AAJI Daily News - 26 April 2021
FM-CC-AAJI-06-001
Senin 26 April 2021
HEADLINE NEWS
- Performa Industri Asuransi Meningkat
- Asosiasi Asuransi Jiwa Sepakat Regulasi Harus Lindungi Keseimbangan Investasi
- Investor-Infovesta Unit Link Awards 2021
- Cegah Komplain, AXA Mandiri Tingkatkan Skill Tenaga Pemasar
- Tenggat Restrukturisasi Jiwasraya Kian Dekat
- Hadirkan Perlindungan Kesehatan Antiribet
- FWD Terus Injak Gas
- Bumiputera Makin Berkarat, ASABRI Masih Membara
- Menjadikan Perempuan Tangguh Hadapi Pandemi
- Gen iClick, Kian Memudahkan Nasabah Nikmati Layanan Medis
- Covid Dorong Masyarakat Peduli Kelola Keuangan dan Kesehatan
- Perluas Wawasan Asuransi Melalui Digital
- Mengejar Jalan Ideal
- Restrukturisasi Jiwasraya Tidak Akan Berubah
- Unitlink Melorot, Asuransi Incar Produk Tradisional
- Tenggat Restrukturisasi Jiwasraya Kian Dekat
- Batas waktu kian dekat, tapi restrukturisasi Jiwasraya belum mencapai 100%
- Tenggat Restrukturisasi Jiwasraya Kian Dekat, 7,5% Nasabah Banccasurace Masih Menolak
- Tenggat Restrukturisasi Jiwasraya Kian Dekat, 7,5% Nasabah Banccasurace Masih Menolak
- Ditolak pensiunan BUMN, skema restrukturisasi dana pensiun Jiwasraya tidak berubah
- Skema restrukturisasi Jiwasraya tidak berubah meski ditolak pensiunan BUMN
- Unitlink turun, perusahaan asuransi maksimalkan penjualan asuransi tradisional
- Perlukah Unit Link Dihapus dari Produk Asuransi?
- Jutaan Nasabah Ramai-Ramai Tutup Asuransi Unit Link, Ada Apa?
TENTANG AAJI
Performa Industri Asuransi Meningkat
AAJI mencatat adanya tren peningkatan kinerja di kuartal 4 tahun 2020,yaitu peningkatan pendapatan, pendapatan premi,hasil investas, pembayaran klaim dan manfaat kepada nasabah.peningkatan kinerja pada kuartal 4 tahun 2020 didirong oleh membaiknya ekonomi makro, peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya perlindungan asuransi jiwa, mulai adanya sosialisasi vaksinasi covid 19 oleh pemerintah dan dampak atas strategi industri asuransi sepanjang tahun 2020.
Forum Keadilan, hal. 58 / Ed. 22 Maret - 4 April 2021
Asosiasi Asuransi Jiwa Sepakat Regulasi Harus Lindungi Keseimbangan Investasi
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia sepakat bahwa regulasi terkait instrumen investasi pada produk asuransi berkait investasi diperlukan. Namun, otoritas dinilai tetap perlu memberikan keleluasaan bagi pelaku industri untuk menghindari potensi kerugian yang ujungnya tetap akan ditanggung oleh nasabah. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengatakan, secara garis besar asosiasi mendukung pengaturan unitlink mengingat besarnya kontribusi penjualan produk ini terhadap pendapatan premi perusahaan asuransi jiwa.
Kompas.id /24-04-2021
Investor-Infovesta Unit Link Awards 2021
Direktur pemberita berita satu media, Primus Dorimulu bersama Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Togar Pasaribu, Direktur PT Investa Utama Parto Kawito, Ketua Financial Planning Staandarts Board Indonesia, pengamat Asuransi Tri Djoko Santoso Direktur Utama PT BNI Life Insurance Shadiq Aqkasya, Direktur utama PT Asuransi Simas Jiwa I.J Soengeng wibowo, Wakil direktur utama PT Panin Dall Ichi life Simon Ismanto, Direktur distribusi Agensi PT Tokio MarineLife Insurance Indonesia Nelly Husnayat.
Majalah Investor, hal. 80-81 / Ed. 22 Maret 2021
INDUSTRI & ASURANSI
Cegah Komplain, AXA Mandiri Tingkatkan Skill Tenaga Pemasar
Belakangan ini banyak nasabah asuransi mengeluhkan dan mengadu adanya dugaan penipuan yang dilakukan oleh asuransi. Menanggapi maraknya keluhan nasabah tersebut, PT AXA Mandiri Financial Services pun turut angkat suara. AXA Mandiri menuturkan akan meningkatkan keterampilan dan edukasi para tenaga pemasar untuk meminimalisir munculnya keluhan nasabah dan ketidakpahaman terkait produk asuransi unitlink. sejumlah kebijakan strategis telah dilakukan perusahaannya untuk meminimalisir munculnya komplain nasabah.
Cnbcindonesia.com /24-04-2021
Tenggat Restrukturisasi Jiwasraya Kian Dekat
Asuransi Jiwasraya tengah mengejar target menyelesaikan restrukurisasi polis pada mei 2021 mendatang. Namun, hingga saat ini restrukturisasi belum mencapai 100 % masih banyak nasabah yang belom menyetujuinnya. Jiwasraya mencatat, sampai 22 April 2021 masih ada 7,5% dari nasabah bancassurance belum menyetujui restrukturisasi. Sementara 92,5% atau setara 16.157 nasabah ini telah mengikuti program tersebut. Menjelang tenggat mucul masalah baru yakni penolakan skema restrukurisasi dari pensiunaan perusahaan BUMN yang jadi nasabah di Jiwasraya
Kontan, hal. 7/ 24-04-2021
Hadirkan Perlindungan Kesehatan Antiribet
PT Sun Life Financial Indonesia menghadirkan solusi kesehatan murni terbarunnya. Asuransi Sun Health Care Solution. Asuransi ini hadir untuk memenuhi kebutuhan proteksi kesehatan yang lengkap dan terjangkau bagi keluarga Indonesia, khususnya bagi generasi produktif. Generasi muda saat ini memiliki aspirasi yang berbeda dari generasi sebelumnya. Di usia muda kalangan ini berani mengambil resiko untuk emulai usaha sendiri,atau memilih menjadi pekerja lepas.
Marketing, hal. 10 / Ed. April 2021
FWD Terus Injak Gas
Industri Asuransi merupakan salah satu industri yang terdampak selama pandemi covid 19. Hal ini tercermin dari perlambatan kinerjannya pada 2020. Bisa dilihat dari laporan OJK per desember 2020. Pendapatan premi bruto secara instruksi terkoreksi 7,23% dari 185,33 triliun pada tahun 2019 menjadi 171,93 teriliun pada 2020. Selain itu akibat belum stabilnya situasi pasar. Investasi melambat sekitar 1,34 % secara tahunan menjadi 481,66 triliun. Sementara itu beban klaim tercatat naik 2,29 %.
Infobank, hal. 60-61 / Ed. Maret 2021
Bumiputera Makin Berkarat, ASABRI Masih Membara
Kesalahan dalam pengelolaan asuransi menjerat sejumlah perusahaan asuransi. Hasilnya beberapa perusahaan terpuruk bahkan sampai karatan sehngga sulit diperbaiki. AJB Bumiputra, Asuransi Jiwasrya, dan Asabari adalah nama nama beken yang bermasalah dan dalam upaya penyehatan. Asabri merugi diakibatkan adanya kesalahan penempatan dana investasi dan diduga adanya praktik korupsi di dalamnya. Seperti diketahu kejagung sudah meneapkan 9 tersangka dalam kasus ASABRI.
Infobank, hal. 62-63 / Ed. Maret 2021
Menjadikan Perempuan Tangguh Hadapi Pandemi
Perempuan memiliki peran penting dalam menghadapi situasi pandemi saat ini, Allianz secara khusus memberikan webinar dengan tema tersebut sebagai bentuk perhatian perusahaan pada perempuan. Allianz Indoensia senantiasa memberikan solusi dan layanan perlindungan asuransi terbaik, serta memberikan nilai tumbuh berapa infromasi dan pengetahuan yang reevan terkini. Peran perempan ini perlu diapresiasi. Allianz selalu mendampingi nasabah kini dan nanti.
Majalah Investor, hal. 11 / Ed. 22 Maret 2021
Gen iClick, Kian Memudahkan Nasabah Nikmati Layanan Medis
Layanan Telemedis kini memiliki banyak dimanfaatkan masyarakat seiring pandemi yang melayani 2020 dengan ditambahkannya fitur terbaru yaitu tebus obat resep. Pada aplikasi Gen Iclick. Adanya fitur ini nasabah bukan saja dapat menebus obat yang diperlukannya bahkan bisa dikirim langsung ke alamat nasabah. Selai itu nasabah pun bisa langsung mengajukan klaim atas obat secara online.
Majalah Investor, hal. 13 / Ed. 22 Maret 2021
Covid Dorong Masyarakat Peduli Kelola Keuangan dan Kesehatan
Covid 19 telah membuat masyarakat lebih peduli dalam mengelola keuangan dan kesehatan. Di Indonesia hampir semua responden menyatakan mereka telah mengambil langkah untuk mengelola kesehatan dankeuangan di tengah situasi covid 19 ini. Selain itu 43% diantarnnya mencari informasi seputar produk dan layanan asuransi untuk merespon pandemi.
Majalah Investor, hal. 14 / Ed. 22 Maret 2021
Perluas Wawasan Asuransi Melalui Digital
Presiden Direktur PT Panim Daichi life Fadjar Guawan melakukan salam siku dengan presiden direktur PT Asa Besari Citta Masahhi Shinohara dan Direktur Pemasaran Distribusi PT Panin Daichi Life Yusuke Nakamitsu seuasai penandatangan kerja sama. Kerja sama ini bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan serta pentingnya memiliki asuransi.
Majalah Investor, hal. 14 / Ed. 22 Maret 2021
Mengejar Jalan Ideal
Sejak perusahaan baru dibentuk, Jiwasraya menargetkan restrukturisasi rampung pada Mei 2021 dan proses perpindahan ke tubuh IFG Life segera dimulai. Artinya, perusahaan hanya memiliki waktu kurang dari sepekan lagi untuk mencapai target ini. “Sebanyak 16,149 nasabah bancassurance sudah setuju restrukturisasi polis,” kata Koordinator Tim Satgas Restrukturisasi Polis Jiwasraya Bidang Komunikasi dan Hukum R. Mahelan Prabantarikso. Direktur Keuangan dan Investasi Jiwasraya Farid Azhar Nasution mengatakan transfer polis ke IFG Life menciptakan aset dan liabilitas yang terkait dengan polis-polis tersebut.
Bisnis Indonesia, hal. 15 / 26-04-2021
Restrukturisasi Jiwasraya Tidak Akan Berubah
Upaya Forum Pensiunan BUMN untuk menolak opsi restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya tampaknya bakal membentur tembok. Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya menegaskan, tak akan mengganti opsi-opsi yang sudah ditawarkan. Koordinator Juru Bicara Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya, R Mahelan Prabantarikso mengungkapkan sudah ada tiga opsi yang ditawarkan oleh Jiwasraya terkait restrukturisasi dana pensiun Jiwasraya.
Kontan, hal. 10 / 26-04-2021
Unitlink Melorot, Asuransi Incar Produk Tradisional
Berdasarkan data Otoritas jasa keuangan (OJK), jumlah nasabah unitlink turun 35,24% yoy menjadi 4,28 juta pada tahun lalu. Imbasnya, premi industri asuransi jiwa ikut anjlok hingga 3,55% menjadi Rp 98,24 triliun. Produk ini berkontribusi lebih 50% dari total premi. BRI Life terus mendorong perkembangan asuransi tradisional dengan fitur-fitur mudah dan nilai premi yang tidak terlalu besar. Generali Indonesia menerapkan penyesuaian produk, baik dari jenis, fitur, maupun manfaat produk, termasuk untuk unitlink dan produk tradisional. Sejak 2020, AXA Mandiri mulai fokus pada produk proteksi dan kesehatan.
Kontan, hal. 10 / 26-04-2021
Tenggat Restrukturisasi Jiwasraya Kian Dekat
Asuransi Jiwasraya tengah mengejar target menyelesaikan restrukturisasi polis pada Mei 2021 mendatang. Namun hingga saat ini, restrukturisasi belum mencapai 100%. Masih ada nasabah yang tidak menyetujuinya. Jiwasraya mencatat, sampai 22 April 2021 masih ada 7,5% dari nasabah bancassurance belum menyetujui restrukturisasi. Sementara 92,5% atau setara 16.157 nasabah ini telah mengikuti program tersebut. Ketua Tim Solusi Jangka Menengah Restrukturisasi Jiwasraya Angger P. Yuwono menyadari program restrukturisasi belum bisa memuaskan semua pihak. Hingga 2020, ekuitas Jiwasraya sudah negatif RP38,64 triliun, sehingga rasio solvabilitas pada posisi -1.000,3%, jauh di bawah batas minimal OJK sebesar 120%.
Kontan, hal. 7/ 26-04-2021
Batas waktu kian dekat, tapi restrukturisasi Jiwasraya belum mencapai 100%
Asuransi Jiwasraya tengah mengejar target menyelesaikan restrukturisasi polis pada Mei 2021 mendatang. Namun hingga saat ini, restrukturisasi belum mencapai 100%. Masih ada nasabah yang tidak menyetujuinya. Jiwasraya mencatat, sampai 22 April 2021 masih ada 7,5% dari nasabah bancassurance belum menyetujui restrukturisasi. Sementara 92,5% atau setara 16.157 nasabah ini telah mengikuti program tersebut. Sementara ada lebih dari 20% nasabah korporasi dan ritel belum mengikuti program tersebut.
Kontan.co.id /24-04-2021
Mendekati batas waktu Mei, restrukturisasi Jiwasraya belum capai 100%, ini sebabnya
Jiwasraya tengah kejar target untuk menyelesaikan restrukturisasi polis pada Mei 2021 mendatang. Namun hingga saat ini, restrukturisasi belum mencapai 100% lantaran masih ada nasabah yang belum menyetujuinya. Jiwasraya mencatat, sampai 22 April 2021 masih ada 7,5% dari nasabah bancassurance belum menyetujui restrukturisasi. Sementara 92,5% atau setara 16.157 nasabah telah mengikuti program tersebut. Angger P. Yuwono menyadari bahwa program restrukturisasi belum bisa memuaskan semua pihak.
Kontan.co.id /24-04-2021
Tenggat Restrukturisasi Jiwasraya Kian Dekat, 7,5% Nasabah Banccasurace Masih Menolak
Asuransi Jiwasraya tengah mengejar target menyelesaikan restrukturisasi polis pada Mei 2021 mendatang. Namun hingga saat ini, restrukturisasi belum mencapai 100%. Masih ada nasabah yang tidak menyetujuinya. Jiwasraya mencatat, sampai 22 April 2021 masih ada 7,5% dari nasabah bancassurance belum menyetujui restrukturisasi. Sementara 92,5% atau setara 16.157 nasabah ini telah mengikuti program tersebut.
Kontan.co.id /24-04-2021
Ditolak pensiunan BUMN, skema restrukturisasi dana pensiun Jiwasraya tidak berubah
Pensiunan 12 perusahaan BUMN yang menjadi pemegang polis Jiwasraya terus menyerukan penolakan terkait skema restrukturisasi Jiwasraya. Hanya saja, penolakan tersebut sepertinya belum akan mengubah opsi skema yang sudah ditawarkan. Koordinator Juru Bicara Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya R. Mahelan Prabantarikso mengatakan, sudah ada tiga opsi yang ditawarkan oleh Jiwasraya terkait restrukturisasi dana pensiun Jiwasraya. Ia juga menegaskan bahwa tiga opsi tersebut sudah bersifat final sehingga tidak akan berubah.
Kontan.co.id /25-04-2021
Skema restrukturisasi Jiwasraya tidak berubah meski ditolak pensiunan BUMN
Pensiunan 12 perusahaan BUMN yang menjadi pemegang polis Jiwasraya terus menyerukan penolakan terkait skema restrukturisasi Jiwasraya. Hanya saja, penolakan tersebut sepertinya belum akan mengubah opsi skema yang sudah ditawarkan. Koordinator Juru Bicara Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya R. Mahelan Prabantarikso mengatakan, sudah ada tiga opsi yang ditawarkan oleh Jiwasraya terkait restrukturisasi dana pensiun Jiwasraya. Ia juga menegaskan bahwa tiga opsi tersebut sudah bersifat final sehingga tidak akan berubah
Kontan.co.id /25-04-2021
Unitlink turun, perusahaan asuransi maksimalkan penjualan asuransi tradisional
Di tengah penurunan asuransi unitlink, perusahaan asuransi jiwa tidak kehabisan akal untuk mencari peluang bisnis lain. Salah satunya dengan memaksimalkan penjualan asuransi tradisonal. Guna mengantisipasi hal itu, BRI Life terus mendorong perkembangan asuransi tradisional dengan fitur-fitur yang mudah serta nilai premi yang tidak terlalu besar sehingga dapat menjangkau lebih banyak nasabah Bank BRI. Hingga saat ini, porsi asuransi tradisional BRI Life sebesar 60% dari total premi.
Kontan.co.id /25-04-2021
Perlukah Unit Link Dihapus dari Produk Asuransi?
Sekitar 3 juta nasabah keluar dari produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau unit link sepanjang 2020. Kondisi ini berbanding lurus dengan lonjakan aduan nasabah produk tersebut dalam tiga tahun terakhir. Terkait hal tersebut, pengamat asuransi sekaligus pendiri Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (Kupasi) Irvan Rahardjo menyarankan OJK melakukan analisis penyebab hengkangnya nasabah dari produk unit link. Pasalnya, berkaca pada meningkatnya jumlah aduan yang masuk ke OJK, tak dapat dipungkiri produk unit link sudah banyak menyebabkan kerugian masyarakat.
Cnnindonesia.com /23-04-2021
Jutaan Nasabah Ramai-Ramai Tutup Asuransi Unit Link, Ada Apa?
Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK, Ahmad Nasrullah mengatakan dampak pandemi membuat PAYDI turun drastis pada tahun 2020. Biasanya rata-rata tahun ada sekitar 7 juta pemegang polis, namun pada 2020 turun menjadi hanya 4,2 juta, atau berkurang 2,8 juta. OJK meminta agar pelaku industri asuransi memastikan, agen penjual memiliki literasi yang baik agar konsumen mengenal produk yang hendak dibeli dan tidak terjadi dispute di kemudian hari, agar pemegang polis memahami betul apa produk investasi yang dibeli, termasuk untuk produk PAYDI atau unit link.
Cnbcindonesia.com /24-04-2021
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
14.525 |
|
IHSG (per 23 April 2021) |
6.016,86 |
|
BI Rate |
|
