AAJI Daily News - 29 April 2021


Tanggal terbit (29 / 04 / 2021)

FM-CC-AAJI-06-001

Kamis, 29 April 2021

HEADLINE NEWS

  1. AAJI Jamin Tata Kelola Saving Plan
  2. Astra Life Catatkan Kenaikan Premi Rp3,8 Triliun Sepanjang 2020
  3. AAJI: Perlu alternatif kanal distribusi jangkau lebih banyak nasabah
  4. Mirip Jiwasraya, AAJI Ungkap Ada 22 Perusahaan Asuransi Jual Saving Plan
  5. Holding BUMN IFG Luncurkan IFG Progress, Erick Thohir: Saya Menyambut Baik, Ini Sebagai Think Thank yang Melahirkan Ide-Ide Baru yang Inovatif
  6. AAJI: Tidak semua produk saving plan bermasalah
  7. Maraknya Kasus Kerugian Asuransi karena Literasi Keuangan Belum Merata
  8. Restrukturisasi Jiwasraya Terus Berlanjut
  9. IFG Life Bakal Banyak Membuat Produk Tradisional
  10. Erick Minta IFG Life Tiru Perusahaan Asuransi Asal Tiongkok
  11. Baru 75%, Restrukturisasi Polis Ritel Jiwasraya Terkendala Identifikasi Nasabah
  12. Jiwasraya Tak Lagi Bisnis Asuransi Jiwa Usai Restrukturisasi
  13. Pandemi Bukan Hambatan Tangkap Peluang Bisnis Ramadhan, Ini Tipsnya
  14. Wamen BUMN: Jiwasraya Tidak Akan Beroperasi Sebagai Perusahaan Asuransi Jiwa Lagi
  15. OVO dan Prudential Tawarkan Asuransi Jiwa Syariah Digital Terjangkau
  16. Reputasi Jadi Taruhan IFG
  17. Tingkat Literasi Asuransi Masih Rendah
  18. Mantan Gubernur BI Soroti Masalah Kelolaan Investasi di Industri Asuransi Jiwa
  19. Kasus Gagal Bayar Asuransi Jiwa, Kemenkeu: Ini Tak Bisa Diterima!
  20. Masalah Gagal Bayar Momentum Pembentukan Lembaga Penjamin Polis

TENTANG AAJI

AAJI Jamin Tata Kelola Saving Plan

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia atau AAJI menjamin produk saving plan yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi dijalankan dengan prinsip tata kelola yang baik. Peristiwa yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menjadi pelajaran bersama. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan terdapat 22 perusahaan asuransi yang menjual produk saving plan seperti Jiwasraya dan sejauh ini tidak ada permasalahan. Jumlah ini mencakup sepertiga total anggota AAJI, yakni 60 perusahaan asuransi jiwa.

Bisnis Indonesia, hal. 19 / 29-04-2021

Astra Life Catatkan Kenaikan Premi Rp3,8 Triliun Sepanjang 2020

PT Asuransi Jiwa Astra mencatatkan GWP atau premi bruto di tahun 2020 sebesar Rp3,8 triliun. Angka ini tumbuh 11% dan jumlah tertanggung yang melampaui angka 2,9 juta atau naik 32% dibandingkan tahun sebelumnya. Presiden Direktur Astra Life Windawati Tjahjadi mengatakan, pencapaian Astra Life di tahun keenam sejak beroperasi ini berada di atas rata-rata pencapaian industri asuransi jiwa di tahun 2020. Ia menerangkan, tahun 2020 merupakan tahun yang menantang bagi semua industri asuransi jiwa.

Akurat.co /28-04-2021

AAJI: Perlu alternatif kanal distribusi jangkau lebih banyak nasabah

Ketua  Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon menilai perlu adanya alternatif kanal distribusi produk asuransi jiwa guna menjangkau lebih banyak nasabah di seluruh wilayah Indonesia. Menurut Budi, saat ini dua kanal distribusi masih menjadi tulang punggung industri asuransi jiwa yaitu kanal distribusi bancassurance atau kerja sama antara bank dan perusahaan asuransi dan kanal keagenan yang menyumbang 85-90 persen pendapatan premi industr asuransi jiwa.

Antaranews.com /28-04-2021

Mirip Jiwasraya, AAJI Ungkap Ada 22 Perusahaan Asuransi Jual Saving Plan

AAJI menyatakan bahwa terdapat 22 perusahaan asuransi yang menjual produk saving plan. Namun, asosiasi meyakinkan bahwa tidak semua bernasib seperti PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menjelaskan bahwa produk saving plan bukan merupakan produk khusus di Jiwasraya. Produk itu pun turut dijual oleh perusahaan-perusahaan asuransi jiwa lainnya, juga dapat turut ditemukan di luar negeri. Jumlah itu mencakup sekitar satu per tiga dari total anggota AAJI, yakni 60 perusahaan asuransi jiwa.

Bisnis.com /28-04-2021

Holding BUMN IFG Luncurkan IFG Progress, Erick Thohir: Saya Menyambut Baik, Ini Sebagai Think Thank yang Melahirkan Ide-Ide Baru yang Inovatif

Holding BUMN yang bergerak pada sektor perasuransian, penjaminan dan investasi, IFG meluncurkan IFG Research Institute dengan brand name IFG Progress. Adapun peluncuran IFG Progress ini ditujukan guna meningkatkan literasi terkait industri jasa keuangan. Kedepannya, program kerja IFG Progress sendiri berupa primary research maupun secondary research terkait dengan isu-isu yang emerging di industri jasa keuangan, memfasilitasi forum diskusi diantara pakar di industri jasa keuangan serta memberikan edukasi kepada publik.

Industry.co.id /28-04-2021

AAJI: Tidak semua produk saving plan bermasalah

AAJI menyebut ada 22 perusahaan asuransi jiwa yang menyediakan produk saving plan. Namun tidak semua produk yang menjanjikan garansi investasi itu bermasalah seperti Jiwasraya. Sebenarnya, tidak ada yang bermasalah dari produk tersebut. Yang bermasalah, jika perusahaan mengelola atau mendesain produk dibuat terlalu agresif.Menurut Budi, kasus Jiwasraya menjadi pelajaran berharga dan mahal bagi industri asuransi jiwa. Sejak kejadian tersebut, tingkat kehatian - hatian perusahaan asuransi terus meningkat.

Kontan.co.id /28-04-2021

INDUSTRI & ASURANSI

Maraknya Kasus Kerugian Asuransi karena Literasi Keuangan Belum Merata

Maraknya kasus kerugian produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi tidak lepas dari masih belum meratanya tingkat literasi masyarakat atas asuransi jiwa. Survei OJK pada 2019 menunjukkan tingkat literasi asuransi jiwa masih minim hanya 19,4%, lebih rendah dari literasi perbankan mencapai 36,12%. Sementara penetrasi asuransi jiwa terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia juga baru 1,1%. Artinya, jumlah penduduk Indonesia yang memiliki polis asuransi jiwa baru 17,4 juta orang atau 16 orang per satu polis.

Beritasatu.com /28-04-2021

Restrukturisasi Jiwasraya Terus Berlanjut

Wakil Menteri BUMN Kartika WIrjoatmodjo mengatakan restrukturisasi Jiwasraya dilakukan dengan sebaik-baiknya untuk memastikan portofolio polis yang ditransfer dapat menciptakan keuntungan bagi perusahaan baru, dalam hal ini Indonesia Financial Group (IFG) Life. Hingga Senin (26/4), sebagian besar pemegang polis menyetujui program restrukturisasi polis dengan rincian 82,8% polis korporasi, 75,3% polis ritel, dan 92,9% polis bancassurance.

Republika, hal. 16 / 29-04-2021

IFG Life Bakal Banyak Membuat Produk Tradisional

IFG Life siap menjalankan operasional setelah mengantongi izin OJK. Mereka tidak akan menjual produk dengan jaminan investasi seperti Jiwasraya tapi fokus pada produk asuransi jiwa, asuransi kesehatan, dan pengelolaan dana pensiun. “Di korporasi, kami menawarkan ke group life, group health, dan group saving. Ada pula employee benefits dan nasabah produk ritel, baik berorientasi jiwa maupun kesehatan,” kata Komisaris Utama IFG Life, Pantro Pander Silitonga.

Kontan, hal. 10 / 29-04-2021

Erick Minta IFG Life Tiru Perusahaan Asuransi Asal Tiongkok

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta Indonesia Financial Group (IFG) yang merupakan holding BUMN perasuransian dan penjaminan dapat menjadikan Ping An Insurance sebagai acuan untuk melakukan transformasi pada industri jasa keuangan. Perusahaan asuransi asal Tiongkok tersebut telah didirikan sejak tahun 1988 dan telah menembus jajaran atas Fortune Global 500. Ia mengatakan, Ping An Insurance mampu mengikuti perkembangan zaman serta berdaya saing di kancah global karena memiliki tata kelola perusahaan yang profesional, berinovasi terhadap produk keuangan, maupun menerapkan teknologi terbarukan.

Investor Daily, hal. 6 / 29-04-2021

Baru 75%, Restrukturisasi Polis Ritel Jiwasraya Terkendala Identifikasi Nasabah

Per 26 April 2021, sebagian besar nasabah Jiwasraya telah setuju polisnya direstrukturisasi. Terdapat 1.774 polis korporasi yang mau direstrukturisasi atau 82,8% dari 2,143 polis korporasi. Ada 16.223 polis bancassurance yang sudah direstrukturisasi atau 92,9% dari total 17.459 polis. Baru 134.972 polis ritel atau 75,3% dari total polis sebanyak 179.253 polis ritel yang mau direstrukturiasi. Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mengatakan pergerakan persentase restrukturisasi polis dari kategori ritel dipengaruhi polis-polis dengan nilai kecil yang datanya tidak teridentifikasi.

Investor Daily, hal. 23 / 29-04-2021

Jiwasraya Tak Lagi Bisnis Asuransi Jiwa Usai Restrukturisasi

Wakil Menteri BUMN membeberkan nasib PT Asuransi Jiwasraya  usai proses restrukturisasi polis selesai. Ia mengatakan Jiwasraya tak lagi menjadi perusahaan asuransi jiwa. Jiwasraya melakukan pengalihan seluruh polis asuransi yang telah direstrukturisasi peserta dan Jiwasraya tidak beroperasi sebagai perusahaan asuransi jiwa lagi ke depannya," ujarnya dalam diskusi Menuntaskan Restrukturisasi Polis JiwasrayaDalam proses ini, Jiwasraya akan mengalihkan seluruh polis asuransi yang telah direstrukturisasi kepada perusahaan baru, yakni IFG Life.

Cnnindonesia.com /28-04-2021

Pandemi Bukan Hambatan Tangkap Peluang Bisnis Ramadhan, Ini Tipsnya

Selama tahun 2020, kondisi new normal membuat konsumen lebih cepat beradaptasi dengan platform digital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurut laporan perusahaan data dan artificial intelligence, ADA, terdapat peningkatan 90% terhadap penggunaan internet, e-commerce, serta pembayaran digital di Indonesia selama masa pandemi. Peningkatannya pun semakin signifikan saat bulan Ramadhan. Tren peningkatan penjualan dan pengiriman secara online menjadi salah satu indikasi besarnya minat belanja masyarakat

Detik.com /28-04-2021

Wamen BUMN: Jiwasraya Tidak Akan Beroperasi Sebagai Perusahaan Asuransi Jiwa Lagi

Wakil Menteri BUMN membeberkan nasib PT Asuransi Jiwasraya  usai proses restrukturisasi polis selesai. Ia mengatakan Jiwasraya tak lagi menjadi perusahaan asuransi jiwa. Jiwasraya melakukan pengalihan seluruh polis asuransi yang telah direstrukturisasi peserta dan Jiwasraya tidak beroperasi sebagai perusahaan asuransi jiwa lagi ke depannya," ujarnya dalam diskusi Menuntaskan Restrukturisasi Polis JiwasrayaDalam proses ini, Jiwasraya akan mengalihkan seluruh polis asuransi yang telah direstrukturisasi kepada perusahaan baru, yakni IFG Life.

Tempo.co /28-04-2021

OVO dan Prudential Tawarkan Asuransi Jiwa Syariah Digital Terjangkau

OVO bersama PT Prudential Life Assurance atau Prudential Indonesia meluncurkan Asuransi Jiwa Kumpulan Syariah PRUTect Care bernama PRUTect Care - Hospital Cash. Produk asuransi jiwa Syariah berbasis digital ini disebut memiliki premi terjangkau serta memberikan perlindungan menyeluruh yang dapat diakses secara mudah. PRUTect Care – Hospital Cash tersedia di aplikasi OVO yang disediakan oleh Prudential Indonesia melalui pialang asuransi digital berlisensi penuh, PT Salvus Inti.

Validnews.com /28-04-2021

Reputasi Jadi Taruhan IFG

Perkembangan bisnis perusahaan-perusahaan asuransi pelat merah di bawah IFG diyakini bakal menopang pertumbuhan industri dan membantu penanganan risiko reputasi. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan kehadiran IFG sebagai holding perasuransian dan penjaminan merupakan salah satu upaya menyeluruh pemerintah untuk mengembangkan industri jasa keuangan negara.

Bisnis Indonesia, hal. 3 / 29-04-2021

Tingkat Literasi Asuransi Masih Rendah

Belakangan bermunculan keluhan nasabah asuransi di berbagai media sosial. Umumnya, keluhan tersebut terkait produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi. Muhammad Irsan, Head of Agency Training & Manpower Development, PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia menyebutkan bahwa maraknya kasus kerugian investasi dari produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi tidak lepas dari masih belum meratanya tingkat literasi masyarakat atas asuransi jiwa. Indeks Literasi Asuransi hanya 19,4 persen, lebih rendah dari Indeks Literasi Perbankan yang mencapai 36,12 persen.

Koran Jakarta, hal. 5 / 29-04-2021

Regulasi & Makro Ekonomi

Mantan Gubernur BI Soroti Masalah Kelolaan Investasi di Industri Asuransi Jiwa

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini menekankan pentingnya tata kelola yang baik terhadap produk-produk asuransi jiwa yang berkaitan erat dengan investasi di pasar modal. Sebab, tanpa didukung tata kelola yang baik, ada dampak besar yang membayangi industri itu dan masyarakat pemilik polis. Agus menuturkan, tata kelola yang baik dalam sebuah industri asuransi menandakan perlunya pembangunan SDM. SDM yang pandai dan andal akan lebih cekatan dan selektif dalam memilih instrumen di pasar modal.

Kompas.com /28-04-2021

Kasus Gagal Bayar Asuransi Jiwa, Kemenkeu: Ini Tak Bisa Diterima!

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Rionald Silaban mengatakan industri asuransi jiwa dan penjaminan saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk gagal bayar. Rionald menjelaskan bahwa menjadi tugas pemerintah dan BUMN di sektor asuransi untuk memperbaiki pandangan negatif masyarakat. Dengan begitu, dia yakin kredibilitas bisa kembali dipulihkan. Melihat kondisi yang ada, BUMN di sektor asuransi jiwa harus memanfaatkan peluang ini. Meski begitu, sektor ini tengah mengalami kinerja.

Bisnis.com /28-04-2021

Masalah Gagal Bayar Momentum Pembentukan Lembaga Penjamin Polis

Dosen Program MM-Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Kapler A. Marpaung mengatakan UU 40/2014 mengamanatkan pembentukan LPP tiga tahun setelah aturan itu berlaku, sehingga LPP seharusnya sudah ada pada 2017. Kapler mengatakan bahwa salah satu pertimbangan LPP belum dibentuk adalah kekhawatiran terjadinya fraud. Koordinator Tim Satgas Restrukturisasi Polis PT Jiwasraya Bidang Komunikasi dan Hukum R. Mahelan Prabantarikso mengatakan keberadaan LPP sangat penting untuk mencegah terulangnya kasus Jiwasraya.

Harian Terbit, hal. 10 / 29-04-2021

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

14.500

IHSG (per 28 April 2021)

   5.974,48

BI Rate

 

 

 

 

 

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media:

Bisnis Indonesia, Harian Terbit, Investor Daily, Kontan, Koran Jakarta, Akurat.co, Antaranews.com, Bisnis.com, Beritasatu.com, Bisnis.com, Cnnindonesia.com, Detik.com, Kompas.com, Industry.co.id, Kontan.co.id, Suara-pembaruan.com, Tempo.co, Validnews.com.

 

 

 

DOWNLOAD PDF