AAJI Daily News - 6 Mei 2021


Tanggal terbit (06 / 05 / 2021)

FM-CC-AAJI-06-001

Kamis, 6 Mei 2021

HEADLINE NEWS

  1. Foto (Pekerja)
  2. Ngadu ke DPR, Pensiunan BUMN Tolak Restrukturisasi Jiwasraya
  3. AIA Bukukan Premi Rp13,5 Triliun, Naik 3,5 Persen sepanjang 2020
  4. Santunan Rp 2,4 M buat 8 ASN yang Gugur Imbas Pandemi
  5. Gugur Dalam Penanganan Corona, 8 ASN Dapat Santunan Rp 2,4 M

INDUSTRI  & ASURANSI

Foto (Pekerja)

Pekerja memasang logo IFG Life di Kanto Asosiasi Jiwa Indonesia (AAJI), Rabu (5/5). PT Asuransi Jiwa IFG (IFL Life) resmi bergabung menjadi anggota AAJI. Bergabungnya anak usaha IFG ini dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan profesionalitas di industri asuransi jiwa.

Kontan / 06-05-2021

Ngadu ke DPR, Pensiunan BUMN Tolak Restrukturisasi Jiwasraya

Sekelompok nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang menyebut dirinya sebagai Forum Pensiunan BUMN Nasabah Jiwasraya melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI untuk membahas mengenai restrukturisasi polis mereka. Hal tersebut terlihat dari unggahan di akun Instagram Wakil Ketua DPR RI Bidang Ekonomi dan Keuangan Sufmi Dasco Ahmad. Pertemuan ini dilakukan lantaran anggota forum tersebut mengadukan permasalahan pembayaran klaim nasabah yang dinilai tidak jelas dan tidak adil kepada para nasabah pensiunan BUMN yakni maksimal 22% dari total nilai yang selama ini terkumpul. Sebagai catatan, Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya mengungkapkan sampai dengan Jumat 16 April 2021, progres restrukturisasi polis Jiwasraya pun terus mengalami eskalasi yang sangat positif. Hal ini ditandai dengan adanya 91,3% atau sekitar 15.934 pemegang polis kategori bancassasurance yang telah mengikuti program restrukturisasi.Sementara itu, untuk pemegang polis kategori korporasi, jumlahnya telah mencapai 76,6% atau 148.729 peserta, disusul pemegang polis kategori ritel yang telah mencapai 71,9% atau 131.366 peserta.

Cnbcindonesia.com / 05-05-2021

AIA Bukukan Premi Rp13,5 Triliun, Naik 3,5 Persen sepanjang 2020

PT AIA Financial mencatatkan pertumbuhan premi dan aset sepanjang 2020 yang stabil di tengah pandemi Covid-19. Menurut Presiden Direktur AIA Sainthan Satyamoorthy pada 2020 pihaknya membukukan aset Rp53,3 triliun. Jumlah itu tumbuh 6,5 persen (year-on-year/yoy) dari sebelumnya senilai Rp50,04 triliun. Hal tyersebut didorong meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan akibat pandemi Covid-19. AIA mencatatkan premi Rp13,5 triliun. Jumlahnya tumbuh 3,5 persen (yoy) dibandingkan dengan sebelumnya senilai Rp13,1 triliun. Sepanjang 2020, AIA membayarkan total klaim dan manfaat sebesar Rp3,2 triliun dari produk asuransi konvensional serta unit syariah. Adapun, rasio pencapaian solvabilitas pada 2020 mencapai hingga 630 persen, jauh di atas ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120 persen.

Bisnis.com / 05-05-2021

Santunan Rp 2,4 M buat 8 ASN yang Gugur Imbas Pandemi

Pemerintah memberikan penghargaan dan santunan kepada para keluarga aparatur sipil negara (ASN) yang tewas dalam penanganan COVID-19. Tercatat 8 ASN yang keluarganya menerima santunan totalnya mencapai Rp 2,4 miliar. Para ASN itu bekerja dari berbagai pemerintah daerah dan kementerian dari  Pemkot Semarang, Pemkab Blora, Pemkab Purworejo dan Kementerian Kesehatan. Uang santunan itu berasal dari dana pengelolaan Taspen yang terdiri dari komponen tabungan hari tua yaitu berupa asuransi dwi guna, asuransi kematian. Selain itu ada manfaat JKK (jaminan kecelakaan kerja) yakni santunan kematian, uang duka wafat, biaya pemakanan dan beasiswa bagi anak korban.

Detik.com / 05-05-2021                     

Gugur Dalam Penanganan Corona, 8 ASN Dapat Santunan Rp 2,4 M

Delapan ASN yang tewas dalam penanganan Covid-19 akan menerima penghargaan dan santunan dari Pemerintah yang totalnya mencapai Rp 2,4 miliar. Para ASN itu bekerja dari berbagai pemerintah daerah dan kementerian. Terdiri dari Pemkot Semarang, Pemkab Blora, Pemkab Purworejo dan Kementerian Kesehatan. Pemberian santunan dilakukan oleh Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Tjahjo Kumolo. Uang santunan itu berasal dari dana pengelolaan Taspen yang terdiri dari komponen tabungan hari tua yaitu berupa asuransi dwi guna, asuransi kematian. Selain itu ada manfaat JKK (jaminan kecelakaan kerja) yakni santunan kematian, uang duka wafat, biaya pemakanan dan beasiswa bagi anak korban. Menurut Kepala BKN, Kepala BKN Bima Haria Wibisana menjelaskan ASN yang berhak menerima santunan adalah yang berstatus tewas dalam menjalankan tugasnya. Tewas diartikan ASN yang meninggal ketika menjalankan tugas, sedangkan meninggal artinya tidak dalam menjalankan tugas. Pemberian santunan dan penghargaan untuk PNS hanya diberikan bagi yang dinyatakan tewas.

Detik.com / 05-05-2021

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

14.431,01

IHSG (per 5 Mei 2021)

   5.975,91

BI Rate

 

 

 

 

 

 

Sumber Kontan

Sumber Media:

Kontan, Cnbcindonesia.com, Bisnis.com, Detik.com

 

DOWNLOAD PDF