AAJI Daily News - 10 Maret 2021


Tanggal terbit (10 / 03 / 2021)

FM-CC-AAJI-06-001

Rabu, 10 Maret 2021

HEADLINE NEWS

  1. Pandemi Tahan Tarif Premi
  2. Pandemi Pangkas Pertumbuhan Premi Asuransi Jiwa
  3. IHSG Membaik, Asuransi Jiwa Melirik Investasi Saham
  4. Industri Asuransi Mulai Pulih
  5. AAJI Proyeksi Pendapatan Asuransi Jiwa Naik Dua Digit
  6. Pendapatan Meningkat, Industri Asuransi Jiwa Diklaim Mulai Bergairah
  7. AAJI Berharap OJK Relaksasi Penempatan Investasi PAYDI
  8. Terimbas Corona, Begini Kinerja Asuransi Jiwa Sepanjang 2020
  9. Kabar Baik! Harga Premi Asuransi Jiwa Tidak Naik Tahun Ini
  10. Soal Wacana Pembatasan Investasi Asuransi, Begini Respons AAJI
  11. Sepanjang 2020, Nilai Investasi Asuransi Jiwa Ambles 24%
  12. Pandemi, Asuransi Jiwa Catat Kenaikan Klaim Meninggal Dunia
  13. Kinerja Asuransi Jiwa Turun pada 2020
  14. AAJI Minta OJK Kaji Lagi Rencana Batasi Investasi Unit Link
  15. AAJI Minta Pemerintah Kaji Rencana Pajak Klaim Nasabah
  16. Industri Asuransi Jiwa Meningkat di Akhir Kuartal IV 2020
  17. AAJI – Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa, Kuartal IV Tahun 2020
  18. Terimbas Pandemi, Pertumbuhan Asuransi Jiwa Melambat 8,6 Persen di 2020
  19. Sempat Terimbas Pandemi, Ini Pendorong Asuransi Jiwa Bisa Tumbuh Positif
  20. Pendapatan industri asuransi jiwa diproyeksi tumbuh dobel digit di 2021
  21. Kinerja Industri Asuransi Jiwa, Kuartal IV Tahun 2020
  22. Melambat, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tahun 2020 Hanya Rp215,42 Triliun
  23. AAJI: Klaim Covid-19 Capai Rp661 Miliar
  24. Industri Asuransi Jiwa Meningkat di Akhir Kuartal IV 2020
  25. AAJI Harap OJK Tidak Batasi Penempatan 'Unit Link' Pada Reksa Dana
  26. Terdampak Pandemi, Premi Asuransi Jiwa Turun 6,1 Persen di 2020
  27. Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Turun 8,6 Persen Sepanjang 2020
  28. Pendapatan industri asuransi jiwa diproyeksi tumbuh dobel digit di 2021
  29. Klaim Asuransi Terkait Covid-19 Capai Rp 661 Miliar
  30. Sepanjang 2020, Pendapatan Premi Industri Asuransi Jiwa Tertekan
  31. Pendapatan Meningkat, Industri Asuransi Jiwa Diklaim Mulai Bergairah
  32. Industri Asuransi Jiwa Bayar Klaim COVID-19 Capai Rp 661 Miliar
  33. Perlahan Bangkit, Tengok Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal IV 2020
  34. Performa Industri Asuransi Jiwa Meningkat di Kuartal IV-2020
  35. AAJI Laporkan Peningkatan Performa pada Kuartal IV Tahun 2020
  36. Tetap Optimistis di Masa Pandemi Covid-19
  37. AAJI: Pembayaran klaim asuransi jiwa turun 2,4 persen periode 2020
  38. Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Turun 8,6 Persen Sepanjang 2020
  39. Klaim Asuransi Terkait Covid-19 Capai Rp 661 Miliar
  40. Didorong IHSG, premi unitlink diproyeksi tumbuh positif pada tahun 2021
  41. Industri Asuransi Jiwa Minta Relaksasi PAYDI Berlaku Permanen
  42. Industri Asuransi Jiwa Lesu Sepanjang 2020
  43. Tren Pembayaran Klaim Nasabah Asuransi Jiwa Naik di Kuartal IV-2020
  44. Industri Asuransi Jiwa Tatap 2021 dengan Optimisme
  45. AAJI – Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa, Kuartal IV Tahun 2020
  46. AAJI Sebut OJK Akan Batasi Investasi Industri Asuransi
  47. Jadi Ujung Tombak, AAJI Genjot Jumlah dan Profesionalisme Agen
  48. Sempat Loyo, Industri Asuransi Jiwa Ngegas Lagi di Kuartal IV/2020
  49. Vaksinasi Covid-19 Mulai Meluas, Industri Asuransi Jiwa Catat Kenaikan Kinerja
  50. Industri Asuransi Jiwa Lesu Sepanjang 2020
  51. Industri Asuransi Bayar Klaim Pasien Covid-19 Rp 661 Miliar
  52. Industri Asuransi Jiwa Catat Pendapatan Rp 215,42 triliun di 2020, Turun 8,6 Persen
  53. Efek Pandemi, Premi Asuransi Jiwa Menurun 6,1 persen di 2020
  54. Industri Asuransi Jiwa Meningkat di Akhir Kuartal IV 2020
  55. Performa Akhir Tahun Industri Asuransi Jiwa Meningkat
  56. Performa Industri Asuransi Jiwa Bangkit di Kuartal IV 2020
  57. Sempat Terlindas Pandemi, Ini Pendorong Pulihnya Industri Asuransi Jiwa Indonesia
  58. Kuartal IV 2020, Bisnis Asuransi Jiwa Mulai Tunjukkan Taringnya
  59. Strategi Mengelola Aset Nasabah
  60. 2020, Allianz Life Bukukan AUM Rp 42,70 Triliun
  61. [Foto] Asuransi Optimalkan Digitalisasi
  62. [Foto] Harapan dan Optimisme Tahun 2021
  63. Lagi, Kejagung sita tanah milik tersangka kasus ASABRI di Jabar
  64. 72 persen pemegang polis Bancassurance Jiwasraya ikuti restrukturisasi
  65. Portofolio Unit-Link Moncer, Allianz Life Pede Hadapi 2021
  66. Nasabah Gugat Jiwasraya dan Kementerian BUMN ke Pengadilan
  67. Nasabah Asuransi Bumiputera Membawa Bukti ke Polda Kaltim
  68. Dana Kelolaan Allianz Life Naik Jadi Rp 42,7 Triliun
  69. Meski masih pandemi, Allianz Life berencana meluncurkan produk baru tahun ini
  70. Allianz Life Indonesia Catat AUM Rp42,7 Triliun di 2020
  71. Tahun 2021, Allianz akan Tambah Produk Baru dan Lancarkan Pemasaran Online
  72. Kejar Aset Koruptor Asabri Benny Tjokro dan Heru HIdayat, Kejagung Kirim Surat ke Singapura
  73. Menuai Hasil dari Literasi, Kini AXA Mandiri Mantap Menapaki Era Digitalisasi di Masa Pandemi

TENTANG AAJI

Pandemi Tahan Tarif Premi

Penurunan daya beli masyarakat akibat pandemi virus corona membuat tarif premi asuransi jiwa kemungkinan tidak naik tahun ini. Batas minimal premi reguler justru diperkirakan turun tahun ini. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan mengatakan pengelolaan tarif premi berkala merupakan salah satu langkah perusahaan menjaga kualitas keuangan. Kepala Departemen Komunikasi AAJI Nini Sumohandoyo mengatakan kondisi perekonomian 2020 justru membuat batas premi minimum produk asuransi reguler turun.

Bisnis Indonesia, hal. 15 / 10-03-2021

Pandemi Pangkas Pertumbuhan Premi Asuransi Jiwa

AAJI mencatat pertumbuhan premi pada 2020 terkoreksi 6,1% secara tahunan dari Rp199,87 triliun di 2019 menjadi Rp187,59 triliun. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan mengatakan penurunannya masih lebih baik ketimbang penurunan bisnis di industri lain. Jika dilihat secara kuartal dan seiring membaiknya kondisi pasar modal, hasil investasi asuransi kembali membaik yakni tumbuh 72,73% atau dari Rp4,07 triliun di kuartal III 2020 menjadi Rp35,52 triliun di kuartal IV 2020.

Kontan, hal. 10 / 10-03-2021

IHSG Membaik, Asuransi Jiwa Melirik Investasi Saham

Perbaikan IHSG membuat asuransi jiwa melirik instrumen investasi di pasar modal. IHSG meningkat 3,69% year-to-date. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan menyebutkan bahwa dengan melihat tren IHSG, maka porsi investasi saham bisa lebih banyak. Perbaikan IHSG ini juga bisa mengerek kenaikan premi unitlink. Menurut data AAJI, premi baru unitlink mencapai Rp67,28 triliun, turun 4,25% yoy pada tahun 2020. 

Kontan, hal. 10 / 10-03-2021

Industri Asuransi Mulai Pulih

Industri asuransi jiwa Indonesia mulai berangsur pulih, meski sebelumnya sempat terdampak oleh pandemi Covid-19. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) optimis, bahwa industri mampu tumbuh double digit. pandemi. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan mengatakan, bahwa ada beberapa poin penting yang mendorong kinerja positif industri asuransi jiwa, antara lain kolaborasi dan memperkuat kanal distribusi. “Kita berharap pendapatan tumbuh double digit dan tren kuartalan akan terus terjaga di 2021,” kata Fauzan.

Koran Sindo, hal. 8/ 10-03-2021

AAJI Proyeksi Pendapatan Asuransi Jiwa Naik Dua Digit

AAJI proyeksi pendapatan industri asuransi jiwa tumbuh dua digit tahun ini. AAJI menilai kesuksesan program vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan tersebut. “Kalau total pendapatan tahun 2020 terkoreksi 8,6%, ekspektasi kita mungkin tumbuhnya double digit di 2021,” kata  Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan. Selain vaksinasi, perbaikan kinerja asuransi jiwa didorong faktor lain misalnya perekonomian yang mulai kondusif dan industri asuransi yang berorientasi konsumen, percepatan adaptasi teknologi, kolaborasi di ekosistem, dan edukasi inklusi keuangan.

Investor Daily, hal. 23 / 10-03-2021

Pendapatan Meningkat, Industri Asuransi Jiwa Diklaim Mulai Bergairah

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengklaim industri asuransi jiwa mencatat adanya tren peningkatan kinerja di Kuartal IV Tahun 2020, yaitu peningkatan pada pendapatan, pendapatan premi, hasil investasi dan pembayaran klaim dan manfaat kepada nasabah.Data perbandingan Kuartal IV Tahun 2019 dan Kuartal IV tahun 2020 masih menunjukkan sedikit perlambatan di beberapa kategori, seperti total pendapatan, dan total klaim akibat pandemi Covid-19. Namun AAJI optimis akan perkembangan industri asuransi jiwa. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan mengungkapkan adanya tren peningkatan kinerja industri di Kuartal IV- 2020 dihasilkan dari berbagai faktor, baik eksternal maupun internal.

Akurat.co / 09-03-2021

AAJI Berharap OJK Relaksasi Penempatan Investasi PAYDI

AAJI berharap OJK tidak membatasi penempatan investasi pada PAYDI atau unit link pada reksa dana. Adapun, produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi unit link terus meningkat dan berkontribusi terhadap hampir 64% dari premi asuransi jiwa yang sebesar Rp 187,59 triliun. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan Berdasarkan data AAJI, hasil investasi pada kuartal IV-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 777,3% dari Rp 4,07 triliun di kuartal III-2020 menjadi Rp 35,52 triliun di kuartal IV-2020.

Beritasatu.com / 09-03-2021

Terimbas Corona, Begini Kinerja Asuransi Jiwa Sepanjang 2020

Industri asuransi jiwa mencatatkan perlambatan kinerja sepanjang 2020 akibat tekanan ekonomi selama pandemi Covid-19. Berdasarkan data AAJI pada 2020, industri membukukan premi Rp187,59 triliun, menurun 6,1 persen (yoy) dari sebelumnya Rp199,87 triliun. Kedua jenis premi industri tercatat mengalami penurunan pada tahun lalu. Pendapatan premi baru 2020 senilai Rp114,75 triliun terkoreksi 8,9 persen (yoy) dari Rp125,9 triliun, sedangkan premi lanjutan 2020 senilai Rp72,84 triliun menurun 1,5 persen (yoy) dari Rp73,94 triliun.

Bisnis.com / 09-03-2021

Kabar Baik! Harga Premi Asuransi Jiwa Tidak Naik Tahun Ini

Tarif premi asuransi jiwa dinilai tidak akan mengalami kenaikan pada tahun ini. Batas minimal premi reguler justru dinilai akan turun tahun ini. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan menilai bahwa pengelolaan tarif premi merupakan salah satu langkah perusahaan dalam menjaga kualitas keuangannya, dia menilai bahwa pada 2021 perusahaan-perusahaan asuransi tidak akan menaikkan tarif preminya. Di sisi lain, Kepala Departemen Komunikasi AAJI Nini Sumohandoyo menyatakan bahwa kondisi perekonomian 2020 justru membuat batas premi minimum dari produk asuransi reguler turun. Artinya, terdapat kemungkinan muncul produk asuransi yang lebih terjangkau.

Bisnis.com / 09-03-2021

Soal Wacana Pembatasan Investasi Asuransi, Begini Respons AAJI

Ketua Bidang Operasional dan Perlindungan Konsumen AAJI Freddy Thamrin menjelaskan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan OJK terkait rencana pembatasan investasi asuransi. Asosiasi meyakini niat dari peraturan itu positif, yakni untuk menjaga industri. Dia menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan asuransi jiwa telah menjalankan prinsip kehati-hatian dalam mengelola dananya. Oleh karena itu, asosiasi terus memberikan masukan terkait peraturan yang akan terbit dalam bentuk Surat Edaran OJK (SEOJK) tersebut.

Bisnis.com / 09-03-2021

Sepanjang 2020, Nilai Investasi Asuransi Jiwa Ambles 24%

AAJI mencatatkan penurunan pendapatan hasil investasi sepanjang tahun 2020 sebesar 23,7% menjadi Rp 17,95 triliun dari tahun sebelumnya Rp 23,53 triliun. Menurut Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan, penurunan pendapatan hasil investasi tersebut disebabkan karena perekonomian domestik mengalami perlambatan dibanding tahun 2019. Hal ini tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih terkoreksi 5,1% dibanding posisi kuartal keempat 2019.

Cnbcindonesia.com / 09-03-2021

Pandemi, Asuransi Jiwa Catat Kenaikan Klaim Meninggal Dunia

Di tengah data kinerja industri asuransi jiwa tahun 2020 yang mencatatkan pertumbuhan net premi industri asuransi jiwa tumbuh 29% sementara klaim manfaat hanya 6%. AAJI melihat adanya peningkatan permintaan asuransi kesehatan khususnya di segmen individu hingga 26% seiring dengan terus bertambahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi di masa pandemi. Sementara itu Astra Life mencatat adanya peningkatan klaim meninggal sementara klaim asuransi kesehatan cenderung turun. Dimana Kondisi ini menurut Presiden Direktur PT Asuransi Jiwa Astra, Windawati Tjahjadi disebabkan oleh banyaknya nasabah yang menunda pengobatan saat pandemic.

Cnbcindonesia.com / 09-03-2021

Kinerja Asuransi Jiwa Turun pada 2020

AAJI mengungkapkan kinerja asuransi jiwa nasional secara industri turun pada 2020. Mulai dari pendapatan, investasi, hingga aset. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan memaparkan total pendapatan asuransi jiwa hanya sebesar Rp215,42 triliun pada 2020. Realisasinya turun 8,6 persen dari Rp235,8 triliun pada 2019. Berdasarkan periode, pendapatan paling rendah ada di kuartal I 2020, yaitu minus Rp460 miliar. Sementara tertinggi terjadi pada kuartal IV 2020 mencapai Rp91,86 triliun.

Cnnindonesia.com / 09-03-2021

AAJI Minta OJK Kaji Lagi Rencana Batasi Investasi Unit Link

AAJI meminta OJK mengkaji lagi rencana pembatasan investasi di asuransi pada produk unit link sebesar 15 persen dari total portofolio perusahaan. Pasalnya, kebijakan itu berpotensi menahan kinerja industri asuransi. Padahal, menurut Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan, selama ini industri sudah berusaha menggenjot sedemikian rupa agar investasi di asuransi melalui unit link menarik bagi nasabah. Fauzi berharap pengkajian rencana aturan ini bisa mempertimbangkan dampak pembatasan bagi industri dan juga nasabah.

Cnnindonesia.com / 09-03-2021

AAJI Minta Pemerintah Kaji Rencana Pajak Klaim Nasabah

AAJI meminta pemerintah mengkaji kembali kebijakan pengenaan pajak penghasilan (PPh) atas klaim asuransi nasabah karena dinilai akan memberatkan. Kepala Departemen Komunikasi AAJI Nini Sumohandoyo mengatakan kebijakan ini tentu akan memberatkan nasabah apalagi aturan ini keluar di tengah pandemi virus corona. Menurut Nini, pemerintah justru seharusnya memberikan insentif bagi nasabah. Tujuannya, bukan hanya demi meringankan beban klaim, tapi juga meningkatkan minat memiliki asuransi di masyarakat.

Cnnindonesia.com / 09-03-2021

Industri Asuransi Jiwa Bergairah Kembali di Kuartal IV 2020

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyampaikan industri asuransi jiwa mencatat adanya tren peningkatan kinerja di Kuartal IV Tahun 2020, yaitu peningkatan pada Pendapatan, Pendapatan Premi, Hasil Investasi dan Pembayaran Klaim dan Manfaat kepada nasabah. Fauzi Arfan, Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, mengatakan, “Adanya tren peningkatan kinerja industri di Kuartal IV – 2020 dihasilkan dari berbagai faktor, baik eksternal maupun internal." Data AAJI menunjukkan peningkatan pendapatan dari Kuartal III Tahun 2020 ke Kuartal IV Tahun 2020 sebesar 81,7%, dari Rp 50,56 triliun di Kuartal III Tahun 2020, menjadi Rp 91,86 triliun di Kuartal IV Tahun 2020.

diksidaily.com / 09-03-2021

AAJI – Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa, Kuartal IV Tahun 2020

AAJI menyampaikan industri asuransi jiwa mencatat adanya tren peningkatan kinerja di Kuartal IV Tahun 2020, yakni peningkatan pada Pendapatan, Pendapatan Premi, Hasil Investasi dan Pembayaran Klaim dan Manfaat kepada nasabah. Peningkatan kinerja pada Kuartal IV tahun 2020 didorong oleh membaiknya ekonomi makro, peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya perlindungan asuransi jiwa, mulai adanya sosialisasi vaksinasi Covid-19 oleh pemerintah dan dampak atas strategi industri asuransi jiwa sepanjang tahun 2020.

Eksekutif.id / 09-03-2021

Terimbas Pandemi, Pertumbuhan Asuransi Jiwa Melambat 8,6 Persen di 2020

Pandemi Covid-19 berimbas terhadap perlambatan pertumbuhan banyak industri, tak termasuk industri asuransi jiwa di Indonesia. AAJI mencatat pertumbuhan industri asuransi jiwa per tahun (YoY) mengalami sedikit perlambatan sebesar 8,6% dari Rp235,80 triliun di year-to-date(ytd) 2019 menjadi Rp215,42 triliun di ytd 2020 sebagai tantangan akibat pandemi Covid-19. Data AAJI menunjukkan peningkatan pendapatan dari Q3 tahun 2020 ke Q4 tahun 2020 sebesar 81,7%, dari Rp50,56 triliun di Q3 tahun 2020, menjadi Rp91,86 triliun di Q4 tahun 2020.

Idxchannel.com / 09-03-2021

Sempat Terimbas Pandemi, Ini Pendorong Asuransi Jiwa Bisa Tumbuh Positif

Industri asuransi jiwa Indonesia mulai berangsur pulih meski sebelumnya sempat terdampak oleh pandemi Covid-19. AAJI optimis bahwa industri akan tumbuh lebih baik tahun ini meski perekonomian belum sepenuhnya pulih seperti sebelum pandemi. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan mengatakan bahwa ada beberapa poin penting yang mendorong kinerja positif industri asuransi jiwa. Data AAJI menunjukkan bahwa total pendapatan premi baru melalui saluran bancassurance meningkat dari Rp63,45 triliun di Kuartal IV (Q4) tahun 2019 menjadi Rp70,89 triliun di Q4 tahun 2020.

Idxchannel.com / 09-03-2021

Pendapatan industri asuransi jiwa diproyeksi tumbuh dobel digit di 2021

AAJI optimistis pendapatan industri asuransi jiwa bisa tumbuh positif tahun ini. Proyeksi pertumbuhan tersebut sejalan dengan membaiknya kinerja industri pada triwulan IV 2020. Kepala Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan berharap pendapatan tumbuh dua kali lipat angka di tahun 2021 lebih banyak dari tahun 2019 jadi kami sangat optimis. Merujuk data AAJI, sepanjang 2020 pendapatan industri asuransi jiwa mencapai Rp 215,42 triliun, atau melambat 8,6%. Tahun ke tahun (yoy). Sedangkan pendapatan pada kuartal IV tahun 2020 sebesar Rp 91,86 triliun.

Indonesiaonline.co.id / 09-03-2021

Kinerja Industri Asuransi Jiwa, Kuartal IV Tahun 2020

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyampaikan industri asuransi jiwa mencatat adanya tren peningkatan kinerja di Kuartal IV Tahun 2020, yaitu peningkatan pada Pendapatan, Pendapatan Premi, Hasil Investasi dan Pembayaran Klaim dan Manfaat kepada nasabah. Peningkatan kinerja pada Kuartal IV tahun 2020 didorong oleh membaiknya ekonomi makro, peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya perlindungan asuransi jiwa, mulai adanya sosialisasi vaksinasi Covid-19 oleh pemerintah dan dampak atas strategi industri asuransi jiwa sepanjang tahun 2020. Fauzi Arfan, Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI mengatakan, tren peningkatan kinerja industri di Kuartal IV – 2020 dihasilkan dari berbagai faktor, baik eksternal maupun internal. Data AAJI menunjukkan peningkatan pendapatan dari Kuartal III Tahun 2020 ke Kuartal IV Tahun 2020 sebesar 81,7%, dari Rp 50,56 triliun di Kuartal III Tahun 2020, menjadi Rp 91,86 triliun di Kuartal IV Tahun 2020.

lensautama.com / 09-03-2021

Melambat, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tahun 2020 Hanya Rp215,42 Triliun

Pandemi Covid-19 berimbas terhadap perlambatan pertumbuhan banyak industri, tak terkecuali industri asuransi jiwa di Indonesia. AAJI mencatat pertumbuhan pendapatan industri asuransi jiwa tahun 2020 mencapai Rp215,42 triliun atau tumbuh melambat di 8,6 persen. Data AAJI menunjukkan peningkatan pendapatan terjadi pada kuartal IV 2020. Pada kuartal III tahun lalu, jumlah pendapatan mencapai Rp50,56 triliun dan naik 81,7 persen menjadi Rp91,86 triliun di kuartal IV.

Inews.id / 09-03-2021

AAJI: Klaim Covid-19 Capai Rp661 Miliar

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, total Klaim terkait Covid-19 sampai dengan Oktober 2020 telah mencapai Rp661 miliar. Klaim tersebut telah dibayarkan kepada 9,128 pemegang polis, meskipun pemerintah menyatakan bahwa Covid-19 merupakan pandemi. “Komitmen industri asuransi jiwa konsisten kepada nadabah terlihat dari tren peningkatan,” kata Ketua Bidang Operasional dan Perlindungan Konsumen AAJI Freddy Thamrin. Untuk total klaim dan manfaat secara industri pada kuartal IV Tahun 2020 mencapai Rp41,49 triliun masih meningkat sebesar 5,7% dibandingkan dengan Kuartal III Tahun 2020 di Rp39,25 triliun. Klaim meninggal dunia pada Kuartal IV Tahun 2020 meningkat sebesar 4,2% dibandingkan dengan Kuartal III 2020, dari Rp3,30 triliun di Kuartal III  2020 menjadi Rp3,44 triliun di Kuartal IV Tahun 2020.

Infobanknews.com / 09-03-2021

Industri Asuransi Jiwa Meningkat di Akhir Kuartal IV 2020

Industri asuransi jiwa mencatat adanya tren peningkatan kinerja di Kuartal IV Tahun 2020. Peningkatan kinerja pada Kuartal IV tahun 2020 didorong oleh membaiknya ekonomi makro, peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya perlindungan asuransi jiwa. Fauzi Arfan, Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, mengatakan, adanya tren peningkatan kinerja industri di Kuartal IV 2020 dihasilkan dari berbagai faktor, baik eksternal maupun internal. Data AAJI menunjukkan peningkatan pendapatan dari Kuartal III Tahun 2020 ke Kuartal IV Tahun 2020 sebesar 81,7%, dari Rp 50,56 triliun di Kuartal III Tahun 2020, menjadi Rp 91,86 triliun di Kuartal IV Tahun 2020.

Investing.com / 09-03-2021

AAJI Harap OJK Tidak Batasi Penempatan ‘Unit Link’ Pada Reksa Dana

AAJI berharap, OJK tidak membatasi penempatan investasi pada PAYDI pada reksa dana. Adapun, produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi unit link terus meningkat, dan berkontribusi terhadap hampir 64% dari premi asuransi jiwa yang sebesar Rp 187,59 triliun. Berdasarkan data AAJI, hasil investasi pada kuartal IV-2020 tercatat sebesar Rp 35,52 triliun, melonjak signifikan hingga 777,3% dibandingkan kuartal III-2020 senilai Rp 4,07 triliun. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan optimistis, tahun ini hasil investasi akan tumbuh double digit.

Investor.id / 09-03-2021

Terdampak Pandemi, Premi Asuransi Jiwa Turun 6,1 Persen di 2020

AAJI mencatat total pendapatan premi turun 6,1 persen, dari sebelumnya Rp 199,89 triliun di 2019 menjadi sebesar Rp 187,59 triliun di 2020. Ketua Bidang Aktuaria Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan mengatakan, sebagian besar industri mengalami penurunan kinerja akibat pandemi, termasuk asuransi jiwa. Namun, penurunan premi di asuransi jiwa dinilai masih lebih baik ketimbang penurunan bisnis pada industri-industri lainnya. Meski mengalami penurunan secara tahunan, lanjut Fauzi, jika dilihat secara kuartalan ada tren peningkatan pendapatan premi.

Kompas.com / 09-03-2021

Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Turun 8,6 Persen Sepanjang 2020

Kinerja industri asuransi jiwa di Indonesia turut terdampak pandemi Covid-19 sepanjang 2020. AAJI mencatatkan total pendapatan di tahun lalu sebesar Rp 215,42 triliun. Realisasi itu turun 8,6 persen dibandingkan dengan 2019 yang senilai Rp 235,80 triliun. Meski alami penurunan, namun secara kuartalan pendapatan industri asuransi jiwa menunjukkan tren perbaikan. Pada kuartal IV-2020 total pendapatan sebesar Rp 91,86 triliun, naik 81,7 persen dari kuartal III-2020 yang sebesar Rp 50,56 triliun.

Kompas.com / 09-03-2021

Pendapatan industri asuransi jiwa diproyeksi tumbuh dobel digit di 2021

AAJI optimistis pendapatan industri asuransi jiwa bisa tumbuh positif tahun ini. Proyeksi pertumbuhan itu seiring perbaikan kinerja industri pada kuartal IV 2020. Merujuk data AAJI, sepanjang 2020 pendapatan industri asuransi jiwa mencapai Rp 215,42 triliun, atau melambat 8,6% yoy. Sementara pendapatan di kuartal IV 2020 sebesar Rp 91,86 triliun, tumbuh 81,7% dari kuartal sebelumnya senilai Rp 50,56 triliun. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan berekspetasi pendapatan tumbuh double digit di 2021 lebih dari mencapai 2019 sehingga kita sangat optimistis. Tren kenaikan secara kuartal akan terus terjaga momentumnya di 2021.

Kontan.co.id / 09-03-2021

Klaim Asuransi Terkait Covid-19 Capai Rp 661 Miliar

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatatkan jumlah klaim perusahaan asuransi jiwa terkait Covid-19 mencapai Rp 661,46 miliar. Nilai itu merupakan pembayaran 9.128 polis perusahaan hingga Oktober 2020. Ketua Bidang Operasional dan Perlindungan Konsumen AAJI Freddy Thamrin mengatakan, meskipun sebenarnya biaya pengobatan pasien Covid-19 ditanggung oleh pemerintah, namun sebagian nasabah memilih tanggungannya diberikan ke asuransi jiwa. Sebagian besar atau 87 persen dari nilai klaim terkait Covid-19 tersebut, merupakan klaim asuransi jiwa dan kesehatan. Nilainya setara Rp 575,24 miliar untuk 8.574 polis.

kompas.com / 09-03-2021

Sepanjang 2020, Pendapatan Premi Industri Asuransi Jiwa Tertekan

Pandemi COVID-19 menekan kinerja industri asuransi jiwa di sepanjang 2020. AAJI melaporkan total premi asuransi pada 2020 tercatat sebesar Rp 187,59 triliun. Terdiri dari premi baru mencapai Rp 114,75 triliun dan premi lanjutan Rp 72,84 triliun. Sayangnya pendapatan premi ini turun 6,1 persen dibandingkan realisasi 2019 yang tercatat sebesar Rp 199,87 triliun. Meski secara tahunan mengalami penurunan, namun sejatinya perolehan premi asuransi di kuartal IV 2020 sudah mulai meningkat dibandingkan kuartal III 2020.

Kumparan.com / 09-03-2021

Industri Asuransi Jiwa Bayar Klaim COVID-19 Capai Rp 661 Miliar

COVID-19 telah dinyatakan sebagai pandemi. Meski demikian AAJI mencatat, perusahaan asuransi jiwa juga tetap turut berperan dalam mengcover biaya perawatan nasabah yang terkonfirmasi positif COVID-19. Ketua Bidang Operasional dan Perlindungan Konsumen AAJI, Freddy Thamrin melaporkan total klaim asuransi jiwa terkait COVID-19 sampai dengan Oktober 2020 mencapai Rp 661 miliar. Besaran ini dibayarkan kepada 9.128 pemegang polis. Freddy merinci total klaim dan manfaat pada kuartal IV 2020 mengalami peningkatan sebesar 5,7 persen dibandingkan dengan kuartal III 2020.

Kumparan.com / 09-03-2021

Pendapatan industri asuransi jiwa diproyeksi tumbuh dobel digit di 2021

AAJI optimistis pendapatan industri asuransi jiwa bisa tumbuh positif tahun ini. Proyeksi pertumbuhan itu seiring perbaikan kinerja industri pada kuartal IV 2020. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan berekspektasi pendapatan tumbuh double digit di 2021 lebih dari mencapai 2019 sehingga pihaknya sangat optimistis. Tren kenaikan secara kuartal akan terus terjaga momentumnya di 2021. Menurut Fauzi, perbaikan kinerja industri didorong oleh delapan faktor, di antaranya program pemulihan ekonomi nasional (PEN), kemudian industri asuransi yang berorientasi kepada konsumen serta program vaksinisasi Covid-19.

Kurvabisnis.com / 09-03-2021

Perlahan Bangkit, Tengok Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal IV 2020

Ketua Bidang Aktuaria & Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan menjelaskan, pertumbuhan asuransi jiwa di kuartal III 2020 negatif. Namun menurut laporan keuangan AAJI, kinerja industri asuransi jiwa perlahan menunjukkan tren membaik dan meningkat di kuartal IV 2020. Total pendapatan per kuartal (Q2Q) tahun 2020 menunjukkan pertumbuhan sebesar 81,7 persen dari kuartal III ke kuartal IV atau dari Rp 50,56 triliun menjadi Rp 91,86 triliun.

Liputan6.com / 09-03-2021

Performa Industri Asuransi Jiwa Meningkat di Kuartal IV-2020

Industri asuransi jiwa mencatat adanya tren peningkatan kinerja di Kuartal IV Tahun 2020. Peningkatan kinerja pada Kuartal IV tahun 2020 didorong oleh membaiknya ekonomi makro dan  peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya perlindungan asuransi jiwa. Selain itu, mulai adanya sosialisasi vaksinasi COVID-19 oleh pemerintah dan dampak atas strategi industri asuransi jiwa sepanjang tahun 2020. Fauzi Arfan, Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, adanya tren peningkatan kinerja industri di Kuartal IV tahun 2020 dihasilkan dari berbagai faktor, baik eksternal maupun internal, seperti peningkatan kondisi ekonomi dan meningkatnya kesadaran masyarakat pada asuransi.

Marketeers.com / 09-03-2021

AAJI Laporkan Peningkatan Performa pada Kuartal IV Tahun 2020

Industri asuransi jiwa mencatat adanya tren peningkatan kinerja di Kuartal IV Tahun 2020. Peningkatan kinerja pada Kuartal IV tahun 2020 didorong oleh membaiknya ekonomi makro dan  peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya perlindungan asuransi jiwa. Selain itu, mulai adanya sosialisasi vaksinasi COVID-19 oleh pemerintah dan dampak atas strategi industri asuransi jiwa sepanjang tahun 2020. Fauzi Arfan, Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, adanya tren peningkatan kinerja industri di Kuartal IV tahun 2020 dihasilkan dari berbagai faktor, baik eksternal maupun internal, seperti peningkatan kondisi ekonomi dan meningkatnya kesadaran masyarakat pada asuransi.

Markettrack.id / 09-03-2021

Tetap Optimistis di Masa Pandemi Covid-19

Industri asuransi jiwa mencatat adanya tren peningkatan kinerja di Kuartal IV Tahun 2020. Peningkatan kinerja pada Kuartal IV tahun 2020 didorong oleh membaiknya ekonomi makro dan  peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya perlindungan asuransi jiwa. Selain itu, mulai adanya sosialisasi vaksinasi COVID-19 oleh pemerintah dan dampak atas strategi industri asuransi jiwa sepanjang tahun 2020. Fauzi Arfan, Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, adanya tren peningkatan kinerja industri di Kuartal IV tahun 2020 dihasilkan dari berbagai faktor, baik eksternal maupun internal, seperti peningkatan kondisi ekonomi dan meningkatnya kesadaran masyarakat pada asuransi.

Mediaindonesia.com / 09-03-2021

AAJI: Pembayaran klaim asuransi jiwa turun 2,4 persen periode 2020

Ketua Bidang Operasional dan Perlindungan Konsumen Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Freddy Thamrin menyatakan klaim dan manfaat yang dibayarkan industri asuransi jiwa sepanjang 2020 lebih rendah dibandingkan tahun 2019. Rinciannya, klaim dibayarkan pada kuartal I/2020 sebesar Rp 38,60 triliun. Kemudian turun menjadi Rp 31,76 triliun di kuartal II/2020. Kembali meningkat menjadi Rp 39,25 triliun di kuartal III/2020, dan melanjutkan kenaikan di kuartal IV/2020 menjadi Rp 41,49 triliun. Klaim tersebut sempat stagnan di kuartal II/2020 namun kembali naik di kuartal selanjutnya. Kemudian, klaim nilai tebus atau surrender mengalami pertumbuhan 7,8% (yoy) menjadi Rp 90,76 triliun di tahun 2020.

Moneter.id / 09-03-2021

Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Turun 8,6 Persen Sepanjang 2020

Kinerja industri asuransi jiwa di Indonesia turut terdampak pandemi Covid-19 sepanjang 2020. AAJI mencatatkan total pendapatan di tahun lalu sebesar Rp 215,42 triliun. Realisasi itu turun 8,6 persen dibandingkan dengan 2019 yang senilai Rp 235,80 triliun. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan mengatakan, akibat pandemi Covid-19 asuransi jiwa juga alami penurunan tapi sedikit dibandingkan industri lainnya yang turun mencapai dobel digit. Meski alami penurunan, namun secara kuartalan pendapatan industri asuransi jiwa menunjukkan tren perbaikan.

Msn.com / 09-03-2021

Klaim Asuransi Terkait Covid-19 Capai Rp 661 Miliar

AAJI mencatatkan jumlah klaim perusahaan asuransi jiwa terkait Covid-19 mencapai Rp 661,46 miliar. Nilai itu merupakan pembayaran 9.128 polis perusahaan hingga Oktober 2020. Ketua Bidang Operasional dan Perlindungan Konsumen AAJI Freddy Thamrin menjelaskan, sebagian besar atau 87 persen dari nilai klaim terkait Covid-19 tersebut, merupakan klaim asuransi jiwa dan kesehatan. Nilainya setara Rp 575,24 miliar untuk 8.574 polis. Sementara sisanya, sebesar 13 persen diberikan untuk asuransi jiwa kredit, dengan nilai sebesar Rp 86,21 miliar untuk 554 polis.

Msn.com / 09-03-2021

Didorong IHSG, premi unitlink diproyeksi tumbuh positif pada tahun 2021

Sepanjang 2020 kinerja unitlink sempat tertekan akibat Covid-19. Meski demikian, AAJI optimistis kinerja unitlink bisa tumbuh positif karena didorong oleh sejumlah faktor. Selain premi baru, pertumbuhan unitlink juga sejalan dengan perbaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan belum bisa memperkirakan berapa besar pertumbuhan premi unitlink tahun ini.  Yang pasti di 2021, pihaknya rebound melebihi tahun 2019 dan tidak tumbuh negatif seperti tahun 2020.

Msn.com / 09-03-2021

Industri Asuransi Jiwa Minta Relaksasi PAYDI Berlaku Permanen

AAJI berharap relaksasi pemasaran Produk Asuransi yang Diasuransikan (PAYDI) yang diberikan OJK bisa diberlakukan permanen. Kepala Departemen Komunikasi AAJI Nini Sumohandoyo mengatakan bahwa sebagai ujung tombak dari industri asuransi jiwa, peranan agen sangat krusial, bukan hanya dalam mendorong pertumbuhan industri namun juga untuk memberikan pemahaman yang tepat akan kebutuhan proteksi kesehatan dan finansial masyarakat Indonesia.

Okezone.com / 09-03-2021

Industri Asuransi Jiwa Lesu Sepanjang 2020

AAJI mencatat pertumbuhan industri asuransi jiwa per tahun (YoY) mengalami perlambatan sebesar 8,6% dari Rp235,80 triliun di year-to-date(ytd) 2019 menjadi Rp215,42 triliun di 2020 sebagai akibat pandemi Covid-19. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan mengatakan, perlambatannya tidak mencapai double digit, sehingga industri optimis akan berangsur baik di tahun ini. Data AAJI menunjukkan peningkatan pendapatan dari kuartal III-2020 ke kuartal IV-2020 sebesar 81,7%, dari Rp50,56 triliun di kuartal IV-2020, menjadi Rp91,86 triliun di kuartal IV-2020.

Okezone.com / 09-03-2021

Tren Pembayaran Klaim Nasabah Asuransi Jiwa Naik di Kuartal IV-2020

Meski terimbas pandemi Covid-19, industri asuransi jiwa tetap berkomitmen untuk melaksanakan kewajibannya kepada nasabah. Ketua Bidang Operasional dan Perlindungan Konsumen AAJI Freddy Thamrin memgatakan bahwa hal ini terlihat dari tren peningkatan pembayaran klaim dan manfaat sepanjang tahun 2020. Total klaim terkait Covid-19 sampai dengan Oktober 2020 mencapai Rp661 miliar dibayarkan kepada 9.128 pemegang polis, meskipun pemerintah menyatakan bahwa Covid-19 merupakan pandemi.

Okezone.com / 09-03-2021

Industri Asuransi Jiwa Tatap 2021 dengan Optimisme

AAJI optimis industri tumbuh lebih baik meski perekonomian belum sepenuhnya pulih. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan mengatakan bahwa ada beberapa poin penting yang mendorong kinerja positif industri asuransi jiwa. Yang pertama adalah kolaborasi dan memperkuat kanal distribusi. Data AAJI menunjukkan bahwa total pendapatan premi baru melalui saluran bancassurance meningkat dari Rp63,45 triliun di Kuartal IV (Q4) tahun 2019 menjadi Rp70,89 triliun di Q4 tahun 2020.

Okezone.com / 09-03-2021

AAJI – Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa, Kuartal IV Tahun 2020

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyampaikan industri asuransi jiwa mencatat adanya tren peningkatan kinerja di Kuartal IV Tahun 2020, yakni peningkatan pada Pendapatan, Pendapatan Premi, Hasil Investasi dan Pembayaran Klaim dan Manfaat kepada nasabah. Fauzi Arfan, Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, memaparkan tren peningkatan kinerja industri di Kuartal IV – 2020 dihasilkan dari berbagai faktor, baik eksternal maupun internal. Data AAJI menunjukkan peningkatan pendapatan dari Kuartal III Tahun 2020 ke Kuartal IV Tahun 2020 sebesar 81,7%, dari Rp 50,56 triliun di Kuartal III Tahun 2020, menjadi Rp 91,86 triliun di Kuartal IV Tahun 2020.

pramborsnews.com / 09-03-2021

AAJI Sebut OJK Akan Batasi Investasi Industri Asuransi

OJK disebut tengah menggodok aturan pembatasan investasi industri asuransi, khususnya untuk Produk Asuransi Yang Disertai Investasi (PAYDI) atau unit link. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menyebut pihaknya dilibatkan dalam perumusan aturan tersebut. Ia mengatakan aturan itu hingga saat ini masih digodok dan komunikasi dua arah terus dilakukan oleh AAJI dan regulator. AAJI meminta pertimbangan OJK mengenai penempatan investasi pada satu pihak paling banyak 15 persen, terutama untuk penempatan pada reksadana.

sarekat.id / 09-03-2021

Jadi Ujung Tombak, AAJI Genjot Jumlah dan Profesionalisme Agen

Sebagai ujung tombak dari industri asuransi jiwa, peranan agen diakui sangat krusial. Kepala Departemen Komunikasi AAJI Nini Sumohandoyo mengartakan, satu hal yang pihaknya banggakan adalah meningkatnya jumlah agen Indonesia di ajang Million Dollar Round Table (MDRT) sebesar 12% dari tahun sebelumnya dengan angka pencapaian sebanyak 2.745 agen. Pencapaian ini membawa Indonesia masuk ke urutan 8 top member seluruh dunia. Menutup laporan kinerja kuartal IV/2020, AAJI juga menyampaikan harapan AAJI kepada otoritas terkait untuk meningkatkan penetrasi dan pertumbuhan industri asuransi jiwa.

Sindonews.com / 09-03-2021

Sempat Loyo, Industri Asuransi Jiwa Ngegas Lagi di Kuartal IV/2020

AAJI mencatat pertumbuhan industri asuransi jiwa YoY mengalami sedikit perlambatan sebesar 8,6% dari Rp235,80 triliun di ytd 2019 menjadi Rp215,42 triliun di ytd 2020 sebagai tantangan akibat pandemi Covid-19. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan mengatakan, jika dilihat, perlambatannya tidak mencapai double digit, sehingga industri optimis akan berangsur baik di tahun ini. Data AAJI menunjukkan peningkatan pendapatan dari kuartal III/2020 ke kuartal IV/2020 sebesar 81,7%, dari Rp50,56 triliun di kuartal III/2020 menjadi Rp91,86 triliun di kuartal IV/2020.

Sindonews.com / 09-03-2021

Vaksinasi Covid-19 Mulai Meluas, Industri Asuransi Jiwa Catat Kenaikan Kinerja

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyampaikan industri asuransi jiwa mencatat adanya tren peningkatan kinerja di Kuartal IV Tahun 2020, yaitu peningkatan pada Pendapatan, Pendapatan Premi, Hasil Investasi dan Pembayaran Klaim dan Manfaat kepada nasabah. Fauzi Arfan, Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, mengatakan, adanya tren peningkatan kinerja industri di Kuartal IV – 2020 dihasilkan dari berbagai faktor, baik eksternal maupun internal. Data AAJI menunjukkan peningkatan pendapatan dari Kuartal III Tahun 2020 ke Kuartal IV Tahun 2020 sebesar 81,7%, dari Rp 50,56 triliun di Kuartal III Tahun 2020, menjadi Rp 91,86 triliun di Kuartal IV Tahun 2020.

Suarakarya.co.id / 09-03-2021

Industri Asuransi Jiwa Lesu Sepanjang 2020

AAJI mencatat pertumbuhan industri asuransi jiwa YoY mengalami sedikit perlambatan sebesar 8,6% dari Rp235,80 triliun di ytd 2019 menjadi Rp215,42 triliun di ytd 2020 sebagai tantangan akibat pandemi Covid-19. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan mengatakan, jika dilihat, perlambatannya tidak mencapai double digit, sehingga industri optimis akan berangsur baik di tahun ini. Data AAJI menunjukkan peningkatan pendapatan dari kuartal III/2020 ke kuartal IV/2020 sebesar 81,7%, dari Rp50,56 triliun di kuartal III/2020 menjadi Rp91,86 triliun di kuartal IV/2020.

Theworldnews.net / 09-03-2021

Industri Asuransi Bayar Klaim Pasien Covid-19 Rp 661 Miliar

AAJI mengatakan total klaim terkait Covid-19 hingga Oktober 2020 senilai Rp 661 miliar. Ketua Bidang Operasional dan Perlindungan Konsumen AAJI, Freddy Thamrin mengatakan, klaim tersebut telah dibayarkan kepada 9.128 pemegang polis. Bila dirinci, jumlah yang menggunakan produk Asuransi Jiwa Kredit sebanyak 554 polis, dengan total klaim Rp 86,2 miliar. Sementara itu, jumlah yang menggunakan produk Life & Health Insurance sebanyak 8.574 polis, dengan total klaim Rp 575,2 miliar. Dia menjelaskan, pemerintah memang menyatakan Covid-19 sebagai pandemi, dan menanggung beban biaya rumah sakit.

Tribunnews.com / 09-03-2021

Industri Asuransi Jiwa Catat Pendapatan Rp 215,42 triliun di 2020, Turun 8,6 Persen

AAJI mencatat, kinerja industri asuransi jiwa di Indonesia turut terdampak pandemi Covid-19 sepanjang tahun lalu. Berdasarkan data AAJI, total pendapatan industri asuransi di 2020 senilai Rp 215,42 triliun. Angka tersebut turun 8,6 persen jika dibandingkan tahun 2019 yang senilai Rp 235,80 triliun. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan mengatakan, meski alami penurunan, pendapatan industri asuransi per kuartal mengalami pertumbuhan. Dimana, pada kuartal IV 2020 total pendapatan yang tercatat Rp 91,86 triliun, atau naik 81,7 persen dari kuartal III 2020 senilai Rp 50,56 triliun.

Tribunnews.com / 09-03-2021

Efek Pandemi, Premi Asuransi Jiwa Menurun 6,1 persen di 2020

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengatakan, kinerja premi industri asuransi jiwa di 2020 terpengaruh pandemi Covid-19. Ketua Bidang Aktuaria Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan mencatat, nilai premi pada 2020 menurun 6,1 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya, atau dari Rp199,87 triliun di 2019 menjadi Rp187,59 triliun. Tetapi dirinya menjelaskan, penurunan premi yang dialami industri asuransi jiwa masih lebih baik daripada penurunan bisnis di industri lain. Adanya penurunan nilai premi juga sejalan dengan penuruan hasil investasi industri asuransi jiwa secara tahunan.

Tribunnews.com / 09-03-2021

Industri Asuransi Jiwa Meningkat di Akhir Kuartal IV 2020

Industri asuransi jiwa mencatat adanya tren peningkatan kinerja di Kuartal IV Tahun 2020. Peningkatan kinerja pada Kuartal IV tahun 2020 didorong oleh membaiknya ekonomi makro, peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya perlindungan asuransi jiwa, mulai adanya sosialisasi vaksinasi Covid-19 oleh pemerintah dan dampak atas strategi industri asuransi jiwa sepanjang tahun 2020. Fauzi Arfan, Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, mengatakan, adanya tren peningkatan kinerja industri di Kuartal IV – 2020 dihasilkan dari berbagai faktor, baik eksternal maupun internal.

Wartaekonomi.co.id / 09-03-2021

Performa Akhir Tahun Industri Asuransi Jiwa Meningkat

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyampaikan industri asuransi jiwa mencatat adanya tren peningkatan kinerja di Kuartal IV Tahun 2020, yaitu peningkatan pada Pendapatan, Pendapatan Premi, Hasil Investasi dan Pembayaran Klaim dan Manfaat kepada nasabah. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan, mengatakan, adanya tren peningkatan kinerja industri di Kuartal IV – 2020 dihasilkan dari berbagai faktor, baik eksternal maupun internal. Data AAJI menunjukkan peningkatan pendapatan dari Kuartal III Tahun 2020 ke Kuartal IV Tahun 2020 sebesar 81,7%, dari Rp 50,56 triliun di Kuartal III Tahun 2020, menjadi Rp 91,86 triliun di Kuartal IV Tahun 2020. Perbaikan lain terlihat pada investasi, dimana jika dibandingkan dengan Kuartal III Tahun 2020, selama Kuartal IV tahun 2020 AAJI mencatatkan Hasil Investasi sebesar Rp 35,52 triliun.

indoposco.id / 10-03-2021

Performa Industri Asuransi Jiwa Bangkit di Kuartal IV 2020

Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Fauzi Arfan mengatakan industri asuransi jiwa menunjukkan tren peningkatan kinerja di kuartal IV 2020. Menurut Fauzi, peningkatan itu berada pada sisi pendapatan, pendapatan premi, hasil investasi serta pembayaran klaim dan manfaat kepada nasabah. Data AAJI menunjukkan peningkatan pendapatan dari kuartal III Tahun 2020 ke kuartal IV Tahun 2020 sebesar 81,7 persen. Angkanya, naik dari Rp 50,56 triliun di kuartal III Tahun 2020, menjadi Rp 91,86 triliun di kuartal IV Tahun 2020. Perbaikan lain terlihat pada investasi, di mana jika dibandingkan dengan Kuartal III Tahun 2020, selama Kuartal IV tahun 2020 AAJI mencatatkan Hasil Investasi sebesar Rp 35,52 triliun.

jpnn.com / 10-03-2021

Sempat Terlindas Pandemi, Ini Pendorong Pulihnya Industri Asuransi Jiwa Indonesia

Industri asuransi jiwa Indonesia mulai berangsur pulih, meski sebelumnya sempat terdampak oleh pandemi Covid-19. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) optimis, bahwa industri akan tumbuh lebih baik tahun ini meski perekonomian belum sepenuhnya pulih seperti sebelum pandemi. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan mengatakan, bahwa ada beberapa poin penting yang mendorong kinerja positif industri asuransi jiwa. Data AAJI menunjukkan bahwa total pendapatan premi baru melalui saluran bancassurance meningkat dari Rp63,45 triliun di Kuartal IV (Q4) tahun 2019 menjadi Rp70,89 triliun di Q4 tahun 2020. Sementara itu, saluran alternatif mencatat total pendapatan premi baru sebesar Rp25,44 triliun di Q4 tahun 2019 menjadi Rp18,71 triliun di Q4 tahun 2020.

sindonews.com / 10-03-2021

Kuartal IV 2020, Bisnis Asuransi Jiwa Mulai Tunjukkan Taringnya

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat adanya tren peningkatan kinerja perusahaan asuransi jiwa di Kuartal IV Tahun 2020, yaitu peningkatan pada Pendapatan, Pendapatan Premi, Hasil Investasi dan Pembayaran Klaim dan Manfaat kepada nasabah. Fauzi Arfan, Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, mengatakan, adanya tren peningkatan kinerja industri di Kuartal IV 2020 dihasilkan dari berbagai faktor, baik eksternal maupun internal. Data AAJI menunjukkan peningkatan pendapatan dari Kuartal III Tahun 2020 ke Kuartal IV Tahun 2020 sebesar 81,7%, dari Rp 50,56 triliun di Kuartal III Tahun 2020, menjadi Rp 91,86 triliun di Kuartal IV Tahun 2020. Perbaikan lain terlihat pada investasi, dimana jika dibandingkan dengan Kuartal III Tahun 2020, selama Kuartal IV tahun 2020 AAJI mencatatkan Hasil Investasi sebesar Rp 35,52 triliun.

investing.com / 09-03-2021

TENTANG INDUSTRI

[Foto] Strategi Mengelola Aset Nasabah

Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti beserta tim Investment Allianz Indonesia memaparkan kondisi pasar yang menantang dan strategi yang diterapkan Allianz Indonesia dalam mengelola asset nasasbah agar imbal hasil tetap optimal.

HE Neraca, hal. 4 / 10-03-2021

2020, Allianz Life Bukukan AUM Rp 42,70 Triliun

PT Asuransi Allianz Life Indonesia mencatat total dana kelolaan (AUM) mencapai Rp42,70 triliun atau tumbuh 6,27% year on year pada 2020. Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti menyampaikan berbagai fiskal dan moneter digulirkan guna mengalirkan stimulus demi menggenjot perekonomian. AUM tersebut juga termasuk dana kelolaan Dana Pensiun Lembaka Keuangan (DPLK) Allianz yang teridri atas investasi unit link 55%, asuransi jiwa dan kesehatan 26%, dan DPLK 19%.

Investor Daily, hal. 23 / 10-03-2021

[Foto] Asuransi Optimalkan Digitalisasi

AXA Mandiri tahun ini akan mengoptimalkan peluang digitalisasi dalam memasarkan produk asuransi termasuk menyediakan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan nasabah.

Kontan, hal. 10/ 10-03-2021

[Foto] Harapan dan Optimisme Tahun 2021

Chief Marketing Officer Allianz Life Indonesia Karin Zulkarnaen, Head of Fixed Income Fitri Lindawati Lubis, Chief Investment Officer Ni Made Daryanti, Head of Investment Communication Meta Lakshmi Permata Dewi, dan Head of Equity saat Media Briefing Unit Link Fund Performance 2020 dan Outlook 2020 kemain.

Kontan, hal. 10/ 10-03-2021

Lagi, Kejagung sita tanah milik tersangka kasus ASABRI di Jabar

Tim penelusuran aset Kejagung kembali melakukan penyitaan puluhan aset bidang tanah milik tersangka mantan Dirut korupsi PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau ASABRI, Sonny Widjadja. Tim penelusuran aset Kejagung kembali melakukan penyitaan puluhan aset bidang tanah milik tersangka mantan Dirut korupsi PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau ASABRI, Sonny Widjadja. Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah menjelaskan, aset yang disita berupa tanah di daerah Bandung, Jawa Barat (Jabar). Namun, penyidik belum selesai mengukur luas tanah tersebut.

Alinea.id / 09-03-2021

72 persen pemegang polis Bancassurance Jiwasraya ikuti restrukturisasi

Tim Percepatan Restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mencatat hingga 8 Maret 2021 sebanyak 72 persen atau 12.490 peserta dari kategori pemegang polis Bancassurance sudah mengikuti program restrukturisasi polis Jiwasraya. Pada periode yang sama, sebanyak 61 persen atau 1.300 peserta dari kategori pemegang polis Korporasi yang telah memberikan persetujuan untuk mengikuti program restrukturisasi polis Jiwasraya.

Antaranews.com / 09-03-2021

Portofolio Unit-Link Moncer, Allianz Life Pede Hadapi 2021

PT Asuransi Allianz Life Indonesia mencatatkan kenaikan 6,27 persen (year-on-year/yoy) pada dana kelolaan produk unit-linked. Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti dalam diskusi virtual bertajuk 'Hasil Kinerja Fund Unit Link Allianz 2020 & Outlook 2021', menjelaskan bahwa moncernya portofolio unit-linked terbukti dari perbandingan kinerja 2019 dan 2020. Portofolio unit-linked Allianz Life masih menjadi andalan dengan persentase 55 persen dari total portofolio. Sisanya, produk Life & Health 26 persen, dan Saving Plan & Pension Fund 19 persen.

Bisnis.com / 09-03-2021

Nasabah Gugat Jiwasraya dan Kementerian BUMN ke Pengadilan

Sebanyak tujuh nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) melayangkan gugatan hukum ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Mereka menolak program restrukturisasi polis. Selanjutnya, mereka memerintahkan Jiwasraya untuk menghentikan segala upaya dan tindakan pemaksaan kepada para pemegang polis untuk mengikuti program restrukturisasi JS Mantap Plus. Penggugat juga memerintahkan para tergugat untuk mengundang dan melibatkan para pemegang polis khususnya para penggugat untuk membicarakan kembali skema penyelesaian yang dapat diterima oleh para penggugat.

Cnnindonesia.com / 09-03-2021

Nasabah Asuransi Bumiputera Membawa Bukti ke Polda Kaltim

Puluhan nasabah pemegang polis tergabung Forum Korban AJB Bumiputera 1912 mendatangi Polda Kaltim, Senin (8/3). Untuk kedua kalinya, nasabah se Kaltim dan Kaltara ini mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kaltim guna melengkapi barang bukti (BB) polis asuransi nasabah yang belum terbayar. Forum Korban AJB Bumiputera 1912 sudah resmi melaporkan pihak asuransi ke polisi. Bulan Februari lalu, belasan nasabah melaporkan total kerugian mencapai miliaran rupiah. Mereka mengklaim belum menerima dana pencairan dana polis asuransi sejak pertengahan 2019.

Idntimes.com / 08-03-2021

Dana Kelolaan Allianz Life Naik Jadi Rp 42,7 Triliun

Allianz Life membukukan total dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) sebesar Rp 42,7 triliun di sepanjang 2020. Angka tersebut naik 6,7 persen jika dibandingkan pada 2019 yang hanya Rp 40,18 triliun. Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti mengatakan, terdapat tiga portofolio di Allianz Indonesia. Pertama, Unit Link, Life and Health atau tradisional, dan Saving Plan and Pension Fund. Made menambahkan, untuk Unit Link terdapat tiga yang paling banyak dijual. Pertama, Smartlink Rupiah Equity, kemudian Smartlink Rupiah Balance Fund dan terakhir Smartlink Rupiah Fix Income Fund.

Kompas.com / 09-03-2021

Meski masih pandemi, Allianz Life berencana meluncurkan produk baru tahun ini

Chief Marketing Officer Allianz Life Indonesia, Karin Zulkarnaen mengatakan bahwa pihaknya akan tetap mengembangkan beberapa produk di tahun ini. Ia beralasan bahwa masih banyak potensi dari jumlah masyarakat Indonesia yang belum memiliki produk asuransi. Karin juga mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap produk unitlink dinilai cukup besar. Oleh karena itu, pihaknya akan menambah produk unitlink tahun ini. Tak hanya itu, produk terbaru unitlink syariah juga berpotensi untuk diluncurkan pada tahun ini.

Kontan.co.id / 09-03-2021

Allianz Life Indonesia Catat AUM Rp42,7 Triliun di 2020

Allianz Life Indonesia mencatat total dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) sebesar Rp42,7 triliun per akhir Desember 2020 atau naik sebanyak 6,2 persen ketimbang periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp40,1 triliun. Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti mengatakan terdapat tiga portofolio terbesar di Allianz Indonesia. Ketiga portofolio itu yakni unit link memiliki porsi 55 persen, life & health memiliki porsi 26 persen, dan saving plan & pension fund memiliki porsi 19 persen.

Medcom.id / 09-03-2021

Tahun 2021, Allianz akan Tambah Produk Baru dan Lancarkan Pemasaran Online

Potensi pasar asuransi di Indonesia tercatat masih tinggi. Hal inilah yang membuat PT Asuransi Allianz Life Indonesia tetap optimis dalam menghadapi tantangan di masa pandemi, yang sampai saat ini masih belum berakhir. Dikatakan Chief Marketing Officer Allianz Life Indonesia Karin Zulkarnaen, Allianz akan tetap mengembangkan beberapa produk di tahun 2021 ini. Berangkat dari tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap produk asuransi unitlink, lanjut Karin, Allianz akan menambah produk unitlink di tahun 2021 ini. Tak hanya itu, produk terbaru unitlink syariah juga berpotensi untuk diluncurkan Allianz pada tahun ini.

Mix.co.id / 09-03-2021

Kejar Aset Koruptor Asabri Benny Tjokro dan Heru HIdayat, Kejagung Kirim Surat ke Singapura

Kejaksaan Agung RI masih terus memburu aset-aset yang terkait dengan dugaan perkara tindak pidana korupsi PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Tak hanya dalam negeri, penyidik juga kejar aset yang ada di luar negeri. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Febrie Adriansyah menyebutkan penyidik telah mengirimkan surat kepada Kedutaan Besar Singapura untuk menindak lanjuti permohonan tersebut.

Tribunnews.com / 09-03-2021

Menuai Hasil dari Literasi, Kini AXA Mandiri Mantap Menapaki Era Digitalisasi di Masa Pandemi

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) merilis pendapatan premi asuransi kesehatan mencapai Rp 7,98 triliun hingga akhir 2020. Capaian ini tumbuh sekitar 20,9% secara tahunan. Meningkatnya minat masyarakat ini juga dirasakan PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) yang sudah melayani masyarakat lebih dari 15 tahun di Indonesia. Head of Corporate Communications & Event Management PT AXA Mandiri, Luile Retno Sawitri mengatakan selama pandemi Covid-19 melanda, pihaknya sudah membayarkan klaim nasabah yang menjadi pasien Covid-19 hingga Rp13 miliar.

Tribunnews.com / 08-03-2021

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

14.345

IHSG (per 9 Maret 2021)

   6.248,47

BI Rate

 

 

 

 

 

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media:

Cetak      : Bisnis Indonesia, HE Neraca, Kontan, Koran Sindo,Investor Daily

Online    : Akurat.co, Alinea.id Beritasatu.com, Bisnis.com, Cnbcindonesia.com, Cnnindonesia, Diksidaily.com, Idxchanel.com, Indonesiaonline.co.id, Inews.id, Infobanknews.com, Investing.com, Investor.id, Indoposco.id, , Idntimes.com, Kompas.com, Kontan.co.id, Kumparan.com, Kurvabisnis.com, Lensautama.com, Liputan.com, Marketeers.com, Marketing.cm, Mediaindonesia.com, Medcom.id, Mix.co.id Moneter.id, Msn.com, Okezone.com, Pramborsnews.com, Sarekat.id, Sindonews.com, Theworldnews.net, Tribunnews.com, Wartaekonomi.co.id

 

DOWNLOAD PDF