AAJI Daily News - 13 Maret 2020


Tanggal terbit (13 / 03 / 2020)

Jumat, 13 Maret 2020  

HEADLINE NEWS

  1. Hasil Investasi Asuransi Jiwa Naik Tajam
  2. AAJI: Kasus Jiwasraya Tak Kunjung Kelar Bakal Ganggu Industri Asuransi
  3. Berstatus Pandemi, Asuransi Tak Lagi Proteksi Kasus Corona?
  4. AAJI: Virus Corona Masuk Pertanggungan di Asuransi Jiwa
  5. Ekonomi Bergejolak, Bagaimana Proyeksi Industri Asuransi Ke Depan?
  6. Penempatan Dana Investasi Asuransi Tak Terpengaruh Gejolak
  7. Penempatan Dana Investasi Asuransi tidak Terganggu
  8. Tetap Tumbuh, Kasus Jiwasraya Tak Ganggu Bisnis Asuransi Jiwa
  9. Dihantam Isu Gagal Bayar Jiwasraya, Kinerja AAJI Tetap Moncer
  10. Virus Corona Disebut Jadi Momen Mendorong Asuransi Kesehatan
  11. AAJI Tidak Keberatan OJK Tinjau Bancassurance
  12. Kasus Jiwasraya Berdampak Pada Industri Asuransi Jiwa
  13. Ada Bailout dalam Langkah Penyelamatan
  14. Menunggu Proposal Hanson
  15. Investasi Industri Asuransi Tidak Pengaruh
  16. Prudential Perkuat Pangsa Pasar Syariah di Jatim
  17. Jalani Perawatan, Klaim Ditolak Prudential
  18. Pencucian Uang dalam Kasus Jiwasraya
  19. Berkas Tiga Tersangka Jiwasraya Rampung
  20. Penjualan Aset Jiwasraya untuk Bayar Nasabah
  21. Kasus Jiwasraya Kejagung Buru Aset Tersangka ke Luar Negeri
  22. BUMN Akan Dititipin 3 Aset Milik Tersangka Jiwasraya
  23. Prudential Luncurkan Asuransi Jiwa Berbasis Syariah
  24. PruCinta, misi Prudential sadarkan perlunya investasi asuransi syariah
  25. Prudential Indonesia Luncurkan Asuransi Berbasis Syariah
  26. Prudential Indonesia Luncurkan PRUCinta, Bentuk Cinta yang Tak Lekang oleh Waktu
  27. Duh, Indonesia Masih Rendah Perlindungan Diri, Begini Jawaban Prudential
  28. Meski Banyak Tantangan, AASI Optimis Tatap 2020
  29. Premi Asuransi Syariah Naik
  30. Alhamdulillah, Kontribusi Asuransi Jiwa Syariah Tumbuh Double Digit di 2019
  31. Industri Asuransi Syariah Optimistis Tumbuh Positif di 2020

TENTANG AAJI

Hasil Investasi Asuransi Jiwa Naik Tajam

Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan lompatan pertumbuhan dari sisi total dan investasi sepanjang tahun 2019. Fauzi Arfan, Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko  menyatakan, sepanjang 2019, total investasi industri asuransi jiwa naik 8,6% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi Rp501,63 triliun. Total hasil investasi industri asuransi jiwa selama tahun 2019 mencapai Rp34,1 triliun, meleast 336,8% dibandingkan tahun 2018. Investasi terbesar adalah di reksadana yakni RP167,48 triliun, disusul saham Rp160,07 triliun, SBN Rp76,75 triliun, deposito Rp37,72 triliun, sukuk korporasi Rp36,36 triliun, dan lainnya.

Kontan / 13-03-2020 Hal. 20

AAJI: Kasus Jiwasraya Tak Kunjung Kelar Bakal Ganggu Industri Asuransi

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan, meskipun kinerja industri asuransi di kuartal IV 2019 masih membaik di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti, namun jika kasus Jiwasraya tidak segera selesai dan ada solusinya, apalagi rekening efek terus diblokir, bisa-bisa kepercayaan masyarakat runtuh.

Dailymail.co.id / 11-03-2020

Berstatus Pandemi, Asuransi Tak Lagi Proteksi Kasus Corona?

AAJI menyatakan bahwa polis asuransi secara umum tidak memproteksi risiko penyakit akibat virus corona setelah statusnya dinyatakan sebagai pandemi. Meskipun begitu, sejumlah polis tetap menawarkan proteksi dari risiko virus corona.

Bisnis.com / 12-03-2020

AAJI: Virus Corona Masuk Pertanggungan di Asuransi Jiwa

Virus Corona turut menjadi perhatian dari industri asuransi jiwa. Menurut Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Budi Tampubolon, polis asuransi jiwa tidak mengecualikan risiko virus corona dan menjadi bagian yang dipertanggungkan di asuransi, selain itu beberapa perusahaan asuransi jiwa juga mulai mempersiapkan proteksi khusus untuk virus Corona.

Cnbcindonesia.com / 12-03-2020

Ekonomi Bergejolak, Bagaimana Proyeksi Industri Asuransi Ke Depan?

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan kemunculan kabar gagal bayar kasus asuransi yang marak nyatanya tidak berpengaruh pada sektor industri asuransi. Nyatanya industri asuransi tetap bertumbuh. Budi juga mengatakan, pelayanan industri asuransi kini juga semakin baik dan edukasi mengenai financial inclution terus berlanjut membuat industri asuransi masih berpeluang.

Kompas.com / 12-03-2020

Penempatan Dana Investasi Asuransi Tak Terpengaruh Gejolak

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebutkan meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mengalami gejolak, penempatan dana investasi pada industri asuransi jiwa tidak akan terpengaruh. AAJI mencatat selama 2019 komposisi penempatan dana investasi sebanyak 33,4 persen berada di instrumen reksa dana, kemudian pasar saham (31,9 persen), SBN (15,3 persen), dan deposito (4,5 persen).

Medcom.id / 12-03-2020

Penempatan Dana Investasi Asuransi tidak Terganggu

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebutkan meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mengalami gejolak, penempatan dana investasi pada industri asuransi jiwa tidak akan terpengaruh. AAJI mencatat selama 2019 komposisi penempatan dana investasi sebanyak 33,4 persen berada di instrumen reksa dana, kemudian pasar saham (31,9 persen), SBN (15,3 persen), dan deposito (4,5 persen).

Mediaindonesia.com / 12-03-2020

Tetap Tumbuh, Kasus Jiwasraya Tak Ganggu Bisnis Asuransi Jiwa

Menurut Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon, kasus yang membeli Jiwasraya memang memberi dampak akan tetapi hal itu dapat diatasi oleh industri asuransi. Budi menyampaikan setidaknya ada tiga hal yang membuat industri asuransi tetap tumbuh: masyarakat yang semakin dewasa dan menyadari perlunya asuransi,  layanan asuransi jiwa yang semakin baik dan kegiatan inklusi keuangan yang dijalankan oleh seluruh industri jasa keuangan berjalan dengan baik.

Neraca.co.id / 12-03-2020

Dihantam Isu Gagal Bayar Jiwasraya, Kinerja AAJI Tetap Moncer

AAJI mencatat adanya pertumbuhan pendapatan yang naik cukup signifikan sepanjang tahun 2019, meski ada kasus gagal bayar klaim asuransi yang dialami anggota AAJI yakni PT Asuransi Jiwasraya. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon menjelaskan, pihaknya mencatat bahwa pertumbuhan pendapatan (income) industri asuransi jiwa meningkat sebesar 18,7 persen.

Suara.com / 12-03-2020

Virus Corona Disebut Jadi Momen Mendorong Asuransi Kesehatan

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon menyebutkan industri asuransi jiwa membayar klaim asuransi kesehatan senilai Rp 20,99 triliun pada 2019 lalu. Dengan adanya pandemi virus corona ini, Budi berharap agar masyarakat dapat semakin sadar proteksi dan selalu menjaga kesehatannya. AAJI pun menuntut agar perusahaan-perusahaan asuransi proaktif dalam memastikan kesehatan para nasabah.

Tempo.co / 12-03-2020

AAJI Tidak Keberatan OJK Tinjau Bancassurance

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyambut baik rencana OJK meninjau ulang produk kerja sama perusahaan asuransi dengan perbankan (bancassurance). Terlepas saluran pemasaran itu memiliki peran besar mendukung pendapatan premi, yakni mencapai 43% tahun 2019.

Theconomics.com / 12-03-2020

Kasus Jiwasraya Berdampak Pada Industri Asuransi Jiwa

(AAJI) menilai kasus yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya (Persero) berdampak terhadap industri asuransi jiwa di Indonesia. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menilai skandal Jiwasraya belum berdampak besar terhadap kepercayaan masyarakat Indonesia pada industri keuangan ini. Sejauh ini, kepercayaan masyarakat masih bagus lantaran semakin peduli terhadap layanan perlindungan asuransi.

Trenasia.co / 12-03-2020

INDUSTRI & ASURANSI

Ada Bailout dalam Langkah Penyelamatan

Suntikan dana negara hingga Rp15 triliun kembali menjadi salah satu opsi penyelamatan Jiwasraya, kata Wakil Menteri BUMN Kartika Wiraatmadja. Opsi lain, bisa langsung dilikuidasi. Kejagung sudah menyita beragam aset para tersangka mulai dari sertifikat tanah, tambang emas, kendaraan, perhiasan, dan fasilitas penangkaran ikan arwana. Uang yang disita Kejagung di angka Rp13 triliun dan aset Rp25,6 triliun sudah cukup menutupi kewajiban bayar Jiwasraya yang membengkak hingga Rp49,6 triliun.

Gatra / Ed. 12-18-03-2020

Menunggu Proposal Hanson

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan PT Hanson International Tbk. dalam status penundaan kewajiban pembayaran utang. Perusahaan yang dimiliki oleh Benny Tjokrosaputro memiliki waktu hingga 45 hari menyusun proposal perdamaian. Benny juga digugat PKPU di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat oleh Erwin Yogie Salim. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah menyatakan bahwa tim penyidik hingga saat ini telah menyita aset milik paa tersangka dengan total nilai aset mencapai Rp13,7 triliun.

Bisnis Indonesia / 13-03-2020 Hal. 8

Investasi Industri Asuransi Tidak Pengaruh

Tren lesunya IHSG di pasar modal memberikan dampak terhadap minat investasi masyarakat. Menurut AAJI, anjloknya IHSG tidak memengaruhi penempatan dan investasi pada industri asuransi jiwa. “Asuransi itu sifatnya jangka panjang, kami tidak over reacted,” kata Ketua Bidang Aktuaris dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan nasabah yang membeli produk asuransi proteksi tidak terpengaruh dengan pergerakan IHSG karena bersifat jangka panjang.

HE Neraca / 13-03-2020 Hal. 4

Prudential Perkuat Pangsa Pasar Syariah di Jatim

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) memperkuat pangsa pasar produk berbasis syariah di Jawa Timur (Jatim). Langkah tersebut dilakukan melalui penetrasi produk asuransi jiwa syariah PRUCinta. Head of Sharia Business Prudential Indonesia, Ari Purnomo mengatakan, Jatim merupakan pasar potensial bagi pengembangan produk-produk berbasis syariah mengingat potensi jumlah penduduk dan demografinya yang sangat besar. Ari menjelaskan, produk PRUCinta diluncurkan seiring tren permintaan atas produk keuangan berbasis syariah yang terus meningkat sekaligus juga untuk memperluas portofolio perlindungan berbasis syariah untuk masyarakat. Menurut Ari, kehadiran produk berbasis syariah ini termasuk di Jatim tentunya diharapkan akan ikut meningkatkan indeks literasi asuransi syariah di tanah air yang hanya 2,51 persen, dan inklusi asuransi syariah yang hanya 1,9 persen serta jumlah pemegang polis syariah yang hanya 1,3 juta dari 17,8 juta perserta asuransi jiwa individu.

Investor Daily / 13-03-2020 Hal. 23

Jalani Perawatan, Klaim Ditolak Prudential

Saya adalah nasabah Prudential dengan nomor polis 89677359. Pada 1 Maret 2020, saya mengantarkan istri ke RSHU Surabaya dengan keluhan ambeien. Staf RS memanggil saya dan menginformasikan bahwa klaim istri saya ditlak Prudential karena dianggap masa kepesertaan belum sampai 1 tahun. Saya dirugikan karena harus menunggu 1 tahun untuk pencairan klaim.

Jawa Pos / 13-03-2020 Hal. 4

Pencucian Uang dalam Kasus Jiwasraya

Kasus Jiwasraya menjadi pertaruhan kepercayaan publik terhadap bisnis asuransi. Untuk menjerat pelaku kasus Jiwasraya, aparat sudah seharusnya memberdayakan UU TPPU.  Komitmen Indonesia dalam menghadapai kejahatan yang terorganisir tertuang dalam UU No. 5 Tahun 2009. Mengejar aset hasil kejahtan kasus Jiwasraya seharusnya juga perlu memperhatikan UU no. 3 Tahun 2011.

Jawa Pos / 13-03-2020 Hal. 4

Berkas Tiga Tersangka Jiwasraya Rampung

Penyidik kejagung telah merampungkan berkas tiga di antara enam tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Tiga tersangka yang berkasnya sudah selesai adalah mantan Dirut PT AJS Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Hary Prasetyo, dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Syahmirwan.

Jawa Pos / 13-03-2020 Hal. 8

Penjualan Aset Jiwasraya Untuk Bayar Nasabah

Kementerian BUMN mengungkapkan penjualan aset-aset milk PT Jiwasraya dalam rangka melunasi pembayaran kepada nasabahnya. "Aset-aset yang dijual bukan hanya mal Citos, dan tujuannya untuk membayar dana para nasabah," ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga. Kendati aset-aset yang disita dari tersangka Jiwasraya telah dikumpulkan, tidak mungkin mengambil aset langsung yang ada dari para tersangka, karena membutuhkan waktu dan putusan hukum yang tetap. Dengan demikian dibutuhkan waktu lama, termasuk penjualan asetnya setelah ada inkrah pun perlu membutuhkan waktu. Sebelumnya Kementerian BUMN mengungkapkan sumber dana pembayaran nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tahap pertama akan berasal dari efisiensi perusahaan pelat merah tersebut. Dana tersebut berasal dari efisiensi kantor-kantor Jiwasraya yang tidak maksimal bekerja karena tidak lagi operasional.

Koran Jakarta / 13-03-2020 Hal. 14

Kasus Jiwasraya Kejagung Buru Aset Tersangka ke Luar Negeri

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengaku akan terus memburu aset para tersangka kasus PT Asuransi Jiwasraya. Perburuan aset dilakukan untuk menutupi pengembalian uang negara yang kerugiannya mencapai Rp 16,8 triliun. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah menegaskan, perburuan aset para tersangka kasus Jiwasraya tidak hanya dilakukan di dalam negeri. Namun, saat ini juga dilakukan pelacakan hingga ke luar negeri. Hingga saat ini tim penyidik telah menyita aset milik para tersangka dengan total nilai aset mencapai Rp 13,7 triliun. Sementara kerugian negara atas kasus pembobolan PT Asuransi Jiwasraya menurut BPK adalah Rp 16,8 triliun. Berarti masih ada sekitar Rp 3,1 triliun aset yang harus ditemukan untuk dikembalikan kepada negara.

Suara Pembaruan / 13-03-2020 Hal. 4

BUMN Akan Dititipin 3 Aset Milik Tersangka Jiwasraya

Sejumlah BUMN berpeluang mendapat durian runtuh dari kasus Jiwasraya. Pasalnya, tiga aset milik tersangka akan diserahkan Kejagung kepada Kementerian BUMN, di antaranya dua usaha pertambangan dan satu usaha tambak ikan, kata Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri BUMN 1. Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan siap mengelola tambang emas PT Batutua Waykanan Minerals milik Heru Hidayat yang dititipkan Kejagung.

Rakyat Merdeka / 13-03-2020 Hal. 14

Prudential Luncurkan Asuransi Jiwa Berbasis Syariah

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan asuransi jiwa syariah PRUCinta (PRUCinta) untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia dalam mengelola kesejahteraan mereka. Prudential Indonesia mengembangkan PRUCinta sebagai solusi yang simpel, mudah dipahami, terjangkau, dan sangat relevan untuk melengkapi kebutuhan keluarga akan asuransi tradisional berbasis syariah dengan berbagai manfaat yang menarik.

Beritajatim.com / 12-03-2020

PruCinta, misi Prudential sadarkan perlunya investasi asuransi syariah

Indeks literasi asuransi syariah di Indonesia hanya mencapai 2,51% dan inklusi asuransi syariah hanya 1,9%. Untuk itu, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan asuransi jiwa syariah PRUCinta sebagai metode pengelola kesejahteraan masyarakat dengan klaim kematian dengan nilai maksimal.

Lensaindonesia.com / 12-03-2020

Prudential Indonesia Luncurkan Asuransi Berbasis Syariah

Perusahaan Asuransi Jiwa, PT. Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia), secara resmi meluncurkan asuransi jiwa syariah (PRUCinta). Kehadiran PRUCinta ini menjadi bagian upaya edukasi kepada masyarakat terkait rendahnya pemahaman dalam hal mengelola keuangan, khususnya pada produk asuransi syariah.

Sulselekspres.com / 12-03-2020

Prudential Indonesia Luncurkan PRUCinta, Bentuk Cinta yang Tak Lekang oleh Waktu

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan asuransi jiwa syariah PRUCinta untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia dalam mengelola kesejahteraan mereka. PRUCinta juga menawarkan manfaat jatuh tempo berupa nilai tunai dari Dana Nilai Tunai yang dimaksimalkan setara 100 persen kontribusi yang telah dibayarkan jika tidak ada klaim selama masa kepesertaan.

Timesindonesia.co.id / 12-03-2020

Duh, Indonesia Masih Rendah Perlindungan Diri, Begini Jawaban Prudential

Dari catatan  Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan bahwa pada 2019, tingkat penetrasi asuransi jiwa di Indonesia baru mencapai 1,2% dibandingkan total Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk itu, menurut Head of Sharia Business Prudential Indonesia, Ari Purnomo, pihaknya terus mengembangkan asuransi berbasis syariah dimana saat ini masyarakat masih minimnya pemahaman pengelolaan keuangan khususnya pada produk-produk asuransi syariah.

Wartaekonomi.co.id / 12-03-2020

Regulasi & Makro Ekonomi

Meski Banyak Tantangan, AASI Optimis Tatap 2020

Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) memandang optimist kinerja industri asuransi syariah di 2020, kata Ketua Umum Ahmad Syahroni. Untuk asuransi umum syariah, sisi aset mengalami pertumbuhan 5 persen dari Rp5,62 triliun pada 2018 menjadi Rp5,9 triliun di 2019. Di sektor asuransi jiwa syariah, terjadi kenaikan aset sebesar 9 persen dari Rp34,4 triliun menjadi Rp37,4 triliiun. Hasil investasi melonjak hingga 1.032 persen dari minus Rp198 miliar menjadi Rp1,8 triliun.

HE Neraca / 13-03-2020 Hal. 5

Premi Asuransi Syariah Naik

Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) mencatatkan bisnis asuransi syariah yang tecermin dari kontribusi atau premi tumbuh 8,69% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 15,36 triliun di 2018 menjadi Rp 16,7 triliun di 2019. Ketua Umum AASI Ahmad Syaroni merinci kontribusi asuransi jiwa tumbuh 9,67% yoy dari Rp 12,69 triliun di 2018 menjadi Rp 13,92 triliun di 2019. Adapun kontribusi asuransi umum malah turun 1,08% yoy dari Rp 1,84 triliun menjadi Rp 1,82 triliun di 2019. Sedangkan reasuransi tumbuh 15,44% yoy dari Rp 829 miliar menjadi Rp 957 miliar di 2019.

Kontan / 13-03-2020 Hal. 20

Alhamdulillah, Kontribusi Asuransi Jiwa Syariah Tumbuh Double Digit di 2019

Asuransi jiwa syariah mencatat kinerja lebih baik dibandingkan asuransi umum syariah. Ketua Umum AASI, Ahmad Sya’roni, dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis 12 Maret 2020 mengungkapkan kontribusi asuransi jiwa syariah naik 10 persen dari Rp12,69 triliun pada 2018 menjadi Rp13,92 triliun pada 2019.

Dream.co.id / 12-03-2020

Industri Asuransi Syariah Optimistis Tumbuh Positif di 2020

Industri asuransi syariah Indonesia mencatat kenaikan total aset sebesar 8,33 persen dari Rp 41,91 triliun menjadi Rp 45,45 triliun. Direktur Eksekutif AASI, Erwin Noekman menyampaikan tahun ini industri masih optimis bisa tumbuh aset double digit atau sekitar 10 persen. Karena, terlepas dari segala perlambatan ekonomi, industri masih cukup sehat.

Republika.co.id / 12-03-2020

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

14.522

IHSG (per 12 Maret 2020)

   4.895,75

BI Rate

 

 

 

 

 

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media: Gatra, Bisnis Indonesia, HE Neraca, Investor Daily, Jawa Pos, Kontan, Koran Jakarta, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Bisnis.com, Beritajatim.com, Cnbcindonesia.com, Dailyismail.co.id, Dream.co.id, Kompas.com, Lensaindonesia.com, Medcom.id, Mediaindonesia.com, Neraca.co.id, Republika.co.id, Suara.com, Sulselekspres.com, Timesindonesia.com, Tempo.co, Theconomics.com, Trenasia.co, Wartaekonomi.co.id.

 

DOWNLOAD PDF