AAJI Daily News - 25 Januaari 2021


Tanggal terbit (25 / 01 / 2021)

Senin, 25 Januari 2021

FM-CC-AAJI-06-001

 HEADLINE NEWS

  1. AAJI sebut UU Cipta Kerja bikin tren surrender menanjak di 2021
  2. Berdampak Terhadap Industri, AAJI Tunggu Kejelasan Soal Pajak Asuransi Dwi Guna
  3. Emiten Berwawasan Lingkungan Bisa Jadi Peluang Produk Asuransi Tematis
  4. Outlook Asuransi Syariah 2021
  5. Payung Asuransi di Kala Pandemi
  6. Nasabah Asuransi Harap Kapolri Baru Tindaklanjuti Aduan Mereka
  7. Karena Pesangon, Bumiputera Terbelah
  8. Audit BPK ke BP Jamsostek Rampung
  9. [Foto] Kanal Distribusi Bancassurance

TENTANG AAJI

AAJI sebut UU Cipta Kerja bikin tren surrender menanjak di 2021

Berdasarkan data AAJI nilai tebus surrender tercatat sebesar Rp 67,45 triliun per September 2020. Nilai itu meningkat sebesar 9% yoy dari Rp 61,90 triliun di kuartal ketiga 2019. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menyatakan tren surrender bisa meningkat secara signifikan di tahun ini karena ada dua penyebab. Pertama, bila Covid-19 masih belum bisa dikendalikan dan perekonomian tidak membaik sesegera mungkin maka potensi PHK maupun potongan gaji masih akan terjadi. Kedua, dengan berlakunya pasal III pada UU Cipta kerja, pemegang polis akan dikenakan PPh dari kelebihan manfaat yang mereka terima. Hal ini bisa membuat terjadinya surrender.

Kontan.co.id, 22 Januari 2021

Berdampak Terhadap Industri, AAJI Tunggu Kejelasan Soal Pajak Asuransi Dwi Guna

Industri asuransi jiwa tengah gerah dengan ketentuan perpajakan yang dikenakan terhadap produk endowment dan benefit hidup. Dikatakan Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu, pada UU sebelumnya, produk endowment termasuk yang dikecualikan sebagai objek pajak. Togar melihat ada ketidakselarasan dalam ketentuan pasal dan penjelasan pasal pada UU Ciptaker terkait dengan ketentuan objek terkait endowment ini. Saat ini AAJI masih menunggu jawaban dari surat yang sudah disampaikan ke Ditjen Pajak dan berharap ada kejelasan.

Investor.id, 23 Januari 2021

Emiten Berwawasan Lingkungan Bisa Jadi Peluang Produk Asuransi Tematis

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan saham memang menjadi salah satu pilihan bagi industri asuransi jiwa untuk menginvestasikan dana asuransi. Adapun, pada pemilihan aset yang menjadi portofolio di perusahaan asuransi jiwa biasanya lebih menggunakan prinsip-prinsip dasar seperti potensi imbal hasil, risiko, serta tingkat likuditas suatu saham alih-alih mengacu pada indeks saham. Menurutnya, aset pilihan investasi harus bisa memberikan return di atas deposito, sesuai dengan profil risiko asuransi jiwa, serta memiliki likuiditas tinggi agar dapat mengakomodasi pencairan klaim.

Bisnis.com, 24 Januari 2021

Outlook Asuransi Syariah 2021

Ada dua faktor yang membedakan dampak Covid-19 terhadap industri asuransi. Pertama, perbedaan dampak terhadap asuransi umum dibandingkan terhadap asuransi jiwa. Kedua, perbedaan di negara maju yang menerapkan kebijakan protektif dibandingkan dengan negara berkembang yang menerapkan kebijakan moderat. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat pertumbuhan premi pada kuartal I 2020 hanya 0,4 persen (year on year). Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada kuartal I 2020 mencatat penurunan premi sebesar 4,9 persen. Ada empat faktor yang mendorong perkembangan asuransi syariah tahun 2021. Pertama, Qanun di Aceh yang mewajibkan layanan syariah bagi semua lembaga keuangan. Kedua, beberapa inisiatif perbankan yang akan melakukan konversi menjadi syariah memberi efek domino terhadap layanan asuransi yang menyertainya. Ketiga, efek domino merger Bank Syariah Indonesia yang memerlukan mitra asuransi berskala besar. Keempat, layanan syariah Tapera dan layanan syariah Jamsostek akan memberi efek domino naiknya permintaan asuransi syariah.

Republika, hal. 7, 25 Januari 2021

Payung Asuransi di Kala Pandemi

Penasihat keuangan OneShildt Financial Planning, Risza Bambang, mengatakan risiko kesehatan dan kematian menjadi penyakit keuangan dan obatnya adalah asuransi. PT AIA Financial (AIA) pada awal Januari 2021 meluncurkan AIA Vitality dalam bentuk aplikasi. PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia memberikan perlindungan tambahan 10 persen untuk pemegang polis individu Unitlink iPLAN yang terdiagnosis positif Covid-19. PT Prudential Life Assurance memberikan manfaat tambahan Covid-19 bagi pemegang polis. PT Asuransi Jiwa Sequis Life eluncurkan dua produk melalui kanal keagenan yaitu Millennium Gold Plus Rupiah dan Sequis Term Life Plus Insurance.

Kompas, hal. 13, 25 Januari 2021

INDUSTRI & ASURANSI

Nasabah Asuransi Harap Kapolri Baru Tindaklanjuti Aduan Mereka

Banyak kalangan sangat berharap Kapolri yang baru terpilih, Komisaris Jendral (Komjen) Polisi Listyo Sigit Prabowo, kelak setelah dilantik betul-betul mengubah citra Polri. Ketua Pengurus LQ Indonesia Lawfirm, Alvin Lim, misalnya meminta Kapolri baru betul-betul mewujudkan janji dalam penegakan hukum yang tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Ia meminta tolong bantu nasabah yang menjadi korban asuransi dalam memperjuangkan pengembalian dana yang mereka investasikan.

Koran Jakarta, hal 1, 23-24 Januari 2021

Karena Pesangon, Bumiputera Terbelah

Sidang Luar Biasa dan pemecatan tiga direktur AJB Bumiputera 1912 dianggap ilegal. Dualisme AJB Bumiputera menyebabkan nasib nasabah makin terkatung-katung. BPA, Komisaris, dan Direksi Bumiputera berpotensi menjadi tersangka dengan ancaman hukuman penjara dua hingga enam tahun. Pengamat asuransi, Irvan Rahardjo, menilai biang kerok munculnya SLB 23 desember dan pemecatan tiga direktur karena persoalan pesangon. Irvan mengingatkan OJK agar tegas menangani Bumiputera. Tidak tertutup kemungkinan gara-gara membandel, seluruh BPA bisa ditersangkakan.

GATRA, hal. 40 – 45, 14-20 Januari 2021

Audit BPK ke BP Jamsostek Rampung

Proses pemeriksaan pengelolaan dana BPJS Ketenagakerjaan atau yang kini berama BP Jamsostek, akan memasuki tahap lebih lanjut dalam pemeriksaan Kejaksaan Agung (Kejagung). Pasalnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah merampungkan audit atas perusahaan asuransi untuk pekerja tersebut. BPK akan menyerahkan hasil audit dengan tujuan tertentu (PDTT) oleh BPK yang selesai pada 20 Januari 2021 itu kepada Kejaksaan Agung. "Laporan hasil pemeriksaan (LHP) juga sudah saya serahkan kepada BPJS pada Rabu, 20 Januari 2021," kata Anggota III BPK Achsanul Qosasi. Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BP Jamsostek Irvansyah Utoh Banja menyebut Jamsostek akan bekerja sama dengan jaksa.

Kontan, hal. 10, 25 Januari 2021

REGULASI & MAKRO EKONOMI

[Foto] Kanal Distribusi Bancassurance

Industri asuransi jiwa masih mengandalkan kanal distribusi bancassurance dalam menjalankan bisnisnya. Kanal ini mampu menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan premi asuransi jiwa. Hingga September 2020, kanal distribusi bancassurance menyumbang 46,95%.

Kontan, hal. 10, 25 Januari 2021

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.760

IHSG (per 24 Februari 2020)

   5.882,26

BI Rate

 

 

 

 

 

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media:

Bisnis Indonesia, Jawa Pos, Kompas, Kontan, Koran Jakarta, Investor Daily, Republika, Suara Pembaruan, Tabloid Kontan, Bisnis.com, Kompas.com, Kontan.co.id, Investor.id, Medcom.id, Republika.co.id, Rmco.id, Sindonews.com, Tempo.co.

 

DOWNLOAD PDF