AAJI Daily News - 21 September 2021


Tanggal terbit (21 / 09 / 2020)

Senin, 21 September 2020  

FM-CC-AAJI-06-001

HEADLINE NEWS

  1. Penempatan Dana di Holding Asuransi Masih Diperdebatkan
  2. Aset Sitaan Jadi Barang Bukti di Pengadilan
  3. Minat Unit-linked Allianz Masih Tinggi
  4. WanaArtha Life Jajaki Investor Baru
  5. Rakyat Tanggung Dosa Jiwasraya
  6. Meracik Skema Akbar Selamatkan Jiwasraya
  7. Jiwasraya ‘Dirampok’, Bagaimana Nasib Aset Sitaan Rp 18,4 T?
  8. Nasabah Asuransi Bumiputera di Kebumen Resah, Keluhkan Sulitnya Pencairan Klaim
  9. Marzuki Alie: Bailout Century Gaduh se-Indonesia, Jiwasraya Malah Tenang-tenang Saja
  10. Terkait TPPU Jiwasraya, 10 Aset Terdakwa HH Kembali Disita
  11. Allianz: Kebutuhan Asuransi Masyarakat Tak Berubah meski Pandemi Covid-19
  12. Meracik Skema Penyelamatan Jiwasraya
  13. Terkait kasus Jiwasraya, aset sitaan Kejagung jadi barang bukti di pengadilan
  14. Industri Andalkan Aset Aman
  15. [Foto] Premi Industri Asuransi Jiwa

INDUSTRI & ASURANSI

Penempatan Dana di Holding Asuransi Masih Diperdebatkan

Kementerian BUMN kebagian PMN tahun 2021 sebesar Rp37,18 triliun. PT BPUI kecipratan dana paling besar, yaitu Rp20 triliun. Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade mengaku, meski pihaknya telah menyetujui usulan PMN tahun depan, amsih ada perdebatan terkait alokasi PMN kepada Bahana. Pengamat dari Institute for Development of Economics and Finance Abra Talattov rada keberatan dengan rencana pemerintah karena penanganan Jiwasraya telah dijanjikan tidak akan membebani APBN.

Rakyat Merdeka / 20-09-2020 Hal. 10

Aset Sitaan Jadi Barang Bukti di Pengadilan

Kejagung telah menyita sejumlah aset terkait kasus dugaan korupsi dan pencucian uang di Jiwasraya yang ditaksir mencapai Rp18,4 triliun. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono menyebut, aset sitaan tersebut sudah menjadi barang bukti dalam persidangan kasus ini. Jika nanti pengadilan memutuskan terdakwa terbukti bersalah maka barang bukti bisa menjadi rampasan negara.

Kontan / 21-09-2020 Hal. 10

Minat Unit-linked Allianz Masih Tinggi

PT Asuransi Allianz Life Indonesia menyatakan bahwa minat terhadap produk unit-linked pada 2020 masih tinggi kendati kondisi ekonomi tertekan virus corona. Director & Chief of Partnership Distribution Officer Allianz Bianto Surodjo mengatakan, adanya kebutuhan masyarakat terhadap proteksi, khususnya di tengah pandemic perlu dijadikan momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya asuransi. Menurutnya, proses digitalisasi bisnis dan kemudahan automasi dapat menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Bisnis Indonesia / 21-09-2020 Hal. 15

WanaArtha Life Jajaki Investor Baru

PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha sedang menjajaki investor baru untuk penyehatan keuangan perusahana. Salah satu calon investor yang berminat disinyalir merupakan bank berskala internasional. Hal tersebut diketahui dari penuturan pemegang polis WanaArtha Life setelah melakukan dialog Bersama manajemen WanaArtha Life, Senin (14/9). Humas P3W Freddy Handojo mengatakan, WanaArtha Life menempuh dua opsi penyehatan keuangan; menunggu penyitaan rekening efek dibuka oleh Kejagung atau mencari investor baru untuk menyuntik dana.

Investor Daily / 21-09-2020 Hal. 23

Rakyat Tanggung Dosa Jiwasraya

Pemerintah berencana menalangi measkandal Jiwasraya Rp20 triliun menggunakan APBN. Pengusaha Mardigu Wowiek Prasantyo mengatakan, seharusnya yang bersalah itulah yang menanggung. Sementara itu, pengamat ekonomi dari Institutefor Development of Economic and Finance Bhima Yudhistira meminta pemerintah segera menyelesaikan restrukturisasi polis nasabah asuransi Jiwasraya agar tidak menimbulkan krisis kepercayaan terhadap dunia asuransi di Indonesia.

Indopos / 21-09-2020 Hal. 1&11

Meracik Skema Akbar Selamatkan Jiwasraya

Upaya penyelamatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mulai menunjukkan titik terang. Pemerintah melalui Kementerian BUMN telah menyiapkan skema penyelesaian klaim polis Jiwasraya. Salah satunya membentuk perusahaan asuransi jiwa baru sebagai reinkarnasi JIwasraya bermana IFG Life. Adapun BPUI merupakan holding asuransi dan penjaminan BUMN. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan pemerintah akan memberikan dana PMN kepaa BPUI pada 2021 sebesar Rp20 triliun.

Tabloid Kontan no. 50 / 21-27 September 2020 Hal. 10-11

Jiwasraya ‘Dirampok’, Bagaimana Nasib Aset Sitaan Rp 18,4 T?

Penyidik Kejaksaan Agung menyatakan telah melakukan menyita aset terkait kasus PT Asuransi Jiwasaya (Persero) sebesar Rp 18,4 triliun. Nilai ini lebih tinggi dari nilai kerugian investasi Jiwasraya yang ditetapkan BPK sebesar Rp 16,8 triliun. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Hari Setiyono menuturkan, nantinya aset yang disita akan dibuktikan di persidangan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebelum ditetapkan sebagai barang sitaan milik negara.

Cnbcindonesia.com / 18-09-2020

Nasabah Asuransi Bumiputera di Kebumen Resah, Keluhkan Sulitnya Pencairan Klaim

Nasabah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera Kebumen kini tengah resah. Nasabah mengeluh karena nasibnya kini belum ada kepastian terkait penerimaan klaim. Padahal uang yang telah diasuransikan di perusahaan tersebut tidaklah sedikit. Salah satu nasabah berinisial R menyampaikan pihaknya memiliki nilai asuransi sesuai perhitungannya Rp 30 juta. Adapun tenggat waktu klaim telah diajukan dirinya pada akhir tahun 2019. Namun hingga kini, pihaknya belum dapat menerima tabungan embalian tersebut.

Radarbanyumas.co.id / 18-09-2020

Marzuki Alie: Bailout Century Gaduh se-Indonesia, Jiwasraya Malah Tenang-tenang Saja

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie menilai kasus skandal Asuransi Jiwasraya yang bakal di-bailout Rp20 trilun sebenarnya setara dengan kerugian kasus Bank Century pada beberapa tahun silam. Menurutnya, perbedaannya yang paling terlihat adalah skandal Jiwasraya tak seramai Bank Century yang sempat menghebohkan masyarakat hingga ke seluruh penjuru Indonesia. Lebih paranya lagi, dana bailout Jiwasraya malah bersumber dari APBN, sedangkan Bank Century tidak dari APBN. Untuk itu, ia mengatakan pemerintah harus mengejar para koruptor skandal Jiwasraya.

Akurat.co / 19-09-2020

Terkait TPPU Jiwasraya, 10 Aset Terdakwa HH Kembali Disita

Majelis Hakim PN Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) embali mengabulkan permintaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk melakukan penyitaan terhadap sejumlah aset milik terdakwa dugaan suap, dan pencucian uang (TPPU) Jiwasraya, Heru Hidayat. Ketua Majelis Hakim Rosmina, dalam persidangan Jumat (18/9) menyatakan, dari 12 objek, hanya 10 yang dikabulkan untuk disita sementara.

Republika.co.id / 19-09-2020

Allianz: Kebutuhan Asuransi Masyarakat Tak Berubah meski Pandemi Covid-19

PT Asuransi Allianz Life Indonesia menyatakan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap asuransi tidak terganggu meskipun terdapat pandemi virus corona yang menekan kondisi perekonomian. Kondisi itu terlihat dari tumbuhnya penjualan unit-linked perseroan pada kuartal II/2020. Menurut Director & Chief of Partnership Distribution Officer Allianz BIanto Surodjo, selalu terdapat kebutuhan masyarakat yang dapat diproteksi sehingga menjadi peluang bagi Allianz.

Bisnis.com / 20-09-2020

Meracik Skema Penyelamatan Jiwasraya

Untuk sementara waktu, pemegang polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) boleh bernafas lega. Pemerintah melalui Kementerian BUMN telah menyiapkan sejumlah skema penyelesaian klaim polis Jiwasraya.  Salah satunya dengan membentuk perusahaan asuransi jiwa baru sebagai reinkarnasi Jiwasraya. Namanya adalah Indonesia Financial Group (IFG) Life. IFG Life menggantikan nama Nusantara Life yang sebelumnya digadang-gadang sebagai wujud baru Jiwasraya.

Kontan.co.id / 20-09-2020

Terkait kasus Jiwasraya, aset sitaan Kejagung jadi barang bukti di pengadilan

Kejagung telah menyita aset terkait kasus dugaan korupsi dan pencucian uang di Asuransi Jiwasraya. Nilai aset sitaan tersebut ditaksir mencapai Rp 18,4 triliun. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono menyebut, aset sitaan tersebut sudah menjadi barang bukti dalam persidangan kasus ini. Jika nanti pengadilan memutuskan terdakwa terbukti bersalah maka barang bukti bisa menjadi rampasan negara.

Kontan.co.id / 20-09-2020

Regulasi & Makro Ekonomi

Industri Andalkan Aset Aman

Berdasarkan statistik IKNB OJK, pada Juni 2020 total aset IKNB tercatat Rp2.472,85 triliun yang terdiri dari aset konvensional Rp2.369,62 triliun dan aset Syariah Rp103,23 triliun. Total aset IKNB tahun ini hanya tumbuh 0,02% yoy dibandingkan dengan posisi Juni 2019 senilai Rp2.472,19 triliun. Dari sisi asetnya, instrumen aman seperti surat berharga negara (SBN) menjadi aset yang mencetak pertumbuhan investasi. Begitu pula reksa dana yang mengambil porsi cukup besar dalam portfolio industri. Kendati demikian, aset saham justru terkoreksi double digit secara tahun berjalan.

Bisnis Indonesia / 21-09-2020 Hal. 15

[Foto] Premi Industri Asuransi Jiwa

Sepanjang semester I/2020, industri asuransi jiwa mencatatkan premi sebesar Rp79,42 triliun, turun 7,27 persen secara tahunan atau yoy dari semester I/2019 dengan premi Rp85,64 triliun.

Kontan / 21-09-2020 Hal. 10

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

14.735

IHSG (per 18 September 2020)

   5.059,22

BI Rate

 

 

 

 

 

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media: Bisnis Indonesia, HE Neraca, Investor Daily, Indopos, Kontan, Rakyat Merdeka, Tabloid Kontan, Akurat.co, Bisnis.com, Cnbcindonesia.com, Kontan.co.id, Radarbanyumas.co.id, Republika.co.id, Sindonews.com.

 

DOWNLOAD PDF