AAJI Daily News - 26 April 2021


Tanggal terbit (26 / 04 / 2021)

FM-CC-AAJI-06-001

Senin 26 April 2021

HEADLINE NEWS

  1. Performa Industri Asuransi Meningkat
  2. Asosiasi Asuransi Jiwa Sepakat Regulasi Harus Lindungi Keseimbangan Investasi
  3. Investor-Infovesta Unit Link Awards 2021
  4. Cegah Komplain, AXA Mandiri Tingkatkan Skill Tenaga Pemasar
  5. Tenggat Restrukturisasi Jiwasraya Kian Dekat
  6. Hadirkan Perlindungan Kesehatan Antiribet
  7. FWD Terus Injak Gas
  8. Bumiputera Makin Berkarat, ASABRI Masih Membara
  9. Menjadikan Perempuan Tangguh Hadapi Pandemi
  10. Gen iClick, Kian Memudahkan Nasabah Nikmati Layanan Medis
  11. Covid Dorong Masyarakat Peduli Kelola Keuangan dan Kesehatan
  12. Perluas Wawasan Asuransi Melalui Digital
  13. Mengejar Jalan Ideal
  14. Restrukturisasi Jiwasraya Tidak Akan Berubah
  15. Unitlink Melorot, Asuransi Incar Produk Tradisional
  16. Tenggat Restrukturisasi Jiwasraya Kian Dekat
  17. Batas waktu kian dekat, tapi restrukturisasi Jiwasraya belum mencapai 100%
  18. Tenggat Restrukturisasi Jiwasraya Kian Dekat, 7,5% Nasabah Banccasurace Masih Menolak
  19. Tenggat Restrukturisasi Jiwasraya Kian Dekat, 7,5% Nasabah Banccasurace Masih Menolak
  20. Ditolak pensiunan BUMN, skema restrukturisasi dana pensiun Jiwasraya tidak berubah
  21. Skema restrukturisasi Jiwasraya tidak berubah meski ditolak pensiunan BUMN
  22. Unitlink turun, perusahaan asuransi maksimalkan penjualan asuransi tradisional
  23. Perlukah Unit Link Dihapus dari Produk Asuransi?
  24. Jutaan Nasabah Ramai-Ramai Tutup Asuransi Unit Link, Ada Apa?

TENTANG AAJI

Performa Industri Asuransi Meningkat

AAJI mencatat adanya tren peningkatan kinerja di kuartal 4 tahun 2020,yaitu peningkatan pendapatan, pendapatan premi,hasil investas, pembayaran klaim dan manfaat kepada nasabah.peningkatan kinerja pada kuartal 4 tahun 2020 didirong oleh membaiknya ekonomi makro, peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya perlindungan asuransi jiwa, mulai adanya sosialisasi vaksinasi covid 19 oleh pemerintah dan dampak atas strategi industri asuransi sepanjang tahun 2020.

Forum Keadilan, hal. 58 / Ed. 22 Maret - 4 April 2021

Asosiasi Asuransi Jiwa Sepakat Regulasi Harus Lindungi Keseimbangan Investasi

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia sepakat bahwa regulasi terkait instrumen investasi pada produk asuransi berkait investasi diperlukan. Namun, otoritas dinilai tetap perlu memberikan keleluasaan bagi pelaku industri untuk menghindari potensi kerugian yang ujungnya tetap akan ditanggung oleh nasabah. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengatakan, secara garis besar asosiasi mendukung pengaturan unitlink mengingat besarnya kontribusi penjualan produk ini terhadap pendapatan premi perusahaan asuransi jiwa.

Kompas.id /24-04-2021

Investor-Infovesta Unit Link Awards 2021

Direktur pemberita berita satu media, Primus Dorimulu bersama Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Togar Pasaribu, Direktur PT Investa Utama Parto Kawito, Ketua Financial Planning Staandarts Board Indonesia, pengamat Asuransi Tri Djoko Santoso Direktur Utama PT BNI Life Insurance Shadiq Aqkasya, Direktur utama PT Asuransi Simas Jiwa I.J Soengeng wibowo, Wakil direktur utama PT Panin Dall Ichi life Simon Ismanto, Direktur distribusi Agensi PT Tokio MarineLife Insurance Indonesia Nelly Husnayat.   

Majalah Investor, hal. 80-81 / Ed. 22 Maret 2021

INDUSTRI & ASURANSI

Cegah Komplain, AXA Mandiri Tingkatkan Skill Tenaga Pemasar

Belakangan ini banyak nasabah asuransi mengeluhkan dan mengadu adanya dugaan penipuan yang dilakukan oleh asuransi. Menanggapi maraknya keluhan nasabah tersebut, PT AXA Mandiri Financial Services pun turut angkat suara. AXA Mandiri menuturkan akan meningkatkan keterampilan dan edukasi para tenaga pemasar untuk meminimalisir munculnya keluhan nasabah dan ketidakpahaman terkait produk asuransi unitlink. sejumlah kebijakan strategis telah dilakukan perusahaannya untuk meminimalisir munculnya komplain nasabah.

Cnbcindonesia.com /24-04-2021

Tenggat Restrukturisasi Jiwasraya Kian Dekat

Asuransi Jiwasraya tengah mengejar target menyelesaikan restrukurisasi polis pada mei 2021 mendatang. Namun, hingga saat ini restrukturisasi belum mencapai 100 % masih banyak nasabah yang belom menyetujuinnya. Jiwasraya mencatat, sampai 22 April 2021 masih ada 7,5% dari nasabah bancassurance belum menyetujui restrukturisasi. Sementara 92,5% atau setara 16.157 nasabah ini telah mengikuti program tersebut. Menjelang tenggat mucul masalah baru yakni penolakan skema restrukurisasi dari pensiunaan perusahaan BUMN yang jadi  nasabah di Jiwasraya

Kontan, hal. 7/ 24-04-2021

Hadirkan Perlindungan Kesehatan Antiribet

PT Sun Life Financial Indonesia menghadirkan solusi kesehatan murni terbarunnya. Asuransi Sun Health Care Solution. Asuransi ini hadir untuk memenuhi kebutuhan proteksi kesehatan yang lengkap dan terjangkau bagi keluarga  Indonesia, khususnya bagi generasi produktif. Generasi muda saat ini memiliki aspirasi yang berbeda dari generasi sebelumnya. Di usia muda kalangan ini berani mengambil resiko untuk emulai usaha sendiri,atau memilih menjadi pekerja lepas.

Marketing, hal. 10 / Ed. April 2021

FWD Terus Injak Gas

Industri Asuransi merupakan salah satu industri yang terdampak selama pandemi covid 19. Hal ini tercermin dari perlambatan kinerjannya pada 2020. Bisa dilihat dari laporan OJK per desember 2020. Pendapatan premi bruto secara instruksi terkoreksi 7,23% dari 185,33 triliun pada tahun 2019  menjadi 171,93 teriliun pada 2020. Selain itu akibat belum stabilnya situasi pasar. Investasi melambat sekitar 1,34 % secara tahunan menjadi 481,66 triliun. Sementara itu beban klaim tercatat naik 2,29 %.

Infobank, hal. 60-61 / Ed. Maret 2021

Bumiputera Makin Berkarat, ASABRI Masih Membara

Kesalahan dalam pengelolaan asuransi menjerat sejumlah perusahaan asuransi. Hasilnya beberapa perusahaan terpuruk bahkan sampai karatan sehngga sulit diperbaiki. AJB Bumiputra, Asuransi Jiwasrya, dan Asabari adalah nama nama beken yang bermasalah dan dalam upaya penyehatan. Asabri merugi diakibatkan adanya kesalahan penempatan dana investasi dan diduga adanya praktik korupsi di dalamnya. Seperti diketahu kejagung sudah meneapkan 9 tersangka dalam kasus ASABRI.

Infobank, hal. 62-63 / Ed. Maret 2021

Menjadikan Perempuan Tangguh Hadapi Pandemi

Perempuan memiliki peran penting dalam menghadapi situasi pandemi saat ini, Allianz secara khusus memberikan webinar dengan tema tersebut sebagai bentuk perhatian perusahaan pada  perempuan. Allianz Indoensia senantiasa memberikan solusi dan layanan perlindungan asuransi terbaik, serta memberikan nilai tumbuh berapa infromasi dan pengetahuan yang reevan terkini. Peran perempan ini perlu diapresiasi. Allianz selalu mendampingi nasabah kini dan nanti.

Majalah Investor, hal. 11 / Ed. 22 Maret 2021

Gen iClick, Kian Memudahkan Nasabah Nikmati Layanan Medis

Layanan Telemedis kini memiliki banyak dimanfaatkan masyarakat seiring pandemi yang melayani 2020 dengan ditambahkannya fitur terbaru yaitu tebus obat resep. Pada aplikasi Gen Iclick. Adanya fitur ini nasabah bukan saja dapat menebus obat yang diperlukannya bahkan bisa dikirim langsung ke alamat nasabah. Selai itu nasabah pun bisa langsung mengajukan klaim atas obat secara online.

Majalah Investor, hal. 13 / Ed. 22 Maret 2021

Covid Dorong Masyarakat Peduli Kelola Keuangan dan Kesehatan

Covid 19 telah membuat masyarakat lebih peduli dalam mengelola keuangan dan kesehatan. Di Indonesia hampir semua responden menyatakan mereka telah mengambil langkah untuk mengelola kesehatan dankeuangan di tengah situasi covid 19 ini. Selain itu 43% diantarnnya mencari informasi seputar produk dan layanan asuransi untuk merespon pandemi.

Majalah Investor, hal. 14 / Ed. 22 Maret 2021

Perluas Wawasan Asuransi Melalui Digital

Presiden Direktur PT Panim Daichi life Fadjar Guawan melakukan salam siku dengan presiden direktur PT Asa Besari Citta Masahhi Shinohara dan Direktur Pemasaran Distribusi PT Panin Daichi Life Yusuke Nakamitsu seuasai penandatangan kerja sama. Kerja sama ini bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan serta pentingnya memiliki asuransi.

Majalah Investor, hal. 14 / Ed. 22 Maret 2021

Mengejar Jalan Ideal

Sejak perusahaan baru dibentuk, Jiwasraya menargetkan restrukturisasi rampung pada Mei 2021 dan proses perpindahan ke tubuh IFG Life segera dimulai. Artinya, perusahaan hanya memiliki waktu kurang dari sepekan lagi untuk mencapai target ini. “Sebanyak 16,149 nasabah bancassurance sudah setuju restrukturisasi polis,” kata Koordinator Tim Satgas Restrukturisasi Polis Jiwasraya Bidang Komunikasi dan Hukum R. Mahelan Prabantarikso. Direktur Keuangan dan Investasi Jiwasraya Farid Azhar Nasution mengatakan transfer polis ke IFG Life menciptakan aset dan liabilitas yang terkait dengan polis-polis tersebut.

Bisnis Indonesia, hal. 15 / 26-04-2021

Restrukturisasi Jiwasraya Tidak Akan Berubah

Upaya Forum Pensiunan BUMN untuk menolak opsi restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya tampaknya bakal membentur tembok. Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya menegaskan, tak akan mengganti opsi-opsi yang sudah ditawarkan. Koordinator Juru Bicara Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya, R Mahelan Prabantarikso mengungkapkan sudah ada tiga opsi yang ditawarkan oleh Jiwasraya terkait restrukturisasi dana pensiun Jiwasraya.

Kontan, hal. 10 / 26-04-2021

Unitlink Melorot, Asuransi Incar Produk Tradisional

Berdasarkan data Otoritas jasa keuangan (OJK), jumlah nasabah unitlink turun 35,24% yoy menjadi 4,28 juta pada tahun lalu. Imbasnya, premi industri asuransi jiwa ikut anjlok hingga 3,55% menjadi Rp 98,24 triliun. Produk ini berkontribusi lebih 50% dari total premi. BRI Life terus mendorong perkembangan asuransi tradisional dengan fitur-fitur mudah dan nilai premi yang tidak terlalu besar. Generali Indonesia menerapkan penyesuaian produk, baik dari jenis, fitur, maupun manfaat produk, termasuk untuk unitlink dan produk tradisional. Sejak 2020, AXA Mandiri mulai fokus pada produk proteksi dan kesehatan.

Kontan, hal. 10 / 26-04-2021

Tenggat Restrukturisasi Jiwasraya Kian Dekat

Asuransi Jiwasraya tengah mengejar target menyelesaikan restrukturisasi polis pada Mei 2021 mendatang. Namun hingga saat ini, restrukturisasi belum mencapai 100%. Masih ada nasabah yang tidak menyetujuinya. Jiwasraya mencatat, sampai 22 April 2021 masih ada 7,5% dari nasabah bancassurance belum menyetujui restrukturisasi. Sementara 92,5% atau setara 16.157 nasabah ini telah mengikuti program tersebut. Ketua Tim Solusi Jangka Menengah Restrukturisasi Jiwasraya Angger P. Yuwono menyadari program restrukturisasi belum bisa memuaskan semua pihak. Hingga 2020, ekuitas Jiwasraya sudah negatif RP38,64 triliun, sehingga rasio solvabilitas pada posisi -1.000,3%, jauh di bawah batas minimal OJK sebesar 120%.

Kontan, hal. 7/ 26-04-2021

Batas waktu kian dekat, tapi restrukturisasi Jiwasraya belum mencapai 100%

Asuransi Jiwasraya tengah mengejar target menyelesaikan restrukturisasi polis pada Mei 2021 mendatang. Namun hingga saat ini, restrukturisasi belum mencapai 100%. Masih ada nasabah yang tidak menyetujuinya. Jiwasraya mencatat, sampai 22 April 2021 masih ada 7,5% dari nasabah bancassurance belum menyetujui restrukturisasi. Sementara 92,5% atau setara 16.157 nasabah ini telah mengikuti program tersebut. Sementara ada lebih dari 20% nasabah korporasi dan ritel belum mengikuti program tersebut.

Kontan.co.id /24-04-2021

Mendekati batas waktu Mei, restrukturisasi Jiwasraya belum capai 100%, ini sebabnya

Jiwasraya tengah kejar target untuk menyelesaikan restrukturisasi polis pada Mei 2021 mendatang. Namun hingga saat ini, restrukturisasi belum mencapai 100% lantaran masih ada nasabah yang belum menyetujuinya.  Jiwasraya mencatat, sampai 22 April 2021 masih ada 7,5% dari nasabah bancassurance belum menyetujui restrukturisasi. Sementara 92,5% atau setara 16.157 nasabah telah mengikuti program tersebut. Angger P. Yuwono menyadari bahwa program restrukturisasi belum bisa memuaskan semua pihak.

Kontan.co.id /24-04-2021

Tenggat Restrukturisasi Jiwasraya Kian Dekat, 7,5% Nasabah Banccasurace Masih Menolak

Asuransi Jiwasraya tengah mengejar target menyelesaikan restrukturisasi polis pada Mei 2021 mendatang. Namun hingga saat ini, restrukturisasi belum mencapai 100%. Masih ada nasabah yang tidak menyetujuinya. Jiwasraya mencatat, sampai 22 April 2021 masih ada 7,5% dari nasabah bancassurance belum menyetujui restrukturisasi. Sementara 92,5% atau setara 16.157 nasabah ini telah mengikuti program tersebut.

Kontan.co.id /24-04-2021

Ditolak pensiunan BUMN, skema restrukturisasi dana pensiun Jiwasraya tidak berubah

Pensiunan 12 perusahaan BUMN yang menjadi pemegang polis Jiwasraya terus menyerukan penolakan terkait skema restrukturisasi Jiwasraya. Hanya saja, penolakan tersebut sepertinya belum akan mengubah opsi skema yang sudah ditawarkan. Koordinator Juru Bicara Tim Percepatan Restrukturisasi  Jiwasraya R. Mahelan Prabantarikso mengatakan, sudah ada tiga opsi yang ditawarkan oleh Jiwasraya terkait restrukturisasi dana pensiun Jiwasraya. Ia juga menegaskan bahwa tiga opsi tersebut sudah bersifat final sehingga tidak akan berubah.

Kontan.co.id /25-04-2021

Skema restrukturisasi Jiwasraya tidak berubah meski ditolak pensiunan BUMN

Pensiunan 12 perusahaan BUMN yang menjadi pemegang polis Jiwasraya terus menyerukan penolakan terkait skema restrukturisasi Jiwasraya. Hanya saja, penolakan tersebut sepertinya belum akan mengubah opsi skema yang sudah ditawarkan. Koordinator Juru Bicara Tim Percepatan Restrukturisasi  Jiwasraya R. Mahelan Prabantarikso mengatakan, sudah ada tiga opsi yang ditawarkan oleh Jiwasraya terkait restrukturisasi dana pensiun Jiwasraya. Ia juga menegaskan bahwa tiga opsi tersebut sudah bersifat final sehingga tidak akan berubah

Kontan.co.id /25-04-2021

Unitlink turun, perusahaan asuransi maksimalkan penjualan asuransi tradisional

Di tengah penurunan asuransi unitlink, perusahaan asuransi jiwa tidak kehabisan akal untuk mencari peluang bisnis lain. Salah satunya dengan memaksimalkan penjualan asuransi tradisonal. Guna mengantisipasi hal itu, BRI Life terus mendorong perkembangan asuransi tradisional dengan fitur-fitur yang mudah serta nilai premi yang tidak terlalu besar sehingga dapat menjangkau lebih banyak nasabah Bank BRI. Hingga saat ini, porsi asuransi tradisional BRI Life sebesar 60% dari total premi.

Kontan.co.id /25-04-2021

Perlukah Unit Link Dihapus dari Produk Asuransi?

Sekitar 3 juta nasabah keluar dari produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau unit link sepanjang 2020. Kondisi  ini berbanding lurus dengan lonjakan aduan nasabah produk tersebut dalam tiga tahun terakhir. Terkait hal tersebut, pengamat asuransi sekaligus pendiri Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (Kupasi) Irvan Rahardjo menyarankan OJK melakukan analisis penyebab hengkangnya nasabah dari produk unit link. Pasalnya, berkaca pada meningkatnya jumlah aduan yang masuk ke OJK, tak dapat dipungkiri produk unit link sudah banyak menyebabkan kerugian masyarakat.

Cnnindonesia.com /23-04-2021

Jutaan Nasabah Ramai-Ramai Tutup Asuransi Unit Link, Ada Apa?

Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK, Ahmad Nasrullah mengatakan dampak pandemi membuat PAYDI turun  drastis pada tahun 2020. Biasanya rata-rata tahun ada sekitar 7 juta pemegang polis, namun pada 2020 turun menjadi hanya 4,2 juta, atau berkurang 2,8 juta. OJK meminta agar pelaku industri asuransi memastikan, agen penjual memiliki literasi yang baik agar konsumen mengenal produk yang hendak dibeli dan tidak terjadi dispute di kemudian hari, agar pemegang polis memahami betul apa produk investasi yang dibeli, termasuk untuk produk PAYDI atau unit link.

Cnbcindonesia.com /24-04-2021

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

14.525

IHSG (per 23 April 2021)

   6.016,86

BI Rate

 

 

 

 

 

 

 

DOWNLOAD PDF