AAJI Daily News - 30 Juli 2021


Tanggal terbit (30 / 07 / 2021)

   FM-CC-AAJI-006-00

Jum’at 30 Juli 2021                                                                                                                                                           

HEADLINE NEWS

  1.     Dua Juta Data BRI Life Diduga Bocor, Ini Tanggapan AAJI
  2. Premi Asuransi Jiwa Tumbuh 18,35%, Asuransi Umum Tumbuh 2,5%
  3. Premi Asuransi Jiwa Tumbuh 18,35%, Asuransi Umum Tumbuh 2,5%
  4. OJK: Banyak Asuransi Ajukan Izin untuk Cover Risiko Covid-19
  5. Perusahaan Asuransi Ramai-ramai Ajukan Izin Produk Terkait Covid-19 ke OJK
  6. 5 Ribu Agen Asuransi Profesional Hadiri MDRT DAY INDONESIA
  7. Waktunya Agen Asuransi Jiwa Berinovasi
  8. MDRT Berikan Tips Bagi Agen Asuransi Jiwa
  9. Tren Agen Asuransi Profesional Terus Meningkat
  10. Ini yang Perlu Dilakukan Agen Asuransi Agar Bertahan dan Produktif di Tengah Pandemi
  11. BERITA FOTO – Benefit Asuransi Bagi Peserta Vaksinasi
  12. Prudential Indonesia Luncurkan PRULink US Dollar Global Tech Equity Fund
  13. Kebocoran Data Pribadi Nasabah Harus Diungkap Tuntas
  14. Dokumen Nasabah BRI LIFE Diduga Bocor
  15. Data Nasabah BRI LIFE Dijual Rp 105 Juta
  16. Dokumen 463 Ribu Diretas, Dijual Rp 101,5 Juta
  17. Data Nasabah Diduga Bocor Di Internet
  18. Data Nasabah Dijual Rp 105 Juta
  19. Hacker Hanya Bobol Sistem Syariah
  20. Tangani Kebocoran Data Peserta Asuransi BRI LIFE
  21. Dua Juta Data Nasabah BRI LIFE Diduga Bocor, POLRI Gelar Penyelidikan
  22. Data Nasabah BRI LIFE Dijual Rp 105 Juta
  23. Data BRI Life Diduga Bocor, Direksi Sampaikan Adanya Dugaan Celah Keamanan
  24. Ini Hasil Investigasi BRI LIFE Soal Dugaan Data Nasabah Bocor
  25. Jutaan Data Nasabah BRI Diduga Bocor
  26. 2 Juta Data Nasabah BRI LIFE Diduga Bocor
  27. Data Nasabah BRI LIFE Dijual Rp 105 Juta
  28. Kebocoran Data Nasabah BRI LIFE
  29. BRI Life Bantah Kebocoran Data 2 Juta Nasabah, Ini Hasil Investigasinya
  30. Kominfo-BRI Life Segera Tangani Dugaan Data Bocor
  31. Ini Dugaan Sumber Kebocoran Data 2 Juta Nasabah BRI Life
  32. 3 Temuan Investigasi Maraton BRI Life Soal Dugaan Kebocoran Data 2 Juta Nasabah
  33. OJK Kaji Perpanjangan Restrukturisasi Kredit
  34. Sektor Jasa Keuangan Terjaga Stabil di Semester I 2021, Ini Buktinya
  35. OJK: Sektor jasa keuangan tetap stabil di semester I-2021

TENTANG AAJI

Dua Juta Data BRI Life Diduga Bocor, Ini Tanggapan AAJI

Informasi bocornya data BRI Life diunggah oleh akun Twitter Alon Gal (@UnderTheBreach) pada Selasa (27/7/2021). Berdasarkan cuitan itu, peretas mengaku memiliki data dua juta nasabah BRI Life dan 463.000 dokumen. Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu menjelaskan bahwa pihaknya belum mendapatkan perkembangan informasi lebih lanjut. Asosiasi pun mengajak masyarakat untuk menunggu kejelasan informasi terlebih dahulu. Corporate Secretary BRI Life Ade Ahmad Nasution menjelaskan bahwa pihaknya bersama dengan tim independen yang memiliki spesialisasi di bidang keamanan digital sedang melakukan penelusuran jejak digital dalam rangka investigasi.

Bali Tribune/29-07-2021

INDUSTRI & ASURANSI

Premi Asuransi Jiwa Tumbuh 18,35%, Asuransi Umum Tumbuh 2,5%

Kinerja industri asuransi sudah terlihat rebound sampai dengan semester 1-2021, baik dari aspek pertumbuhan premi, aset, pemegang polis, penetrasi, dan densitas Premi asuransi jiwa tumbuh 18,35% secara tahunan (yoy), sedangkan premi asuransi umum tumbuh moderat sebesar 2,5% (yoy). Deputi Direktur Pengawasan Asuransi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kristianto Andi Handoko menyampaikan, pertumbuhan industri asuransi terbilang signifikan sampai dengan semester 1-2021. OJK optimistis pertumbuhan kinerja industri asuransi sampai akhir tahun 2021 akan cemerlang melihat perbaikan telah dilalui dan mulai ada indikasi kembali ke jalur yang seharusnya. OJK juga mengungkapkan banyak perusahaan asuransi yang sedang mengajukan izin produk asuransi terkait Covid-19. 

Investor Daily/30-07-2021

Premi Asuransi Jiwa Tumbuh 18,35%, Asuransi Umum Tumbuh 2,5%

Kinerja industri asuransi sudah terlihat rebound sampai dengan semester 1-2021, baik dari aspek pertumbuhan premi, aset, pemegang polis, penetrasi, dan densitas Premi asuransi jiwa tumbuh 18,35% secara tahunan (yoy), sedangkan premi asuransi umum tumbuh moderat sebesar 2,5% (yoy). Deputi Direktur Pengawasan Asuransi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kristianto Andi Handoko menyampaikan, pertumbuhan industri asuransi terbilang signifikan sampai dengan semester 1-2021. OJK optimistis pertumbuhan kinerja industri asuransi sampai akhir tahun 2021 akan cemerlang melihat perbaikan telah dilalui dan mulai ada indikasi kembali ke jalur yang seharusnya. OJK juga mengungkapkan banyak perusahaan asuransi yang sedang mengajukan izin produk asuransi terkait Covid-19. 

Investor.id/29-07-2021

OJK: Banyak Asuransi Ajukan Izin untuk Cover Risiko Covid-19

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mencatat pertumbuhan jumlah perusahaan asuransi yang mengajukan izin produk terkait Covid-19. Hal tersebut dinilai menunjukkan industri melirik pentingnya proteksi terhadap Covid-19 meskipun penyakit baru itu tidak termasuk ke dalam ketentuan polis standar. Deputi Direktur Pengawasan Asuransi OJK Kristianto Andi Handoko menjelaskan bahwa cakupan perlindungan dari sebuah produk asuransi kesehatan dan jiwa mengacu kepada ketentuan polis. Terdapat daftar penyakit yang masuk atau dikecualikan dari manfaat sebuah produk asuransi. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat bahwa dalam kurun Maret 2020–Februari 2021, klaim terkait Covid-19 yang dibayarkan industri asuransi jiwa mencapai Rp1,46 triliun. AAJI menilai tren pembayaran klaim itu akan meningkat pada tahun ini seiring kenaikan kasus Covid-19 yang signifikan, salah satunya karena penyebaran varian delta.

bisnis.com/29-07-2021

Perusahaan Asuransi Ramai-ramai Ajukan Izin Produk Terkait Covid-19 ke OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sejumlah perusahaan asuransi sedang mengajukan izin produk asuransi terkait Covid-19. OJK dan pelaku industri secara intensif menganalisis nilai premi (pricing) dari produk asuransi tersebut. Deputi Direktur Pengawasan Asuransi OJK Kristianto Andi Handoko menyampaikan, sejak tahun lalu sejumlah perusahaan asuransi memang berinisiatif untuk memperluas manfaat perlindungan menyangkut Covid-19. Hal itu murni sebagai perluasan layanan dan bentuk komitmen perusahaan asuransi. Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memaparkan, total klaim terkait Covid-19 dari Maret 2020 sampai Februari 2021 mencapai Rp 1,46 triliun terhadap 24.997 polis. Dari jumlah itu, 87,41% atau klaim senilai Rp 1,28 triliun selesai dibayarkan. Sedangkan 12,59% diantaranya atau senilai Rp 184,37 miliar berstatus klaim masih dalam proses.
investor.id/29-07-2021

5 Ribu Agen Asuransi Profesional Hadiri MDRT DAY INDONESIA

Sebanyak 5.000 agen asuransi profesional menghadiri Million Dollar Round Table (MDRT) Day Indonesia secara virtual, yang berlangsung mulai 38-29 Juli 2021 dengan tema Beyond The Horizon. Committee Chair of MDRT Day Indonesia 2021, Johan Fanggara mengatakan, tahun ini banyak agen asuransi dihadapkan dengan ketidakpastian dari pandemi Covid-19. Tetapi antusiasme peserta terhadap acara MDRT Day masih cukup tinggi. Sementara itu, Country Chair MDRT Indonesia, Miliana Marten mengatakan, tantangan komite MDR saat ini adalah bagaimana meningkatkan jumlah anggota MDRT di Indonesia.

Waspada/29-07-2021

Waktunya Agen Asuransi Jiwa Berinovasi

Agen asuransi profesional yang tergabung dalam wadah MDRT atau Million Dollar Round Table, Rabu 28 Juli 2021 memulai pagelaran Virtual Event 'MDRT Day Indonesia 2021'. Acara tahun ini akan berlangsung selama dua hari, hingga Kamis 29 Juli 2021, dengan tema Beyond The Horizon. Akan tetapi selama tahun pandemi, capaian premi untuk menjadi anggota MDRT mengalami penyesuaian. Country Chair MDRT Indonesia Miliana Marten mengatakan, Diharapkan dengan adanya penyesuaian, maka agen MDRT di Indonesia semakin banyak yang bertaraf internasional, sehingga akan meningkatkan kualitas agen asuransi di Indonesia. Dengan meningkatnya kualitas agen asuransi maka nasabah pun akan mendapatkan pelayanan yang sangat profesional sesuai code of ethics MDRT

Tribun Medan/29-07-2021

MDRT Berikan Tips Bagi Agen Asuransi Jiwa

Country Chair MDRT Indonesia, Miliana Marten mengatakan, risiko yang dihadapi oleh masyarakat saat ini terus meningkat ketika banyak yang mengalami sakit dan harus dirawat di RS. Kondisi ini adalah momentum bagi agen asuransi jiwa utuk masuk menawarkan solusi, menjelaskan pentingnya proteksi kesehatan, dan proteksi lainnya. Dia menambahkan, agen asuransi jiwa sebagai financial planner, harus memastikan bahwa ketika ada pengurangan anggaran oleh nasabah, silahkan anggaran lain di-cut, tetapi untuk rencana asuransi jangan dikurangi, tetapi sebaiknya ditambah.

Ekonomi Neraca/29-07-2021

Tren Agen Asuransi Profesional Terus Meningkat

Minat menjadi agen asuransi profesional Indonesia terus bertumbuh di masa pandemi Covid-19. Hal ini dibuktikan anggota wadah asuransi profesional, Million DolIar Round Table (MDRT) Indonesia, yang ditargetkan mencapai 5.000 agen di tahun 2022. Country Chair MDRT Indonesia Miliana Marten mengatakan kondisi saat ini cukup menantang untuk meningkatkan jumlah anggota MDRT di Indonesia. Situasi new normal membuat banyak perubahan. Perubahan paling besar yang dirasakan adalah bagaimana mulai memasuki era digital.

Koran Sindo/29-07-2021

Ini yang Perlu Dilakukan Agen Asuransi Agar Bertahan dan Produktif di Tengah Pandemi

Tahun 2020 menjadi tahun yang sangat menantang untuk semua lini industri termasuk asuransi. Banyak agen asuransi dihadapkan dengan ketidakpastian dari pandemi Covid-19. Country Chair  Million Dollar Round Table (MDRT)  Indonesia, Miliana Marten dalam MDRT Day Indonesia 2021 yang dilakukan secara daring mengatakan, Pandemi menjadi momentum untuk para agen terus berinovasi sehingga memberikan dampak positif pada pencapaian produksi pribadi atau personal selling dan peningkatan kompetensi leadership. Apalagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan kelonggaran dalam hal penjualan produk secara digital.

Tribunnews.com/29-07-2021

BERITA FOTO – Benefit Asuransi Bagi Peserta Vaksinasi

CAR Life Insurance dan Bank Ina kembali mendukung program vaksinasi pemerintah dengan menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 bagi keluarga nasabah dan masyarakat, termasuk anak-anak berusia 12 tahun ke atas. Selain itu, peserta vaksinasi akan mendapatkan manfaat pertanggungan asuransi kecelakaan senilai Rp25 juta secara gratis.

Bisnis Indonesia/29-07-2021

Prudential Indonesia Luncurkan PRULink US Dollar Global Tech Equity Fund

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan Dana Investasi (fund) PRULink US Dollar Global Tech Equity Fund. Produk ini merupakan Dana Investasi dalam mata uang US Dollar yang bertujuan memberikan hasil investasi yang optimal secara jangka panjang bagi nasabah. Jens Reisch, President Director of Prudential Indonesia pada keterangannya mengatakan, pihaknya optimistis Dana Investasi PRULink US Dollar Global Tech Equity Fund dapat diterima dengan baik oleh nasabah karena berpotensi memberikan imbal balik yang optimal untuk jangka panjang di tengah situasi ekonomi yang masih menantang. Terlebih, erusahaan juga melihat besarnya potensi sektor teknologi untuk terus bertumbuh dengan pesat dan semakin diminati oleh masyarakat di dunia.

Infobanknews.com/29-07-2021

Kebocoran Data Pribadi Nasabah Harus Diungkap Tuntas

Hasil investigasi tim internal asuransi jiwa dan kesehatan BRI Life mengindikasikan data nasabahnya yang bocor terkait 25.000 pemegang polis BRI Life syariah, bukan 2 juta klien seperti kabar yang beredar di media sosial sejak Selasa (27/7/2021). Data nasabah BRI grup lainnya dinyatakan aman, tidak ikut bocor. Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan BRI Life Ade Ahmad Nasution mengatakan, BRI Life telah bergerak cepat melakukan investigasi internal atas kejadian dimaksud, dan ditemukan bukti bahwa pelaku kejahatan cyber melakukan intrusi ke dalam sistem BRI Life Syariah yang merupakan stand alone system, terpisah dari core system BRI Life

Kompas/30-07-2021

Dokumen Nasabah BRI LIFE Diduga Bocor

Data nasabah asuransi BRI Life diduga bocor, hal itu mencuat setelah salah seorang pengguna Twitter @UnderTheBreach mengungkapkan adanya peretas yang mengantongi data sebesar 250GB dari asuransi BRI Life. Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan, pada Rabu, 28 Juli 2021 pukul 14.00 WIB, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap Direksi PT Asuransi BRI Life (BRI Life) sebagai pengelola data pribadi yang diduga bocor. Ia menuturkan hasil pertemuan tersebut menunjukkan beberapa point, yakni bahwa terdapat dugaan adanya celah keamanan dalam sistem elektronik BRI Life yg disalahgunakan oleh pihakpihak yang tidak bertanggung jawab. Kemudian BRI Life juga telah mengambil langkah responsif untuk menghentikan upaya akses secara tanpa hak tersebut.

Info Indonesia/29-07-2021

Data Nasabah BRI LIFE Dijual Rp 105 Juta

Bareskrim Mabes Polri turun tangan menyelidiki dugaan bocornya 2 juta data nasabah BRI Life di forum internet. Data itu dijual di RaidFo-rums dengan harga 7.000 dolar AS atau sekitar kurang lebih Rp 105 juta. Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, Rabu (28/7). menyampaikan kasus tersebut tengah ditangani Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri. Berdasarkan penyelidikan sementara. kebocoran berkaitan data perbankan.

Banjarmasin Post/29-07-2021

Dokumen 463 Ribu Diretas, Dijual Rp 101,5 Juta

Informasi bocornya data nasabah BRI Life keluar Selasa (27/7). Data tersebut dilansir pertama kali oleh Reuters merujuk postingan di RaidForums. Data sebanyak 463 ribu peserta asuransi itu dijual USD 7.000 atau sekitar Rp 101,5 juta. Kabareskrim Komjen Agus Andrianto menuturkan bahwa dugaan awal perkara ini merupakan kebocoran data perbankan. Saat ini sedang dalam penyelidikan Dittipideksus

Lombok Post/29-07-2021

Data Nasabah Diduga Bocor Di Internet

Dugaan kasus kebocoran data perusahaan Indonesia kembali mengemuka. Kali ini, data milik nasabah asuransi BRI Life diduga bocor dan seperti biasa diperjual-belikan secara bebas di Internet. Diwartakan pertama oleh Reuters, kasus ini mengemuka berkat investigasi dari Hudson Rock, sebuah perusahaan keaman siber yang berbasis di Israel. Corporate Secretary BRI
Life Ade Nasution mengungkapkan BRI Life menjamin hak pemegang polis sesuai dengan polis yang dimiliki. "BRI Life terus melakukan upaya maksimal untuk melindungi data pemegang polis melalui penerapan tata kelola teknologi informasi dan tata kelola data sesuai ketentuan dan standar serta peraturan perundang-un-dangan yang berlaku

Padang Ekspress/29-07-2021

Data Nasabah Dijual Rp 105 Juta

Bareskrim Mabes Polri ikut urun tangan terkait dugaan adanya kebocoran 2 juta data nasabah BRI Life di forum internet. Data itu dijual di Rai-dForums dengan harga 7.000 dollar AS atau sekitar kurang lebih Rp 105 juta. Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyampaikan kasus tersebut kini tengah ditangani Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri. Sedang dilidik Dittipideksus.

Tribun Sumsel/29-07-2021

Hacker Hanya Bobol Sistem Syariah

Pengusutan kasus kebocoran data nasabah BRI Life terus bergulir. PT Asuransi BRI Life mengklaim bahwa hacker hanya membobol sistem BRI Life Syariah. Sedangkan data nasabah BRI maupun BRI Group tetap aman. Temuan itu terungkap dari hasil investigasi dan penelusuran jejak digital yang dilakukan PT Asuransi BRI Life. Kemarin (29/7) Corporate Secretary BRI Life Ade Nasution menyatakan bahwa pihaknya telah menemukan bukti pelaku kejahatan siber yang menerobos sistem BRI Life Syariah. Ade menjelaskan, dalam sistem tersebut terdapat kurang dari 25 ribu pemegang polis syariah individu. Dia menjamin data-data itu tidak berkaitan dengan data nasabah BRI maupun BRI Group

Jawa Pos/30-07-2021

Tangani Kebocoran Data Peserta Asuransi BRI LIFE

Informasi bocornya data nasabah BRI Life keluar Selasa (27/7). Data tersebut dilansir pertama kali oleh Reuters merujuk postingan di RaidForums. Data sebanyak 463 ribu peserta asuransi itu dijual USD 7.000 atau sekitar Rp 101,5 juta. Kabareskrim Komjen Agus Andrianto menuturkan bahwa dugaan awal perkara ini merupakan kebocoran data perbankan. Saat ini sedang dalam penyelidikan Dittipideksus

Radar Sulteng/29-07-2021

Dua Juta Data Nasabah BRI LIFE Diduga Bocor, POLRI Gelar Penyelidikan

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mulai melakukan bergerak menyusul kabar bocornya data nasabah BRI Life, Saat ini penyelidikan sedang berjalan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika menjelaskan, pihaknya mendapatkan informasinya melalui media, Saat ini sedang dilakukan pendalaman untuk dilakukan penyelidikan

Palu Ekspress/29-07-2021

Data Nasabah BRI LIFE Dijual Rp 105 Juta

Bareskrim Mabes Polri Ikut turun tangan terkait dugaan adanya kebocoran 2 Juta data nasabah BRI Life dl forum internet. Data itu dijual di RaldForums dengan harga 7.000 dollar AS atau sekitar kurang lebih Rp 105 Juta. Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyampaikan kasus tersebut kini tengah ditangani Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.

Tribun Lampung/29-07-2021

Data BRI Life Diduga Bocor, Direksi Sampaikan Adanya Dugaan Celah Keamanan

Kementerian Kominfo telah melakukan pemanggilan terhadap Direksi PT Asuransi BRI Life (BRI Life) sebagai pengelola data pribadi yang diduga bocor sebagai bagian dari proses investigasi. Pemanggilan ini sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP 71/2019). Juru Bicara Kementerian Dedy Permadi mengatakan bahwa ada beberapa temuan yang disampaikan oleh direksi BRI Life. Dedy mengatakan BRI life saat ini sedang melakukan pemeriksaan mendalam terhadap keamanan sistem elektronik yang mereka kelola dengan menggandeng Konsultan Forensik Digital dan Tim Internal BRI Life.

Wartaekonomi.co.id/29-07-2021

Ini Hasil Investigasi BRI LIFE Soal Dugaan Data Nasabah Bocor

PT Asuransi BRI Life menemukan bukti bahwa pelaku kejahatan siber melakukan intrusi ke dalam sistem BRILife Syariah yang merupakan stand alone system dan terpisah dari core system BRI Life. Hal itu merupakan hasil investigasi atas beredarnya informasi terkait dugaan kebocoran data nasabah BRI Life. Corporate Secretary BRI Life Ade Nasution memastikan data BRI dan BRI Group aman. Insiden itu tidak berdampak kepada data nasabah BRI maupun BRI Group lainnya.

Sumut.suara.com/29-07-2021

Jutaan Data Nasabah BRI Diduga Bocor

Dugaan kasus kebocoran data publik kembali mengemuka dan kali ini menimpa Bank Rakyat Indonesia atau BRI melalui layanan asuransinya, BRI Life. Ada dua juta data publik yang bocor dan diperjual-belikan di internet. Data tersebut mencakup data kependudukan berupa KTP, informasi rekam medis, akun perbankan dan pajak nasabah. Juru Bicara Kemenkominfo, Dedy Permadi menyampaikan, pihaknya telah menerima informasi terkait dugaan kebocoran data pribadi BRI Life. Pihaknya telah melakukan langkah-langkah cepat sesuai aturan perundangan yang berlaku.

Sumut Pos/29-07-2021

2 Juta Data Nasabah BRI LIFE Diduga Bocor

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri, mulai turun tangan setelah tersiar kabar bocornya data nasabah BRI Life. Saat ini penyelidikan sedang berjalan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Dirtipideksus Bareskrim
Polri Brigjen Pol Helmy Santika mengatakan, pihaknya  sedang mendalami, kroscek tentang kebenaran informasi tersebut dengan semua pihak. Setelah itu lakukan penyelidikan.

Satelite News/29-07-2021

Data Nasabah BRI LIFE Dijual Rp 105 Juta

Bareskrim Mabes Polri ikut urun tangan terkait dugaan adanya kebocoran 2 juta data nasabah BRI Life di forum internet. Data itu dijual di Raid Forums dengan harga 7.000 dollar AS atau sekitar kurang lebih Rp 105 juta. Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyampaikan kasus tersebut kini tengah ditangani Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.

Tribun Manado/29-07-2021

Kebocoran Data Nasabah BRI LIFE

Data nasabah dari asuransi BRI Life diduga bocor D dan dijual secara online. Kasus ini mencuat, salah satunya, lewat akun Twitter bernama & UnderTheBreach yang membagikan dugaan kebocoran data tersebut dalam cuitannya. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), pada Rabu, 28 Juli lalu, langsung bergerak memanggil direksi BRI Life terkait dugaan kebocoran data nasabah tersebut. Juru Bicara Kemenkominfo, Dedy Permadi menyampaikan, pemanggilan tersebut sebagai bagian dari investigasi. Corporate Secretary BRI Life, Ade Nasution, pihaknya menjamin hak pemegang polis sesuai dengan polis yang dimiliki. 

Majalah Gatra/30-07-2021

BRI Life Bantah Kebocoran Data 2 Juta Nasabah, Ini Hasil Investigasinya

 BRI Life segera melakukan investigasi marathon pasca beredarnya informasi soal bocornya data nasabah. Hasilnya, perseroan mengklaim jumlah kebocoran data 2 juta nasabah tidak benar. Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan BRI Life Ade Ahmad Nasution menjelaskan, pihaknya telah bergerak cepat melakukan investigasi internal atas kejadian dimaksud. Hasilnya, ditemukan bukti bahwa pelaku kejahatan cyber melakukan intrusi ke dalam sistem BRI Life Syariah, yang merupakan stand alone system dan terpisah dari core system BRI Life.

Liputan6.com/29-07-2021

Kominfo-BRI Life Segera Tangani Dugaan Data Bocor

Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama BRI Life saat ini sedang menangani dugaan data nasabah yang bocor serta diperdagangkan di situs gelap (dark web) Juru Bicara Kominfo Dedy Permadi mengumumkan, Kementerian Kominfo akan menindaklanjuti hasil pertemuan dengan melakukan komunikasi intensif dengan BRI Life dan memberikan pendampingan terhadap upaya BRI Life dalam mengamankan sistem maupun tata kelola data yang ada 

Okezone.com/29-07-2021

Ini Dugaan Sumber Kebocoran Data 2 Juta Nasabah BRI Life

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memanggil Direksi BRI Life terkait kasus dugaan kebocoran data 2 juta nasabah perusahaan asuransi milik bank pemerintah itu. Pemanggilan yang dilakukan pada Rabu (28/7/2021) lalu dilakukan sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP 71/2019). Menurut Juru bicara Kominfo, Dedy Permadi, pertemuan itu menghasilkan kesimpulan bahwa ada dugaan celah keamanan di dalam sistem elektronik BRI Life, yang disalahgunakan oleh pihak tak bertanggungjawab. Dedy mengatakan BRI Life telah mengambil langkah responsif untuk menghentikan upaya akses ilegal tersebut.

kompas.com/29-07-2021

3 Temuan Investigasi Maraton BRI Life Soal Dugaan Kebocoran Data 2 Juta Nasabah

Corporate Secretary PT Asuransi BRI Life Ade Ahmad Nasution menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi secara maraton untuk menindaklanjuti dugaan kebocoran data. Berdasarkan hasil investigasi hingga Rabu, 28 Juli 2021, perseroan mencatatkan sejumlah temuan. Pertama, perseroan menemukan adanya intrusi ke dalam sistem BRI Life Syariah oleh pelaku kejahatan siber, berdasarkan investigasi internal. Ade menegaskan bahwa sistem BRI Life Syariah itu terpisah dari sistem utama perseroan.

Tempo.co/29-07-2021

REGULASI & MAKRO EKONOMI

OJK Kaji Perpanjangan Restrukturisasi Kredit

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sektor jasa keuangan tetap stabil hingga semester 1-2021. Sementara itu, OJK juga mengkaji perpanjangan restrukturisasi kredit seiring meningkatnya kasus positif Covid-19 di Indonesia. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam keterangan resmi, Kamis (29/7). Pihaknya melihat adanya pembatasan mobilitas masyarakat akibat meningkatnya angka yang terpapar Covid-19 sekarang ini bisa menyebabkan upaya pemulihan ekonomi yang dijalankan pemerintah terhambat. Di sektor industri keuangan nonbank (IKNB) dalam hal ini asuransi mencatatkan penghimpunan premi pada Juni 2021 sebesar Rp 31,0 triliun dengan rincian asuransi jiwa sebesar Rp 21,1 triliun, asuransi umum dan reasuransi sebesar Rp 9,9 triliun.

Investor Daily/30-07-2021

Sektor Jasa Keuangan Terjaga Stabil di Semester I 2021, Ini Buktinya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga data semester I 2021 sektor jasa keuangan tetap stabil dicerminkan membaiknya sejumlah indikator seperti intermediasi perbankan dan penghimpunan dana di pasar modal serta terjaganya rasio kehati-hatian (prudensial) di lembaga jasa keuangan. Sektor asuransi mencatatkan penghimpunan premi pada Juni 2021 sebesar Rp31,0 triliun dengan rincian Asuransi Jiwa sebesar Rp21,1 triliun, Asuransi Umum dan Reasuransi sebesar Rp9,9 triliun.

Liputan6.com/29-07-2021

OJK: Sektor jasa keuangan tetap stabil di semester I-2021

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga semester I 2021, sektor jasa keuangan tetap stabil dilihat dengan membaiknya sejumlah indikator seperti intermediasi perbankan, penghimpunan dana di pasar modal, dan terjaganya rasio kehati-hatian (prudensial) di lembaga jasa keuangan. Penghimpunan dana di pasar modal hingga 27 Juli 2021 telah mencapai nilai Rp116,6 triliun atau meningkat 211 persen dari periode yang sama tahun lalu, dengan 27 emiten baru yang melakukan IPO. Sektor asuransi mencatatkan penghimpunan premi pada Juni 2021 sebesar Rp31,0 triliun dengan rincian Asuransi Jiwa sebesar Rp21,1 triliun, Asuransi Umum dan Reasuransi sebesar Rp 9,9 triliun.

Kontan.co.id/29-07-2021

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

14.498.00

IHSG (per 29 Juli 2021)

6.120,73

BI Rate

3,50%

 

 

 

 

 

Sumber Media:

Kontan.co.id, kompas.com, Investor Daily, Kontan, Kompas, wartaekonomi.co.id, cnbcindonesia.com, kompas.com, bisnis.com, Bisnis Indonesia, investing.com

DOWNLOAD PDF