AAJI Daily News - 14 Desember 2021


Selasa, 14 Desember 2021                                                                                                                                    

FM-CC-AAJI-006-00

HEADLINE NEWS

  1. Berita Foto - KLAIM COVID-19
  2. Hingga Kuartal III-2021, Total Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 38,7%
  3. Premi Asuransi Jiwa Kembali Tumbuh, Unit Link Masih Diminati Konsumen
  4. Riset YouGov: Produk Unitlink masih diterima masyarakat
  5. Riset YouGov: Masyarakat Masih Suka Padukan Investasi dan Proteksi Lewat Unitlink
  6. Kombinasi Investasi-Asuransi Unit Link Masih Dilirik, Begini Datanya
  7. Masih kerap diadukan, produk dan pemasaran unitlink perlu aturan yang lebih ketat?
  8. Fuse Kantongi Tambahan Dana Seri B+, Perkuat Ambisi ke Pasar Regional
  9. Lembaga Penjamin Polis
  10. Industri asuransi jiwa mendukung segera dibentuknya lembaga penjamin polis
  11. Reopening Establishment ALLIANZ di KidZania Jakarta Gaya Hidup Sehat di Gymnastic Center
  12. Prudential Indonesia dan Standard Chartered Luncurkan Dua Dana Investasi Baru untuk Bancassurance
  13. OJK Maluku Bakal Perketat Penjualan Asuransi Unit Link; Agen Asuransi Diminta Tidak Menipu
  14. Avrist Health Starter, Wujud Kemitraan Avrist Assurance dan Lifepal untuk Jangkau Masyarakat Indonesia
  15. Penyelesaian Polis Jiwasraya Tak Jelas, Nasabah: Kami Belum Terima Sepeser pun
  16. Pascarestrukturisasi, Pemegang Polis Jiwasraya Tagih Komitmen Pembayaran
  17. Setujui RKA Rp 6,32 T, DPR Minta OJK Optimalkan Kinerja

TENTANG AAJI

Berita Foto - KLAIM COVID-19

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total klaim terkait COVID-19 yang telah dibayarkan industri asuransi jiwa selama periode Maret 2020-September 2021 mencapai Rp7,36 triliun.

Bisnis Indonesia /14-12-2021

Hingga Kuartal III-2021, Total Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 38,7%

Hingga kuartal III tahun 2021, industri asuransi jiwa semakin menunjukkan kinerja positif. Pertanda adanya rebound di kuartal III tahun ini terlihat dari pertumbuhan pendapatan di berbagai lini usaha industri asuransi jiwa. Total pendapatan yang dibukukan industri mencapai Rp 171,36 triliun. Angka tersebut setara dengan pertumbuhan sebesar 38,7% ( year-on-year/yoy ) dibandingkan periode sama tahun lalu. Menurut Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), terlihat bahwa tekanan penurunan pendapatan akibat pandemi mulai mereda.

Marketeers.com /13-12-2021

Premi Asuransi Jiwa Kembali Tumbuh, Unit Link Masih Diminati Konsumen

Untuk dapat lebih memahami persepsi masyarakat akan unit link, YouGov, lembaga survei asal Inggris, pada bulan Juli 2021 mengadakan jajak pendapat terhadap 2000 responden di seluruh Indonesia. Survei ini menunjukkan 89% responden pemilik asuransi unit link memiliki sentimen positif atau netral pada produk ini. Dalam mengawal produk unit link sekaligus upaya menjaga pertumbuhan industri asuransi, AAJI dan OJK terus bekerja sama membuat kerangka peraturan untuk menjamin perlindungan terhadap nasabah dan meningkatkan pelayanan asuransi. Sementara itu, AXA Mandiri dan Prudential menyadari pemahaman masyarakat terhadap industri asuransi masih menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk terus menerus melaksanakan kegiatan literasi.

Jawapos.com /14-12-2021

Riset YouGov: Produk Unitlink masih diterima masyarakat

Sepanjang tahun 2020 hingga 2021, industri asuransi jiwa di Indonesia mengalami peningkatan karena masyarakat membutuhkan perlindungan lebih dari pandemi Covid-19. Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) per semester I/2021 menunjukkan, pendapatan premi industri asuransi nasional sebanyak 62% di antaranya dikontribusi oleh produk unit link industri asuransi jiwa, atau mencapai Rp 64,44 triliun, lebih tinggi 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Untuk dapat lebih memahami persepsi masyarakat akan unit link, YouGov, lembaga survei asal Inggris, pada bulan Juli 2021 mengadakan jajak pendapat terhadap 2000 responden di seluruh Indonesia. YouGov lebih jauh menjelaskan, bahkan untuk nasabah yang sudah menutup polis, persepsi terhadap produk unit link masih cukup baik, dengan 14% sangat positif, 24% cukup positif, dan 41% netral.

Kontan.co.id /13-12-2021

Riset YouGov: Masyarakat Masih Suka Padukan Investasi dan Proteksi Lewat Unitlink

Untuk dapat lebih memahami persepsi masyarakat akan unit link, YouGov, lembaga survei asal Inggris, pada bulan Juli 2021 mengadakan jajak pendapat terhadap 2000 responden di seluruh Indonesia. Survei ini menunjukkan 89% responden pemilik asuransi unit link memiliki sentimen positif atau netral pada produk ini. Dalam mengawal produk unit link sekaligus upaya menjaga pertumbuhan industri asuransi, AAJI dan OJK terus bekerja sama membuat kerangka peraturan untuk menjamin perlindungan terhadap nasabah dan meningkatkan pelayanan asuransi. Sementara itu, AXA Mandiri dan Prudential menyadari pemahaman masyarakat terhadap industri asuransi masih menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk terus menerus melaksanakan kegiatan literasi.

Tribunnews.com /13-12-2021

Kombinasi Investasi-Asuransi Unit Link Masih Dilirik, Begini Datanya

Sepanjang tahun 2020 hingga 2021, industri asuransi jiwa di Indonesia mengalami peningkatan karena masyarakat membutuhkan perlindungan lebih dari pandemi Covid-19. Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) per semester I/2021 menunjukkan, pendapatan premi industri asuransi nasional sebanyak 62% di antaranya dikontribusi oleh produk unit link industri asuransi jiwa, atau mencapai Rp 64,44 triliun, lebih tinggi 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Untuk dapat lebih memahami persepsi masyarakat akan unit link, YouGov, lembaga survei asal Inggris, pada bulan Juli 2021 mengadakan jajak pendapat terhadap 2000 responden di seluruh Indonesia. YouGov lebih jauh menjelaskan, bahkan untuk nasabah yang sudah menutup polis, persepsi terhadap produk unit link masih cukup baik, dengan 14% sangat positif, 24% cukup positif, dan 41% netral.

Detik.com /13-12-2021

Masih kerap diadukan, produk dan pemasaran unitlink perlu aturan yang lebih ketat?

Produk unitlink di asuransi jiwa masih menjadi produk yang kerap kali menimbulkan pro dan kontra dengan aduan yang ada. Oleh karenanya, pengaturan terkait produk ini dirasa kian diperlukan. Dari sisi pelaku industri, Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan bahwa sejatinya saat ini produk unitlink sudah memiliki regulasi yang paling ketat. Namun, pihaknya mencoba untuk terus mengembangkan dan berkreasi dengan semua perusahaan, termasuk dengan OJK terkait apa lagi yang dapat diperbaiki demi kenyamanan nasabah.

Kontan.co.id /13-12-2021

Fuse Kantongi Tambahan Dana Seri B+, Perkuat Ambisi ke Pasar Regional

Startup insurtech Fuse hari ini (13/12) mengumumkan tambahan pendanaan dalam putaran seri B+ dengan total nilai lebih dari $25 juta (sekitar 363 miliar Rupiah). Sejak beroperasi di 2017, Fuse mengambil pendekatan aplikasi untuk memungkinkan penjualan asuransi dengan model bisnis B2A (Business to Agent/Broker). Sebenarnya, startup insurtech saat ini juga memiliki layanan keagenan untuk mendongkrak penjualan produk asuransi lewat agen (B2B) selain kanal ritel (B2C). PasarPolis punya PasarPolis Mitra dan Qoala dengan Mitra Qoala Plus. Hanya saja, keduanya fokus dari ritel dulu baru ke bisnis, sementara Fuse sebaliknya. Menurut data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), jalur keagenan memberikan kontribusi terhadap 36,1% dari total pendapatan premi asuransi jiwa hingga kuartal III 2020.

Dailysocial.id /13-12-2021

INDUSTRI & ASURANSI

Lembaga Penjamin Polis

Perusahaan asuransi berharap Lembaga Penjamin Polis (LPP), yang berperan melindungi nasabah asuransi, bisa segera terbentuk. Nantinya Lembaga Penjamin Polis ini nantinya memiliki fungsi yang mirip dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk perbankan yang menjamin dana simpanan nasabah. Salah satu perusahaan asuransi jiwa, BNI Life menyebut, keberadaan LPP penting sehubungan dengan perlindungan pemegang polis.

Kontan /14-12-2021

Industri asuransi jiwa mendukung segera dibentuknya lembaga penjamin polis

Badan Perlindungan Konsumen Nasional mendorong segera dibentuknya Lembaga Penjamin Polis seperti yang diamanatkan Undang-undang Perasuransian. Langkah ini diperlukan sebagai upaya melindungi nasabah asuransi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan bisa segera membentuk Lembaga Penjamin Polis. PT AIA Financial sebagai salah satu pemain asuransi jiwa juga menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik dan mendukung keputusan pemerintah untuk mendirikan LPP (Lembaga Penjamin Polis) seperti yang diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian. AIA Pihaknya siap bekerja sama dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya guna memastikan transparansi dan profesionalisme perusahaan.

Kontan.co.id /13-12-2021

Reopening Establishment ALLIANZ di KidZania Jakarta Gaya Hidup Sehat di Gymnastic Center

Allianz is present at KidZania Jakarta with a new face introducing the world of sports to children through the Gymnastic Center to encourage them to be active and exercise from an early age. The inauguration of this establishment was held in Jakarta by implementing strict health protocols. Allianz Life Indonesia's Chief Marketing Officer, Karin Zulkarnaen, said, Allianz wanted to provide education on a healthy lifestyle and the values of sportsmanship to the kids in Kidzania from an early age by creating a new establishment with a sports theme.

Momdadi.com /13-12-2021

Prudential Indonesia dan Standard Chartered Luncurkan Dua Dana Investasi Baru untuk Bancassurance

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) berkolaborasi dengan Standard Chartered Bank Indonesia (Standard Chartered) memperkuat kepemimpinan di industri keuangan dengan meluncurkan dua dana investasi campuran dalam mata uang rupiah dan dolar AS yaitu PRULink Rupiah Global Managed Income Fund dan PRULink US Dollar Global Managed Income Fund. Kedua dana investasi ini sesuai bagi nasabah dengan profil risiko sedang-tinggi dan memiliki preferensi alokasi dana investasi di luar negeri dengan potensi Tambahan Nilai Investasi bulanan.

Sumutpos.co /13-12-2021

OJK Maluku Bakal Perketat Penjualan Asuransi Unit Link; Agen Asuransi Diminta Tidak Menipu

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memperketat penjualan produk Asuransi Unit Link, hingga proses penjualan kepada masyarakat. Hal itu menyusul banyaknya korban nasabah asuransi Unit Link yang dirugikan, dengan tudingan adanya indikasi kejahatan korporasi asuransi berkedok investasi. Kepala Bagian Pengawasan LJK Kantor OJK Provinsi Maluku, Novian Suhardi mengatakan, akan membuat semacam market owner yang lebih transparan dan terstruktur agar sales asuransi bisa menjual produk dengan baik.

Ambon.tribunnews.com /13-12-2021

Avrist Health Starter, Wujud Kemitraan Avrist Assurance dan Lifepal untuk Jangkau Masyarakat Indonesia

Avrist Assurance, perusahaan asuransi terkemuka dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di Indonesia, secara resmi menggandeng Lifepal.co.id, sebagai salah satu marketplace insurance terbesar di tanah air, untuk memasarkan produk terbarunya, yaitu Avrist Health Starter, Senin (13/12/2021). Peluncuran dari produk merupakan wujud dari komitmen nyata usaha kedua belah pihak dalam menggenjot literasi asuransi dan menyediakan peluang proteksi asuransi seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Obessionnews.com /13-12-2021

Penyelesaian Polis Jiwasraya Tak Jelas, Nasabah: Kami Belum Terima Sepeser pun

Sejumlah nasabah asuransi Jiwasraya mengeluh atas ketidakpastian pembayaran polis. Padahal, sebelumnya mereka sepakat mengikuti program restrukturisasi sejak awal tahun 2021. Hingga kini para pemegang polis belum menerima perkembangan terbaru terkait kelanjutan nasib polis Jiwasraya yang dimiliki pasca-restrukturisasi yang dilakukan perusahaan itu.

Suara.com /13-12-2021

Pascarestrukturisasi, Pemegang Polis Jiwasraya Tagih Komitmen Pembayaran

Pemegang polis Jiwasraya menagih komitmen seluruh pihak terkait untuk mempercepat pembayaran polis mereka. Pihak terkait dimaksud meliputi pemerintah, Jiwasraya, IFG, IFG Life hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebab, sejak dilakukannya program restrukturisasi polis, nasabah tak kunjung mendapatkan haknya. Salah satu pemegang polis Jiwasraya, Sherly mengatakan pihaknya telah sepakat dengan penawaran restrukturisasi sejak beberapa bulan lalu. Dia pun sudah merelakan hak pembayaran yang diterimanya harus terpotong akibat restrukturisasi. Kendati demikian, hingga saat ini dirinya masih belum mendapatkan kepastian.

Republika.co.id /13-12-2021

REGULASI & EKONOMI MAKRO

Setujui RKA Rp 6,32 T, DPR Minta OJK Optimalkan Kinerja

Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui rencana kerja dan anggaran (RKA) tahun 2022 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar Rp 6,32 triliun. Komisi XI DPR juga mengharapkan kinerja OJK pada tahun depan lebih optimal dalam menjaga sektor jasa keuangan dan perlindungan konsumen.

Investor Daily /14-12-2021

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

14.378.00

IHSG (per 26 November 2021)

6.655,02

BI Rate

3,50%

 

 

 

 

 

Sumber Media:

Kontan.co.id, kompas.com, Investor Daily, Kontan, Kompas, wartaekonomi.co.id, cnbcindonesia.com, bisnis.com, Bisnis Indonesia, investing.com

DOWNLOAD PDF