AAJI Daily News - 9 Maret 2021


FM-CC-AAJI-06-001

Selasa, 9 Maret 2021

HEADLINE NEWS

  1. Alokasi Investasi Produk Asuransi Akan Dibatasi
  2. OJK segera batasi investasi di industri asuransi
  3. OJK: Portofolio Investasi Industri Asuransi Segera Dibatasi
  4. AAJI Sebut OJK Akan Batasi Investasi Industri Asuransi
  5. Mitigasi risiko, OJK akan atur batasan portofolio investasi paydi
  6. AAJI Salurkan Bantuan Sebesar Rp500 Juta Bagi Korban Bencana Alam
  7. [Foto] Layanan Digital Industri Asuransi
  8. Pakar Menilai Kasus Jiwasraya Harusnya Gunakan Pendekatan Hukum Bisnis
  9. Pakar Hukum Nilai Kasus Jiwasraya Lalai Gunakan Pendekatan Hukum Bisnis
  10. Bentjok Jadi 'Pesakitan' Asabri, MYRX Damai dengan Kreditor
  11. Bentjok Tersangka Asabri, Rimo Ngos-Ngosan Bayar Gaji Pegawai
  12. Skandal Jiwasraya Harusnya Diusut Dengan Pendekatan Hukum Bisnis
  13. Mengadu dan Sambangi DPRD Banyumas, Minta Difasilitasi, Nilai Klaim Polis Bumiputera Purwokerto – Wangon Fantastis
  14. Gandeng Sanma Indonesia, Pacific Life Optimalkan Proteksi Masyarakat

TENTANG AAJI

Alokasi Investasi Produk Asuransi Akan Dibatasi

OJK mengatur instrumen investasi yang mengisi portofolio produk perusahaan asuransi, termasuk produk asuransi berbalut investasi (Paydi). Hingga kini, draf aturan Paydi masih digodok OJK. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menyebut draf beleid itu mengatur penempatan investasi bagi pihak yang terafiliasi dengan perusahaan paling banyak 10% dari aset masing-masing subdana. Deputi Direktur Pengawasan Asuransi OJK Kristianto Andi Handoko menjelaskan produk paydi diperuntukkan bagi calon pemegang polis yang sudah memahami investasi dengan baik.

Kontan, hal. 10 / 09-03-2021

OJK segera batasi investasi di industri asuransi

Rencana OJK untuk mengatur isi portofolio investasi industri asuransi akan segera terlaksana. OJK juga mengatur pembatasan investasi pada produk asuransi berbalut investasi (Paydi) sebagai bagian mitigasi risiko. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menyebut, draft aturan itu mengatur penempatan investasi bagi pihak yang terafiliasi dengan perusahaan paling banyak 10% dari aset masing - masing subdana. Kecuali afiliasi yang terjadi karena penyertaan modal pemerintah. Kemudian penempatan investasi pada satu pihak paling banyak 15% dari aset masing-masing subdana, kecuali deposito pada bank umum dan investasi pada surat berharga pemerintah.

Kontan.co.id / 08-03-2021

OJK: Portofolio Investasi Industri Asuransi Segera Dibatasi

Rencana OJK untuk mengatur isi portofolio investasi industri asuransi akan segera terlaksana. OJK juga mengatur pembatasan investasi pada produk asuransi berbalut investasi (Paydi) sebagai bagian mitigasi risiko. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menyebut, draft aturan itu mengatur penempatan investasi bagi pihak yang terafiliasi dengan perusahaan paling banyak 10% dari aset masing - masing subdana. Kecuali afiliasi yang terjadi karena penyertaan modal pemerintah. Kemudian penempatan investasi pada satu pihak paling banyak 15% dari aset masing-masing subdana, kecuali deposito pada bank umum dan investasi pada surat berharga pemerintah.

Kompas.com / 08-03-2021

AAJI Sebut OJK Akan Batasi Investasi Industri Asuransi

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyatakan investasi industri asuransi bakal dibatasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketentuan itu akan tertuang dalam Surat Edaran (SE) OJK di bidang perasuransian, khususnya untuk Produk Asuransi Yang Disertai Investasi (PAYDI) atau unit link. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menyebut pihaknya dilibatkan dalam perumusan aturan tersebut. Ia mengatakan aturan itu hingga saat ini masih digodok dan komunikasi dua arah terus dilakukan oleh AAJI dan regulator. Menanggapi poin-poin tersebut, AAJI meminta pertimbangan OJK mengenai penempatan investasi pada satu pihak paling banyak 15 persen, terutama untuk penempatan pada reksadana.

cnnindonesia.com / 09-03-2021

Mitigasi risiko, OJK akan atur batasan portofolio investasi paydi

Rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengatur isi portofolio investasi industri asuransi akan segera terlaksana. OJK juga mengatur pembatasan investasi pada produk asuransi berbalut investasi (Paydi) sebagai bagian mitigasi risiko. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menyebut, draft aturan itu mengatur penempatan investasi bagi pihak yang terafiliasi dengan perusahaan paling banyak 10% dari aset masing - masing subdana. Kecuali afiliasi yang terjadi karena penyertaan modal pemerintah. Menurut Togar, pembatasan penempatan investasi tersebut akan mempersempit kesempatan masyarakat mendapat akses terhadap produk asuransi saat pandemi. Untuk itu, relaksasi pemasaran Paydi melalui penjualan secara tatap muka tidak bisa langsung menjadi permanen.

kontan.co.id / 09-03-2021

AAJI Salurkan Bantuan Sebesar Rp500 Juta Bagi Korban Bencana Alam

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) bersama seluruh anggotanya menyerahkan donasi sebesar Rp500 juta untuk bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia melalui kolaborasi dengan platform crowdfunding BenihBaik.com. Penyerahan dilaksanakan secara virtual oleh Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono kepada pendiri BenihBaik.com Andy F Noya, pada Jumat, 5 Maret 2021. Wiroyo Karsono mengatakan, donasi AAJI kepada masyarakat yang terkena musibah bencana alam di berbagai daerah ini merupakan bagian dari kegiatan kemasyarakatan AAJI ‘Gerakan Bersama AAJI Tanggap Bencana’, sejalan dengan komitmen AAJI dalam turut mensejahterakan masyarakat. Melalui kegiatan Top Agent Award (TAA), AAJI bersama perusahaan anggota secara rutin melakukan berbagai kegiatan sosial di kota tempat TAA dilaksanakan.

mediaasuransinews.co.id / 09-03-2021

INDUSTRI & ASURANSI

[Foto] Layanan Digital Industri Asuransi

Pandemi Covid-19 memberikan tantangan tersendiri bagi industri asuransi. Perusahaan asuransi harus siap menyediakan layanan digital terutama bagi nasabah milenial. Banyak nasabah di segmen ini yang lebih mempercayai review sesama nasabah daripada agen perusahaan asuransi itu sendiri.

Kontan, hal. 10 / 09-03-2021

Pakar Menilai Kasus Jiwasraya Harusnya Gunakan Pendekatan Hukum Bisnis

Menurut pandangan pakar hukum dari UII, Mudzakir, kasus Jiwasraya dan dakwaan yang diberikan kepada terdakwa sebenarnya secara prosedural lebih banyak menyentuh aspek hukum bisnis. Oleh sebab itu, Mudzakir mengatakan, bila yang muncul kemudian risiko dari hubungan bisnis tersebut lalu ditinjau pada proses hukumnya adalah pidana, maka hal itu tentu saja tidaklah tepat. Mudzakir beranggapan, kalau memang awalnya adalah proses bisnis antara Jiwasraya dengan pihak lain yang telah didakwa, maka pada saat itu menerapkan aturan hukum apa sebagai kontrolnya.

Monitor.co.id / 07-03-2021

Pakar Hukum Nilai Kasus Jiwasraya Lalai Gunakan Pendekatan Hukum Bisnis

Menurut pandangan pakar hukum dari UII, Mudzakir, kasus Jiwasraya dan dakwaan yang diberikan kepada terdakwa sebenarnya secara prosedural lebih banyak menyentuh aspek hukum bisnis. Oleh sebab itu, Mudzakir mengatakan, bila yang muncul kemudian risiko dari hubungan bisnis tersebut lalu ditinjau pada proses hukumnya adalah pidana, maka hal itu tentu saja tidaklah tepat. Mudzakir beranggapan, kalau memang awalnya adalah proses bisnis antara Jiwasraya dengan pihak lain yang telah didakwa, maka pada saat itu menerapkan aturan hukum apa sebagai kontrolnya.

Wartasumbawa.pikiran-rakyat.com / 07-03-2021

Bentjok Jadi 'Pesakitan' Asabri, MYRX Damai dengan Kreditor

Emiten properti milik Benny Tjokrosaputro (Bentjok), PT Hanson International Tbk (MYRX) mengumumkan keputusan damai dengan para kreditornya. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah memutuskan sah perjanjian perdamaian antara PT Hanson International Tbk dengan para kreditor. Tak hanya di kasus Jiwasraya, Benjtok juga telah ditetapkan Kejaksaan Agung sebagai salah satu dari sembilan tersangka di kasus skandal korupsi di PT Asabri (Persero) yang diduga menyebabkan negara merugi Rp 23,74 triliun.

Cnbcindonesia.com / 08-03-2021

Bentjok Tersangka Asabri, Rimo Ngos-Ngosan Bayar Gaji Pegawai

Salah satu perusahaan milik Benny Tjokrosaputro yang bergerak di bidang properti yakni PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) menyatakan saat ini tengah mengalami kesulitan untuk membayarkan kewajibannya kepada sejumlah pihak, termasuk karyawannya. Hal ini disebabkan karena adanya kondisi pandemi Covid-19 ditambah dengan kondisi banyaknya aset perusahaan dan anak usahanya yang disita. Penyitaan ini berkenaan dengan kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero) yang dilakukan oleh Bentjok selaku pemegang saham pengendali perusahaan.

Cnbcindonesia.com / 08-03-2021

Skandal Jiwasraya Harusnya Diusut Dengan Pendekatan Hukum Bisnis

Pakar hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII) Prof Mudzakir menilai, kasus Jiwasraya dan dakwaan yang diberikan kepada para terdakwa sebenarnya lebih banyak menyentuh aspek hukum bisnis. Karenanya, Mudzakir mengungkapkan, bila hal tersebut kemudian ditinjau dengan hukum pidana, hal itu tentu saja tidaklah tepat. Misalnya, tuntutan dan dakwaan kepada salah satu terdakwa atas nama Benny Tjokrosaputro. Kemudian, perlu ditelaah juga apakah memang ada penyalahgunaan sehingga menimbulkan pidana dari hubungan terdakwa dengan Jiwasraya atau sekadar risiko bisnis.

Jawapos.com / 08-03-2021

Mengadu dan Sambangi DPRD Banyumas, Minta Difasilitasi, Nilai Klaim Polis Bumiputera Purwokerto – Wangon Fantastis

10 nasabah perwakilan Perkumpulan Pemegang Polis AJB Bumiputera 1912 Koordinator Cabang Purwokerto-Wangon menyambangi kantor DPRD Kabupaten Banyumas Jumat, (5/3). Tujuannya satu. Melakukan audiensi. Dan juga meminta difasilitasi agar klaim segera dibayarkan. Perwakilan Korwil Jogja Koordinator Nasabah BP Cabang Wangon Ivy Safitri mengatakan, kedatangan pihaknya untuk memperjuangkan hak yang semestinya didapatkan. Itu berupa klaim yang belum dibayarkan.

Radarbanyumas.co.id / 08-03-2021

Gandeng Sanma Indonesia, Pacific Life Optimalkan Proteksi Masyarakat

Sebagai wujud memberikan perlindungan kepada masyarakat, Pacific Life dan PT Sun Maju Pialang Asuransi (Sanma Indonesia) melakukan penandatanganan kerjasama unruk program perlindungan asuransi kepada masyarakat, di Jakarta. Kerjasama keduanya dilakukan langsung oleh Sasanto W. Simson selaku Direktur Utama Pacific Life dan Fachrul Razy selaku Direktur Utama dari PT Sun MajuPialang Asuransi. Selain untuk memberikan perlindungan yang optimal kepada masyarakat, kerjasama ini pun diharapkan dapat memacu pertumbuhan bisnis Asuransi Jiwa Kumpulan di Indonesia.

Kumparan.com / 08-03-2021

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

14.360

IHSG (per 8 Maret 2021)

   6.248,47

BI Rate

 

 

 

 

 

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media:

Kontan, Cnnindonesia.com, Cnbcindonesia.com, Mediaasuransi.co.id, Monitor.id, Jawapos.com, Kontan.co.id, Kompas.com, Kumparan.com, Pikiran-raktay.com, Radarbanyumas.co.id.

 

 

DOWNLOAD PDF