AAJI Daily News - 27 April 2021


Tanggal terbit (27 / 04 / 2021)

FM-CC-AAJI-06-001

Selasa 27  April  2021

HEADLINE NEWS

  1. Astra Life Himpun Premi Rp3,8 Triliun
  2. Astra Life Cetak Premi Bruto Rp3,8 Triliun
  3. Pengamat Pasar Modal: Regulasi Pembatasan Investasi Unit-Linked Ciptakan Rangkaian Efek
  4. Nasabah 2,9 Juta, Astra Life Himpun Premi Rp 3,8 Triliun
  5. Astra Life catatkan kenaikan premi sebesar 11% pada tahun 2020
  6. Tahun lalu, Astra Life berhasil catatkan kenaikan premi setinggi dua digit
  7. [Foto] Asuransi Jiwa Masih Stabil
  8. Adu Strategi Bisnis Asuransi Jiwa
  9. Generali Sebut Tiga Tantangan Nasabah dalam Pengelolaan Unit-Linked
  10. Menengok Komitmen dan Pencapaian Allianz Indonesia dalam Menjalankan Bisnis Secara Berkelanjutan
  11. Sidang Mediasi Gugatan Nasabah ke Asuransi Jiwa Generali Indonesia Berakhir Gagal
  12. Cerdas Menyelamatkan BUMN?
  13. Mendekati batas waktu Mei, restrukturisasi Jiwasraya belum capai 100%, ini sebabnya
  14. Hadapi Gugatan Nasabah, Generali: Kami Ikuti Ketentuan yang Berlaku
  15. Di Balik Redupnya Pamor Unit Link
  16. Pulih Perlahan

TENTANG AAJI

Astra Life Himpun Premi Rp3,8 Triliun

PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) meraup pendapatan premi bruto (gross written premium/GWP) mencapai Rp 3,8 triliun atau tumbuh 11% secara tahunan (year on year/yoy). Di tahun keenam beroperasi, perseroan juga mencatatkan pertumbuhan jumlah nasabah sebesar 32% (yoy) atau menjadi sebanyak 2,9 juta. Presiden Direktur Astra Life Windawati Tjahjadi mengungkapkan, tahun 2020 merupakan tahun yang menantang bagi semua industri tidak terkecuali industri asuransi jiwa. Tapi pencapaian kinerja premi perusahaan tahun lalu mampu di atas rata-rata industri. Berdasarkan data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pendapatan premi industri asuransi jiwa mengalami penurunan sebesar 5% (yoy) dari Rp 196,7 triliun di 2019 menjadi Rp 187,6 triliun 2020. Di samping itu,  total tertanggung turun 7% (yoy) dari 68,51 juta menjadi 63,69 juta.

Investor Daily, hal. 23 /27-04-2021

Astra Life Cetak Premi Bruto Rp3,8 Triliun

Meski dihadapkan pandemi, kinerja keuangan PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) masih positif, di mana perseroan membukukan premi bruto Rp3,8 triliun sepanjang 2020 diiringi kenaikan jumlah tertanggung. Presiden Direktur Astra Life Windawati Tjahjadi mengungkapkan, tahun 2020 merupakan tahun yang menantang bagi semua industri tidak terkecuali industri asuransi jiwa. Tapi pencapaian kinerja premi perusahaan tahun lalu mampu di atas rata-rata industri. Berdasarkan data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pendapatan premi industri asuransi jiwa mengalami penurunan sebesar 5% (yoy) dari Rp 196,7 triliun di 2019 menjadi Rp 187,6 triliun 2020.

HE Neraca, hal. 4 /27-04-2021

Pengamat Pasar Modal: Regulasi Pembatasan Investasi Unit-Linked Ciptakan Rangkaian Efek

Produk unit-linked dinilai dapat memberikan efek domino yang cukup signifikan, baik bagi industri asuransi secara keseluruhan hingga bagi pasar modal. Regulasi terkait unit-linked yang masih disusun, khususnya terkait pembatasan investasi, dinilai harus mempertimbangkan pengaruh terhadap sektor-sektor keuangan lainnya. CEO PT Indosury IBS William Surya Wijaya menjelaskan bahwa pembahasan regulasi terkait unit-linked, khususnya mengenai rencana pembatasan investasi, turut menjadi perhatian para pelaku bursa.

Bisnis.com /26-04-2021

Nasabah 2,9 Juta, Astra Life Himpun Premi Rp 3,8 Triliun

PT Asuransi Jiwa Astra meraup pendapatan premi bruto  mencapai Rp 3,8 triliun atau tumbuh 11% secara tahunan (year on year/yoy). Di tahun keenam beroperasi, perseroan juga mencatatkan pertumbuhan jumlah nasabah sebesar 32% (yoy) atau menjadi sebanyak 2,9 juta. Presiden Direktur Astra Life Windawati Tjahjadi mengungkapkan, tahun 2020 merupakan tahun yang menantang bagi semua industri tidak terkecuali industri asuransi jiwa. Tapi pencapaian kinerja premi perusahaan tahun lalu mampu diatas rata-rata industri.

Investor.id /26-04-2021

Astra Life catatkan kenaikan premi sebesar 11% pada tahun 2020

PT Asuransi Jiwa Astra meraup pendapatan premi bruto  mencapai Rp 3,8 triliun atau tumbuh 11% secara tahunan (year on year/yoy). Di tahun keenam beroperasi, perseroan juga mencatatkan pertumbuhan jumlah nasabah sebesar 32% (yoy) atau menjadi sebanyak 2,9 juta. Presiden Direktur Astra Life Windawati Tjahjadi mengungkapkan, tahun 2020 merupakan tahun yang menantang bagi semua industri tidak terkecuali industri asuransi jiwa. Tapi pencapaian kinerja premi perusahaan tahun lalu mampu diatas rata-rata industri.

Kontan.co.id /26-04-2021

Tahun lalu, Astra Life berhasil catatkan kenaikan premi setinggi dua digit

PT Asuransi Jiwa Astra meraup pendapatan premi bruto  mencapai Rp 3,8 triliun atau tumbuh 11% secara tahunan (year on year/yoy). Di tahun keenam beroperasi, perseroan juga mencatatkan pertumbuhan jumlah nasabah sebesar 32% (yoy) atau menjadi sebanyak 2,9 juta. Presiden Direktur Astra Life Windawati Tjahjadi mengungkapkan, tahun 2020 merupakan tahun yang menantang bagi semua industri tidak terkecuali industri asuransi jiwa. Tapi pencapaian kinerja premi perusahaan tahun lalu mampu diatas rata-rata industri.

Kontan.co.id/26-04-2021

INDUSTRI & ASURANSI

[Foto] Asuransi Jiwa Masih Stabil

Perusahaan asuransi jiwa selama pandemi masih mencatatkan bisnis yang stabil. Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK Ahmad Nasrullah mengatakan, meski terdampak pandemi, nilai aset asuransi secara keseluruhan masih mengalami kenaikan meski tak sebesar tahun sebelumnya.

Investor Daily, hal. 23 /27-04-2021

Adu Strategi Bisnis Asuransi Jiwa

Bisnis asuransi jiwa diproyeksikan kembali menggeliat pada tahun ini. Produk asuransi tradisional, seperti asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, diprediksi lebih banyak diminati, alih-alih produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link. Asuransi Generali Indonesia, misalnya, terus melengkapi fitur dan layanan yang dimiliki guna memfasilitasi kebutuhan nasabah untuk mengakses berbagai produk asuransi.

Koran Tempo /27-04-2021

Generali Sebut Tiga Tantangan Nasabah dalam Pengelolaan Unit-Linked

PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia menilai bahwa terdapat tiga tantangan utama pengelolaan unit-linked oleh nasabah asuransi, salah satunya terkait kurangnya pengetahuan tentang investasi. Fitur robot pengelola investasi pun dapat menjadi solusi tantangan itu. Edy mengatakan Tiga tantangan utama dalam mengelola investasi unit-linked yaitu minimnya pengetahuan tentang investasi, tidak cukup waktu untuk memantau portofolio investasi, dan disiplin yang kuat untuk menyesuaikan strategi investasi dengan kondisi yang ada

Bisnis.com /26-04-2021

Menengok Komitmen dan Pencapaian Allianz Indonesia dalam Menjalankan Bisnis Secara Berkelanjutan

Di Indonesia, berbagai pihak ambil bagian memperingati Hari Bumi Sedunia yang jatuh pada Kamis lalu. Satu di antaranya adalah Allianz Indonesia, yang dalam peringatannya menyebut pilar yang diusung tema “Restore Our Earth” sejalan dengan usaha yang telah mereka lakukan selama beberapa tahun terakhir. Karin Zulkarnaen menjelaskan hal tersebut karena sejak dua dekade terakhir, Allianz Indonesia terus berupaya mengembangkan dan menjaga bisnis solusi asuransi dan keuangan secara agar berjalan secara berkelanjutan di seluruh lini operasi.

Hipwee.com /26-04-2021

Sidang Mediasi Gugatan Nasabah ke Asuransi Jiwa Generali Indonesia Berakhir Gagal

Sidang mediasi gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) seorang nasabah asuransi, Anan (penggugat), warga Jalan Mesjid, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan terhadap tergugat PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia, berakhir gagal. Hal ini karena dalam mediasi yang dipimpin hakim Mian Munthe, tidak terjadi titik temu kesepakatan antara penggugat dan tergugat untuk berdamai. Tergugat menolak membayar sisa klaim asuransi sebesar Rp500 juta lagi dari total Rp1 miliar karena pemegang polis sakit permanen.

Idxchannel.com /26-04-2021

Cerdas Menyelamatkan BUMN?

Hampir setiap tahun pemerintah menyuntik BUMN-BUMN secara bergantian melalui PMN, tak terkecuali terhadap sejumlah BUMN yang bermasalah. Belakangan ini, pemerintah berupaya menyehatkan BUMN-BUMN di sektor konstruksi (BUMN karya) yang utangnya semakin menggunung. Salah satu caranya adalah melalui Indonesia INA atau LPI milik pemerintah yang baru dirilis pada Maret 2021. Melalui INA yang berperan sebagai penggaet dan pengelola dana jumbo investor asing, BUMN-BUMN itu bisa menjual aset-asetnya ke lembaga tersebut.

Kompas.id /26-04-2021

Mendekati batas waktu Mei, restrukturisasi Jiwasraya belum capai 100%, ini sebabnya

Jiwasraya tengah kejar target untuk menyelesaikan restrukturisasi polis pada Mei 2021 mendatang. Namun hingga saat ini, restrukturisasi belum mencapai 100% lantaran masih ada nasabah yang belum menyetujuinya.  Jiwasraya mencatat, sampai 22 April 2021 masih ada 7,5% dari nasabah bancassurance belum menyetujui restrukturisasi. Sementara 92,5% atau setara 16.157 nasabah telah mengikuti program tersebut. opsi restrukturisasi. Dilakukan  untuk menekan kerugian serta menjaga keberlangsungan manfaat polis bagi 2,5 juta peserta dan nasabah Jiwasraya.

Kontan.co.id /26-04-2021

Hadapi Gugatan Nasabah, Generali: Kami Ikuti Ketentuan yang Berlaku

Sidang mediasi gugatan perbuatan melawan hukum seorang nasabah asuransi, penggugat terhadap tergugat PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia , menemui jalan buntu. Hal ini karena dalam mediasi  tidak terjadi titik temu kesepakatan antara penggugat dan tergugat untuk berdamai. Tergugat menolak membayar sisa klaim asuransi sebesar Rp500 juta lagi dari total Rp1 miliar karena pemegang polis sakit permanen. Generali Indonesia mengaku telah merespons seluruh keluhan yang disampaikan kepada perusahaan sesuai dengan ketentuan polis.

Sindonews.com /26-04-2021

Di Balik Redupnya Pamor Unit Link

Pamor asuransi yang dikairkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link kian meredup, dengan meningkatnya aduan masyarakat beberapa waktu terakhir. Koordinator Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sularsi menuturkan jumlah aduan terus bertambah sejak 2010 dengan persoalan yang terus berulang.

Koran Tempo /27-04-2021

 Pulih Perlahan

Industri asuransi jiwa mulai mencatatkan perbaikan kinerja pada awal tahun ini. Hal ini tampak dari kenaikan jumlah pendapatan premi hingga hasil investasi. Rasio keuangan industri asuransi juga terus menguat setelah sempat terkena pandemi Covid-19.

Koran Tempo /27-04-2021

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

14.485

IHSG (per 26 April 2021)

   5.964,82

BI Rate

 

 

 

 

 

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media:

Investor Daily, HE Neraca, Koran Tempo, Bisnis.com, Hipwee.com, Idxchannel.com, Investor.id, Kontan.co.id, Kompas.com, Kontan.co.id, Sindonews.com.

DOWNLOAD PDF