AAJI Daily News - 11 Desember 2020


Tanggal terbit (11 / 12 / 2020)

Jumat, 11 Desember 2020

FM-CC-AAJI-06-001

 HEADLINE NEWS

  1. Kinerja Investasi Jadi Sorotan OJK
  2. Industri Asuransi Rebound Tahun Depan
  3. OJK Endus Kesalahan Pengelolaan Investasi Asuransi
  4. Waspadai Lonjakan Klaim Asuransi Pada 2021
  5. 2021, Momentum Kembalikan Kepercayaan Masyarakat Terhadap Asuransi
  6. Nilai Pasar Asuransi yang Wajar Cegah Nasabah dari Kasus Gagal Bayar
  7. Waspadai Ledakan Sengketa Asuransi di 2021
  8. Ini Lima Sumber Laba Asuransi Jiwa, Didominasi Investasi dari Unit-Linked?
  9. Duh! OJK Temukan Asuransi Jiwa dengan Investasi Risiko Tinggi
  10. Laba Asuransi Lebih Ditopang Investasi daripada Underwriting, Ini Risikonya Menurut OJK
  11. 2021, Premi Asuransi Umum Tumbuh 3%
  12. Industri Asuransi Rebound Tahun Depan
  13. Sederet sentimen ini diyakini bisa mendorong kinerja unitlink di tahun depan
  14. Begini strategi investasi asuransi jiwa untuk mengerek kinerja unitlink di 2021
  15. OJK minta asuransi jiwa perhatikan pengelolaan investasi di unitlink dan endowment
  16. Jiwasraya Didesak Segera Umumkan Program Restrukturisasi
  17. Jiwasraya Restrukturisasi 593 Polis
  18. Kasus Jiwasraya
  19. Restrukturisasi Polis Jiwasraya, Nasabah Minta Ada Pengumuman Resmi
  20. Nasabah Jiwasraya Tolak Opsi Likuidasi
  21. Sebanyak 593 korporasi setujui restrukturisasi polis Jiwasraya
  22. Kasus Jiwasraya Merembet ke Ranah Perdata
  23. Pengamat: Nasabah Jiwasraya Lebih Beruntung, Ketimbang..

TENTANG AAJI

Kinerja Investasi Jadi Sorotan OJK

Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK, Ahmad Nasrullah mengatakan dari laporan keuangan beberapa industri asuransi jiwa menunjukkan bahwa beberapa perusahaan mampu membukukan pendapatan dari hasil investasi yang melampaui bisnis proteksinya. Menurutnya, indikator tersebut patut menjadi perhatian para pelaku industri. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan menilai bahwa perolehan laba industri tidak didominasi dari hasil investasi, sumbernya beragam.

Bisnis Indonesia / 11-12-2020 Hal. 21

Industri Asuransi Rebound Tahun Depan

Industri asuransi diproyeksi akan rebound tahun depan. Syarat utamanya adalah kembali membangun kepercayaan dan terus mengedukasi para nasabah. Setidaknya, asuransi jiwa diperkirakan tumbuh 7-8% dan asuransi umum diprediksi tumbuh 3%. Proyeksi tersebut terungkap pada Insurance Outlook 2021 "Geliat Industri Asuransi Tahun 2021". Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK, Ahmad Nasrullah mengatakan, asuransi jiwa terkontraksi cukup dalam dari sisi aset dan premi. Kendati demikian, pihaknya optimistis kondisi itu bisa lekas pulih.

Investor Daily / 11-12-2020 Hal. 1&12

OJK Endus Kesalahan Pengelolaan Investasi Asuransi

OJK bakal membuat aturan main PAYDI. Aturan ini akan membenahi aturan soal investasi dan pemberian pemahaman ke customer. OJK memang melihat ada persoalan soal pengelolaan aset investasi, khsusunya produk unitlink dan endowment. Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK, Ahmad Nasrullah menemukan fenomena, pengelolaan dua produk tersebut justru berdasarkan profit yang dihasilkan dari investasi bukan underwriting. Akibatnya, pengelolaan investasi asuransi ikut bermasalah.

Kontan / 11-12-2020 Hal. 10

Waspadai Lonjakan Klaim Asuransi Pada 2021

Perusahaan asuransi diingatkan untuk mewaspadai lonjakan klaim terkait Covid-19 di 2021. Apalagi, saat ini marak perusahaan asuransi yang merilis produk terkait Covid-19. Sebab, kondisi pandemi telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi. Dalam Insurance Outlook 2021 "Geliat Industri Asuransi Tahun 2021" Pengamat asuransi Irvan Rahardjo mengatakan, klaim atas Covid-19 disinyalir akan meningkat. Diharapkan klaim tersebut tidak berakhir dengan sengketa.

Suara Pembaruan / 11-12-2020 Hal. 7

2021, Momentum Kembalikan Kepercayaan Masyarakat Terhadap Asuranso

Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK, Ahmad Nasrullah mengajak pelaku industri asuransi untuk menjadikan 2021 sebagai momentum untuk memulihkan kepercayaan publik. Menurut dia, pandemi Covid-19 membuat tantangan ke industri asuransi jiwa kian besar, diantaranya telah memicu beberapa perusahaan asuransi mengalami gagal bayar ke nasabah. Untuk itu, upaya mengembalikan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat atas industri ini mutlak diperlukan.

Suara Pembaruan / 11-12-2020 Hal. 7

Nilai Pasar Asuransi yang Wajar Cegah Nasabah dari Kasus Gagal Bayar

Dalam Insurance Outlook 2021 "Geliat Industri Asuransi Tahun 2021" yang diselenggarakan oleh Majalah Investor bekerjasama dengan OJK, BRI Insurance, AAJI dan Allianz Life Indonesia, Kamis (10/12), Direktur Kepatuhan BRI Insurance, Adi Setyanto, mengatakan salah satu aspek yang paling penting diperhatikan nasabah agar tidak mengalami kasus gagal bayar klaim asuransi adalah nilai pasar dari asuransi yang ditawarkan. Nasabah dapat memiliki gambaran bagaimana mengelolanya secara efisien, dan memperhitungan risiko menggunakan metodologi sesuai best practice.

Beritasatu.com / 10-12-2020

Waspadai Ledakan Sengketa Asuransi di 2021

Perusahaan asuransi diingatkan untuk mewaspadai lonjakan klaim terkait Covid-19 di 2021. Apalagi, saat ini marak perusahaan asuransi yang merilis produk terkait Covid-19. Sebab, kondisi pandemi telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi. Pengamat asuransi Irvan Rahardjo mengatakan, klaim atas Covid-19 disinyalir akan meningkat. Diharapkan klaim tersebut tidak berakhir dengan sengketa. Hal tersebut karena masih adanya simpang siur berbagai aspek Covid-19.

Beritasatu.com / 10-12-2020

Ini Lima Sumber Laba Asuransi Jiwa, Didominasi Investasi dari Unit-Linked?

Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan menjabarkan bahwa terdapat lima sumber perolehan laba industri asuransi jiwa: laba underwriting yang berasal dari selisih pricing dengan realisasi klaim, hasil investasi, yakni saat pricing suatu produk menghasilkan investasi di atas imbal hasil yang akan diberikan kepada nasabah, laba dari pengeluaran atau biaya, laba reasuransi, yang banyak diperoleh asuransi umum, management fee yang banyak diperoleh dari produk unit-linked.

Bisnis.com / 10-12-2020

Duh! OJK Temukan Asuransi Jiwa dengan Investasi Risiko Tinggi

Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK Ahmad Nasrullah menjelaskan bahwa terdapat dua produk utama di asuransi jiwa, yakni PAYDI atau unit-linked dan dwiguna atau endowment. Kedua produk itu memiliki aspek investasi. Menurut Nasrullah, kedua produk tersebut mendominasi pendapatan premi asuransi jiwa setiap tahunnya sekitar 60 persen. Sayangnya, dalam kondisi tersebut terdapat perilaku excessive risk taking dari perusahaan asuransi dengan investasi yang terlalu berisiko.

Bisnis.com / 10-12-2020

Laba Asuransi Lebih Ditopang Investasi daripada Underwriting, Ini Risikonya Menurut OJK

Sejumlah perusahaan asuransi jiwa mencatatkan perolehan laba yang ditopang oleh investasi, alih-alih dari proses underwriting asuransi. Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK Ahmad Nasrullah menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan riset terhadap laporan-laporan keuangan industri asuransi jiwa dan menemukan bahwa laba industri berasal dari perolehan investasi, bukan hasil underwriting. Dia menilai bahwa perusahaan yang bergantung kepada hasil investasi harus memastikan bahwa kualitas pengelolaan asetnya memenuhi prinsip kehati-hatian.

Bisnis.com / 10-12-2020

2021, Premi Asuransi Umum Tumbuh 3%

Produksi premi industri asuransi umum diproyeksi tumbuh 3% pada tahun 2021. Proyeksi tersebut merujuk pada survei D'lloyd untuk kinerja asuransi umum di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Hal itu disampaikan Direktur Utama BRI Insurance Fankar Umran pada acara Insurance Outlook 2021 dengan tema Geliat Industri Asuransi Tahun 2021 yang disiarkan Beritasatu TV, Rabu (10/12) yang merupakan kerjasama Majalah Investor dengan OJK, BRI Insurance, AAJI, dan Allianz Life Indonesia. Pihaknya melihat selama pandemi tren positif terjadi beberapa sektor seperti industri makro.

Investor.id / 10-12-2020

Industri Asuransi Rebound Tahun Depan

Industri asuransi diproyeksi akan rebound tahun depan. Syarat utamanya adalah kembali membangun kepercayaan dan terus mengedukasi para nasabah. Setidaknya, asuransi jiwa diperkirakan tumbuh 7-8% dan asuransi umum diprediksi tumbuh 3%. Proyeksi tersebut terungkap pada Insurance Outlook 2021 "Geliat Industri Asuransi Tahun 2021". Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK, Ahmad Nasrullah mengatakan, asuransi jiwa terkontraksi cukup dalam dari sisi aset dan premi. Kendati demikian, pihaknya optimistis kondisi itu bisa lekas pulih.

Investor.id / 10-12-2020

Sederet sentimen ini diyakini bisa mendorong kinerja unitlink di tahun depan

AAJI memproyeksi kinerja unitlink akan tumbuh positif pada tahun depan. Beberapa faktor turut mendukung pertumbuhan asuransi berbasis investasi ini: akses masyarakat menjadi lebih luas karena adanya relaksasi dalam pemasaran dan penjualan Paydi, situasi pasar modal yang membaik, adanya program pemulihan ekonomi nasional yang memberi dampak positif pada perekonomian, industri asuransi jiwa senantiasa berinovasi dan lebih berorientasi kepada masyarakat dan, komitmen pemerintah untuk pemberian vaksin Covid-19 juga memberi sinyal positif.

Kontan.co.id / 10-12-2020

Begini strategi investasi asuransi jiwa untuk mengerek kinerja unitlink di 2021

Guna meningkatkan kinerja unitlink tahun depan, beberapa strategi telah dipersiapkan pemain asuransi jiwa. Secara umum, industri akan menyesuaikan investasi dengan kondisi pasar serta memperhatikan kebutuhan masyarakat, mengutamakan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko serta tata kelola yang baik. Selain itu, perusahaan juga melakukan berbagai analisis secara mendalam, baik fundamental, risiko, maupun tingkat pengembalian (return) dari saham yang menjadi target investasi. Lalu menerapkan strategi investasi ketat.

Kontan.co.id / 10-12-2020

OJK minta asuransi jiwa perhatikan pengelolaan investasi di unitlink dan endowment

OJK meminta industri asuransi jiwa memperhatikan pengelolaan aset investasi khususnya pada produk unitlink dan endowment yang mendominasi premi sekitar 60% per tahun. Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) 2A OJK Ahmad Nasrullah menemukan fenomena, bahwa pengelolaan dua produk tersebut justru berdasarkan profit atau bottom line yang dihasilkan dari investasi bukan underwriting. Artinya, jika investasi gagal maka pengaruh ke likuiditas perusahaan. Akibatnya, pengelolaan investasi asuransi ikut bermasalah.

Kontan.co.id / 10-12-2020

INDUSTRI & ASURANSI

Jiwasraya Didesak Segera Umumkan Program Restrukturisasi

Nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) meminta Tim Percepatan Penyelamatan Polis Jiwasraya segera mengumumkan detil program restrukturisasi polis yang sudah diputuskan pemerintah dan DPR untuk menyelesaikan permasalahan di BUMN asuransi tersebut. Dengan mempercepat realisasi strukturisasi, setidaknya nasabah segera mendapatkan kepastian waktu atas pengembalian investasi, di satu sisi laju pertumbuhan liabilitas Jiwasraya juga dapat melambat.

HE Neraca / 11-12-2020 Hal. 5

Jiwasraya Restrukturisasi 593 Polis

PT Asuransi Jiwasraya terus menawarkan restrukturisasi polis ke korporasi. Sebanyak 593 kontrak polis korporasi atau 28% dari kontrak telah menyetuji restrukturisasi polis Jiwasraya hingga 4 Desember 2020. Korporasi tersebut berasal dari perusahaan BUMN, BUMND, swasta dan lainnya. Artinya, skema restrukturisasi korporasi yang diajukan Jiwasraya sudah dianggap selesai oleh pemegang polis kumpulan. Sementara 381 kontrak polis lain belum ditawarkan restrukturisasi dan hampir setengahnya adalah perusahaan swasta.

Kontan / 11-12-2020 Hal. 10

Kasus Jiwasraya

Kasus PT Asuransi Jiwasraya memasuki babak baru. Jika sebelumnya kasus tersebut berkutat di urusan pidana, kini persoalan gagal bayar perusahaan asuransi tersebut harus melewati hukum perdata. Nasib pemegang polis JS Saving Plan banyak melayangkan gugatan terkait kasus PT Asuransi Jiwasraya. Mereka menggugat Kementerian BUMN, OJK dan bank tempat pembelian produk asuransi bermasalah tersebut. Welly, salah seorang nasabah Jiwasaraya mengaku berdiskusi dengan beberapa anggota soal gugatan class action. Ia merasa kecewa lantaran pemerintah lalai terhadap rakyat.

Kontan / 11-12-2020 Hal. 15

Restrukturisasi Polis Jiwasraya, Nasabah Minta Ada Pengumuman Resmi

Nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) meminta Tim Percepatan Penyelamatan Polis Jiwasraya segera mengumumkan detil program restrukturisasi polis yang sudah diputuskan pemerintah dan DPR untuk menyelesaikan permasalahan di BUMN asuransi tersebut. Pemegang polis lainnya, Oerianto Guyandi mengatakan, manajemen baru Jiwasraya agar melakukan sosialisasi resmi mengenai detil skema restrukturisasi sehingga informasi yang diterima nasabah seragam atau tidak berbeda satu sama lain.

Bisnis.com / 10-12-2020

Nasabah Jiwasraya Tolak Opsi Likuidasi

Salah satu pemegang polis Jiwasraya, Achmad Fachrodji mengatakan, jika perusahaan Jiwasraya mengalami likuidasi, maka pihaknya selaku nasabah akan merasakan kerugian yang jauh lebih besar. Bahkan, tidak memilik kepastian waktu dalam pengembalian nilai investasi. Atas dasar itu, Fachrodji lebih memilih solusi yang telah dihasilkan Panitia Kerja (Panja) Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yakni menyehatkan polis dengan cara melakukan penyesuaian atas manfaat bagi nasabah, program ini disebut restrukturisasi.

Kompas.com / 10-12-2020

Sebanyak 593 korporasi setujui restrukturisasi polis Jiwasraya

Sebanyak 593 korporasi atau 28% dari kontrak telah menyetujui restrukturisasi polis Jiwasraya hingga 4 Desember 2020. Korporasi tersebut berasal dari perusahaan BUMN, anak usaha BUMN, BUMD, swasta dan lainnya. Diketahui, Jiwasraya melaksanakan proses restrukturisasi dan penyesuaian nilai pelunasan (haircut) polis. Proses ini dilakukan agar Jiwasraya tidak mewariskan kerugian bagi IFG Life setelah transfer portofolio yang direncanakan terjadi pada awal tahun 2021.

Kontan.co.id / 10-12-2020

Kasus Jiwasraya Merembet ke Ranah Perdata

Kasus PT Asuransi Jiwasraya memasuki babak baru. Jika sebelumnya berkutat di urusan pidana, kini persoalan gagal bayar perusahaan asuransi pelat merah itu harus melewati jalur hukum perdata. Nasabah pemegang polis JS Saving Plan banyak melayangkan gugatan terkait kasus PT Asuransi Jiwasraya. Mereka menggugat Kementerian BUMN sebagai pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bank tempat pembelian produk asuransi bermasalah itu.

Kontan.co.id / 10-12-2020

Pengamat: Nasabah Jiwasraya Lebih Beruntung, Ketimbang..

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto menilai, pemegang polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) lebih beruntung dibandingkan dengan nasabah asuransi lainnya yang juga mengalami gagal bayar.  Hal demikian tidak terlepas dari komitmen pemerintah untuk menyelamatkan polis nasabah dan menjaga reputasi BUMN, hingga akhirnya pemerintah bersama DPR menghasilkan sekema restrukturisasi. Sementara beberapa perusahaan asuransi lainnya yang juga mengalami gagal bayar, belum menemukan solusi apapun sebagaimana yang telah dicapai oleh Jiwasraya.

Wartaekonomi.co.id / 10-12-2020

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

14.105

IHSG (per 10 Desember 2020)

   5.933,70

BI Rate

 

 

 

 

 

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media:

Bisnis Indonesia, HE Neraca, Investor Daily, Kontan, Suara Pembaruan, Beritasatu.com, Bisnis.com, Investor.id, Kompas.com, Kontan.co.id, Wartaekonomi.co.id.

DOWNLOAD PDF