AAJI Daily News - 26 Juni 2020
Jumat, 26 Juni 2020
HEADLINE NEWS
- Industri Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp35,9 Triliun
- Asuransi Jiwa Bayarkan Klaim dan Manfaat Rp35,92 Triliun
- Asuransi jiwa: Pembayaran klaim naik, pendapatan premi melambat
- Terdampak Covid-19, Industri Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp35,5 Triliun
- AAJI Salurkan Donasi Rp1 Miliar Untuk Rumah Sakit Rujukan Covid-19
- Pendapatan Premi Industri Asuransi Jiwa Melambat Akibat Pandemi
- Hasil Investasi Amblas 450%, AAJI Sebut Pasar Modal Penyebabnya
- Industri Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp 35,5 Triliun
- AAJI Bersama Perusahaan Asuransi Jiwa & Reasuransi Membantu Rp1 Miliar untuk Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Melalui BenihBaik.com
- Pandemi Covid-19: Jumlah Tertanggung Naik, Kinerja Bisnis Asuransi Tertekan
- Industri Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp 35,5 Triliun Meski Kinerja Merosot
- Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Melambat di Kuartal I 2020
- Ekonomi Dihantam Pandemi Covid-19, Industri Asuransi Jiwa Pamer Rapor Kuartal I Tahun 2020
- Generali Indonesia bukukan pertumbuhan laba 9,42% di kuartal I-2020
- Ini yang Dilakukan Industri Asuransi Jiwa Dalam Menghadapi Dampak Pandemi
- Kuartal I-2020, Premi Asuransi Jiwa Minus 4,9%
- Industri Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp35,5 T
- Pembayaran Klaim Asuransi Jiwa Meningkat
- Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Melambat di Kuartal I 2020
- Kinerja Turun, Industri Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp35,5 Triliun
- Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Melambat di Kuartal I 2020
- Total Pendapatan Asuransi Jiwa Tumbuh Melambat
- Asuransi Jiwa Bayarkan Klaim Rp35,92 Triliun
- Covid-19 Picu Pendapatan Asuransi Jiwa Terjun 4,9%
- Naik 4,1%, Industri Asurasi Jiwa Bayar Klaim Rp35 Triliun
- Asuransi Joint Venture Masih Meraih Cuan
- Kasus Jiwasraya Seret Pejabat OJK dan 13 Korporasi
- Manajer Investasi & Pejabat OJK Terjerat Kasus Jiwasraya
- Pandemi Jiwasraya
- Pejabat OJK Tersangka Baru
- Kejaksaan Ungkap Kelalaian Pejabat OJK
- 13 nama perusahaan menjadi tersangka dalam kasus Jiwasraya
- Pejabat OJK Tersangka Jiwasraya
- Permudah Nasabah Untuk Akses Asuransi
- Kemelut Tak Berujung AJB Bumiputera 1912: Kosongnya Kursi Dirut dan Ilegalnya BPA
- BRI Agro Jalin Kerjasama dengan Capital Life Indonesia Pasarkan Asuransi Proteksi
- BRI Agro Gandeng Capital Life Indonesia Pasarkan Asuransi Proteksi
- Permudah nasabah, Astra Life jual unit link secara digital
- Ada pandemi, laba Allianz Life masih tumbuh 98,24% yoy di Q1-2020
- Tingkatkan Kinerja, BRI Agro Genjot Kredit Konsumer
- Hadapi New Normal, Kini Membuat Asuransi Bisa Tatap Muka Virtual
- OJK dorong bergeraknya sektor riil di era adaptasi kebiasaan baru
- OJK: Per Mei 2020, Kredit Perbankan Tumbuh 3,04 Persen
TENTANG AAJI
Industri Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp35,9 Triliun
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyajikan data bahwa pandemi covid19 telahmemberikan dampak perlambatan industri asuransi jiwa periode kuartal I tahun 2020. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menyampaikan bahwa kondisi kuartal I memang tidak mudah dengan adanya pandemi. Namun pandemi ini telah mendorong dan membentuk pola kesadaran masyarakat akan gaya hidup yang sehat. Komitmen yang kuat dan berkelanjutan dari Industri Asuransi Jiwa ditunjukkan dengan adanya pembayaran Total Klaim dan Manfaat yang naik sebesar 4,1%, yaitu dari Rp 34,1 triliun menjadi Rp. 35,92 triliun. Persentase Total Tertanggung naik sebesar 20,3%, yaitu dari 53,17 menjadi 63,97 juta orang. Total Uang Pertanggungan naik sebesar 5,6%, yaitu dari Rp 3.859,45 triliun menjadi Rp 4.073,79 triliun. Hal ini juga didorong oleh gencarnya usaha AAJI bekerja sama dengan industri Asuransi Jiwa untuk melakukan program literasi dan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat asuransi jiwa.
HE Neraca / 26 Juni 2020, hal. 5
Asuransi Jiwa Bayarkan Klaim dan Manfaat Rp35,92 Triliun
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat industri asuransi jiwa telah membayarkan total klaim dan manfaat mencapai Rp 35,92 triliun hingga kuartal I-2020, tumbuh 4,1% secara tahunan (year on year/yoy). Klaim nilai tebus (surrender) menjadi kontributor utama peningkatan tersebut. Data AAJI atas 58 dari 60 perusahaan asuransi jiwa memaparkan, sampai kuartal I-2020 klaim nilai tebus mencapai Rp 19,91 triliun atau naik 6,5% (yoy). Nilai itu naik dari periode sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 18,69 triliun. Kenaikan total klaim dan manfaat asuransi jiwa turut disokong oleh klaim meninggal dunia yang tumbuh 13,5% (yoy) menjadi Rp 2,69 triliun. Diikuti klaim kesehatan (medical) mencapai Rp 2,98 triliun atau naik 14,5% (yoy). Sementara itu, penurunan klaim dan manfaat dicatatkan klaim akhir kontrak sebesar 4,8% (yoy) menjadi Rp 4,85 triliun. Selain itu, klaim partial withdrawal yang turun 11,6% (yoy) menjadi sebesar Rp 4,05 triliun. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menyampaikan, klaim dan manfaat yang dibayarkan merupakan cerminan komitmen industri asuransi jiwa dalam melayani para nasabahnya. Apalagi dalam menghadapi situasi yang menantang seperti pandemi Covid-19 saat ini. Komitmen yang kuat dan berkelanjutan dari industri asuransi jiwa ditunjukkan dengan adanya pembayaran total klaim dan manfaat yang naik 4,1%, yaitu dari Rp 34,1 triliun menjadi Rp 35,92 triliun. Total pendapatan premi turun 4,9% (yoy) menjadi 44,11 triliun. Sedangkan hasil investasi turun 450,8% (yoy) menjadi rugi sebesar Rp 47,05 triliun. Pada periode sama tahun sebelumnya, hasil investasi sempat dibukukan sebesar Rp 13,41 triliun.
Investor Daily / 26 Juni 2020, hal. 23
Asuransi jiwa: Pembayaran klaim naik, pendapatan premi melambat
Pembayaran klaim asuransi jiwa meningkat sepanjang kuartal I-2020 seiring terjadinya pandemi Covid-19. AAJI mencatat industri asuransi jiwa membayarkan klaim sebesar Rp35,5 triliun atau naik 4,1% dibandingkan periode sama tahun lalu. AAJI mencatat pada kuartal I-2020 terdapat peningkatan jumlah tertanggung sebesar 20,3% dari 53,17 juta orang menjadi 63,97 juta orang. Total uang pertanggungan (UP) juga naik 5,6% dari Rp3.859,45 triliun menjadi Rp4.073,79 triliun.
Alinea.id / 24-06-2020
Terdampak Covid-19, Industri Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp35,5 Triliun
AAJI mengungkapkan industri asuransi jiwa tetap membayarkan klaim sebesar Rp35,5 triliun. Hal tersebut dilakukan meski terjadi perlambatan kinerja pada kuartal pertama 2020 akibat pandemi Covid-19. Rp34,1 triliun, Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengungkapkan industri tetap memenuhi kewajiban membayar klaim meski kinerja melambat karena mencermati pandemi ini mendorong masyarakat semakin sadar dengan gaya hidup sehat.
Inews.id / 24-06-2020
AAJI Salurkan Donasi Rp1 Miliar Untuk Rumah Sakit Rujukan Covid-19
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyerahkan donasi sebesar Rp1 miliar untuk rumah sakit rujukan Covid-19 melalui Yayasan BenihBaik.com. Penyerahan dilakukan secara virtual melalui oleh AAJI yang diwakili oleh Jos Chandra Irawan selaku Kepala Departemen Marketing AAJI kepada Andy F Noya, pendiri Yayasan BenihBaik.com pada Senin (22/6). Donasi AAJI kepada rumah sakit rujukan ini merupakan bagian dari gagasan terbaru AAJI “Bersama Kita Bisa”, yang merupakan bentuk persaudaraan, kekompakan dan solidaritas insan industri Asuransi Jiwa di Indonesia dalam usaha untuk melawan Covid-19. “Kami sadar bahwa saat ini tidak semua rumah sakit memiliki Alat Pelindung Diri (APD) yang cukup dan oleh karena itu kami berharap agar donasi ini mampu untuk memberikan dorongan dan membantu menjaga para petugas kesehatan kita dalam melaksanakan tugas mereka,” ujar Kepala Departemen Marketing AAJI, Jos Chandra Irawan. Andy F Noya selaku pendiri dari BenihBaik.com mengapresiasi kepekaan dan gotong royong yang dilakukan oleh seluruh anggota AAJI dalam membantu mengatasi pandemi Covid 19.
Infobrand.id/ 24 Juni 2020
Pendapatan Premi Industri Asuransi Jiwa Melambat Akibat Pandemi
Data yang AAJI peroleh memperlihatkan, bahwa pandemi Covid-19 tahun 2020 telah berdampak terhadap perlambatan pada industri asuransi jiwa untuk periode Kuartal I tahun 2020. Perlambatan terjadi pada angka total pendapatan, meliputi total pendapatan premi, hasil investasi dan klaim reasuransi. Budi Tampubolon, Ketua Dewan Pengurus AAJI, mengatakan, kondisi Kuartal I memang tidak mudah akibat pandemi Covid-19. Hal ini turut berpengaruh terhadap kinerja industri asuransi jiwa, dimana total pendapatan premi industri asuransi jiwa melambat. Namun pandemi ini telah mendorong dan membentuk pola kesadaran masyarakat akan gaya hidup yang sehat. Komitmen yang kuat dan berkelanjutan dari Industri Asuransi Jiwa ditunjukkan dengan adanya pembayaran Total Klaim dan Manfaat yang naik sebesar 4,1%, yaitu dari Rp 34,1 triliun menjadi Rp. 35,92 triliun. Persentase Total Tertanggung naik sebesar 20,3%, yaitu dari 53,17 menjadi 63,97 juta orang. Total Uang Pertanggungan naik sebesar 5,6%, yaitu dari Rp 3.859,45 triliun menjadi Rp 4.073,79 triliun. Hal ini juga didorong oleh gencarnya usaha AAJI bekerja sama dengan industri Asuransi Jiwa untuk melakukan program literasi dan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat asuransi jiwa. Tercatat, rasio kontribusi bancassurance terhadap total premi sebesar 44,4%, diikuti oleh kanal distribusi keagenan sebesar 38,4%.
marketing.co.id/ 24 Juni 2020
Hasil Investasi Amblas 450%, AAJI Sebut Pasar Modal Penyebabnya
Industri Asuransi Jiwa Indonesia mengalami dampak cukup parah dari pandemi Covid-19. Misalnya, dari penempatan investasi selama kuartal I 2020, justru mengalami penurunan sebesar 450%. Menurut Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon, hasil investasi industri asuransi jiwa yang merupakan suatu bisnis jangka isband, terdapat penurunan hasil investasi pada Kuartal I Tahun 2020 dikarenakan kondisi pasar modal Indonesia yang terdampak pandemi global Covid-19.
Pasardana.id / 24-06-2020
Industri Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp 35,5 Triliun
AAJI mengungkapkan industri asuransi jiwa tetap membayarkan klaim sebesar Rp35,5 triliun. Pembayaran klaim ini dilakukan meski terjadi perlambatan kinerja pada kuartal pertama 2020 akibat pandemi Covid-19. Total klaim dan manfaat itu naik sebesar 4,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 34,1 triliun.
Republika.co.id / 24-06-2020
AAJI Bersama Perusahaan Asuransi Jiwa & Reasuransi Membantu Rp1 Miliar untuk Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Melalui BenihBaik.com
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyerahkan donasi sebesar Rp 1 miliar untuk rumah sakit rujukan Covid-19 melalui Yayasan BenihBaik.com. Penyerahan dilaksanakan secara virtual melalui oleh AAJI yang diwakili oleh Jos Chandra Irawan selaku Kepala Departemen Marketing AAJI kepada Andy F Noya, pendiri Yayasan BenihBaik.com pada Senin (22/06). Kepala Departemen Marketing AAJI, Jos Chandra Irawan, mengatakan inisiatif AAJI kali ini, yaitu “Bersama Kita Bisa” yang diikuti oleh seluruh perusahaan Asuransi Jiwa dan Reasuransi di Indonesia yang bernaung dibawah AAJI. Sebagai yayasan yang menerima dana dari AAJI dan mengelola agar dana disampaikan dalam bentuk APD kepada rumah sakit rujukan, Andy F Noya selaku pendiri dari BenihBaik.com berterima kasih dan menghargai upaya AAJI.
wartapenanews.com/ 24 Juni 2020
Pandemi Covid-19: Jumlah Tertanggung Naik, Kinerja Bisnis Asuransi Tertekan
Industri asuransi jiwa mencatatkan pertumbuhan jumlah tertanggung hingga 10,8 juta orang selama satu tahun terakhir. Namun, jumlah premi yang dikumpulkan mengalami penurunan Rp2,3 triliun hingga Maret 2020. Meskipun jumlah tertanggung meningkat, pertumbuhan total polis hanya tercatat sebesar 0,1 persen (yoy), yakni 17,08 juta polis pada kuartal I/2020 atau naik dari 17,06 juta polis pada kuartal I/2019. Jumlah polis asuransi kumpulan bahkan turun 13,2 persen (yoy) sebanyak 672.667 polis pada kuartal I/2020.
Bisnis.com / 25-06-2020
Industri Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp 35,5 Triliun Meski Kinerja Merosot
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengungkapkan industri asuransi jiwa tetap membayarkan klaim sebesar Rp 35,5 triliun meski terjadi perlambatan kinerja pada kuartal pertama 2020 akibat pandemi COVID-19. “Total klaim dan manfaat itu naik sebesar 4,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 34,1 triliun,” kata Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon . Data itu dikumpulkan 58 perusahaan asuransi jiwa dari 60 perusahaan yang bernaung dalam AAJI. AAJI mencatat pada kuartal I 2020 peningkatan jumlah tertanggung sebesar 20,3 persen dari 53,17 menjadi 63,97 juta orang. Sedangkan total uang pertanggungan (UP) naik 5,6 persen dari Rp3.859,45 triliun menjadi Rp 4.073,79 triliun. Tercatat, rasio kontribusi bancassurance terhadap total premi sebesar 44,4 persen, diikuti oleh kanal distribusi keagenan sebesar 38,4 persen. industri asuransi jiwa yang berhubungan erat dengan pasar modal, ikut terpengaruh mengingat kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami koreksi 27,8 persen sejak awal tahun hingga Maret 2020. Budi juga menyebut total pendapatan lain di antaranya pendapatan premi dan klaim reasuransi juga mengalami perlambatan pada kuartal pertama tahun 2020.
hajinews.id/ 25 Juni 2020
Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Melambat di Kuartal I 2020
AAJI mencatat perlambatan terjadi pada angka total pendapatan, meliputi total pendapatan premi, hasil investasi dan klaim reasuransi. Total pendapatan premi industri asuransi jiwa pada kuartal I 2020 tercatat tumbuh 4,9 persen menjadi Rp 44,11 triliun secara tahunan dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu mencapai Rp 46,40 triliun. AAJI mencatat hasil investasi tumbuh 450,8 persen menjadi minus Rp 47,05 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya di posisi Rp 13,41 triliun.
Harianaceh.co.id / 25-06-2020
Ekonomi Dihantam Pandemi Covid-19, Industri Asuransi Jiwa Pamer Rapor Kuartal I Tahun 2020
Data yang AAJI peroleh memperlihatkan bahwa pandemi Covid-19 tahun 2020 telah berdampak terhadap perlambatan pada industri asuransi jiwa untuk periode Kuartal I tahun 2020. Budi Tampubolon, Ketua Dewan Pengurus AAJI, mengatakan kondisi Kuartal I memang tidak mudah dengan adanya pandemi Covid-19. Hal tersebut juga turut berpengaruh terhadap kinerja industri asuransi jiwa. Dalam kondisi yang penuh tantangan ini, komitmen yang kuat dan berkelanjutan dari Industri Asuransi Jiwa ditunjukkan dengan adanya pembayaran Total Klaim dan Manfaat yang naik sebesar 4,1%, yaitu dari Rp 34,1 triliun menjadi Rp. 35,92 triliun. Persentase Total Tertanggung naik sebesar 20,3%, yaitu dari 53,17 menjadi 63,97 juta orang. Sedangkan Total Uang Pertanggungan naik sebesar 5,6%, yaitu dari Rp 3.859,45 triliun menjadi Rp 4.073,79 triliun. ercatat, rasio kontribusi bancassurance terhadap total premi sebesar 44,4%, diikuti oleh kanal distribusi keagenan sebesar 38,4%. Industri asuransi jiwa, yang berhubungan erat dengan pasar modal, ikut terpengaruh. Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah terkoreksi 27,8% sejak awal tahun hingga Maret 2020. Ujian sertifikasi tenaga pemasar juga kini telah mulai menggunakan aplikasi digital yang AAJI kembangkan. Sedangkan jumlah tenaga pemasar naik pesat sebesar 9,3%, yaitu dari 595.192 menjadi 650.443 orang.
industry.co.id/ 25 Juni 2020
Generali Indonesia bukukan pertumbuhan laba 9,42% di kuartal I-2020
PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia masih mampu bertumbuh di tengah pandemi. Merujuk laporan keuangan konvensional, laba bersih Generali mencapai Rp 39,84 miliar hingga Maret 2020. Nilai itu tumbuh 9,42% year on year (yoy) dibandingkan kuartal 1-2019 senilai Rp 36,41 miliar. Kinerja itu ditopang oleh pertumbuhan pendapatan premi 10,37% yoy dari Rp 690,64 miliar menjadi Rp 762,24 miliar di Maret 2020. Sedangkan klaim dan manfaat yang dibayar tumbuh tipis 0,51% yoy dari Rp 177,7 miliar menjadi Rp 178,61 miliar hingga tiga bulan pertama 2020. Chief Executive Officer Generali Indonesia Edy Tuhirman menyatakan terus memperkuat tim untuk bisa memberikan proteksi asuransi ke semakin banyak orang setelah kuartal dua 2020. Inovasi Generali pada Robo ARMS, juga telah berhasil menjadi solusi bagi nasabah yang kinerjanya pada unit link mencapai 22% di atas IHSG per 5 Juni 2020). Merujuk data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pendapatan premi industri asuransi jiwa turun 4,9% yoy dari Rp 46,4 triliun menjadi Rp 44,11 triliun hingga Maret 2020. Sedangkan hasil investasi turun hingga 450,8% yoy menjadi rugi 47,05 triliun.
kontan.co.id/ 25 Juni 2020
Ini yang Dilakukan Industri Asuransi Jiwa Dalam Menghadapi Dampak Pandemi
Pandemi Covid-19 ikut memukul kinerja industri asuransi jiwa di kwartal I tahun 2020. Menurut data AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia), total Pendapatan Premi industri asuransi jiwa di kwartal I tahun 2020 mencapai Rp 44,11 triliun, lebih rendah 4,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 46,40 triliun. Begitupun total Premi Bisnis Baru yang menurun 8,3%, dari Rp 28,27 triliun di kwartal I tahun 2019 menjadi Rp 25,93 triliun di kwartal 1 tahun 2020. “Sebagai upaya AAJI untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi jiwa, kami berkomitmen untuk merekrut tenaga pemasar yang handal dan berkualitas. Ujian sertifikasi tenaga pemasar juga kini telah mulai menggunakan aplikasi digital yang AAJI kembangkan. Sedangkan jumlah tenaga pemasar naik pesat sebesar 9,3%, yaitu dari 595.192 menjadi 650.443 orang,” jelas Budi Tampubolon Ketua Dewan Pengurus AAJI. AAJI mengimbau dan mengajak pemerintah untuk berkolaborasi lebih lanjut, khususnya OJK untuk memberikan program stimulus dan relaksasi kepada Industri Asuransi Jiwa dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik, termasuk dalam pemanfaatan teknologi digital.
marketing.co.id/ 25 Juni 2020
Kuartal I-2020, Premi Asuransi Jiwa Minus 4,9%
AAJI mencatat total pendapatan premi sebesar Rp44,11 triliun di kuartal I-2020. Angka ini turun 4,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp46,4 triliun. Mengutip data AAJI, Kamis, 25 Juni 2020, jika dirinci total premi bisnis baru sebesar Rp25,9 triliun di kuartal I-2020. Angka itu turun 8,3 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp28,27 triliun.
Medcom.id / 25-06-2020
Industri Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp35,5 T
AAJI mengungkapkan industri asuransi jiwa tetap membayarkan klaim sebesar Rp35,5 triliun meski terjadi perlambatan kinerja pada kuartal pertama 2020 akibat pandemi covid-19. Total klaim dan manfaat itu naik sebesar 4,1% jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp34,1 triliun.
Mediaindonesia.com / 25-06-2020
Pembayaran Klaim Asuransi Jiwa Meningkat
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menegaskan bahwa di tengah perekonomian dan industri yang melambat akibat pandemi covid-19, industri asuransi jiwa tetap membayar klaim yang meningkat sebagai komitmen kepada nasabah mereka. "Pandemi ini telah mendorong dan membentuk pola kesadaran masyarakat akan gaya hidup yang sehat," ungkap Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon. Dalam kondisi yang penuh tantangan ini, komitmen yang kuat dan berkelanjutan dari industri asuransi jiwa ditunjukkan dengan adanya pembayaran total klaim dan manfaat yang naik sebesar 4,1%, yaitu dari Rp34,1 triliun menjadi Rp35,92 triliun. Persentase total tertanggung naik sebesar 20,3%, yaitu dari 53,17 menjadi 63,97 juta orang. Sedangkan total uang pertanggungan naik sebesar 5,6%, yaitu dari Rp3.859,45 triliun menjadi Rp4.073,79 triliun. Hal ini juga didorong oleh gencarnya usaha AAJI bekerjasama dengan industri asuransi jiwa untuk melakukan program literasi dan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat asuransi jiwa.
Mediaindonesia.com/ 25 Juni 2020
Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Melambat di Kuartal I 2020
AAJI mencatat perlambatan terjadi pada angka total pendapatan, meliputi total pendapatan premi, hasil investasi dan klaim reasuransi. Total pendapatan premi industri asuransi jiwa pada kuartal I 2020 tercatat tumbuh 4,9 persen menjadi Rp 44,11 triliun secara tahunan. Sementara itu, hasil investasi industri asuransi mengalami penurunan tajam dikarenakan kondisi pasar modal Indonesia setelah kondisi pandemi global Covid-19.
Msn.com / 25-06-2020
Kinerja Turun, Industri Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp35,5 Triliun
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengungkapkan industri asuransi jiwa tetap membayarkan klaim sebesar Rp35,5 triliun meski terjadi perlambatan kinerja pada kuartal pertama 2020 akibat pandemi COVID-19. "Total klaim dan manfaat itu naik sebesar 4,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp34,1 triliun," kata Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon. Data itu dikumpulkan 58 perusahaan asuransi jiwa dari 60 perusahaan yang bernaung dalam AAJI. AAJI mencatat pada kuartal I 2020 peningkatan jumlah tertanggung sebesar 20,3 persen dari 53,17 menjadi 63,97 juta orang. Sedangkan total uang pertanggungan (UP) naik 5,6 persen dari Rp3.859,45 triliun menjadi Rp4.073,79 triliun. Tercatat, rasio kontribusi bancassurance terhadap total premi sebesar 44,4 persen, diikuti oleh kanal distribusi keagenan sebesar 38,4 persen. Selain hasil investasi, Budi juga menyebut total pendapatan lain di antaranya pendapatan premi dan klaim reasuransi juga mengalami perlambatan pada kuartal pertama tahun 2020.
pantau.com/ 25 Juni 2020
Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Melambat di Kuartal I 2020
AAJI mencatat perlambatan terjadi pada angka total pendapatan, meliputi total pendapatan premi, hasil investasi dan klaim reasuransi. Total pendapatan premi industri asuransi jiwa pada kuartal I 2020 tercatat tumbuh 4,9 persen menjadi Rp 44,11 triliun secara tahunan. Pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp 46,40 triliun.
Republika.co.id / 25-06-2020
Total Pendapatan Asuransi Jiwa Tumbuh Melambat
Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan terjadi perlambatan pada angka total pendapatan, meliputi total pendapatan premi, hasil investasi dan klaim reasuransi. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon mengatakan kondisi Kuartal I memang tidak mudah dengan adanya pandemi Covid-19. Namun pandemi ini telah mendorong dan membentuk pola kesadaran masyarakat akan gaya hidup yang sehat. Pembayaran Total Klaim dan Manfaat naik sebesar 4,1%, yaitu dari Rp 34,1 triliun menjadi Rp. 35,92 triliun. Sementara pada kuartal I 2020, ditunjukkan adanya peningkatan dalam angka jumlah Tertanggung. Persentase Total Tertanggung naik sebesar 20,3%, yaitu dari 53,17 menjadi 63,97 juta orang. Sedangkan Total Uang Pertanggungan naik sebesar 5,6%, yaitu dari Rp 3.859,45 triliun menjadi Rp 4.073,79 triliun. Tercatat, rasio kontribusi bancassurance terhadap total premi sebesar 44,4%, diikuti oleh kanal distribusi keagenan sebesar 38,4%. Industri asuransi jiwa, yang berhubungan erat dengan pasar modal, ikut terpengaruh. Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah terkoreksi 27,8% sejak awal tahun hingga Maret 2020.
swa.co.id/ 25 Juni 2020
Asuransi Jiwa Bayarkan Klaim Rp35,92 Triliun
Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengaku, sebagai upaya untuk tetap melayani kebutuhan perlindungan kesehatan masyarakat di masa pandemi, perusahaan asuransi jiwa semakin isba untuk memberikan edukasi dan saran bagi masyarakat mengenai pilihan perlindungan yang tepat. Komitmen yang kuat dan berkelanjutan dari industri asuransi jiwa ditunjukkan dengan adanya pembayaran total klaim dan manfaat yang naik sebesar 4,1%, yaitu dari Rp34,1 triliun menjadi Rp35,92 triliun.
Trenasia.com / 25-06-2020
Covid-19 Picu Pendapatan Asuransi Jiwa Terjun 4,9%
Berdasarkan data AAJI pada kuartal I 2020, total pendapatan premi asuransi sebesar Rp44,11 triliun. Angka ini turun 4,9% dari periode yang sama tahun lalu yakni Rp46,40 triliun. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon, mengatakan bahwa dari total pendapatan premi Rp44,11 triliun, pendapatan premi produksi baru sebesar Rp25,93 triliun. Angka ini juga turun 8,3% dibanding pada periode yang sama 2019 sebesar Rp28,27 triliun. Sementara, total premi lanjutan tumbuh stagnan sebesar 0,3% menjadi sebesar Rp18,18 triliun.
Wartaekonomi.co.id / 25-06-2020
Naik 4,1%, Industri Asurasi Jiwa Bayar Klaim Rp35 Triliun
AAJI mencatat klaim dan manfaat yang dibayarkan industri asuransi jiwa secara nasional pada kuartal I 2020 mencapai Rp35,92 triliun. Nominal tersebut tumbuh 4,1% dibanding periode sama tahun lalu yang tercatat Rp34,51 triliun. AAJI juga mencatat pada kuartal I 2020 peningkatan jumlah tertanggung sebesar 20,3%, yaitu dari 53,17 menjadi 63,97 juta orang. Sementara, total uang pertanggungan naik sebesar 5,6%, yaitu dari Rp 3.859,45 triliun menjadi Rp4.073,79 triliun.
Wartaekonomi.co.id / 25-06-2020
Asuransi Joint Venture Masih Meraih Cuan
OJK mencatat, industri asuransi jiwa merugi hingga Rp 884,86 miliar. Kerugian membengkak dibandingkan Maret 2019 yang hanya rugi Rp 431,15 miliar. Merujuk data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pendapatan premi industri asuransi jiwa turun 4,9% secara year on year (yoy) dari Rp 46,4 triliun menjadi Rp 44,11 triliun per Maret 2020. Sedangkan hasil investasi anjlok 450,8% yoy menjadi rugi Rp 47,05 triliun.
Kontan.co.id / 26-06-2020
INDUSTRI & ASURANSI
Kasus Jiwasraya Seret Pejabat OJK dan 13 Korporasi
Kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya menyentuh pada keterlibatan korporasi. Kemarin (25/6) Kejagung mengumumkan penetapan 13 perusahaan manajer investasi sebagai tersangka. Ke-13 perusahaan tersebut juga dikenai pasal tambahan terkait tindak pidana pencucian uang. Perusahaan-perusahaan tersebut juga diduga menimbulkan kerugian hingga Rp 12,31 triliun.
Jawa Pos / 26-06-2020 Hal. 1&7
Manajer Investasi & Pejabat OJK Terjerat Kasus Jiwasraya
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono mengatakan, Kejagung menetapkan tersangka baru. Mereka adalah 13 korporasi yang menjalankan bisnis manajemen investasi (MI). Penetapan tersangka itu berdasarkan alat bukti dalam pengembangan penyidikan. Berdasarkan perhitungan BPK, Hari menyebut total kerugian negara di Jiwasraya sebesar Rp 16,81 triliun, ke-13 MI tersebut menyumbang kerugian Rp 12,15 triliun.
Kontan / 26-06-2020 Hal. 1
Pandemi Jiwasraya
Industri keuangan tengah diuji. Goncangan paling kentara Nampak dari jumlah debitur dan nilai kredit yang direstrukturisasi industri keuangan akibat korona. Proyeksi OJK ada 15,29 juta nasabah dengan nilai kredit Rp1.352,52 triliun akan direstrukturasi. Lalu ada kasus penyelesaian mega skandal asuransi negara Jiwasraya. Yang kini membuat khawatir adalah buntut penetapan Kejagung terhadap 13 manajer investasi di kasus Jiwasraya. Para manajer itu diduga melakukan kongkalingkong atas pengelolaan dana investasi Jiwasraya.
Kontan / 26-06-2020 Hal. 15
Pejabat OJK Tersangka Baru
Seorang pegawai OJK ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono mengungkapkan, satu orang tersangka baru kasus Jiwasraya dari OJK berinisiah FH. Merespon pengumuman Kejagung tersebut, OJK mendukung proses penegakan hukum terkait kasus Jiwasraya dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah.
Koran Jakarta / 26-06-2020 Hal. 5
Kejaksaan Ungkap Kelalaian Pejabat OJK
Kejagung menetapkan Fakhri Hilmi, Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal II OJK, sebagai tersangka. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono mengatakan, Jiwasraya melakukan transaksi investasi reksa dana senilai Rp12,7 triliun melalui 13 perusahaan manajemen investasi. Hari mengatakan, Fakhri mengetahui adanya markup saham yang dilakukan para manajer investasi. Tapi tidak memberikan sanksi.
Koran Tempo / 26-06-2020 Hal. 23
13 nama perusahaan menjadi tersangka dalam kasus Jiwasraya
Setelah sekitar enam bulan investigasi, Kejagung telah menunjuk 13 perusahaan pengelola aset dan pejabat OJK dalam kasus dugaan korupsi dan pencucian uang di perusahaan asuransi milik negara PT Asuransi Jiwasraya. Jiwasraya dituduh salah kelola ketika menginvestasikan pendapatan premi dari JS Saving Plan, salah satu produk asuransi perusahaan, dalam berbagai aset. Akibatnya, gagal membayar Rp 16 triliun (US $ 1,1 miliar) dalam polis yang jatuh tempo pada bulan Februari kepada pemegang polisnya.
The Jakarta Post / 26-06-2020 Hal. 1
Pejabat OJK Tersangka Jiwasraya
Kejagung mengumumkan 14 tersangka baru kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang PT Asuransi Jiwasraya pada Kamis (25/6). Sebanyak 13 tersangka merupakan korporasi yang bergerak dalam bidang manajemen investasi, sedangkan satu tersangka adalah pejabat di OJK. Tersangka dari OJK adalah deputi komisioner pengawasan pasar modal di OJK, Fakhri Hilmi. Saat kasus terjadi, FH mejabat sebagai kepala departemen pengawasan pasar modal di OJK, yaitu periode 2014-2017.
Republika / 26-06-2020 Hal. 2
Permudah Nasabah Untuk Akses Asuransi
Asuransi seringkali menjadi penolong disaat kita membutuhkan. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini. Kondisi ini ditujukkan Allianz Life Indonesia yang selama ini terbukti ikut memberi perlindungan kesehatan kepada nasabahnya dengan cara yang memudahkan, salah satunya melalui layanan Allianz Eazy Connect. Layanan itu memudahkan nasabah mengajukan klaim asuransi kesehatan, serta informasi terkait polis dan transaksi investasi.
Nova / Ed. 1688 Hal. 19
Kemelut Tak Berujung AJB Bumiputera 1912: Kosongnya Kursi Dirut dan Ilegalnya BPA
Berdasarkan surat OJK bernomor S-2149/NB.111/2020 Direktur Utama Bumiputera Dirman Pardosi serta Direktur Keuangan dan Investasi Deddy Herupurnomo dinyatakan tidak lolos penilaian kemampuan dan kepatutan sebagai calon direksi. Berdasarkan informasi yang diperoleh Bisnis, hingga saat ini BPA belum melakukan perubahan anggaran dasar. Selain itu, belum terdapat pula proses perubahan BPA menjadi RUA yang harus melalui proses pemilihan di bawah pengawasan jajaran komisaris.
Bisnis.com / 25-06-2020
BRI Agro Jalin Kerjasama dengan Capital Life Indonesia Pasarkan Asuransi Proteksi
PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) menjalin kerjasama dengan PT Capital Life Indonesia (Capital Life) dalam memasarkan produk Asuransi Proteksi melalui pemberian manfaat tambahan asuransi jiwa kredit kepada nasabah Bank BRI Agro. Kerjasama dikategorikan sebagai kerjasama bancassurance tentang saluran pemasaran produk asuransi melalui kerjasama dengan Bank, dimana kerjasama ini berupa model bisnis Kerjasama Referensi Dalam Rangka Produk Bank kepada calon pemegang polis.
Bisnis.com / 25-06-2020
BRI Agro Gandeng Capital Life Indonesia Pasarkan Asuransi Proteksi
PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) menjalin kerjasama dengan PT Capital Life Indonesia (Capital Life) dalam memasarkan produk Asuransi Proteksi melalui pemberian manfaat tambahan asuransi jiwa kredit kepada nasabah Bank BRI Agro. Kerjasama dikategorikan sebagai kerjasama bancassurance tentang saluran pemasaran produk asuransi melalui kerjasama dengan Bank, dimana kerjasama ini berupa model bisnis Kerjasama Referensi Dalam Rangka Produk Bank kepada calon pemegang polis.
Jawapos.com / 25-06-2020
Permudah nasabah, Astra Life jual unit link secara digital
Akhirnya Astra Life menjual unit link secara digital setelah OJK mengeluarkan aturan teknis pemasaran produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (Paydi) beberapa waktu lalu. Direktur Astra Life Windawati Tjahjadi menyambut baik kebijakan tersebut dan siap membuka pemasaran produk Paydi secara digital. Dalam pemasaran secara digital, tenaga pemasar Astra Life yakni Professional Financial Consultant dan Financial Network Advisor akan melakukan komunikasi dengan nasabah melalui video call.
Kontan.co.id / 25-06-2020
Ada pandemi, laba Allianz Life masih tumbuh 98,24% yoy di Q1-2020
PT Asuransi Allianz Life Indonesia berhasil membukukan laba di tengah pandemi. Merujuk laporan keuangan konvensional hingga Maret 2020 laba bersih tercatat senilai Rp 449,39 miliar. Nilai itu tumbuh 98,24% year on year (yoy) dibandingkan Maret 2019 senilai Rp 226,69 miliar. Kinerja itu ditopang oleh masih melajunya bisnis asuransi selama tiga bulan pertama. Perusahaan mampu menghimpun pendapatan premi senilai Rp 3,64 triliun. Nilai itu tumbuh 41,09 yoy dibandingkan Maret 2019.
Kontan.co.id / 25-06-2020
Tingkatkan Kinerja, BRI Agro Genjot Kredit Konsumer
PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) mencatatkan kinerja positif sampai Mei 2020 dengan penyaluran kredit konsumer sebesar Rp1,1 triliun. Nilai tersebut naik 19,33% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp916 miliar. Direktur Risk Management BRI Agro Herry Prayudi mwngatakan untuk meningkatkan kinerja, pihaknya menjalin kerja sama dengan asuransi rekanan guna meningkatkan produk pinjaman segmen konsumtif, Salah satunya melakukan kolaborasi dengan Capital Life untuk kerjasama bancassurance.
Sindonews.com / 25-06-2020
Hadapi New Normal, Kini Membuat Asuransi Bisa Tatap Muka Virtual
Selama masa pandemi akibat mewabahnya Covid-19, Prudential Indonesia memasarkan produk unit link secara tatap muka virtual melalui sistem pemasaran PRUCekatan, yang merupakan singkatan dari 'Cepat Tanpa Harus Berdekatan'. Penjualan produk unit link ini melengkapi jajaran produk asuransi tradisional yang telah tersedia terlebih dahulu melalui layanan virtual sejak 1 April 2020.
Tribunnews.com / 25-06-2020
Regulasi & Makro Ekonomi
OJK dorong bergeraknya sektor riil di era adaptasi kebiasaan baru
OJK mendorong bergeraknya kembali sektor riil di era adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman COVID-19. Hal ini ditunjang stabilitas sektor jasa keuangan yang terjaga dengan kinerja intermediasi yang positif dan profil risiko tetap terkendali. OJK mendukung langkah Pemerintah yang menempatkan uang negara kepada bank umum dalam rangka percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional.
Antaranews.com / 25-06-2020
OJK: Per Mei 2020, Kredit Perbankan Tumbuh 3,04 Persen
OJK mengklaim kondisi lembaga jasa keuangan hingga Mei 2020 masih terbilang stabil. Meski begitu, kinerja lembaga jasa keuangan hingga bulan kelima pada tahun ini melemah tajam bila dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Posisi Mei 2020, OJK mencatat, kredit perbankan tumbuh 3,04 persen secara tahunan, jauh lebih rendah dibanding pertumbuhan pada Mei 2019 yang mencapai 11,55 persen. Kinerja piutang industri pembiayaan terkontraksi sebesar -5,1 persen, sedangkan sebelumnya mampu tumbuh 5,03 persen.
Vivanews.com / 25-06-2020
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
14.175 |
|
IHSG (per 25 Juni 2020) |
4.896,73 |
|
BI Rate |
|
Sumber Kontan.com
Sumber Media: HE Neraca, Investor Daily, Jawa Pos, Kontan, Koran Jakarta, Koran Tempo, The Jakarta Post, Republika, Nova, Alinea.id, Antaranews.com, Bisnis.com, Hajinews.id, Harianaceh.com, Industry.co.id, Inews.id, Infobrand.id, Investor.id, Jawapos.com, Kompas.com, Kontan.co.id, Marketing.co.id, Medcom.id, Mediaindonesia.com, Msn.com, Pantau.com, Pasardana.id, Republika.co.id, Sindonews.com, Swa.co.id, Tribunnews.com, Tresnasia.com, Vivanews.com, Wartapenanews.com
