran Bos Schroders
  7. Klaim Asuransi Covid-19 Tembus Rp661 Miliar
  8. Agar Nasabah Aman, Pemerintah Diminta Bentuk Lembaga Penjamin Polis
  9. AAJI Minta Calon Nasabah Pahami Sebelum Beli Produk Asuransi
  10. AAJI Catat Total Klaim Asuransi Jiwa Capai Rp683,15 Triliun dalam Lima Tahun
  11. AAJI minta perusahaan asuransi terapkan kode etik kepada agen pemasar
  12. AAJI Tekankan Pentingnya Pemahaman Nasabah Sebelum Membeli Unit Link
  13. AAJI : Cegah 'Mis-Selling', Agen Asuransi Harus Pahami Standar Praktik dan Kode Etik
  14. Dalam 5 Tahun, Perusahaan Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp 638 Triliun
  15. Milenial Tertarik Beli Produk Asuransi? Ini Tipsnya
  16. AAJI: Total Klaim yang Dibayarkan Asuransi Jiwa Capai Rp 638 Triliun dalam 5 Tahun Terakhir
  17. AAJI minta perusahaan asuransi terapkan kode etik kepada agen pemasar
  18. Dalam 5 Tahun, Klaim Asuransi Jiwa Capai Rp 638 Triliun
  19. AAJI Minta Sri Mulyani Segera Bentuk Lembaga Penjaminan Polis
  20. Total Klaim Asuransi Jiwa Capai Rp 683 Triliun Dalam 5 Tahun
  21. AAJI Catat Total Klaim Asuransi Jiwa Capai Rp683,15 Triliun dalam Lima Tahun
  22. AAJI Minta Sri Mulyani Segera Bentuk Lembaga Penjaminan Polis
  23. Klaim Asuransi Jiwa Terus Meningkat dalam 5 Tahun Terakhir
  24. Kasus Nasabah Unit Link, AAJI HIngga BRI Life Angkat Bicara
  25. Klaim Asuransi untuk Covid-19 Capai Rp 661 Miliar dari 9.128 Pemegang Polis
  26. AAJI Ingatkan Sri Mulyani Bentuk Lembaga Penjamin Pemegang Polis
  27. AAJI Ingatkan Sri Mulyani Bentuk Lembaga Penjamin Pemegang Polis
  28. AAJI Minta Sri Mulyani Segera Bentuk Lembaga Penjamin Pemegang Polis
  29. Total Klaim Asuransi Jiwa Capai Rp 683 Triliun Dalam 5 Tahun
  30. Update, AAJI: Total Klaim yang Dibayarkan Asuransi Jiwa Capai Rp 638 Triliun dalam 5 Tahun Terakhir
  31. Nasabah Tunggu Komitmen Manajemen
  32. [Foto] Target Pencapaian Premi
  33. Emiten Bisa Terdampak Jiwasraya
  34. Menakar Prospek Industri Asuransi Jiwa 2021
  35. Kasus Manajemen Risiko Jiwasraya, Refleksi untuk Reformasi Industri Asuransi
  36. Generali Indonesia pasarkan produk melalui Akuberbagi.com
  37. Tim Restrukturisasi Jiwasraya Lakukan Pemanggilan Ulang
  38. BPKN Dalami Kelemahan Opsi yang Ditawarkan untuk Korban Jiwasraya
  39. Allianz Genjot Penjualan di Kanal Digital

TENTANG AAJI

Dalam 15 Tahun, Return Saham 352%

Return investasi saham mencapai 352% selama 15 tahun. Imbal hasil tersebut tiga kali lipat lebih dibanding deposito yang sebesar 100%. “Instrumen dengan risiko tinggi juga cenderung memberikan imbal hasil lebih tinggi,” kata Presiden Direktur PT Schroders Investment Management Indonesia Michael Tjandra Tjoa pada acara Kabar Terkini Industri Asuransi Jiwa yang diselenggarakan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Rabu (14/4). Direktur Eksekutif AAJI Togar pasaribu mengatakan klaim dan manfaat yang dibayarkan industri asuransi lima tahun belakangan terus meningkat. AAJI juga berharap ada kehadiran Lembaga Penjamin Polis (LPP) sebagai implementasi amanat UU No. 40/2014 tentang Perasuransian.

Investor Daily, hal. 1 & 12 / 15-04-2021

AAJI: Sepanjang 2020, Asuransi Bayar Klaim Covid-19 Rp 661 M

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengungkapkan tiap tahun jumlah klaim yang dibayar perusahaan asuransi jiwa terus meningkat. Asuransi juga tetap membayarkan klaim Covid-19 hingga Rp 661 miliar meskipun pandemi seharusnya tidak dilindungi asuransi. Hal ini menunjukkan industri asuransi jiwa selalu menjaga dan melaksanakan komitmen kepada nasabah. Pada 2019, klaim yang dibayar industri asuransi jiwa sebesar Rp 95,21 triliun, kemudian di 2017 meningkat jadi Rp 120,72 triliun, 2018 Rp 121,35 triliun, 2019 Rp 149,77 triliun, dan di 2020 sebesar Rp 151,10 triliun.

Beritasatu.com /14-04-2021

Cegah Mis-Selling, Agen Asuransi Harus Pahami Standar Praktik dan Kode Etik

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengingatkan perusahaan asuransi jiwa untuk memastikan bahwa tenaga pemasar atau agen asuransinya memahami standar praktik dan kode etik pemasar AAJI, serta kompeten dalam menjelaskan produk kepada nasabah. Pernyataan ini disampaikan Togar untuk merespon adanya keluhan pemegang polis terkait peran tenaga pemasar atau agen asuransi, di mana banyak pemegang polis yang mengaku tidak mengetahui produk asuransi yang dibelinya lantaran tidak dijelaskan secara detail oleh tenaga pemasar. Selain itu, calon nasabah juga wajib membaca ringkasan informasi produk dan layanan pada saat akan melakukan pembelian produk, serta membaca dan memahami seluruh manfaat dan risiko produk yang terdapat pada polis.

beritasatu.com / 14-04-2021

Insurtech Bakal Bikin Produk Asuransi Makin Beragam, Ini Alasannya

Industri asuransi percaya bahwa optimalisasi data lewat pemanfaatan insurtech bakal membuat produk asuransi makin kaya dan relevan, yang akhirnya mampu meningkatkan penetrasi asuransi di Indonesia. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menjelaskan, penetrasi produk asuransi lewat jaringan digital memang belum terlalu signifikan, sehingga belum mampu mempengaruhi industri. Pangsa distribution channel terbanyak, masih didominasi direct marketing (30 persen) dan broker (23 persen). Sisanya, other 14 persen, agent 11 persen, bancassurance 9 persen, leasing 8 persen, affinity 1 persen, dan telemarketing 0,14 persen.

Bisnis.com / 15-04-2021

Kasus Nasabah Unit Link, AAJI HIngga BRI Life Angkat Bicara

Direktur AAJI, Togar Pasaribu menyebutkan aturan dalam industri asuransi jiwa sudah sangat ketat sehingga dalam menghadapi kasus kerugian nasabah di sejumlah prosuk asuransi unit link, AAJI menyarankan untuk diselesaikan secara internal hingga melalui jalur hukum. Namun demikian, AAJI terus mendorong edukasi nasabah dan industri guna mencegah terjadinya kasus serupa. Sementara BRI Life menyebutkan beberapa upaya untuk mencegah terjadinya kasus ini dengan memastikan proses pemasaran harus sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Cnbcindonesia.com /14-04-2021

Ramai Nasabah Rugi di Unit Link, Ini Saran Bos Schroders

Masih maraknya kasus kerugian investasi nasabah asuransi yang terhubung dengan produk asuransi (unit link) disebabkan masih rendahnya tingkat literasi masyarakat akan produk asuransi. Presiden Direktur PT Schroders Investment, Michael Tjandra Tjoa menjelaskan, untuk berinvestasi, calon investor atau pemegang polis harus lebih dulu mengenai produk investasi. Sebab, tingkat risikonya akan berbeda-beda dari setiap instrumen investasi. Di sisi lain, peran lembaga keuangan, regulator menggalakkan edukasi dan literasi harus terus diupayakan.

Cnbcindonesia.com /14-04-2021

Klaim Asuransi Covid-19 Tembus Rp661 Miliar

AAJI mengungkap klaim asuransi terkait covid-19 hingga Oktober 2020 sekitar Rp661 miliar. Klaim tersebut dibayarkan kepada 9.128 nasabah selaku pemegang polis asuransi jiwa. Secara keseluruhan, klaim asuransi jiwa, mengalami peningkatan setiap tahunnya sejak 2016 hingga 2020 lalu. Rinciannya, pada 2016 tercatat total klaim senilai Rp95,21 t. Kemudian naik pada 2017 menjadi Rp120,72 t. Lalu, 2018 silam terjadi pertumbuhan tipis menjadi Rp121,35 triliun dan berlanjut pada 2019 menjadi Rp149,77 t. Terakhir, pada 2020 jumlah klaim dinyatakan sebesar Rp151,1 t.

Cnnindonesia.com /14-04-2021

Agar Nasabah Aman, Pemerintah Diminta Bentuk Lembaga Penjamin Polis

AAJI mengharapkan Lembaga Penjamin Polis bisa segera dibentuk. Hal ini demi masyarakat yang lebih aman dan citra perusahaan asuransi yang baik. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengungkapkan perusahaan asuransi meminta agar LPP segera dibentuk oleh pemerintah. Sebelumnya Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan saat ini pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang berkoordinasi untuk pembentukan LPP. Saat ini kedua pihak sedang menyiapkan desain yang tepat untuk skema LPP.

Detik.com / 14-04-2021

AAJI Minta Calon Nasabah Pahami Sebelum Beli Produk Asuransi

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Togar Pasaribu, mengingatkan, nasabah atau calon nasabah harus memahami produk asuransi yang akan dibeli. Selain itu, juga memastikan kesesuaian produk tersebut dengan kebutuhan. Untuk itu, AAJI meminta perusahaan asuransi memastikan tenaga pemasar atau agen menerapkan standar praktik dan kode etik. Hal ini perlu dilakukan agar menghindari disinformasi dan dis-selling atau produk layanan yang tidak sesuai dengan penawaran.

Gatra.com / 14-04-2021

AAJI Catat Total Klaim Asuransi Jiwa Capai Rp683,15 Triliun dalam Lima Tahun

Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu mencatat bahwa pembayaran klaim sejak 2016-2020 mengalami tren peningkatan. Di mana selama lima tahun terakhir total klaim asuransi jiwa mencapai sebesar Rp683,15 triliun. Klaim asuransi jiwa, mengalami peningkatan setiap tahunnya sejak 2016. Rinciannya, pada 2016 tercatat total klaim senilai Rp95,21 t. Kemudian naik pada 2017 menjadi Rp120,72 t. Lalu, 2018 silam terjadi pertumbuhan tipis menjadi Rp121,35 triliun dan berlanjut pada 2019 menjadi Rp149,77 t. Terakhir, pada 2020 jumlah klaim dinyatakan sebesar Rp151,1 t.

Ijn.co.id /14-04-2021

AAJI minta perusahaan asuransi terapkan kode etik kepada agen pemasar

AAJI meminta perusahaan asuransi untuk menerapkan praktik dan kode etik kepada seluruh pemasar (agen) untuk menghindari terjadinya mis-selling atau layanan produk yang tidak sesuai dengan penawaran. Apalagi, selama beberapa hari ini sejumlah nasabah mengaku dirugikan oleh agen asuransi usai membeli produk unitlink. Menanggapi masalah ini, Togar berharap semua orang bertindak bijak karena pengakuan seseorang tidak bisa begitu saja dijadikan pedoman.

Indonesiaonline.co.id /14-04-2021

AAJI Tekankan Pentingnya Pemahaman Nasabah Sebelum Membeli Unit Link

Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu menyatakan, sebelum membeli unit link, sudah seharusnya calon nasabah membaca secara detail isi polis yang akan dibeli, serta memahami akan risiko-risiko terburuknya. Belakangan ini, peran agen asuransi atau tenaga pemasar tengah disorot. Karena, banyak pemegang polis yang tidak mengetahui secara detail risiko-risiko yang akan ditanggung untuk produk asuransi khususnya unit link yang dibelinya. Karena sebelum membeli unit linik, mereka merasa tidak dijabarkan secara lengkap isi dari polis oleh tenaga pemasar.

Infobanknews.com /14-04-2021

AAJI : Cegah 'Mis-Selling', Agen Asuransi Harus Pahami Standar Praktik dan Kode Etik

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengingatkan perusahaan asuransi jiwa untuk memastikan bahwa tenaga pemasar atau agen asuransinya memahami standar praktik dan kode etik pemasar AAJI, serta kompeten dalam menjelaskan produk kepada nasabah. Di sisi lain, Togar juga berharap para nasabah maupun calon nasabah dapat menjalankan hak dan kewajibannya untuk memahami produk yang akan dipilih, sebelum melakukan pembelian dan memastikan produk tersebut sesuai dengan kebutuhan.

Investor.id / 14-04-2021

Dalam 5 Tahun, Perusahaan Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp 638 Triliun

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengungkapkan, dari tahun ke tahun, jumlah klaim yang dibayar perusahaan asuransi jiwa terus meningkat. Pada 2019, klaim yang dibayar industri asuransi jiwa sebesar Rp 95,21 triliun, kemudian di 2017 meningkat jadi Rp 120,72 triliun, 2018 sebesar Rp 121,35 triliun, 2019 sebesar Rp 149,77 triliun, dan pada 2020 sebesar Rp 151,10 triliun. Berdasarkan data yang dihimpun AAJI, pada tahun lalu total klaim terkait Covid-19 mencapai sekitar Rp 661 miliar yang dibayarkan kepada 9.128 pemegang polis, meskipun pemerintah menyatakan Covid-19 merupakan pandemi.

investor.id / 14-04-2021

Milenial Tertarik Beli Produk Asuransi? Ini Tipsnya

Deputi Direktur Pembelaan Hukum Perlindungan Konsumen OJK Sabar Wahyono membeberkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh kaum milenial apabila ingin berasuransi. Indikator yang harus diketahui untuk produk asuransi apa yang dibeli; manfaat produk, harga atau biaya produk hingga risiko dari produk tersebut. Lalu yang kedua adalah memperhatikan perusahaan penerbit produk. Bagi masyarakat atau siapapun yang ingin membeli produk asuransi agar terhindar dari perusahan asuransi yang bodong, bisa mencari informasi dengan menelepon layanan kontak OJK di 157.

Kompas.com /14-04-2021

AAJI: Total Klaim yang Dibayarkan Asuransi Jiwa Capai Rp 638 Triliun dalam 5 Tahun Terakhir

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat klaim di industri asuransi jiwa terus mengalami peningkatan selama 5 terakhir. Direktur Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengatakan, total klaim dalam 5 tahun terakhir mencapai Rp 638 triliun. Lebih rinci dia membeberkan pada tahun 2016 klaim yang dibayar industri asuransi jiwa sebesar Rp 95,21 triliun. Lalu pada tahun 2017 meningkat menjadi Rp 120,72 triliun, pada tahun 2018 juga meningkat menjadi Rp 121,35 triliun. Sementara pada tahun 2019 sebesar Rp 149,77 triliun dan tahun 2020 sebesar Rp 151,10 triliun.

kompas.com / 15-04-2021

AAJI minta perusahaan asuransi terapkan kode etik kepada agen pemasar

AAJI meminta perusahaan asuransi untuk menerapkan praktik dan kode etik kepada seluruh pemasar (agen) untuk menghindari terjadinya mis-selling atau layanan produk yang tidak sesuai dengan penawaran. Apalagi, selama beberapa hari ini sejumlah nasabah mengaku dirugikan oleh agen asuransi usai membeli produk unitlink. Menanggapi masalah itu, Togar mengharap semua orang bersikap bijak karena pengakuan seseorang tidak bisa jadi pegangan begitu saja. Oleh karena itu, ia meminta baik calon maupun nasabah tetap memahami hak dan kewajibannya masing-masing sebagai pengguna asuransi.

Kontan.co.id / 14-04-2021

Dalam 5 Tahun, Klaim Asuransi Jiwa Capai Rp 638 Triliun

Pembayaran klaim asuransi jiwa terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. AAJI mencatat setidaknya lonjakan klaim tersebut terjadi dalam lima tahun terakhir. Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu, mengatakan dalam rentang tahun 2016 hingga 2020, klaim asuransi jiwa mencapai Rp 638,15 triliun. Dengan tren pembayaran meningkat dari tahun ke tahun. Adapun pada tahun 2020, jumlahnya kemudian naik lagi sehingga menyentuh Rp 151,1 triliun. Menurut Togar, dari total klaim asuransi di tahun 2020, terdapat juga pembiayaan untuk perawatan COVID-19.

Kumparan.com /14-04-2021

AAJI Minta Sri Mulyani Segera Bentuk Lembaga Penjaminan Polis

Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu meminta pemerintah untuk segera membentuk LPPP. Sebab, lembaga ini telah diamanatkan Undang-Undang (UU) Nomor 40 tahun 2014. Dalam UU tersebut dijelaskan, LPPP harus sudah dibentuk tiga tahun setelah UU tersebut disahkan. Artinya pada 2017 harusnya lembaga tersebut sudah terbentuk. Togar menekankan, tanggung jawab pembentukan LPPP ini pada dasarnya ada di bawah Kementerian Keuangan. Oleh sebab itu, dia mendorong agar Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat merealisasikan amanat UU ini.

Liputan6.com /14-04-2021

Total Klaim Asuransi Jiwa Capai Rp 683 Triliun Dalam 5 Tahun

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Togar Pasaribu mencatat pembayaran klaim sejak 2016-2020 mengalami tren peningkatan. Di mana selama lima tahun terakhir total klaim asuransi jiwa mencapai sebesar Rp683,15 triliun. Berdasarkan data AAJI pada 2016 pembayaran klaim asuransi jiwa baru mencapai Rp95,21 triliun. Kemudian meningkat di 2017 sebesar Rp120,7 triliun, 2018 Rp121,3 triliun, 2019 Rp149,77 triliun dan di 2020 sebesar Rp151,1 triliun. Togar menambahkan, selama 2020 dari total klaim asuransi sebesar Rp151,1 triliun sebanyak Rp661 milliarnya digunakan untuk perawatan Covid-19. Di mana jumlah tersebut dibayarkan kepada 9.128 pemegang polis.

liputan6.com / 14-04-2021

AAJI Catat Total Klaim Asuransi Jiwa Capai Rp683,15 Triliun dalam Lima Tahun

Pembayaran klaim asuransi jiwa terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. AAJI mencatat setidaknya lonjakan klaim tersebut terjadi dalam lima tahun terakhir. Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu, mengatakan dalam rentang tahun 2016 hingga 2020, klaim asuransi jiwa mencapai Rp 638,15 triliun. Dengan tren pembayaran meningkat dari tahun ke tahun. Adapun pada tahun 2020, jumlahnya kemudian naik lagi sehingga menyentuh Rp 151,1 triliun. Menurut Togar, dari total klaim asuransi di tahun 2020, terdapat juga pembiayaan untuk perawatan COVID-19.

Merdeka.com /14-04-2021

AAJI Minta Sri Mulyani Segera Bentuk Lembaga Penjaminan Polis

Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu meminta pemerintah untuk segera membentuk LPPP. Sebab, lembaga ini telah diamanatkan Undang-Undang (UU) Nomor 40 tahun 2014. Dalam UU tersebut dijelaskan, LPPP harus sudah dibentuk tiga tahun setelah UU tersebut disahkan. Artinya pada 2017 harusnya lembaga tersebut sudah terbentuk. Togar menekankan, tanggung jawab pembentukan LPPP ini pada dasarnya ada di bawah Kementerian Keuangan. Oleh sebab itu, dia mendorong agar Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat merealisasikan amanat UU ini.

Merdeka.com /14-04-2021

Klaim Asuransi Jiwa Terus Meningkat dalam 5 Tahun Terakhir

AAJI mencatat, klaim di industri asuransi jiwa terus mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir. Kenaikan klaim juga terjadi sepanjang tahun lalu karena pandemi Covid-19. Direktur AAJI Togar Pasaribu menyebut, pada 2016 lalu pembayaran klaim asuransi jiwa mencapai Rp 95,21 triliun dan sudah naik mencapai Rp 151,10 triliun pada 2020. Sehingga pembayaran klaim dalam lima tahun terakhir totalnya sebesar Rp 638,15 triliun. Sementara itu, lanjut Togar, pembayaran klaim Covid-19 sejak pertengahan Maret hingga Oktober 2020 totalnya sudah mencapai Rp 661 miliar. Klaim tersebut telah dibayarkan kepada 9.128 pemegang polis.

Republika.co.id /14-04-2021

Kasus Nasabah Unit Link, AAJI HIngga BRI Life Angkat Bicara

Direktur AAJI, Togar Pasaribu menyebutkan aturan dalam industri asuransi jiwa sudah sangat ketat sehingga dalam menghadapi kasus kerugian nasabah di sejumlah prosuk asuransi unit link, AAJI menyarankan untuk diselesaikan secara internal hingga melalui jalur hukum. Namun demikian, AAJI terus mendorong edukasi nasabah dan industri guna mencegah terjadinya kasus serupa. Sementara BRI Life menyebutkan beberapa upaya untuk mencegah terjadinya kasus ini dengan memastikan proses pemasaran harus sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Sarekat.id /14-04-2021

Klaim Asuransi untuk Covid-19 Capai Rp 661 Miliar dari 9.128 Pemegang Polis

Klaim asuransi yang telah dibayarkan untuk penyakit virus Covid-19 mencapai Rp 661 miliar sejak pertengahan Maret hingga Oktober 2020. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan, klaim Rp 661 miliar tersebut berasal dari 9.128 pemegang polis. Meskipun pemerintah menyatakan Covid-19 merupakan pandemi, kalau lihat polis, harusnya pandemi itu tidak di-cover. Namun demikian, beberapa perusahaan anggota tetap komit terhadap pemegang polis

Tribunnews.com /14-04-2021

AAJI Ingatkan Sri Mulyani Bentuk Lembaga Penjamin Pemegang Polis

Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu meminta pemerintah untuk segera membentuk LPPP. Sebab, lembaga ini telah diamanatkan Undang-Undang (UU) Nomor 40 tahun 2014. Dalam UU tersebut dijelaskan, LPPP harus sudah dibentuk tiga tahun setelah UU tersebut disahkan. Artinya pada 2017 harusnya lembaga tersebut sudah terbentuk. Togar menekankan, tanggung jawab pembentukan LPPP ini pada dasarnya ada di bawah Kementerian Keuangan. Oleh sebab itu, dia mendorong agar Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat merealisasikan amanat UU ini.

Viva.co.id /14-04-2021

AAJI Sri Mulyani Bentuk Lembaga Penjamin Pemegang Polis

Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu meminta pemerintah untuk segera membentuk LPPP. Sebab, lembaga ini telah diamanatkan Undang-Undang (UU) Nomor 40 tahun 2014. Dalam UU tersebut dijelaskan, LPPP harus sudah dibentuk tiga tahun setelah UU tersebut disahkan. Artinya pada 2017 harusnya lembaga tersebut sudah terbentuk. Togar menekankan, tanggung jawab pembentukan LPPP ini pada dasarnya ada di bawah Kementerian Keuangan. Oleh sebab itu, dia mendorong agar Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat merealisasikan amanat UU ini.

Yahoo.com /14-04-2021

AAJI Minta Sri Mulyani Segera Bentuk Lembaga Penjamin Pemegang Polis

Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu meminta pemerintah untuk segera membentuk LPPP. Sebab, lembaga ini telah diamanatkan Undang-Undang (UU) Nomor 40 tahun 2014. Dalam UU tersebut dijelaskan, LPPP harus sudah dibentuk tiga tahun setelah UU tersebut disahkan. Artinya pada 2017 harusnya lembaga tersebut sudah terbentuk. Togar menekankan, tanggung jawab pembentukan LPPP ini pada dasarnya ada di bawah Kementerian Keuangan. Oleh sebab itu, dia mendorong agar Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat merealisasikan amanat UU ini.

Yahoo.com /14-04-2021

Total Klaim Asuransi Jiwa Capai Rp 683 Triliun Dalam 5 Tahun

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Togar Pasaribu mencatat pembayaran klaim sejak 2016-2020 mengalami tren peningkatan. Di mana selama lima tahun terakhir total klaim asuransi jiwa mencapai sebesar Rp683,15 triliun. Berdasarkan data AAJI pada 2016 pembayaran klaim asuransi jiwa baru mencapai Rp95,21 triliun. Kemudian meningkat di 2017 sebesar Rp120,7 triliun, 2018 Rp121,3 triliun, 2019 Rp149,77 triliun dan di 2020 sebesar Rp151,1 triliun. Togar menambahkan, selama 2020 dari total klaim asuransi sebesar Rp151,1 triliun sebanyak Rp661 milliarnya digunakan untuk perawatan Covid-19. Di mana jumlah tersebut dibayarkan kepada 9.128 pemegang polis.

Yahoo.com / 14-04-2021

Update, AAJI: Total Klaim yang Dibayarkan Asuransi Jiwa Capai Rp 638 Triliun dalam 5 Tahun Terakhir

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat klaim di industri asuransi jiwa terus mengalami peningkatan selama 5 terakhir. Direktur Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengatakan, total klaim dalam 5 tahun terakhir mencapai Rp 638 triliun. Lebih rinci dia membeberkan pada tahun 2016 klaim yang dibayar industri asuransi jiwa sebesar Rp 95,21 triliun. Lalu pada tahun 2017 meningkat menjadi Rp 120,72 triliun, pada tahun 2018 juga meningkat menjadi Rp 121,35 triliun. Sementara pada tahun 2019 sebesar Rp 149,77 triliun dan tahun 2020 sebesar Rp 151,10 triliun.

Yukcopas.my.id / 15-04-2021

INDUSTRI & ASURANSI

Nasabah Tunggu Komitmen Manajemen

Suara nasabah PT Asuransi Jiwasraya terbelah antara menerima dan menolak restrukturisasi polis. Proses restrukturisasi Jiwasraya telah dimulai Desember 2020. Keseluruhan pemindahan polis ke IFG Life akan dilakukan hingga Oktober 2021. Untuk menyelamatkan pemegang polis Jiwasraya, pemerintah menyiapkan dana Rp26,7 triliun yang berasal dari penyertaan modal negara senilai Rp22 triliun ditambah Rp4,7 triliun dari fund raising IFG selaku induk Holding Asuransi.

Kompas, hal. 10 / 15-04-2021

[Foto] Target Pencapaian Premi

PT BNI Life Insurance menargetkan capaian premi Rp598 miliar dari kanal telemarketing pada 2021. Kanal tersebut dinilai sebagai salah satu sumber perolehan premi yang potensial di tengah pandemi.

Kontan, hal. 10 / 15-04-2021

Emiten Bisa Terdampak Jiwasraya

Kasus unrealized loss investasi sahan PT Asuransi Jiwasraya dan BPJS Ketenagakerjaan menjadi perhatian publik. Kuasa hukum Benny Tjokrosaputro, Bob Hasan, mengatakan unrealized loss merupakan fakta dalam persidangan kasus Jiwasraya. Selain itu, kata dia, pemeriksaan perkara yang dilakukan Kejagung tidak mendalam lantaran tidak memeriksa 124 emiten.

Media Indonesia, hal. 11 / 15-04-2021

Menakar Prospek Industri Asuransi Jiwa 2021

Forum Diskusi Jurnalis Kepri (FDJK) bersama AXA Mandiri menggelar diskusi terkait dengan prospek industri asuransi jiwa 2021 di masa pandemi Covid-19. Dalam paparannya, Kepala Bagian Pengawasan Produk pada Direktorat Pengawasan Asuransi dan BPJS Kesehatan, OJK mengatakan kinerja asuransi jiwa tahun 2021 diprediksi akan membaik, seiring dengan mulai meningkatnya mobilitas masyarakat. Berdasarkan data OJK, premi industri asuransi tahun lalu sebesar Rp6,6 triliun. Chief Bussines and Distribution AXA Mandiri Theodores Tangke mengatakan dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti ini kinerja asuransi mengalami banyak tantangan.

Bisnis.com /14-04-2021

Kasus Manajemen Risiko Jiwasraya, Refleksi untuk Reformasi Industri Asuransi

Manajemen PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengakui bahwa sebelumnya terdapat unit-unit di perusahaan yang tidak menjalankan manajemen risiko dengan optimal. Kondisi yang terjadi kepada Jiwasraya itu dinilai sebagai momentum untuk melakukan reformasi untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Direktur Kepatuhan dan SDM Jiwasraya R. Mahelan Prabantarikso menyatakan bahwa manajamen baru perseroan menemukan pelaksanaan manajemen risiko yang tidak optimal. Kondisi itu bahkan terjadi hingga masalah gagal bayar pecah pada Oktober 2018. Menurutnya, pandemi Covid-19 memengaruhi sejumlah aspek dalam kinerja asuransi jiwa. Misalnya, perolehan premi industri yang melambat pada 2020 menjadi senilai Rp173,2 triliun, lalu hasil investasi yang pencapaiannya Rp17,6 triliun.

Bisnis.com / 14-04-2021

Generali Indonesia pasarkan produk melalui Akuberbagi.com

Kebutuhan masyarakat yang makin berkembang di tengah pandemi dan percepatan digitalisasi melahirkan kebutuhan baru pada masyarakat, seperti PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia juga telah melakukan ekplorasi konsep-konsep pemasaran dan model kemitraan baru yang inovatif untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Saat ini, Generali memiliki e-commerce insurance yang dibangun sendiri yaitu Akuberbagi.com. Fokus utama dari akuberbagi.com adalah untuk memberikan perlindungan sekaligus kebaikan, yang dapat dijangkau oleh masyarakat Indonesia, di berbagai wilayah, tanpa terkendala jarak dan waktu. Chief Marketing & Customer Generali Indonesia Vivin Arbianti Gautama menjelaskan, Akuberbagi.com memberikan proteksi keluarga dan juga berbagi pada sesama dengan konsep wakaf.

kontan.co.id / 14-04-2021

Tim Restrukturisasi Jiwasraya Lakukan Pemanggilan Ulang

Tim Percepatan Restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menargetkan pelaksanaan program restrukturisasi polis Jiwasraya dapat selesai pada Mei 2021. Untuk mencapai target tersebut, saat ini Tim Percepatan Restrukturisasi tengah melakukan pemanggilan ulang atau outbound call terhadap para pemegang polis yang belum memberi respons terhadap kegiatan sosialisasi program restrukturisasi, kata Koordinator Juru Bicara Tim Percepatan Restruturisasi Jiwasraya, R Mahelan Prabantarikso. Mahelan mengungkapkan, dalam beberapa waktu ke depan pihaknya akan melakukan pemanggilan ulang terhadap 1.200 pemegang polis kategori Bancassurance.

republika.co.id / 14-04-2021

BPKN Dalami Kelemahan Opsi yang Ditawarkan untuk Korban Jiwasraya

Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Rizal E Halim menyatakan akan mendalami tiga opsi restrukturisasi Jiwasraya yang merugikan nasabah khususnya para pensiunan yang tidak lagi produktif. Dia menegaskan ada tiga poin yang diinginkan para nasabah Jiwasraya. Pertama, keterbukaan Jiwasraya. Kedua, meminta hitung-hitungan dibuat transparan, dalam hal ini bagaimana bisa mendapatkan angka top up Rp720 miliar. Ketiga, dukungan dari pemerintah atau BUMN khususnya bagi pensiunan yang sudah tidak produktif.

sindonews.com / 14-04-2021

Allianz Genjot Penjualan di Kanal Digital

Salah satu perusahaan asuransi yang sudah bermain dalam ekosistem digital ialah PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life). “Banyak sekali inovasi yang kami telah lakukan berhubungan dengan penetrasi digital terutama untuk menjangkau nasabah nasabah yang dapat dijangkau melalui online,” kata Direktur Allianz Life Bianto Surodjo. Salah satu inovasi yang dilakukan perusahaan kata Bianto yakni dengan menggandeng beberapa e-commerce dimana Allianz Life menawarkan produk asuransinya. Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia Joos Louwerier mengatakan perusahaan terus memperkuat kolaborasi dengan mitra berbasis digital, seperti Gojek dan BukaLapak.

wartaekonomi.co.id / 14-04-2021

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

14.603

IHSG (per 14 April 2021)

   6.050,28

BI Rate

 

 

 

 

 

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media:

Investor Daily, Kompas, Kontan, Media Indonesia, Beritasatu.com, Bisnis.com, Cnbcindonesia.com, Cnnindonesia.com, Detik.com, Gatra.com, Ijin.co.id, Indonesiaonline.co.id, Infobanknews.com, Investor.id, Kompas.com, Kontan.co.id, Kumparan.com, Liputan6.com, Merdeka.com, Republika.co.id, Sarekat.id, Sindonews.com, Tribunnews.com, Viva.co.id, Yahoo.com, Yukcopas.my.id, Wartaekonomi.co.id.

DOWNLOAD PDF